Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 26 ~ Yue Yun


__ADS_3

" Kita sudah sampai Tuan, jika Tuan ingin bekerja sama. Jangan tertipu dengan bangunan besar dan mewah itu. Asosiasi Menara Emas ada di sebelahnya.." Ucap Sui jiu sambil menunjuk bangunan sederhana tepat disamping bangunan megah itu.


" Ahh aku memang sudah salah mengira daritadi jika kau tak peringatkan, aku sudah akan masuk ke bangunan megah itu.." ucap Tan hao santai.


Setelah memberi perintah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi terbaru yang ada di kota ini, lalu keempat wanita itu berpencar kearah yang berbeda dan Tan hao memasuki bangunan sederhana itu sendirian.


Bangunan berwarna kuning tua itu terlihat biasa dari luar, namun begitu Tan hao masuk terlihat jelas bahwa segala perlengkapan serta barang yang ada merupakan barang berharga.


Semacam gudang penyimpanan sumber daya, namun sumber daya yang berada di dalam barisan rak bertingkat itu hanya berkualitas rendah hingga sedang dan itu membuat Tan hao tersenyum penuh makna.


Baru beberapa langkah Tan hao masuk, di hadang oleh 2 orang penjaga serta menatap tajam sebelum akhirnya menanyakan perihal maksud kedatangannya.


" Maaf Tuan, tempat ini bukan untuk di masuki oleh sembarang orang. Apa tujuan Tuan kemari??.." ucap salah seorang pria yang menghadang langkah Tan hao.


" ohh kedatanganku kesini karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan pemilik tempat ini, Bisakah aku menemuinya atau paling tidak aku akan menunggu di luar.." kata Tan hao yakin dengan sedikit senyum ramah.


" Maaf sebaiknya Tuan datang lain kali, Manager Yue sedang ada tamu penting. Atau Tuan bisa pergi ke bangunan sebelah. Disana sedang ada lelang sumber daya serta gulungan jurus.." sergap pria itu dengan tatapan meremehkan dan senyum sinis.


"Tidak, tidak. Aku tidak tertarik dengan lelang. Tujuanku kesini berkaitan dengan kerja sama. Jika senior bisa mempertemukanku dengan Manager yue itu, aku yakin dia tidak akan sanggup menolak setelah melihat tawaranku.." ucap Tan hao dengan membuka tangannya ke depan serta muka wajah yakin dengan mata terpejam.


" Jika Tuan tetap memaksa, silahkan Tuan menunggu di samping pintu depan. Kemungkinan 2 jam lagi Manager Yue baru selesai menjamu Tamu penting.." ucap pria lainnya dengan menunjuk sebuah kursi putih panjang di samping pintu masuk.


" Baiklah baiklah aku tak akan memaksa. Kalau boleh tahu, siapa tamu penting itu?? sampai membutuhkan waktu selama itu untuk sekedar menjamunya..hmm.." kata Tan hao santai karena tidak ingin menimbulkan keributan yang tidak perlu sehingga menghambat rencana awalnya.


" Apakah kau tidak tahu jika Tamu itu penguasa kota ini. Dia adalah Pemimpin kota Shuning ini. Tuan Shen Ho.." bisik pelan pria itu dengan merapatkan jaraknya dengan Tan hao.


" ohh aku mengerti, baiklah akan aku tunggu.." ucap pelan Tan hao sambil berbalik badan dan melangkah keluar lalu duduk di kursi putih panjang.


Setelah Tan hao pergi dan tidak menimbulkan keributan, kedua penjaga itu menghela nafas. Sebab kedua penjaga itu tak dapat melihat tingkatan kultivasi Tan hao.


Sambil menunggu, Tan hao menyempatkan diri mengamati beberapa sumber daya yang terpajang di ruang depan bangunan itu dengan teliti lalu menghela nafas pelan.


Sebelum akhirnya pandangan Tan hao tertuju pada sosok wanita berumur 20 tahunan yang keluar bersama 3 orang pria yang berjalan di belakangnya serta seorang pria yang berjalan di sampingnya.


Wanita itu sangat anggun dengan gaun merah muda yang terbuka di kedua pundaknya. Wajahnya putih bersih dengan rambut terikat namun terurai panjang berwarna hitam.


sedangkan pria di sampingnya setidaknya berumur 40 tahunan, berpenampilan elegan dengan setelan merah hitam serta memiliki mahkota kecil di kepalanya dengan rambut tergelung rapi yang memegang sebuah kipas berwarna putih.


Mereka berjalan pelan keluar dari ruangan belakang menuju ke pintu keluar dimana Tan hao duduk.


" Ahh, maafkan saya Tuan Shen Ho. Tidak bisa terlalu lama menjamu Tuan, sebab masih harus menyelesaikan urusan lain yang sungguh penting. Kuharap Tuan bisa memakluminya.." Ucap Wanita itu dengan senyum manisnya serta tatapan sedikit menunduk.

__ADS_1


" Itu bukan masalah, aku bisa menemuimu saja sudah sangat senang, paling tidak kau harus mempertimbangkan penawaranku. Kau tahu kan, aku paling tidak suka penolakan.. hahah haha hahaa..." ucap Pria berkipas putih itu sedikit mengancam yang diakhiri tawa lantang sambil memainkan kipasnya.


Wanita itu hanya tersenyum kecut tanpa bisa menjawab lontaran pernyataan pria itu.


" Jangan khawatir, Aku memberimu waktu 3 hari. Bukankah aku cukup baik hati. Kuharap kau cukup cerdas untuk memutuskannya.." tandas tegas pria itu dengan menggenggam erat kipasnya sambil menatap tajam wanita itu lalu berjalan pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


Dengan semakin menjauhnya pria itu berjalan, wanita bergaun Merah Muda itu pun melenguh keras serta panjang sebelum akhirnya berbalik badan untuk masuk.


Hanya 2 langkah saja wanita itu berjalan tiba-tiba penjaga pintu masuk membisikan sesuatu.


Sebenarnya Tan hao ingin langsung mendekati dan menjelaskan maksud kedatangannya, namun diurungkan sebab tidak ingin terlalu terburu-buru hingga merusak rencananya.


Setelah mendengar perkataan salah satu penjaga, wanita itu menoleh kearah Tan hao duduk lalu berkata..


" Kau mencariku? untuk urusan apa? jika tidak terlalu penting kembali lah besok, suasana hatiku sedang buruk untuk membicarakan hal yang tidak penting.." kata wanita itu dengan nada keras namun tak berteriak.


Meskipun Tan hao sudah menyadarinya tapi tetap saja dia kaget dengan perkataan yang keras seperti sedang jengkel tingkat akut.


" Hehe Nona tenangkan dirimu, maksud kedatanganku ingin menawarkan kerja sama. Kuharap tidak bicara disini karena terlalu riskan untuk menunjukkan sesuatu yang menarik.." ucap Tan hao kaget namun dengan senyum terpaksa.


Wanita itu memandangi Tan hao dari atas ke bawah lalu tertawa setelah itu itu memasang wajah dingin.


" hahahahaaa... Jangan bercanda denganku. Penampilanmu memang mengesankan tapi hal menarik yang kau katakan aku tak tertarik. Jadi pergilah.." ucap wanita itu dengan mengibaskan pelan sebelah tangannya.


Yang membuat wanita itu melotot tak percaya dengan mulut terbuka.


" Tu-tunggu.. kita bisa bicarakan ini di dalam.." ucap wanita itu dengan lantang setelah melihat apa yang sedang di mainkan Tan hao dengan tangannya.


Sambil menoleh pelan Tan hao berkata..


" Bukankah tadi kau bilang tidak tertarik.."


" Maaf atas sikapku yang tadi. Sekarang mari masuk kedalam, kita bicarakan di ruanganku.." ucap lembut dengan senyum ramah wanita itu.


Kemudian Tan hao berjalan mengikuti wanita itu sampai di sebuah ruangan yang cukup besar dengan tata letak khas wanita.


" Namaku Yue Yun. Baiklah, sekarang apa yang ingin kau bicarakan??.. ". ucap wanita itu dengan memperkenalkan dirinya dan langsung menanyakan intinya.


Sebelum duduk, Tan hao mengeluarkan beberapa sumber daya serta 1 botol pil serta 5 inti kristal hewan buas.


" Aku ingin membicarakan masalah ini denganmu, Langsung saja tujuanku kemari untuk bekerja sama dengan Asosiasi Menara Emas.." ucap Tan hao yakin dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


" Buah Kakao Ungu, Bunga Teratai Iblis, Daun Api Tulang Petir, Rumput Air Api, Bunga Daun Ulat dan 1 botol pil tingkat 5 Pil pembuluh Tulang serta 5 Inti Kristal Ungu hewan buas. Ohh kau membuatku terkejut dengan apa yang kau bawa. Lalu kerjasama apa yang kau inginkan.." ucap tenang wanita itu yang bernama Yue Yun yang sebenarnya ia sedang menahan keterkejutannya.


" Ini semua hanya contoh kecil saja. Aku masih memiliki banyak sumber daya lainnya yang lebih berkualitas. Mengenai kerjasama, aku akan menyediakan sumber daya bagi Asosiasi Menara Emas untuk di lelang ataupun dijual langsung, dengan pembagian 60% : 40% keuntungan plus Rumput Giok Sutra secara berkala setiap bulan.." ucap Tan hao langsung menjelaskan inti tujuannya.


" ohh Cukup menarik, tapi seberapa banyak pastinya kau memiliki sumber daya ini??.." sergap Yue Yun dengan menahan perasaan senangnya.


" Setidaknya setiap bulan selama 5 tahun.." tandas Tan hao tegas.


" Kau jangan bercanda, semua sumber daya ini bahkan di 3 benua sekalipun cukup sulit mendapatkannya apalagi membudidayakannya. Dan kau bilang setiap bulan selama 5 tahun.. ohh kau membuatku ingin menangis saja.." kata Yue yun tidak percaya dengan expresi wajah lesu.


" Aku berkata benar. Memang aku punya semua itu. Kau tak akan percaya jika aku mempunyai kebun sumber daya langka seluas 2x lipat Kota Shuning ini yang hanya aku yang dapat mengaksesnya.." kata Tan hao tegas dengan tatapan dingin.


Perkataan Tan Hao yang tegas membuat Yue Yun bimbang, antara percaya dan tidak. Namun, dia berpikiran untuk mengambil kesempatan yang langka ini. Sebab bisa membangkitkan Asosiasi Menara Emas cabang Shuning yang dia pegang.


" Baiklah aku mencoba mempercayaimu. Kau hanya menyediakan Sumber daya, masalah penjualan biarkan memakai metode Asosiasi Menara Emas. Oh iya satu lagi siapa namamu??.." kata Yue yun setelah beberapa saat diam berpikir.


" Panggil saja aku Tan hao. keinginanku yang terakhir sebelum kesepakatan, aku ingin Asosiasi memutuskan dukungan sumber daya dalam bentuk apapun untuk Shi fei beserta seluruh anggotanya dan Aku menginginkan semua informasi mengenai Shi fei.." Ucap Tan hao sambil berdiri pelan.


"i-ini..


" jika tidak bisa, maka tidak ada yang perlu di bicarakan lagi..


"Tidak, tidak. Itu hal mudah bagi Asosiasi.." sergap Yue yun cepat.


"Baiklah, Besok aku akan datang lagi membawa semua yang di perlukan dan Asosiasi menyiapkan semua informasi yang aku minta.." ucap Tan hao dengan menatap ke langit-langit ruangan serta tangan terlipat ke belakang.


" Baiklah.. aku mengerti.." ucap Yue yun penuh ketegasan.


Setelah pertemuan itu usai, Tan hao meninggalkan Asosiasi dengan perasaan lega. Sebab dia sempat was-was di dalam ruangan itu. Tan hao merasakan kehadiran dua orang berilmu tinggi yang tengah bersembunyi walaupun dengan menyembunyikan hawa keberadaannya.


" Hei bocah, wanita tadi sepertinya masih ingin mengujimu. Besok buat dia tertunduk lesu melihat seberapa kaya dirimu. Dan oh ya kedua Pertapa Langit tahap puncak yang bersembunyi itu hanyalah penjaga Asosiasi yang akan keluar hanya jika terjadi sesuatu yang besar, mereka juga tidak akan sanggup melukaimu.." Seru Ye yuan dengan keluar tiba-tiba di samping Tan hao berbentuk Aura.


" Aku tahu. Eh kakak Ye.. wanita tadi cantik sekali, aku sempat hilang konsentrasi melihat kecantikannya..hihihi.." ucap Tan hai sambil tertawa geli.


" Apa kau pikir kau saja, aku juga. Bodoh. Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat tapi lupa dimana.." ucap Ye yuan dengan expresi konyol lalu berubah setengah serius.


" Hehe besok kan bertemu lagi. Lumayan, barang bagus..hahaha.." ucap Tan hao sambil mendongak keatas seperti sedang berpikir sesuatu dengan muka mesumnya.


"Hei hei hei, bocah tengik. Sejak kapan kau jadi begitu kurang ajar. hah..


Tapi, benar juga sih katamu. Barang bagus besar dan mulus.. hehe hehe

__ADS_1


aih aih aih.. tidak.tidak.. Dasar bodoh kau ini membayangkan apa sihh.... Ddduuuaakkkkk" Kata Ye yuan tegas namun seketika berubah bersamaan dengan Tan hao seperti melihat sesuatu diatas kepalanya dengan tatapan mesum yang konyol lalu tiba-tiba melenguh serta menggeleng kepala keras dan memukul kepala Tan hao telak.


" Aduuhhh..." erang konyol Tan hao dengan menunduk akibat dipukul telak.


__ADS_2