
Tetua Tiandou mencoba mengontrol kekuatan hitam tersebut menggunakan kekuatan spirit Merpati Bulu Surga. Perpaduan dua kekuatan berbeda jenis itu seperti Yin dan Yang berputar tak beraturan didalam tubuh Tetua Tiandou.
Ini merupakan kali pertama Tetua Tiandou berhasil menyeimbangkan dua kekuatan saling mengalahkan tersebut setelah beberapa waktu lalu naik ke tingkat Jenderal Roh atau setara Alam Dewa Bumi. Meskipun secara jelas dapat terasa bahwa dua kekuatan itu menyatu dengan kasar.
Insting Merpati Bulu Surga yang tertanam dalam jiwa Tetua Tiandou secara paksa naik ketingkat kedua akibat dua kekuatan saling beradu tersebut. Insting Dewi Bunga, sebuah persepsi tak kasat mata yang merupakan kemampuan spesial Yue Yin kini dimiliki oleh Tiandou meskipun sebenarnya hanya sementara.
"Aku tidak percaya ini! Aku bisa melakukannya? Hah ... ." gumam Tetua Tiandou sambil mengamati tubuhnya sendiri. Kemudian ia mengalihkan pandangan dimana Gao Zhan berada yang masih berdiam diri terlihat keheranan.
"Kau pikir dengan bantuan kekuatan itu memastikan kemenanganmu? Hah ... Haha ha ... Naif sekali!" ejek Tetua Tiandou setelah mengetahui jika Gao Zhan menggunakan banyak tenaga dalam sebagai perisai tubuhnya.
"Hng?! Kau boleh memastikannya, Brengsekk!" berang Gao Zhan setengah menantang.
Pedang bermata dua dengan ujung seperti lidah ular mengeluarkan energi dalam jumlah besar. Gao Zhan mengenggam erat kemudian melompat ke arah Tetua Tiandou.
ILMU PEDANG : PATAHAN GUNUNG
Seruan yang cukup keras keluar dari mulut Gao Zhan bersamaan dengan laju lesatannya.
Energi kehijauan yang keluar dari pusaka tersebut membesar namun ujungnya meruncing panjang. Ekspresi yang semula tenang kini berubah geram. Ejekan yang dilontarkan Tetua Tiandou berhasil memancing emosi Gao Zhan.
Disisi lain, Tetua Tiandou yang beberapa saat lalu penuh emosi kini berangsur tenang. Senyum tipis tercipta sebelum ia melompat menyambut serangan Gao Zhan.
TARIAN TOMBAK KEMATIAN
Tetua Tiandou sangat percaya diri sebab insting dewi bunga membuatnya bisa merasakan jika tingkat kekuatan Gao Zhan masih berada di Pertapa Alam Semesta. Tingkat yang sangat jauh dibanding tingkatnya saat ini.
Dua kekuatan besar beradu menyebabkan kilatan cahaya yang menyebar bagai lontaran api. Menghanguskan apa saja yang di kenai.
Jurus milik Gao Zhan bertipe serangan beruntun dan bertubi-tubi sementara jurus milik Tetua Tiandou bertipe pertahanan. Ribuan tombak tercipta dari jurus ini membentuk layaknya perisai berputar.
DDUUAAARR ...
__ADS_1
SWOSHHH ....
KA..BOOMM ...
Ledakan besar terjadi ketika tubuh Gao Zhan yang terlindungi tenaga dalam tak sengaja bersentuhan dengan jurus Tetua Tiandou. Menyebabkan tubuhnya terpental beberapa meter ke belakang.
"Uhhukkk ... ."
Darah segar keluar dari mulut Gao Zhan ketika tubuhnya menghantam batang pohon.
Disisi lain, Tombak Bulu Surga patah dibagian ujungnya. Hal yang diluar dugaan Tetua Tiandou. Namun sesaat setelah menapak tanah dan menguasai keseimbangannya, Tetua Tiandou teringat jika pusakanya telah retak akibat pertarungan sebelumnya.
Tetua Tiandou hanya tersenyum sinis, kemudian berjalan mendekati Gao Zhan yang masih terkulai bersandar di batang pohon.
"Siall?! Bagaimana bisa ... Uhukk!"
Lagi-lagi ia batuk darah segar. Tatapannya begitu tajam kearah Tetua Tiandou.
Tusukan tajam Tetua Tiandou lesekkan tepat di dada Gao Zhan. Namun, Tetua Tiandou terperanjat bukan main. Bukannya menembus tetapi tombaknya seakan meleleh sebelum sempat mengenai kulit tubuh Gao Zhan.
"Hng?! Kau pikir bagaimana bisa Jing Yun aku kalahkan? Ku akui kekuatanmu membuatku terkesima, tapi itu tak cukup membuatku terluka," ujar Gao Zhan sembari menatap dingin.
Tetua Tiandou melompat mundur beberapa meter, ia terkejut pusakanya telah hancur. Hingga membuatnya tak bisa berkata apa-apa.
Sementara Gao Zhan berdiri dengan santai, seolah dirinya tak mengalami luka. Usapan ringan tangannya menyapu darah yang masih tersisa di tepi bibirnya seolah menjadi pertanda dirinya baik-baik saja.
"Kau pasti mengira aku seorang Pertapa Alam Semesta, kan? Haha haha begitu naif dirimu! Seperti Si Bodoh Jing Yun itu, ha haha ha ... ."
Tetua Tiandou terkejut, kemudian ia memastikan kembali menggunakan Instingnya. Tak cukup itu saja, ia menggunakan Mata Langit untuk melihat lebih jelas.
Betapa kagetnya Tetua Tiandou ketika Mata Langit melihat ada sesuatu yang menyelimuti tubuh Gao Zhan, sesuatu yang transparan dan setipis udara. Tiandou memaki dirinya sendiri, begitu ceroboh dirinya meremehkan musuh. Kekalahan Tetua Jing Yun seolah tak ia sadari bagaimana bisa terjadi.
__ADS_1
"Sialann?! Aku dibutakan nafsu membunuh sampai aku menjadi ceroboh," umpatnya dalam hati.
Gao Zhan cukup santai, seolah sikapnya beberapa saat lalu hanya sebuah sandiwara. Sambil membersihkan pakaiannya yang berdebu, Gao Zhan tertawa mengintimidasi.
"Apakah memang Tetua Tombak semuanya naif seperti Jing Yun itu? Kik ki ki ki ki ... Mengecewakan,"
Kebimbangan yang dialami Tetua Tiandou menyebabkan dirinya lepas kontrol akan kekuatan hitam yang tiada henti terus mengalir keluar. Yang awalnya pelan kini seolah begitu cepat terserap tubuh Tiandou. Bahkan kekuatan Spirit Merpati Bulu Surga tak lagi dapat menekannya.
"Hmm?!"
Menyadari kekuatan besar yang tiba-tiba menguasai penuh tubuh Tetua Tiandou, Gao Zhan mengalirkan lebih banyak tenaga dalam untuk membungkus tubuhnya. Tawa remeh yang sesaat lalu tercipta, kini hilang entah kemana. Ekpresi Gao Zhan cukup serius. Tatapannya memandang tajam energi yang kini telah sepenuhnya membungkus tubuh Tetua Tiandou.
"Sebenarnya kekuatan apa itu? Selama aku hidup, tak sekalipun aku mengetahui adanya kekuatan seperti itu di dunia ini? Kecuali ... ."
Gao Zhan teringat dengan tujuannya datang ke Desa Hibei, sejenak ia terpikirkan tentang Pusaka Suci. Ia berfikir mungkin Tiandou memiliki senjata suci dan kekuatan itu merupakan kekuatan darinya atau kemungkinan itu kekuatan dari hewan spiritual yang sudah diserap oleh Tetua Tiandou.
Memang apa yang dipikirkan Gao Zhan setengah benar, bukan pusaka suci melainkan pusaka dewa iblis. Yang mana itu merupakan salah satu dari tiga pusaka dewa iblis yang ada di dunia ini. Hanya saja ia tak tahu bahwa kekuatan itu berasal dari Pedang Sabit Matahari, pedang iblis yang mengikat jiwa serta memakan roh manusia yang terbunuh olehnya.
Disisi lain, Tetua Tiandou yang beberapa saat lalu masih sanggup mengontrol. Kini kesadarannya menghilang, itu ditandai dengan memutihnya kedua bola mata serta perubahan panjang rambutnya. Ekspresi wajahnya juga berubah drastis, terlihat dingin, tenang dan kejam.
Gao Zhan menyipitkan kedua matanya ketika Tetua Tiandou membuang Tombak Bulu Surga. Kemudian terkejut hingga termundur beberapa langkah saat Tetua Tiandou mengeluarkan Pedang Sabit Matahari.
"Kurang ajar?! Bukankah itu ... Itu pedang iblis milik Dewa Diyu Zhi Shen? Bagaimana bisa, seorang dari aliran putih memiliki pusaka iblis? Sial ... ."
Sementara diwaktu yang sama di tempat lain. Tan Hao tiba-tiba terdiam. Pandangannya terarah ke tempat Tetua Tiandou berada. Ekspresinya terlihat terkejut hingga dapat segera terbaca oleh ketiga wanita yang beberapa saat lalu bercanda dengannya.
"Apa ada yang salah?" tanya Fen Lian heran.
"Hua'er?"
Tan Hao tak menjawab pertanyaan Fen Lian, ia justru memanggil Lan Lihua seolah memberinya tanda untuk memberitahu kebenaran akan kegelisahannya.
__ADS_1