Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 201 ~ Fen Fang vs Yu Shan


__ADS_3

"Hahaha ... Kau hanya bayi tua bagiku tanpa Kera Tua yang membantumu ...!"


DUAR!


Yu Shan menyerang balik menggunakan tusukan tangannya yang terlapisi tenaga dalam, senyumnya melebar ketika serangan tapak Fen Fang tertekan olehnya.


Hal itu berlangsung beberapa kali hingga pergerakan Fen Fang tersudutkan. Tak banyak yang bisa ia lakukan jika bertarung jarak dekat, dirinya terkenal karena tak pernah kalah dalam pertarungan jarak jauh. Seruling Neraka sebagai pusakanya tak terkalahkan jika soal ilusi dan penyiksaan, tapi menjadi tidak berguna jika di pakai untuk senjata bertahan.


BOOM!


Yu Shan tak memberi peluang Fen Fang untuk mencari celah, ia terus melancarkan serangannya sembari tertawa lebar seolah itu merupakan hal membahagiakan.


Disisi lain, Lan Lihua yang masih belum jauh berlari diikuti oleh Qing Luo. Dia merupakan kepala keluarga dari Bangsawan Qing ke 41, memiliki pelatihan tertinggi dari kepala keluarga yang sebelumnya.


Tak mengherankan jika Bangsawan Qing memiliki kekuasaan lebih luas dan kuat, bukan hanya di Kota Zhongnan tapi juga di Kota Kerajaan dan bahkan Kota kekaisaran. Qing Luo merupakan orang terkuat ketiga dalam silsilah Keluarga Qing, kedua orang lainnya yang kini berada di Kota Kerajaan Shio dan Kota Kekaisaran Wang.


Pertarungan antara Fen Fang melawan Yu Shan begitu keras terdengar, tak dipungkiri memang keduanya merupakan dua orang berilmu tinggi yang disegani di masa lalu hanya saja tak banyak yang mengenal secara jelas sosok Seruling Neraka. Namanya terkenal jelek dan kejam, berbeda dengan Yu Shan. Dia terkenal memiliki sikap kalem tapi tegas, pendiam tapi tak mengenal kata kasihan.


"Aku telah lama mengejarmu! Tapi tak kusangka kau malah mendatangiku, hahaha! Serahkan Seruling Neraka, aku akan memberi kematian yang indah! Melawan pun kau tak akan sanggup, atau kau akan aku siksa dan mati menyakitkan!"


Yu Shan menekan Fen Fang bukan hanya dengan jurus dan serangannya tetapi juga menggunakan seruan ancaman. Alasan dirinya bahagia bertemu Fen Fang hanya karena selama ini incarannya bukan membunuh Fen Fang tapi merebut Seruling Neraka yang dahulu menjadi pusaka suci pembunuh nomer satu.


Fen Fang sendiri bukannya tak melawan, dirinya menggunakan seluruh kekuatannya untuk mencoba menyerang balik Yu Shan dengan energi tenaga dalamnya.


"Jangan mimpi, tikus busuk...! Kau pikir aku masih yang dulu! Heh ... Rasakan pembalasanku!"


Pendekar Seruling Iblis menambah intensitas serangannya sembari terus mengendalikan energi tenaga dalam yang ia keluarkan.


BAM!


Dua tapak berlapis tenaga dalam bertemu dengan tusukan dua lengan berlapis energi yang sama besarnya, hempasan udara akibat tekanan dua tenaga dalam yang berbenturan menyebabkan pusaran angin yang menyebar dengan kekuatan tinggi.

__ADS_1


BANG!


Tendangan kaki berlapis tenaga dalam yang dilepaskan Fen Fang tertahan oleh lutut Yu Shan, ia sambil menyeringai sinis sebelum kemudian membalas tendangan menggunakan kaki yang lain.


DUAKK!


SWOOSH!


Fen Fang terhempas beberapa meter hingga hampir membentur batang pohon jika ia terlambat menyeimbangkan tubuh dan menjejak kaki kemudian menggunakan pohon tersebut sebagai pijakan lesatannya.


BLARR!


Fen Fang melancarkan jurus tenaga dalam dari telapak tangannya yang mengeluarkan bola api tapi berwarna hitam pekat, satu serangan tapaknya memunculkan lebih dari lima bola api. Ditengah laju lesatanya, total ia telah delapan kali melancarkan serangan tapak sampai ia mendekati Yu Shan yang tengah menangkisnya menggunakan kibasan tangan yang berlapis tenaga dalam.


Keduanya sama-sama memiliki energi yang besar dan juga stamina yang prima menjadikan pertarungan keduanya terlihat seperti tak pernah berjeda bahkan satu detik pun.


Pertarungan keduanya yang berlangsung di udara, tepatnya di atas kediaman Bangsawan Qing yang memiliki tempat lebih tinggi di Kota Zhongnan menjadikan pertarungan keduanya dapat terlihat dengan jelas oleh sebagian penduduk kota.


'Niu...! Sampai kapan kau akan diam saja? Apa kau akan puas jika aku mati untuk yang ketiga kalinya! Cih, dasar ular malas!' Fen Fang berbicara dalam benaknya seolah sedang meminta bantuan seseorang.


Tanpa diduga, dalam pikiran Fen Fang terlihat sosok hitam yang berbentuk mirip ular sedang merebahkan kepalanya tiba-tiba mengangkat kepala, "Cih, disaat seperti ini saja kau baru ingat aku! Dasar bajingan tua kau...! Siapa yang kau sebut ular malas, hah? Aku ... Python Naga Angsa, ras naga paling cantik dan menawan ....'


'Hentikan celotehanmu, bantu aku!' Fen Fang memotong perkataan sosok hitam di dalam pikirannya itu ketika ia berbalik keteteran menahan serangan jurus Yu Shan yang memunculkan ribuan energi berbentuk pedang-pedang kecil yang runcing dari kedua ujung tangannya.


"Hahaha, kau akan mati! Rasakan ini ... Rasakan ini!"


DUAR!


BLARR!


BAM! BAM! BAM!

__ADS_1


Yu Shan terus menerus memunculkan pedang pedang kecil dari tusukan kedua tangannya sembari bergerak cepat, hal itu membuat Fen Fang yang mulanya menyerang dengan bola bola api hitam, kini berbalik bertahan untuk menangkis serangan pedang transparan berwarna perak berkilauan itu.


Kecepatan pertarungan mereka begitu tinggi, hingga menyebabkan mereka telah berpindah tempat bertarung. Yang awalnya berada di atas kediaman keluarga Qing, kini beralih ke sisi timur kota bagian luar.


Dampak serangan tersebut menyebabkan orang-orang yang berada di bawah banyak yang terkena tusukan energi pedang hasil dari tangkisan Fen Fang dan banyak atap bangunan yang hancur berantakan.


Tak seorang pun tahu kecuali Pertapa Tupai, jika Fen Fang telah menjadi seorang Half-Saint dengan jiwa dari Python Naga Angsa sebagai Inti Roh-nya. Bahkan Tan Hao pun tak mengetahuinya.


Tapi hingga pertarungan berlangsung cukup lama, Fen Fang tak menggunakan Spirit Energi-nya melainkan hanya mengandalkan energi tenaga dalam. Meskipun berada di tingkat yang sama yakni Alam Dewa Petir tapi keduanya terpaut dua tahapan. Fen Fang berada di tahap Menengah sedangkan Yu Shan berada di tahap Puncak.


Selama ini dirinya menyembunyikan tingkatannya dengan cukup baik, hal itu ia pelajari dari Pertapa Tupai. Dia merupakan sahabat sekaligus guru Fen Fang.


BOOM!


Tanah di bawah pertarungan mereka membentuk kawah lebar serta cukup dalam setelah menerima serangan Yu Shan yang berbentuk pedang besar yang berhasil di tepis Fen Fang.


"Uhk!"


Fen Fang batuk darah segar setelah menepis serangan mendadak yang di lancarkan Yu Shan dalam jumlah energi yang besar.


'Ular betina sialan! Bantu aku, atau kau akan ikut mati lagi bersamaku!' Fen Fang mengancam sosok itu sembari membuang ludah yang bercampur darah.


Kini dirinya berhasil mengambil jarak setelah asap akibat ledakan tanah mempengaruhi jarak pandang, terlihat jelas wajah geram terpampang dari reaksi Fen Fang. Sementara Yu Shan terlihat menyeringai lebar sambil menyiapkan Pedang Penebas Langit.


'Baiklah, baiklah! Aku akan membantumu, tapi kau harus menyiapkan lima kepala manusia sebagai bayarannya! Jika kau ingkar lagi, jangan harap aku akan mendengarmu,'


Sosok hitam itu kini terlihat jelas bentuk dan perwujudannya di dalam Ruang Jiwa Fen Fang. Python Naga Angsa, seperti namanya wujudnya berkepala ular piton sedangkan tubuhnya menyerupai tubuh naga dan memiliki sayap seperti sayap angsa.


WHONG!


Ledakan energi dalam jumlah besar tercipta dari tubuh Fen Fang, kedua matanya nampak memutih disaat tubuhnya meledakkan spirit energi yang sesaat kemudian membentuk energi hijau keemasan berwujud naga dan angsa mengitari tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2