Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 32 ~ Upaya Pembunuhan


__ADS_3

"Tetua Xianjin, sepertinya sekarang waktu yang tepat untuk membunuh Ayahku. Dengan kepanikan seperti ini, tidak akan ada yang tahu siapa pelakunya.." ucap Liqin Mei dengan menunduk hormat.


"Apakah Nona yakin dengan keputusan ini? Dia adalah Ayah kandung Nona Mei. Apa tidak sebaiknya kita culik dan sekap dia disuatu tempat yang jauh.." kata Si Wu dengan ragu-ragu.


"Hng..Apakah Anggrek Suci takut dituduh sebagai pelakunya? ataukah kau pengecut?". Sergap Tetua Xianjin dengan tatapan sinis.


"heh..Lupakan soal itu, sekarang apa keputusannya? Akan aku lakukan secepat mungkin.." ucap Si Wu dengan menahan amarah.


"Baguss.. Lakukan sekarang.." Ucap Tetua Xianjin disertai dengan tatapan licik.


" Dan kau Liqin Mei, kembali ke kamarmu dengan beberapa pelayan. Kau tahu apa maksudku. sekarang pergilah kalian.." lanjut Tetua Xianjin dengan mengibaskan tangannya.


Setelah perintah itu dikeluarkan oleh Tetua Xianjin, mereka berdua segera melaksanakannya.


Sementara itu Tetua Jing yun pamit meninggalkan Ketua Sun Sian untuk kembali mencoba menggunakan Telepatinya menghubungi Tetua Tiandou.


Malam semakin larut menjelang pagi, situasi Sekte Tujuh Tombak Emas semakin sunyi senyap. Hanya ada beberapa orang yang bertugas jaga bergiliran, Tiandou maupun Tan Hao juga belum menunjukkan tanda-tanda akan sampai.


Tetua Jing yun juga masih dalam meditasi di dalam kamarnya dan Ketua Sun Sian terbaring sendirian dengan mata setengah tertidur.


Ada seseorang yang bersembunyi dilangit-langit kamar Ketua Sun Sian, namun entah kenapa Tetua Jing yun pun tak menyadarinya.


Sesaat kemudian barulah Tetua Tiandou memasuki gerbang masuk sekte dengan menggendong Tetua Feiying yang langsung menuju kediamannya tanpa menemui Tetua Jing yun.


Petugas pintu masuk pun juga di larang memberi tahu kedatangannya juga memberi perintah jika Tan Hao datang, untuk langsung pergi ke kediamannya.


Beberapa saat Tetua Tiandou membaringkan tubuh Tetua Feiying, dia merasa ada sesuatu yang aneh.


Dengan tanpa menunda waktu lagi, dia meninggalkan Tetua Feiying yang masih tak sadarkan diri dengan nafas normal seperti tidur.


Tetua Tiandou berjalan menyusuri sekitar kediamannya kemudian berlanjut di sekitar kediaman para Tetua Tombak, namun ia tak menemukan apapun sebagai jawaban dari keanehan yang dia rasakan. Mengetahui tak ada apapun, Tetua Tiandou melanjutkan menyusuri sekitar kediaman Ketua Sekte.


Di sana pun tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Dengan menghela nafas panjang Tetua Tiandou kembali ke kediamannya dengan masih menghela nafas beberapa kali.


Diwaktu yang hampir bersamaan, Tan Hao terlihat berjalan pelan dengan tatapan kosong kedepan sambil menggendong Kaisar Obat tidak jauh dari kediaman Tiandou yang juga berada di muka kediamannya.

__ADS_1


Dia hanya melihat Tan hao berjalan melewatinya kemudian masuk kamarnya tanpa menyapa ataupun menoleh sedikitpun.


Tetua Tiandou hanya mengikuti dari belakang dan setelah Tan hao membaringkan Kaisar Obat, barulah Tetua Tiandou berani mendekat dan bertanya tentang apa yang terjadi.


Sedikit ragu dengan muka kikuk Tiandou memberanikan diri bertanya sambil tangan kanannya menggaruk pipi dengan lembut.


"Junior, Maaf jika mengganggumu. Tetapi, aku merasa kau sedikit berbeda, apa yang terjadi padamu??.."


Tan hao tersadar jika sikapnya membuat Tetua Tiandou sedikit sungkan dan penasaran tentang apa yang terjadi. Kemudian dia menoleh sambil tersenyum tipis tapi berekspresi datar.


"Sejujurnya aku tidak tahu, tapi aku merasa telah melakukan kesalahan huhh.."


"Junior, menurutku apa yang menjadikan dirimu bersalah adalah bentuk lain dari kekurangpercayaan diri terhadap kemampuan sendiri juga tentang keberadaan seorang teman, Dirimu sendiri tidak akan mampu berjalan sendiri meskipun kekuatanmu hebat, lihatlah di dekatmu ada banyak teman yang mendukungmu dan membantumu.


Ada aku, senior Jing yun, saudara Feiying, Ketua sekte dan Yue yin serta jangan ragukan keberadaan Ye yuan yang setiap waktu selalu siap membantumu. Jangan sampai kekuatan menjadikanmu selalu merasa bisa melakukan semuanya sendiri.." Kata Tiandou sambil duduk dengan senyum ramah menjelaskan sesuatu yang menurutnya sedang dipikirkan Tan hao.


Mendengar perkataan Tiandou membuat Tan Hao menoleh dengan senyum lega serta wajah cerah.


"Ah betapa bodohnya aku tidak menyadari kesalahan mendasarku, Terimakasih telah mengingatkanku Senior Tiandou.." ucap Tan Hao.


"Kalian sudah selesai bicaranya?? jika sudah, dimohon untuk keluar dikarenakan mengganggu orang tidur.." ucap Tetua Feiying dengan santainya sambil mengubah posisi tidurnya menjadi miring membelakangi.


"hehe lumayan, dapat tunggangan nyaman.." kata Tetua Feiying dengan muka tak berdosanya.


"Si-sialan kau senior, kembalikan tenagaku, kembalikan rasa kasihanku tadi..." seru Tetua Tiandou dengan ekspresi bodoh dengan tangan mengepal kedepan serta tatapan mata berapi-api konyol.


...PEMBUNUHAN...


..KETUA SEKTE TELAH DIBUNUHH..


Tiba-tiba terdengar teriakan dari seorang pelayan wanita yang biasanya bertugas mengantar makanan serta menyeka tubuh Ketua Sekte.


Mendengar teriakan yang menggema keras membuat Tan Hao Tetua Tiandou serta Tetua Feiying tercekat kaget serta saling berpandangan lalu dengan cepat mereka berlari menuju asal suara teriakan itu.


Tetua Feiying memang sudah sehat lebih tepatnya lebih sehat dari Tetua Tiandou yang sudah kelelahan menggendongnya selama kembali ke sekte.

__ADS_1


•••


Sementara itu, sebelum teriakan itu terdengar.


Sebuah bayangan yang sejak tadi bersembunyi di langit-langit kamar Ketua Sekte, menampakkan diri lalu berkata


"Ketua Sekte, aku tahu anda sudah sehat. aku tak punya banyak waktu, sekarang anda pergi bersembunyilah. Biar aku yang menggantikan anda berbaring disini karena sebentar lagi akan ada seseorang yang berniat membunuhmu.."


"Siapa kau? Apa maksudmu dan Siapa yang akan membunuhku.." Ucap Ketua Sun Sian Terkejut dengan kehadiran sosok wanita berjubah serta bertudung hitam.


"Jangan banyak bertanya, penjelasannya nanti saja. Sekarang lebih baik cepat lakukan permintaanku. Tenang saja, aku berada di pihakmu, lebih tepatnya bawahan salah satu orang yang kau kenal.. Lekaslah bersembunyi.." Ucap sosok wanita bertudung itu dengan tegas.


Tanpa membuang waktu lagi, Ketua Sekte bergegas bangkit dari tempat tidurnya dan masuk ke sebuah ruangan di balik rak buku di samping meja baca.


Dalam waktu bersamaan, wanita itu merubah diri menjadi Ketua Sekte dan langsung berbaring menggantikan posisi Ketua Sekte.


Tak lama setelah itu, muncul dua orang berpakaian serba hitam dengan topeng menutupi mata dan hidung masuk mendekati Ketua Sun sian yang terbaring berselimut kain berwarna emas.


"Lakukan dengan cepat, dan pastikan kepalanya terlepas. Jangan sampai mengecewakan Nona Mei.." ucap salah satu dari pria bertopeng.


"Baik..Hehe tak aku sangka hari ini aku yang akan menghabisi nyawa " Pendekar Tombak Naga Emas ".. kata seorang bertopeng dengan memegang sebuah pedang pendek yang ujungnya sedikit melengkung dengan senyum licik.


Sementara itu Ketua Sekte yang sebenarnya, dengan sangat jelas mendengar percakapan kedua orang itu di balik tempat persembunyiannya.


" A-apa?? Putriku sendiri yang menyuruh kedua orang itu membunuhku? Tak kusangka.." gumam Ketua Sun sian dengan wajah terkejut marah serta tangan mengepal keras.


..klinggg..


..Ccrraaaassshhhhhhhtt


..sriiinnggg..


Tak lama setelah itu Ketua Sun sian mendengar bunyi sebuah pedang menebas sesuatu dengan cepat.


Yaa, sebuah kepala telah terlepas dari badannya dengan darah yang terlambat keluar karena saking cepatnya tebasan yang dilakukan.

__ADS_1


"oh tidak, dia bukan menggantikan posisiku tapi menggantikan nyawaku dengan nyawanya.. Kurang ajar, sungguh putri tidak tahu diri.." batin Ketua Sun sian dengan geretakan gigi tatapan tajam.


Sementara itu, diluar kamar Ketua Sekte salah satu pelayan dan Liqin Mei sedang menguping apa yang terjadi di dalam. Setelah terdengar bunyi tebasan serta sebuah benda jatuh. Liqin Mei menyuruh pelayan itu berteriak dan ia bergegas pergi ke kamarnya dengan senyum sumringah.


__ADS_2