Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 236 ~ Orang Pilihan


__ADS_3

“Salah satu kitab alam dewa yang menjelaskan pondasi pendekar tingkat Alam Dewa! Lebih penting lagi didalamnya tersimpan manuskrip kuno kewilayahan Kekaisaran Tang beserta struktur pembentukannya...!” Tetua Mei Lin terkesima melihat benda yang di tunjukkan Tan Hao, bahkan ia sampai tak berkedip dalam memandangnya.


Disisi lain Pangeran Li Chen cukup lama dibuat terdiam akan hal itu. Dilihat dari reaksi dan pandangan matanya, ia seperti tak terlalu senang.


“Apa pendapat Pangeran tentang ini? Kitab ini aku dapatkan ketika berada di Desa Hibei, meskipun sebenarnya aku merebutnya dari Panglima Perang Kerajaan Yan, Nian Zhen. Aku merasa Pangeran mungkin orang yang tepat untuk memilikinya, ketimbang Raja Yan Ho!”


Pangeran Li Chen menggeleng, ia tak bereaksi apa-apa pada pertanyaan Tan Hao. Tapi terlihat kedua tangannya sedikit bergetar.


Biarpun dia adalah seorang pangeran, tetapi ia juga seorang pendekar. Dirinya, Pangeran Li Fen An dan Putri Li May Lin memiliki guru yang sama, mereka bertiga berlatih dalam didikan yang sama sewaktu kecil hingga menginjak dewasa.


Tetapi dalam perjalanannya, Pangeran Li Fen An justru beralih belajar sastra dan bagaimana menjadi bangsawan. Meskipun begitu, Pangeran Li Fen An waktu itu telah berada di tingkat Pendekar Ahli tahap Puncak.


Sedangkan Pangeran Li Chen An terus belajar dan berlatih bersama Putri Li May Lin. Meskipun kecepatan peningkatannya tak sebaik Putri Li May Lin. Pangeran Li Chen An hanya mampu sampai pada tingkat Pertapa Ahli tahap dasar, berbeda dengan adiknya, Putri Li May Lin telah mampu menembus hingga ke tingkat Pertapa Ahli tahap Atas.


Hingga akhirnya mereka telah dewasa dan tak melanjutkan pelatihannya sebab mereka dituntut harus memiliki pendidikan sebagai keluarga kerajaan.


Jelas bahwa Kitab Suci Sembilan Surga bukan hanya kitab yang berisi sejarah awal mula pembentukan poros langit hingga menjadi Kekaisaran Tang, tetapi juga kitab yang berisi bagaimana seorang pertapa menembus dan memurnikan jiwanya untuk menerobos alam dewa.


Yang dapat diketahui oleh umum, bahwa kitab yang pernah menjadi rebutan Kekaisaran Chu dan Kekaisaran Wang hingga menghilang tanpa bekas itu juga terdapat teknik manifestasi dari kehendak dunia.


Hal ini pernah disinggung oleh Kaisar Chu, dulu ia pernah mengatakan jika lebih baik kehilangan seluruh harta dan warisan daripada kehilangan kesempatan untuk dapat membalikkan langit kemudian berdiri di atas tanah jiwa, keberadaan dari raja tidak akan pernah sejajar dengan kaisar, tetapi kaisar tidak akan pernah bisa melawan raja saat telah menjadi satu dengan alam.


Pangeran Li Chen tentu saja tidak ingin menolak, tetapi ia sadar diri dengan apa yang bisa dan apa yang tidak bisa ia lakukan.


‘Bagaimana aku bisa menerima, jika jiwaku masih belum menemukan wujudnya dan tanahku masih tertutup kerakusan!’ dalam benaknya, Pangeran Li Chen mengeluh dan terus mencari jawabannya sendiri.


“Mungkin saat ini Pangeran tidak memiliki jawabannya, butuh waktu untuk memikirkan apa yang akan dilakukan jika memiliki kitab berharga seperti itu!” Fen Fang menengahi keheningan yang terjadi untuk beberapa saat.


Tan Hao menghela napas kemudian tersenyum, “Baiklah, aku mengerti! Kita kesampingkan dulu masalah ini, lalu bagaimana dengan yang terjadi? Aku lihat sekte ini tak memiliki banyak orang?”

__ADS_1


Patriark Sun membenahi posisi duduknya, “Jadi begini....” ia mulai menjelaskan apa yang terjadi beberapa hari terakhir.


Biarpun dukungan penuh telah diberikan oleh Anggrek Suci, sementara Biara Kehidupan hanya akan bertindak jika telah terjadi pertempuran. Tujuh Tombak Emas masih kekurangan pendukung, pendekar dari Asosiasi Menara Emas juga hanya berjumlah tak sampai puluhan.


Sekte kecil lain seperti Gunung Pandan juga telah mengirimkan beberapa pendekar, tetapi banyak dari perwakilan sekte belum sampai di Kota Shuning.


Tetua Mei Lin juga menambahkan bahwa beberapa hari lalu, banyak desa yang terletak tak jauh dari hutan Kota Shuning mengalami serangan dari hewan buas, menurut informasi yang beredar hewan buas itu seperti ada yang mengendalikan tetapi tidak ada cukup bukti.


Padahal jelas terlihat jika pergerakan dalam membunuh tidak seperti hewan buas yang kelaparan tetapi lebih mirip seperti prajurit pembantai.


Patriark Sun juga mengatakan dua hari yang lalu dirinya mengutus Liqin Mei untuk mengantar surat undangan ke beberapa sekte kecil aliran putih maupun netral, tetapi semenjak kembali tak ada balasan untuk permohonan itu.


Dalam surat tersebut bukan hanya berisi permintaan untuk menggabungkan kekuatan di belakang Pangeran Li Chen An, tetapi juga berisi informasi mengenai apa yang dilanda beberapa desa satu pekan terakhir.


Alasan karena tak memiliki cukup anggota yang berada di sekte dan juga tak menerima imbal balik yang pantas membuat sekte kecil tak mau ambil resiko. Mereka lebih mementingkan nasib sekte mereka kedepannya jika benar pertempuran akan terjadi.


Pangeran Li Chen tak berekspresi apa-apa ketika Patriark Sun menjelaskan persoalan itu. Ia lebih menenangkan diri dengan tehnya. Terlihat dari sikapnya, ia merasa tak ada gunanya menceritakan masalah itu pada dua orang pemuda.


“Sudahlah Patriark Sun, tak perlu menjelaskan terlalu banyak. Mereka ini hanya pemuda yang belum mampu memikirkan itu semua!” Pangeran Li Chen menatap cangkir teh, ia angkat bicara saat Patriark Sekte Tujuh Tombak Emas itu mulai membicarakan masalah pejabat pemerintahan.


Fen Fang yang sejak tadi bersikap baik, mulai memandang sinis Pangeran Li Chen. Sikapnya tertahan karena ia masih menaruh rasa hormat tetapi ketika ia di remehkan secara terang-terangan reaksinya mulai menunjukkan siapa dirinya.


“Pangeran! Aku lihat anda terlalu banyak pendiam karena ketakutan. Aku tahu, aset dan harta benda milik anda sudah di ambil alih, jika tidak! Mungkin saat ini anda tak setakut ini karena ditinggal para pejabat rendahan itu!”


Tan Hao memegang dagunya untuk beberapa saat, terlihat ia sedang memikirkan sesuatu sebelum akhirnya meminta Fen Fang untuk menjaga sikap.


Tetua Mei Lin juga terlihat sependapat dengan Fen Fang, meskipun dirinya belum mengetahui siapa sebenarnya pemuda yang sejak tadi ia pandangi.


Karena beberapa hari ini tugasnya untuk melindungi Pangeran bersama dua orang utusan dari asosiasi, dirinya mengetahui apa dan bagaimana sikap dan tindakan yang ditunjukkan.

__ADS_1


Beberapa desa jelas menghadapi masalah serius tetapi Pangeran Li Chen seolah tak memiliki keputusan yang jelas tentang itu.


Jika bukan karena Tetua Jing Yun yang memutuskan untuk mengirim dua murid senior dan beberapa murid sekte di setiap desa, mungkin saat ini pembantaian masih terus terjadi.


Tan Hao percaya dengan keputusan Tetua Jing Yun sebab pengalamannya untuk menghadapi situasi seperti itu tak diragukan lagi ketepatannya, ia lebih tertarik pada kasus Pangeran Li Chen, “Jika masalah dana, menurut Patriark Sun berapa yang dibutuhkan untuk semua itu? Bukankah sekte memiliki penghasilan yang cukup besar dari asosiasi?”


Patriark Sun Sian menggeleng pelan, “Itu tak cukup untuk menutup kebutuhan sekte dan aliansi yang dibentuk, Rumput Giok Sutra tak mengalami kenaikan jumlah permintaan dua tahun ini, meskipun produksinya masih memiliki kualitas kelas atas. Selain itu, menurut Senior Jing Yun, setidaknya kita membutuhkan empat peti ukuran sedang yang berisikan emas penuh atau dua peti kecil yang berisi pil sumber daya kualitas atas untuk merekrut para pendukung! Sayangnya, bahkan salah satunya pun sekte Tujuh Tombak Emas tak bisa memenuhinya....”


Tebakan Tan Hao tak meleset, ia menanyakan hal itu sebab belum lama ini cincin dimensinya baru saja ia isi dengan empat peti besar penuh berisikan emas dan perak.


Reaksinya itu disadari oleh Fen Fang, ia hanya melengos karena menahan kekesalan.


Tan Hao tersenyum sambil memainkan cincinnya, “Jika hanya sebanyak itu aku memilikinya, mungkin satu saja sudah lebih dari cukup,”


“Hah... Apa maksud Junior Hao? Satu apa...?” Patriark Sun terkejut sampai wajahnya menjadi setengah jelek akibat kerutan yang tak pada waktunya.


Tanpa bicara lebih jauh, Tan Hao segera mengeluarkan satu peti emas yang ia dapatkan ditempat Zirah Naga Suci berada beberapa waktu sebelumnya.


Ruangan yang sebelumnya terlihat cukup luas tiba-tiba menjadi penuh, bahkan posisi duduk mereka menjadi tergeser paksa ketika peti itu keluar dari ruang hampa.


Semuanya yang berada di ruangan itu melongo tak berkedip tak terkecuali pendekar dari asosiasi. Mereka semua tak ada yang menyangka jika Tan Hao benar-benar memilikinya.


“Lihatlah wajah buruk kalian! Ini hanya hal kecil, bahkan kekayaan temanku tak sebanding dengan kekayaan tujuh raja yang disatukan, cih....” Fen Fang meledek semua orang yang ada tetapi tatapannya tertuju pada Pangeran Li Chen.


Diwaktu yang sama ditempat lain, Kediaman Putri Liqin Mei kedatangan tamu tak diundang. Dua orang yang memakai topeng emas bermotif bunga berdiri di atap yang menghadap ke lokasi Putri Patriark Sun bersama dengan dua gadis lainnya yang sedang bercengkrama.


Tak ada yang menyadari kehadiran mereka untuk beberapa saat sampai Lan Lihua secara alami merasa dalam bahaya.


‘Dewi...! Mereka dari perkumpulan yang sama pada waktu itu! Tapi aku merasakan kekuatan mereka jauh berbeda dari yang pernah kita lawan...!’ Bing Long berbicara di dalam ruang jiwa Lan Lihua, ia telah mengakhiri proses pelatihannya saat sebelum Lan Lihua memasuki kota, tetapi baru kali ini dirinya memiliki kesempatan untuk berbicara.

__ADS_1


‘Ya... Aku juga merasakannya Paman Bing! Aku tak akan bertindak sebelum mengetahui tujuan mereka disini! Meskipun jelas kalau mereka datang tanpa diketahui para penjaga,’


__ADS_2