Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 193 ~ Peningkatan Kualitas Tulang


__ADS_3

Reaksi Lan Lihua terlihat biasa saja melihat apa yang dilakukan Tan Hao membuat Han Xue terkejut. Dalam benaknya, itu merupakan pekerjaan paling keren yang pernah ia lihat dan dirinya sangat kagum tetapi Lan Lihua nampak biasa saja menjadikan dirinya berpikir kalau hal itu sudah biasa dilakukan Tan Hao.


"Dia luar biasa...! Melawan Siluman Buas tingkat Langit hanya butuh satu tebasan dan mati! Dia benar-benar kuat ... Sangat kuat," lirih Han Xue tanpa berkedip memandang Tan Hao yang sedang mengeluarkan inti roh dari serigala itu.


Lan Lihua tersenyum sinis, "Cih, hanya begitu saja kau bilang luar biasa? Anak-anak pun bisa lebih baik darinya, hanya melawan kucing saja butuh waktu lama,"


Han Xue menatap bodoh Lan Lihua dengan berbagai macam pikiran, pada saat yang sama benaknya diliputi rasa penasaran tentang sejauh mana kemampuan yang dimiliki kedua orang itu.


Setelah mendapatkan inti roh dari serigala bulan perak yang berwujud seperti kobaran api seukuran genggaman tangan berwarna keperakan itu, Tan Hao memutuskan langsung menyerap siluman buas tingkat langit tahap atas tersebut.


Hanya membutuhkan beberapa tarikan napas baginya untuk menyerap keseluruhan tanpa menyisakan apapun.


Han Xue merasa heran dengan apa yang dilakukan Tan Hao, untuk sesaat ia menatap Lan Lihua berharap mendapatkan penjelasan namun nyatanya Lan Lihua hanya diam saja.


'Orang-orang ini sebenarnya datang darimana? Bagaimana mungkin seorang pendekar menyerap hewan buas seperti itu? Ilmu macam apa yang digunakannya...?' Han Xue masih mengamati apa yang dilakukan Tan Hao tanpa berbicara sepatah kata pun.


Beberapa saat kemudian Lan Lihua dan Han Xue dikejutkan dengan bunyi gemeretak seperti suara tulang yang hancur. Keduanya yang sedari tadi duduk diam bersandar menunggui Tan Hao yang sedang duduk bersila kini menatap bersamaan.


"Ah, akhirnya...! Tulang Singa Emas, meskipun masih butuh lima tingkat lagi untuk mencapai Tulang Dewa Naga tapi untuk saat ini, kualitas tulang ini lebih baik. Aku harus sering meningkatkannya untuk mendapatkan kesempurnaan. Tapi, aku membutuhkan lima siluman buas tingkat langit untuk bisa mencapai Tulang Naga Muda...!" ujar Tan Hao sambil mengamati dirinya sendiri sebelum kemudian bangkit dari duduknya.


Sebelumnya, Tan Hao telah menyimpan Inti Roh dari Serigala Bulan Perak ke dalam Cincin Dimensi. Meskipun seharusnya ia bisa saja langsung menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan Spirit Energi tetapi untuk saat ini dirinya tak memiliki cukup kemampuan untuk menyerap dua hal berbeda dalam satu waktu.

__ADS_1


Tan Hao membutuhkan setidaknya seratus inti roh siluman buas untuk bisa naik ke tingkat Jiwa Roh. Meskipun saat dulu pencapaiannya telah berada di Jenderal Roh, tapi itu energi tak murni seorang Half-Saint.


Sama halnya dengan Tetua Jing Yun dan ketiga orang lainnya, mereka memang berada di tahap Raja Roh tetapi itu tingkat berbeda dari yang dimiliki Tan Hao. Keempat orang itu menyerap roh energi dan bukan Inti Roh dari hewan buas untuk bisa naik tingkat, itulah sebabnya mereka disebut Half-Saint atau di alam bawah lebih dikenal dengan sebutan Alam Dewa Pertapa.


Roh energi sendiri juga merupakan energi yang digunakan untuk berlatih tenaga dalam, itu berbentuk kasar dan mencakup keseluruhan. Seperti halnya jiwa, bukan intinya. Tingkat kemurnian yang tentu saja berbeda.


Untuk saat ini, hanya Tan Hao yang tahu cara memisahkan Inti Roh dari Roh Energi siluman buas dan dirinya juga tak mengajarkan hal itu kepada keempat tetua sekte lainnya yang tentu saja dengan banyak pertimbangan.


***


"Untuk apa kalian masih disana! Ayo kita lanjutkan perjalanan. Aku rasa ini membosankan, akan lebih cepat jika menggunakan caraku. Kalian kemarilah!"


Tan Hao benar-benar merasa bosan dan tidak sabar, ia memutuskan menggunakan ruang dimensi untuk berpindah tempat dengan cepat.


Tan Hao masih juga tak bisa menebak dan mengerti tentang perubahan sikap Lan Lihua padanya, meskipun dirinya merasa aneh tetapi untuk saat ini ia harus menunda rasa khawatirnya untuk bergegas mencapai Kota Zhongnan sebelum matahari tenggelam.


"Tuan, kita mau kemana? Ini apa?" tanya Han Xue sambil mengamati pusaran dimensi.


"Ini dinamakan Ruang Dimensi, dengan ini perjalanan kita ...!"


Lan Lihua menarik tangan Han Xue begitu saja, "Ayo cepat, jangan banyak bicara dengan orang ini. Dia lebih mematikan daripada buaya,"

__ADS_1


"Hei...! Ada apa denganmu, bisa jelaskan padaku disini ... Sikapmu itu!" Tan Hao tak habis pikir dengan Lan Lihua, semenjak keluar dari padang rumput beberapa waktu lalu sampai sekarang sikapnya seolah sedang marah dengannya tanpa alasan yang jelas.


Lagi-lagi Tan Hao dibuat bingung dengan sikap Lan Lihua, biar bagaimanapun juga gadis berusia sembilan belas tahun tersebut telah dipercayakan padanya oleh Feng Zhenzu dan Leluhur Lan.


'Apakah ayah dulu juga sama seperti ini, eh! Aku tak bisa membayangkan bagaimana dulu sikap ibu, hehe ...!"


Pada saat yang sama pula, dirinya terpikirkan bagaimana kehidupan ayah dan ibunya dulu. Tan Hao menebak mungkin saja dulu ayahnya mendapat perlakuan lebih buruk daripada dirinya.


Sebelum memasuki Ruang Dimensi, Tan Hao masih sempat mengamati sekeliling dan memastikan tidak ada orang yang mengetahuinya.


Melewati Ruang Dimensi untuk sampai di Kota Zhongnan yang berjarak belasan mil, paling tidak butuh waktu satu jam. Hal itu terpengaruh dari kemampuan Tan Hao akan Ruang dan Waktu yang masih berada di tahap dasar.


Ketika melewati ruang hampa tersebut, Han Xue berulang kali terperangah. Betapa tidak, saat melewati jarak tertentu akan ada sebuah cahaya yang terbentuk dari kobaran api biru sekepalan tangan yang melayang dikedua sisi, jika dilihat dari atas maka letak kobaran api tersebut membentuk sebuah jalan lurus.


"Apa kau tidak takut, Nona Lan?" tanya Han Xue yang masih menatap lurus ke depan.


"Takut? Maksudmu berada ditempat ini...? Tidak! Untuk apa takut, jika aku bisa dengan mudah keluar dari sini kapan saja lewat mana saja,"


Tan Hao hanya bisa tersenyum kecut ketika mendengar jawaban Lan Lihua tersebut. Memang benar kalau Lan Lihua bisa dengan mudah keluar menggunakan kemampuan dari kalung Giok Dewi Bulan, untuk itulah dirinya tak pernah bisa terpengaruh ilusi apapun apalagi terperangkap dalam ruang dimensi.


Tak berapa lama setelah itu ketiganya telah sampai diujung pusaran dimensi, begitu keluar Han Xue yang pertama kali terkejut. Lan Lihua dan Tan Hao hanya bersikap wajar.

__ADS_1


"Ini...! Sepertinya kita masih berada di tempat yang tadi?" Han Xue mengamati sekeliling dan hanya ada pepohonan besar persis seperti tempat awal mereka sebelumnya.


"Kau tahu apa! Sudahlah, ayo kita jalan ... Kota Zhongnan ada di sana,"


__ADS_2