
Su kong merasa sangat buruk, ia menyesal tidak mendengarkan peringatan dari Shan Xie. Batasan kemampuannya telah habis hanya untuk menahan tekanan dari Kalajengking Iblis dan sekarang ditambah dengan tekanan dari senjata Dewi Bintang membuat tubuhnya seakan tercabik-cabik.
Hal yang sama juga dirasakan Shan Xie, keduanya terlihat begitu buruk dengan menyilangkan tangan kedepan berusaha menahan sekuat tenaga tanpa mampu beranjak pergi.
"Hanya tekanan dari senjatanya saja sudah membuatku seperti ini,-!! Lalu bagaimana dengan kekuatan aslinya?" batin Su Kong singkat.
Disisi lain, Kalajengking Iblis terlihat kewalahan menangkis serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Dewi Bintang yang hanya menggunakan Trisulanya tanpa beranjak dari duduknya.
Selain karena ia tak bisa bergerak dengan leluasa sebab ruangan terlalu sempit untuk pertarungan, ia juga sedang menahan tekanan aura kuat dari kedua Trisula tersebut.
Dewi Bintang tak memberikan ia celah sama sekali bahkan hanya untuk mengatur nafas pun sama sekali tak ada.
Kalajengking Iblis berfikir untuk segera keluar dari gedung Paviliun Bintang, bertarung di alam bebas menurutnya lebih banyak keleluasaan. Dengan serangan kuatnya ia berhasil memukul mundur kedua Tisula tersebut walaupun mengakibatkan nafasnya menjadi tidak beraturan.
"Tunggu dulu,-!! Aku berfikir kita akan bertarung di luar atau Paviliunmu akan hancur jika ini diteruskan." seru Kalajengking Iblis mencoba membujuk Dewi Bintang yang saat ini terlihat begitu menakutkan ekspresi wajahnya.
Kalajengking Iblis yang bernama asli Xie Mo merasa telah salah menyinggung orang. Ia terlalu gegabah dengan kabar yang hanya berupa rumor, kenyataan yang ia pikirkan ternyata berkehendak lain.
Wanita berparas cantik yang ia sangka lemah lembut yang tak memiliki kemampuan selain sebagai wanita penghibur nyatanya memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
Berulang kali Kalajengking Iblis mengumpat dalam hati namun itu tak mengubah apa yang telah ia perbuat.
Bujukan halus bernada mengancam Kalajengking Iblis nyatanya semakin membuat Dewi Bintang geram bukan karuan.
"Kau mengancamku menggunakan tempat ini,-!! Baiklah, aku kabulkan keinginanmu."
Bukan hanya Xie Mo yang merasakan tapi juga Su Kong dan Shan Xie, mereka tak mengira telah berpindah tempat lebih cepat dari kedipan mata mereka.
Ketiganya terkejut hampir bersamaan.
"Wanita gila ini,-!! Ehh' aku salah menyukai seorang monster." gumam polos Su Kong.
"Tempat ini,-!! Bukankah..?" batin Kalajengking Iblis sesaat mengerutkan dahi.
"Wanita jallang,-!! Apa hubunganmu dengan Dewi Ilusi sialan itu." teriak keras Xie Mo disertai ekspresi wajah memburuk.
Dewi Bintang yang masih duduk di posisinya dengan memangku kecapi tersenyum penuh makna. Lirikan tajamnya terarah tepat pada Kalajengking Iblis yang bergidik ketika pandangannya bertemu.
"Kau datang mengacau dengan kekuatan sampahmu lalu memanggilku jallang. Ehmm.. Tapi sayangnya,-!! Kau tak mengetahui dengan siapa kau berhadapan saat ini." kata Dewi Bintang tanpa mengubah lirikan tajamnya.
__ADS_1
Xie Mo mengumpat dalam hati, hari yang ia sangka dapat menikmati wanita paling cantik di kota Huizhu ternyata malah membawanya pada Jurang kematian. Ia baru menyadari status Dewi Bintang tak sesederhana pemilik Paviliun Bintang semata namun ia tak memiliki informasi apapun mengenainya, membuat pikirannya saat ini begitu buruk.
"Tempat ini milik Dewi Ilusi,-!! Apa hubunganmu dengannya? Katakan atau aku bunuh mereka."
Dengan gerakan cepat, Xie Mo telah mencengkeram leher Su Kong dan Shan Xie yang tak jauh darinya. Ia merasa tidak punya pilihan lain lagi sekarang kecuali menggunakan dua orang yang tak sengaja ikut berpindah dengannya sebagai tawanan.
Su Kong dan Shan Xie terkejut sesaat setelah tubuh mereka seperti terangkat dengan pandangan kabur. Keduanya tak bisa menyadari pergerakan yang dilakukan Kalajengking Iblis.
Disisi lain, muncul seseorang yang membuat Su Kong langsung mengenalinya meskipun pandangannya sempat kabur tapi ia segera melindungi lehernya dengan tenaga dalam miliknya.
"Dewi Busur,-!! Oh sial? Kenapa aku harus berada di antara para monster ini." batin Su Kong yang masih berusaha menguasai kesadarannya dengan memegang tangan Xie Mo.
Kalajengking Iblis mengernyitkan dahi ketika datang seorang wanita muda dengan busur di punggungnya dari arah belakang Dewi Bintang. Ia tak merasakan kekuatannya bahkan kehadirannya seperti tak ada membuatnya bertambah buruk.
Situasi yang begitu buruk membuatnya panik hingga cengkraman tangan kanannya tak sengaja meremukkan leher Shan Xie yang sedari tadi telah pasrah tanpa berkeinginan berbuat sesuatu.
Hal itu membuat Su Kong ingin menjerit keras namun tak mampu, Su Kong hanya bisa mengumpat dalam hati berulang kali atas situasi yang terjadi. Ia tak mengira akan berada di situasi seperti ini.
Dewi Bintang tak tinggal diam begitu saja, menyadari salah satu dari kedua orang tak bersalah tersebut telah mati, ia melepaskan sebagian kekuatan aslinya kearah Kalajengking Iblis.
Serangan mental yang ia lepaskan telak mengenai Kalajengking Iblis yang membuatnya terlempar kebelakang.
Su Kong dan jasad Shan Xie yang ikut terlempar kearah berlawanan mendarat di salah satu daun lebar melayang yang tanpa tau muncul dari mana.
"Uhukk..uhukk.. Ouhhh."
"Kakak, sudah aku bilang jangan pernah menggunakan kekuatanmu,-!! Biarkan aku yang mengurusnya." ucap pelan Dewi Busur dengan memeluk bahu Dewi Bintang yang masih batuk darah.
Kalajengking Iblis tersenyum kecil ketika menyadari bahwa Dewi Bintang muntah darah. Ia baru menyadari alasan Dewi Bintang tak beranjak dari duduknya.
"Haha ha. Ternyata kau mengalami luka dalam dan kupikir kau lumpuh,-!! Oh aku terkejut saat menyadarinya. Kau menggunakan kekuatanmu untuk menyelamatkan mereka tapi kau mengorbankan kesehatanmu. Haha ha sungguh pilihan bodoh."
Kalajengking Iblis tertawa keras setelah berdiri dengan memegang Tombak Kalajengking. Reaksinya begitu berbeda dari beberapa saat yang lalu.
Tatapan tajam Dewi Busur mengandung kemarahan dan dendam yang besar kearah Kalajengking Iblis.
"Kau menginginkan kematian menyakitkan dibanding kematian indah. Ku kabulkan kesombonganmu." seru Dewi Busur dengan membuang tangannya.
"Kakak, kau istirahatlah. Biar aku yang mengurus bedebahh siallan ini." ucap pelan Dewi Busur dengan memegang tangan Dewi Bintang yang hanya dibalas anggukan ringan.
__ADS_1
Sementara itu, Su Kong terlihat terkejut mendengar apa yang dikatakan Dewi Busur. Reaksinya begitu buruk hingga melupakan tubuh Shan Xie yang menindih kedua kakinya.
"Tunggu dulu, kakak?? Adik?? Yang satu busur yang satu trisula,-!!Jangan-jangan mereka Dewi Empat Penjuru? Oh sial..dasar sial..kenapa aku tak menyadarinya sejak tadi. Bodohnya aku."
Dewi Busur berdiri di depan Dewi Bintang yang kondisinya telah membaik. Yang sesaat lalu menarik mundur sepasang Trisula miliknya ketempat semula. Berada di sisi kanan kiri tubuh Dewi Bintang.
Dewi Busur meraih busur yang berada di punggungnya sambil melempar senyum sinis dengan wajah menunduk.
"Kau yang memaksaku,-!! Biar ku tunjukkan padamu, Julukan Dewi Busur bukanlah rumor bualan."
Kalajengking Iblis terkejut ketika menyadari senjata yang tadinya tertutup punggung Dewi Busur telah nampak seluruhnya. Ekspresi wajahnya berubah.
"Busur Bulan,-!! Jadi artinya Trisula itu, Trisula Dewi Perang? Dewi Empat Penjuru? Oh sial.. Betapa bodohnya aku tak menyadari sejak awal. Jika mereka mengetahui terbunuhnya Xin Jiu, akulah pelakunya,-!! Dasar bodoh..bodoh.. Melarikan diri dari Dewi Ilusi malah bertemu Dewi Busur dan Dewi Perang." batin Xie Mo dengan umpatan dirinya sendiri.
Xie Mo tak bisa lagi tertawa bahkan tersenyum pun tak dapat lagi ia lakukan, ia menyadari hidupnya akan berakhir tanpa orang ketahui. Dirinya merasa menyesal, dalam diamnya kelebatan kejahatan masa lalunya hadir begitu saja mengisi ingatannya.
Formasi Hujan Pencabut Nyawa
Xie Mo hanya tersenyum getir mendengar seruan Dewi Busur yang sesaat kemudian melepaskan ribuan anak busur kecil yang berkilauan kearah dirinya.
"Tak ada cara lain. Biar matipun dengan cara yang terhormat."
Putaran Tombak Kalajengking
Xie Mo mengeluarkan jurus bertahan terkuatnya sebelum anak busur berjumlah ribuan mengenai dirinya.
Ia menyadari kekuatannya tak akan bisa menghadapi Dewi Busur, apalagi ia telah membuatnya marah. Apa yang ia lakukan tak lain hanyalah usaha untuk membuatnya mati dengan perlawanan.
Su Kong terkesima tanpa mampu berkata apapun lagi, bola matanya terlihat memantulkan kilauan anak busur yang tepat di depannya. Ia merasa seperti sepotong tahu yang siap terpotong jutaan bagian kala melihat kekuatan dari Busur Bulan.
Setelah melepaskan jurusnya, Dewi Busur meletakkan kembali busurnya ke punggung dan bersimpuh di depan Dewi Bintang tanpa menunggu jurusnya mengenai Xie Mo.
Su Kong ternganga lebar tatkala jurus bertahan yang di lepaskan Kalajengking Iblis tak berguna sama sekali, bahkan untuk menangkis satu anak busur.
Kekuatan bertahan Kalajengking Iblis sangat luar biasa besar menurutnya namun dibandingkan serangan dari Dewi Busur, itu seperti butiran pasir sedang menghadang gelombang air laut.
Ia membuang wajahnya ketika ribuan anak busur tersebut menghujam tubuh Kalajengking Iblis. Su Kong merasa tak punya keberanian untuk melihatnya. Hatinya merasa getir mendengar erangan terakhir Kalajengking Iblis yang terdengar begitu tersiksa dan menyakitkan.
"Oh Tuhan, aku akan jadi lelaki baik jika keluar dari sini hidup-hidup. Aku berjanji akan jadi pedagang saja dan berhenti main wanita." batin Su Kong yang tubuhnya gemetaran.
__ADS_1
Jurus terlemah yang dilepaskan Dewi Busur mengubur Kalajengking Iblis di tempat ilusi milik Dewi Ilusi.
Dewi Bintang bisa menggunakannya sebab Dewi Ilusi meninggalkan sebuah gulungan ilusi beserta segel kunci di dalam Paviliun Bintang sebelum pergi yang hanya bisa di gunakan olehnya saja.