Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 85 ~ Diluar Kendali


__ADS_3

"Dewi Zey, entah mengapa aku merasa ada pertarungan yang terjadi diarah yang kita tuju." ujar Su Kong sambil melirik Liu Zey dalam laju lari mereka.


"Ya?! Dan aku merasa familiar dengan aura kekuatan ini,-!!" balas Liu Zey singkat.


Liu Zey memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan mereka setelah mengembalikan kondisi tubuhnya. Su Kong tak merasa keberatan karena memang dirinya tak punya kuasa untuk mempertanyakan atau bahkan menolak.


Keduanya hanya beberapa kali saling pandang sejenak dalam laju larinya ketika terdengar dentuman keras dari arah jalan yang akan mereka lalui.


"Apakah ini dirimu Kakak Tiandou,? Jika benar dirimu alangkah senangnya aku bisa kembali berjumpa denganmu." batin Liu Zey yang penuh harap.


"Dengan menghilangnya Tuan Muda, hanya dirimu yang selama ini kami anggap sebagai pemimpin kami walaupun kau tak pernah mengakui dan menerimanya,"


"Berapa tahun kau habiskan untuk kesendirian? Berapa tahun kuhabiskan untuk menunggu? Jika memang itu dirimu, aku tak berharap apapun selain kembalilah seperti dirimu yang dulu."


"Dewi Zey, apa tak sebaiknya kita mengambil jalan lain? Aku takut kita akan berada disituasi buruk jika masih melanjutkan melalui jalan ini." ujar Su Kong memecah keheningan Liu Zey yang tengah disibukkan oleh pikirannya sendiri.


"Aku tak punya alasan untuk mengambil jalan lain, bukankah kau bilang jalan ini adalah yang terpendek," balas Liu Zey dingin.


"Lagipula jika kau takut, kau boleh mengambil jalan lain? Di depan ada persimpangan jalan, kau bisa menungguku di titik dimana kau tunjukkam dalam petamu." lanjutnya tanpa ekspresi dan hanya melirik sekilas.


Di waktu yang sama, Tetua Tiandou sedang beradu jurus dengan Yong Ho. Keduanya sudah belasan kali beradu jurus namun tak ada yang benar-benar tepat sasaran.


Tiandou menyerang Yong Ho sesaat setelah ia menyatakan telah membunuh Tetua Shuxan dengan jarum beracunnya. Tiandou yang dipenuhi oleh amarah tak dapat lagi menahan diri, ia mengeluarkan aura pembunuh yang besar disetiap serangannya.


Sementara Yong Li hanya menatap dingin tanpa berniat ikut campur, meskipun ia penasaran dengan kemampuan yang dimiliki Tiandou namun ia lebih dapat berfikir cerdik.


Dengan bertarungnya Tiandou melawan Yong Ho, dia dapat membaca serta mempelajari kemampuan maupun setiap jurus yang di keluarkan oleh Tiandou.


Sifat Yong Ho yang terlalu sombong serta tidak bisa diatur membuatnya selalu diuntungkan setiap kali menjalani misi bersama. Ia hanya melakukan beberapa gerakan kecil untuk membereskan masalah yang diperbuat Yong Ho selama ini.


Disisi lain, Tiandou telah diliputi kemarahannya hingga membuatnya hilang kendali atas pikirannya sendiri. Tiandou yang dikenal dingin serta penuh perhitungan setiap kali menghadapi musuh, kali ini ia bertindak membabi buta tanpa arah dan rencana.


"Kau harus mati?! Untuk menemani rekanku."


Tiandou berteriak lantang kemudian mengeluarkan jurus Tarian Tombak Kematian yang terarah pada Yong Ho.


Ribuan tombak muncul dari balik tanah disekitar Yong Ho yang sesaat kemudian bergerak bersamaan menusuk tubuhnya dari berbagai sisi.

__ADS_1


"Jurus lemah seperti ini ingin membunuhku? Mimpi." gumam ringan Yong Ho sesaat sebelum ribuan tombak bergerak kearahnya.


Hanya butuh waktu sekejap baginya untuk menangkis seluruh tombak tersebut menggunakan jurus dari Pedang Mata Racun miliknya.


Pedang Mata Racun merupakan pusaka tingkat langit yang ia peroleh saat menjalani misi pertamanya di Kerajaan Yan sebelum ia bergabung dengan Organisasi Iblis Darah puluhan tahun lalu.


"Kau terlalu ceroboh karena kesombonganmu, Ho." gumam acuh Yong Li.


Sebelum Yong Ho menguasai keseimbangan tubuhnya setelah menangkis jurus Tarian Tombak Kematian, Tiandou mengeluarkan jurusnya yang lain.


JURUS TOMBAK : KUASA ILAHI


Tiandou mengangkat ujung tombaknya ke arah langit, sekujur tubuhnya mengeluarkan energi tenaga dalam yang besar dan tersalur pada ujung Tombak Bulu Surga, langit mendadak gelap akibat tusukan tombak yang teraliri tenaga dalam dengan jumlah besar.


"Kurang ajarr," ujar Yong Ho singkat dengan geram.


Kurang dari satu detik, sebuah tombak raksasa muncul dari balik awan yang gelap berwarna putih terang. Tombak tersebut terbuat dari energi yang sangat padat, hingga memunculkan aurora disekitarnya.


PENGGETAR BUMI


seruan Tiandou dengan penuh amarah berhasil membuat Yong Ho terpecah fokusnya. Setengah detik setelah seruan tersebut, tubuh Yong Ho terhujam telak oleh energi padat berbentuk tombak tersebut.


"Bodoh,-!!" batin Yong Li dingin dengan tatapan tajamnya.


Tusukan tersebut menciptakan badai yang hebat di sekitar tubuh Yong Ho, membuatnya seperti berada di tengah sebuah halilintar yang menyambar dalam waktu yang lama.


"Tuan, kondisikan dirimu," Yue Yin berseru memperingatkan Tiandou di dalam pikirannya.


"Jangan biarkan amarah menguasai hati Tuan? Lebih baik sekarang gunakan Pedang Sabit Matahari, tombak yang Tuan gunakan tak cukup efektif untuk menghadapi mereka." lanjutnya dengan penuh kekhawatiran.


Tiandou merasa terkejut ketika melihat bahwa Yong Ho masih baik-baik saja dan tanpa luka sedikitpun setelah jurus yang dikeluarkannya berhenti.


"Hoo... Apa kau terkejut? Kurasa tidak perlu, kekuatan kita ada pada tahap yang berbeda. Hehe haha haha." ujar Yong Ho dengan angkuhnya.


Tiandou menggeretakkan giginya, amarah yang menguasainya perlahan memudar hinga ia mampu sedikit berfikir jernih.


"Yue Yin?! Berapa persentasenya jika aku menggunakan Pedang Sabit Matahari." ucap Tiandou dalam pikirannya sembari menatap dingin Yong Ho yang masih tertawa renyah dengan kedua tangan di pinggang.

__ADS_1


"Pedang yang Tuan temukan ini lebih tinggi tingkatnya dari tombak milik Tuan, dengan pelatihan selama ini aku rasa 80% kemenangan ada pada Tuan." balas Yue Yin yang juga tengah memandang apa yang dipandang Tiandou.


"Maksudku, seberapa mampukah aku mengendalikan Pedang itu." kata Tiandou menimpali.


"Jika menggunakan tenaga dalam hanya 30% saja tetapi jika menggunakan Spirit Energi kurang lebih 70%,"


"Orang yang sombong itu berada ditingkat Alam Dewa Bumi tahap menengah, dengan 30% aku rasa itu cukup untuk membunuhnya, tetapi orang yang berdiri disana, berada di Alam Dewa Bumi atas. Kesempatan Tuan hanya 10% jika menghadapi bersamaan,"


"Orang itu cukup cerdik, ia tak bertindak hanya untuk mempelajari kemampuan Tuan, kita hanya bisa mengandalkan energi spirit berkekuatan penuh jika ia ikut bertarung."


Yue Yin menjelaskan secara singkat namun itu cukup membuat Tiandou kembali pada ketenangannya. Dalam beberapa detik pembicaraan keduanya, Tiandou telah menemukan beberapa rencana.


Tiandou mengeluarkan Pedang Sabit Matahari yang ia simpan dalam cincin dimensi miliknya. Hal itu cukup membuat tercengang Yong Li.


"Hng?! Pedang Sabit Matahari?! Pedang dewa iblis yang selama ini kucari ternyata ada padanya? Oh..sungguh keberuntungan yang tak ada duanya, hehe." batin Yong Li terkejut namun sesaat kemudian ia tersenyum lebar.


Tiandou menemukan pedang tersebut setelah pertarungan di Lembah Hijau, ia tau benar pedang itu bukanlah pusaka biasa. Pedang milik Jiwei Dan tersebut bukan hanya berada di tingkat suci karena kekuatan kegelapan di dalamnya namun juga terdapat jutaan roh iblis neraka tersimpan didalamnya.


Selama ini ia berlatih secara tersembunyi sebab tak ada yang mengetahui ia menyimpan pedang dewa iblis tersebut. Yue Yin lah yang selama ini memandunya kala berlatih, walaupun hanya dapat menguasai setengah kemampuan yang dimiliki pedang tersebut.


Yong Ho berhenti tertawa kala melihatnya, ia memandang tajam tanpa ekspresi.


"Oh kau punya senjata lain rupanya? Heh..tapi itu tak cukup untuk melawanku." ujarnya sesaat kemudian melesat menyerang Tiandou dengan menghunuskan Pedang Mata Racun.


"Dasar bodoh?! Pusaka itu bisa membuatmu jadi debu, hentikan bodoh." teriak Yong Li mencoba menghentikan Yong Ho.


Namun peringatannya tak dihiraukan oleh Yong Ho, ia hanya melirik sekejap dengan menebar senyum penuh keyakinan.


Tiandou tertunduk santai dengan memegang Pedang nya setelah menyimpan Tombak Bulu Surga kedalam cincin dimensi. Ia tersenyum tipis dengan kedua mata tertutup seolah sedang menanti serangan Yong Ho.


PEDANG SABIT : PENCABUT NYAWA


Tiandou berkata pelan dengan masih menunduk satu detik sebelum serangan Yong Ho mengenainya.


Gerakan cepat serta tajamnya membuat tubuh Yong Ho terbelah menjadi dua bagian. Hingga beberapa detik sebelum kedua potongan tubuh itu terjatuh menyentuh tanah tak ada darah yang keluar.


"Yong Ho....?! Kurang ajarr." seru Yong Li penuh amarah.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu sekejap ia mengeluarkan tiga buah cakram berukuran sedang yang berputar kemudian melesat cepat menyerang Tiandou.


__ADS_2