
Tan Hao mengorbankan energi tenaga dalam saat melawan Yan Mu, bukan hanya untuk menyelamatkan jiwanya tetapi juga itu menjadi titik balik penting bagi perkembangan Spirit Energi miliknya.
Seperti yang diketahui jika dalam tubuh seorang pendekar tidak bisa memiliki dua tipe energi secara bersamaan, bukan hanya sulit untuk berkembang lebih jauh. Tetapi juga membutuhkan banyak syarat dan pengorbanan yang di perlukan, energi tenaga dalam dan Spirit Energi memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda. Dan selama ini, Tan Hao kesulitan untuk dapat menggunakan dua tipe kekuatan tersebut.
Tenaga dalam yang dimiliki Tan Hao hanya terbatas, mengenai tingkat kekuatannya yang bisa dengan mudah naik turun tetapi masih dalam tingkat seorang pertapa, itu karena sokongan secara langsung dari spirit energi yang ada di dalam ruang rohnya, sementara ruang jiwa miliknya hanya cukup menampung kekuatan yang terbatas pada tingkatan tertinggi pendekar alam bumi.
Tidak adanya Ye Yuan mengakibatkan tubuhnya hanya memiliki tidak lebih dari seperlima kekuatan spirit energi aslinya. Dan hal itu pula lah yang sempat diperingatkan oleh Fen Fang, meskipun begitu ia masih bisa mensiasatinya dengan mengkonsumsi Pil Yin Garis Biru sebagai pengganda tenaga dalamnya walaupun hanya bersifat semu dan sementara.
Rasa sakit yang sebelumnya Tan Hao rasakan adalah dampak dari ketidakseimbangan energi dalam tubuhnya, yang mana lonjakan lingkaran tenaga dalam yang ada pada pusat dantian tubuh yang terjadi secara tiba-tiba membuat ruang jiwanya tak sanggup menerima lebih banyak tenaga yang dihasilkan dan itu menyebabkan beberapa fungsi organ tubuhnya melemah. Karena itulah Tan Hao sempat muntah darah.
Jika ia tak memiliki Ruang Roh, sudah pasti tubuhnya akan meledak tak tersisa akibat lonjakan kasar energi tersebut. Disisi lain, karena hal itulah yang menyebabkan Ruang jiwanya kini menyatu dengan Ruang Roh tetapi Tan Hao belum menyadarinya.
"Kau cukup pintar memilih seorang wanita! Seperti aku waktu muda dulu...! Hehe," ujar Fen Fang yang masih melayang di udara sementara diikuti Tan Hao di samping kirinya.
"Wanita! Sui Jiu maksud kakek? Ah ... Dia bukan wanitaku, hanya seorang teman!" sahut Tan Hao berlagak polos.
"Cih! Dasar pria...! Tidak bagus seorang pria memiliki banyak wanita disampingnya, terlebih memberi mereka harapan tanpa kepastian. Di dunia ini hanya ada satu pasang, langit bumi, siang malam, matahari bulan, begitu juga dengan dasar kemampuan! Keteguhan dan keberuntungan ...!"
__ADS_1
Fen Fang terkekeh ringan sebelum kemudian menunjuk arah depan, sementara kedipan matanya memiliki maksud lain. Tan Hao mengikuti arah telunjuk Fen Fang begitu saja dengan polosnya, ia begitu terkejut ketika melihat apa yang ada di hadapannya.
"Bagaimana bisa! Ditempat seperti ini ada ...!"
"Yah! Bukankah ini lebih mengejutkan daripada saat kau mendapatkan Zirah Naga Suci, yang bahkan sampai saat ini belum menunjukkan kemampuannya dan hanya seperti baju baja prajurit kekaisaran," potong Fen Fang sesaat sebelum berhenti di salah satu dahan pohon berukuran sedang yang diikuti Tan Hao setelahnya.
Tan Hao terkesima dengan apa yang dilihatnya, padang rumput luas yang memiliki beberapa jenis tanaman sumber daya kelas menengah serta beberapa kelas atas. Disisi bagian lain juga terdapat beberapa jenis siluman buas kelas menengah bertipe pertahanan, seperti Bison Angsa, Singa Bertanduk, Serigala Petir, Rusa Ekor Ular, Gajah Kepala Naga dan masih ada beberapa jenis lagi dikejauhan.
"Hei! Kenapa bengong? Bukankah ini semua lebih berharga daripada berkantung-kantung koin emas yang kau ambil dari tempat itu, eh! Lagipula, semua siluman itu sepertinya belum pernah bertemu dengan manusia, aku menemukan tempat ini beberapa tahun yang lalu saat mencari benda yang aku butuhkan," lanjut Fen Fang menyadarkan lamunan Tan Hao yang nampak masih terkesima.
"Apa yang ada di tempat ini bahkan lebih menakjubkan daripada yang sedang di incar oleh aliansi aliran hitam! Dengan ini, aku bisa berlatih kultivasi spirit energi tanpa gangguan dan juga ...."
Tan Hao berekspresi polos tatkala kerah bajunya ditarik begitu saja oleh Fen Fang yang kemudian melesat dengan kecepatan tinggi ke sisi kiri perbatasan antara Hutan Hibei dan padang rumput tersebut.
"Kenapa aku sepertinya pernah mengalami hal ini...!" batin Tan Hao bersikap polos, sementara ekspresi wajahnya datar.
Hanya dalam beberapa tarikan napas, keduanya telah sampai di depan gubuk tua tempat Sui Jiu berada. Fen Fang terlihat membenahi pakaiannya sementara raut wajahnya biasa saja sesaat setelah menginjakkan kaki. Sementara Tan Hao hanya berdiri mematung tanpa ada sepatah kata pun.
__ADS_1
"Sepertinya tidak terjadi masalah di sini, gadis itu juga masih memulihkan diri, hmm ... tempat yang lumayan aman," gumam Fen Fang sembari melakukan gerakan tangan seperti menyibak udara.
***
"Aku tidak menyangka! Begini ternyata rasanya naik tingkat ...!" kata Liu Zey sembari mengamati dirinya sendiri setelah baru saja selesai berkultivasi.
"Apa kau senang? Sepertinya kau cukup puas dengan hasil ini?" tanya Lan Lihua datar sementara masih duduk bersila di depan Liu Zey.
"Tidak! Masih belum...! Aku masih berada di level terbawah dari yang lainnya, Pertapa Cahaya tahap Dasar bukanlah pencapaian yang bisa dibanggakan. Bahkan Kakak Liu Wen sebelum pergi berada di tingkat Pertapa Cahaya tahap atas, sekarang pasti sudah jauh lebih tinggi dari yang aku perkirakan," sahut cepat Liu Zey sembari menggelengkan kepalanya.
"Baiklah! Setelah matahari terbenam kita akan mulai lagi, sekarang lebih baik istirahat dulu. Aku akan keluar sebentar," saran Lan Lihua sembari berusaha berdiri.
Liu Zey mengangguk pelan sebelum terkesima dengan pancaran energi tubuh Lan Lihua yang terasa begitu menenangkan dan juga memberi semacam kesegaran ketika diterpa percikan aura energi tersebut. Keduanya telah berlatih di ruangan tertutup selama sehari penuh, pencapaian Liu Zey memang cukup memuaskan, dengan berhasil menembus dua tahapan dalam rentan waktu hampir berdekatan.
Sementara Lan Lihua sendiri yang hanya bertugas membantu kelancaran aliran energi di tubuh Liu Zey, secara tidak langsung juga mempengaruhi tingkat kemampuannya. Hal itu terbukti beberapa kali kalung giok bercahaya terang dan tak lama setelah itu, energi murni melingkupi keduanya.
"Dewi! Selamat atas pencapaianmu ... Aku senang melihatnya! Tenaga dalammu telah mencapai dua ribu lingkaran, itu berarti saat ini kau berada di tingkat Pertapa Bumi tahap dasar. Tuan Tan Hao pasti senang mendengarnya," kata Bing Long di dalam ruang jiwa Lan Lihua.
__ADS_1
"Masih terlalu awal untuk ucapan selamat! Aku masih terlalu payah...! Entah kapan Kak Hao Hao akan kembali, yang pasti aku akan terus meningkatkan kekuatanku untuk menghadapi situasi yang akan terjadi selanjutnya," balas Lan Lihua sambil tetap berjalan ke arah luar penginapan. Terlihat ekspresinya cukup dingin ditambah sorot matanya begitu serius.