Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 90 ~ Zirah Naga


__ADS_3

Setelah keluar dari lorong dengan tangga gelap tersebut, Tan Hao mengatakan pada Lan Lihua untuk segera mengamankan tiga macam pusaka yang berjejer melayang dengan kotak perisai tembus pandang yang melindunginya.


Tak butuh tenaga lebih, Lan Lihua pun cukup mudah menghilangkan perisai yang melindungi Periuk Neraka dengan sentuhan telapak tangannya yang memancarkan energi. Gerakan gesit Tan Hao dalam menyimpan benda pusaka itu ketika terbebas membuat Lan Lihua mendengus pelan sembari tersenyum tipis.


"Untuk apa kau bersikap seperti itu! Bukankah lebih cepat lebih baik, benar tidak?" ujar Tan Hao datar.


Lan Lihua tak menjawab hanya memalingkan wajah sebalnya dengan pipi mengembung. Kemudian ia melangkah ke pusaka kedua yang berada tak jauh. Pusaka berbentuk pedang berwarna putih dengan gagang pedang memiliki bulu halus di pangkal bilahnya menghilang sesaat setelah perisai yang melindunginya lenyap.


Gerakan ringan tangan Tan Hao kembali berhasil membebaskan pusaka tersebut, dan lagi lagi Tan Hao cukup gesit menyimpannya dalam cincin dimensi dengan hanya satu gerakan kecil.


Namun hal berbeda terjadi pada pusaka ketiga, ya, perisai yang melindunginya memiliki dua permukaan dan Lan Lihua hanya bisa menghilangkan permukaan luarnya. Membuatnya kebingungan, hingga beberapa kali percobaan pun tak ada yang berhasil bahkan hanya sekedar menggores tipis yang sesaat kemudian kembali ke bentuk semula.


"Kakak? Apakah ada yang salah dengan ini! Hanya ini saja yang tak bisa kusentuh." ujar Lan Lihua menatap Tan Hao penuh tanya.


Tan Hao terdiam sembari memandangi dengan seksama perisai energi yang melindungi pusaka Zirah Naga Suci, ia mencoba menggunakan kitab 1000 kehidupan untuk mencari tahunya.


Memang selama ini Tan Hao tak menyadari jika Kitab 1000 Kehidupan cukup lambat ia pergunakan bahkan setelah menyatu pada tubuhnya. Hal itu berkaitan dengan belum padunya antara ruang roh dan ruang jiwa milik Tan Hao.


Satu-satunya cara yang harus Tan Hao lakukan untuk membuat kitab tersebut bekerja dengan seharusnya tanpa perlu waktu untuk mempergunakannya hanya berlatih secara berkala dan teratur antara energi ruang roh dan ruang jiwa miliknya. Sebab kedua ruang tersebut memiliki daya energi berlainan walau saling terhubung.


"Gunakan kemampuanmu, dasar bodoh! Sampai kapan kau akan bergantung pada seorang wanita? Aku merasa di permalukan dengan kelakuanmu itu."


Tan Hao tersentak kaget hingga kedua matanya membelalak seakan tak percaya. Bahkan Lan Lihua pun juga sama terkejutnya ketika mendengar suara tersebut dengan sangat jelas.


Lan Lihua memandang Tan Hao penuh pertanyaan dan kebingungan sedangkan Tan Hao hanya melirik tanpa ekspresi kearah Lan Lihua.


"Akhirnya kau mau membuka mulutmu, burung jelek! Selama ini kau hanya makan dan tidur tanpa mau menyapaku dan sekarang mengolokku seolah aku melakukan kejahatan besar? Hei hei, bahkan kau melupakan biaya sewa,-!" hardik Tan Hao kesal.


"Hei bedebah sialan! Uang sewa apanya cihh,-!! Bahkan kau telah menghilangkan tempat penyimpanan makananku dan memaksaku untuk memakan energimu yang bau itu? Phueh.. Menjijikan." sergap Ye Yuan bereaksi penuh amarah konyolnya di dalam ruang jiwa Tan Hao.

__ADS_1


Begitu pun Tan Hao, ia bereaksi sama. Hingga membuat Lan Lihua berdiri terpaku kebingungan melihat tingkah Tan Hao yang nampak seperti sedang bertengkar bodoh pada dirinya sendiri.


Umpatan dan olokan terdengar berulang kali dari mulut Tan Hao disertai gerakan tubuhnya yang kadang menginjak tanah dan memukul udara, raut wajahnya tidak memperlihatkan bahwa ia sedang marah.


"Orang ini,-!! Apakah sekarang sudah tidak waras! Eh..?" gumam Lan Lihua beraksi khas seorang wanita yang merasa menjijikan.


Pertengkaran konyol keduanya tidak berlangsung lama, di dalam ruang jiwa Tan Hao.


Beberapa saat kemudian.


Tan Hao seperti merapikan pakaiannya berekspresi seolah tak terjadi apa-apa membuat Lan Lihua ternganga dengan tingkahnya.


"Cukup bermain-mainnya! Ayo kita lihat seberapa kuat pelindung ini." ujar Tan Hao tegas.


Dengan cekatan dan pasti Tan Hao membuka telapak tangannya seolah sedang memusatkan energi kemudian menempelkannya pada pelindung tersebut.


Sedetik kemudian perisai tersebut hancur berkeping-keping layaknya sebuah kaca yang pecah, terlihat serpihan kecil perisai tersebut memercikkan listrik berwarna ungu gelap.


Hal diluar dugaan terjadi ketika Tan Hao berniat menyimpan pusaka tersebut kedalam cincin dimensi, Zirah Naga Suci melayang dengan sendirinya kemudian dengan sangat cepat melesat menabrak tubuh Tan Hao.


Lan Lihua terkejut melihat hal tersebut, sedangkan Tan Hao hanya terdiam polos.


"Eh, pusaka ini apakah punya semacam pikiran sendiri?" batin Tan Hao sembari melihat pusaka tersebut yang kini terpakai sangat pas ditubuhnya.


Ye Yuan menyergap perkataan Tan Hao.


"Dia mampu mengenali tuannya! Begitu saja tidak tahu? Anak dewa apanya..Tch,-!!"


Wajah Tan Hao memerah, ekpresi wajahnya begitu garang.

__ADS_1


"Sekali kau menyela dengan perkataan merendahkan seperti itu, aku pastikan kau akan jadi makanan ayam."


Ye Yuan terkejut mengetahui reaksi yang ditujukan Tan Hao bukan hanya omong kosong belaka, sorot matanya menunjukkan keseriusan membuat Ye Yuan merasa gentar.


"Ya ya baik baik! Aku mengerti. Aku kan hanya bercanda, untuk apa kau mengancamku seperti itu." gerutu Ye Yuan polos.


•••••


"Bing Long! Mengapa kau berada ditempat ini? Bukankah kau seharusnya bersama Dewi Kehidupan?" seru Yue Yin mempertanyakan.


Bing Long merasa begitu senang bertemu Yue Yin, bukan tanpa alasan sebab ribuan tahun lalu dirinya menaruh perasaan pada Yue Yin namun belum sempat mengutarakannya, ia mendapat masalah pelik di dalam klan naga utara yang akhirnya ia ditolong oleh Dewi Kehidupan saat itu.


"Aku ditugaskan menjaga tempat ini! Dan ya dia sekarang berada di dalam ruang pusaka, lebih tepatnya reinkarnasi kedua dari Dewi Kehidupan bersama seorang pemuda yang aku yakini dia merupakan putra dari Tuan Yaoshan. Lalu mengapa kau berada disini? Bukankah kau seharusnya bersama Dewi Yu?"


Bing Long cukup emosional hingga membuatnya berbicara panjang tanpa jeda.


"Ceritanya cukup panjang untuk di jelaskan! Yang lebih penting, kau harus melepaskan mereka." ujar Yue Yin sembari memandang kearah Tiandou dan lainnya.


Bing Long merasa heran dengan permintaan Yue Yin, ia merasa tidak harus membiarkan orang lain masuk selagi tuan nya masih berada di dalam ruang pusaka yang ia jaga.


"Apa maksudmu empat manusia itu? Kenapa aku harus melepaskan mereka! Mereka bisa menjadi ancaman Dewi Lihua dan juga Tuan Tan Hao." sergap Bing Long penuh ketegasan.


"Salah satu dari mereka adalah tuanku! Asal kau tau saja, Tuanku memiliki hubungan dekat dengan Tuan Tan Hao. Tidak akan mungkin mereka akan bisa mencelakainya."


Keterkejutan Bing Long tak bisa disembunyikan, Yue Yin bisa melihatnya dengan jelas pandangan mata Bing Long tengah menatap serius Tiandou yang dalam kebingungan mencari cara untuk membantu rekan-rekannya.


"Baiklah! Jika itu kau, aku percaya dengan perkataanmu." ujar Bing Long sesaat kemudian menengadahkan kepalanya ke langit.


Sebuah energi besar seketika memenuhi mulutnya yang terbuka lebar dan kemudian memancar kesegala arah. Lecutan pecahan energi tersebut seperti busur panah yang melesat jauh.

__ADS_1


Sebelum Bing Long melepaskan Tiandou dan lainnya, ia memutuskan untuk lebih dulu membuat pelindung berarea luas untuk berjaga-jaga.


__ADS_2