
Lan Lihua khawatir jika terus berlanjut akan terjadi hal buruk. Kekuatan spiritual Bing Long berada di tingkat Jenderal Roh setara dengan Alam Dewa Petir yang mana hanya satu tingkat di bawah Tan Hao yang seorang Kaisar Roh.
Menggunakan Giok Dewi Bulan sebagai penekan amarah Bing Long menjadi pilihan satu-satunya yang bisa dilakukan Lan Lihua, meskipun ia masih belum memahami alasan dibalik reaksi liarnya.
"Bing Long! Jika kau tak mau mendengarkanku, jangan salahkan aku jika memaksamu untuk menguasai diri,"
Sebelum sempat Lan Lihua menggunakan Giok Dewi Bulan, Jun Shan bertindak lebih dulu untuk menekan balik angin kuat yang menyerangnya.
"Heh, kau pikir bisa terus sombong dibalik persembunyianmu!"
SISIK NAGA EMAS!
HYAAAAAAHHH ...
Jun Shan melepaskan kekuatannya dengan paksa hingga membuat kedua pengawal di depannya terpental beberapa meter dan berhenti ketika menabrak batang pohon.
Cahaya emas menyembul keluar dari tubuhnya, terlihat jelas seluruh badannya hingga bagian wajahnya terbentuk corak menyerupai sisik naga transparan.
Kekuatan yang dilepaskan olehnya bukan hanya menyerang balik angin tersebut namun juga memporak-porandakan bagian luar kedai.
Tan Hao menaikkan sebelah alisnya ketika di hempas tekanan cahaya emas tersebut.
"Dia dari Klan Naga Langit? Bukan! Tidak seperti itu, tapi kekuatan ini?" batin Tan Hao setelah beberapa saat merasakan hempasan energi tersebut.
Pengunjung yang belum sempat meninggalkan kedai, terhempas ke berbagai arah hingga tubuh mereka terluka. Tiandou segera mengambil tindakan mengetahui hal tersebut, membentuk sebuah kubah pelindung dengan dibantu sebagian kekuatan dari Yue Yin. Melindungi bangunan kedai beserta orang-orang yang masih berada didalamnya.
"Tuan Muda! Bagaimana selanjutnya?" tanya Tiandou sesaat setelah memastikan orang-orang yang berada di dalam kedai aman.
"Hei, jika aku boleh bicara. Aku sudah tidak sanggup menahan ini!" seru Su Kong yang memerah wajahnya akibat tekanan energi.
Tiandou menoleh kearah Su Kong kemudian menggelengkan kepalanya.
"Kau ini, menyusahkan. Pergi sana!"
Tendangan dilepaskan Tiandou dibagian perut Su Kong, mengakibatkan ia terpental jauh hingga masuk ke dalam kedai setelah menembus pelindung.
"Apa-apaan itu tadi! Dasar brengsek ... Harusnya kau bilang dulu ... asal tendang orang, kau pikir siapa dirimu!" Su Kong berseru sebal yang diselingi umpatan sembari menunjuk-nunjuk Tiandou.
__ADS_1
Disisi lain, Lan Lihua nampak kesulitan menahan amarah Bing Long yang semakin menjadi-jadi. Tan Hao menyadari itu dan langsung melesat menghampiri Lan Lihua meninggalkan Tiandou yang masih belum mendapat kepastian.
"Hua'er! Apa yang terjadi dengan Bing Long? Mengapa energinya tidak beraturan begini?" tanya Tan Hao sembari menepuk pundak Lan Lihua.
"Aku juga belum tahu yang sebenarnya ... Bing Long hanya mengatakan bahwa orang itu memiliki sesuatu yang berkaitan dengannya," jawab Lan Lihua yang tengah meringis menahan kekuatan Bing Long.
Tan Hao membelalak, kemudian pendangannya tertuju pada Jun Shan yang masih belum usai mengeluarkan kekuatannya.
"Sepertinya aku tahu apa sebabnya! Lihat baik-baik! Orang itu memiliki tubuh sisik naga, bukankah hanya klan naga langit yang seharusnya memiliki tubuh itu," ujar Tan Hao yang kemudian melirik Lan Lihua.
"Baiklah naga jelek! Sudah cukup kau berontak,"
Tan Hao memegang pundak Lan Lihua, ia masuk kedalam ruang jiwa Lan Lihua menggunakan inti rohnya, sedangkan Ye Yuan keluar dari tubuh Tan Hao tanpa diminta kemudian merubah dirinya ke wujud manusia.
"Kalian tenanglah disini, biar aku yang akan menghadapinya! Aku bersemangat kali ini setelah sekian lama hanya diam dan tidur, heh ... ."
Ye Yuan berjalan mendekati Jun Shan, semua orang bahkan terkejut melihat hal itu. Bagaimana tidak? Ye Yuan sama sekali tidak terdampak hempasan energi yang dikeluarkan Jun Shan, langkah santainya benar-benar membuat orang yang melihat tindakannya merasa seperti debu dihadapan kekuatannya.
Bahkan orang-orang yang berada di dalam kedai tak bisa berkata apa-apa, melihat munculnya Ye Yuan secara tiba-tiba dari ruang kosong.
Tak berselang lama, Jun Shan membuka mata bersamaan dengan meredupnya hempasan energi daei tubuhnya.
"Oh! Tubuh Sisik Naga Emas ya? Tapi ini di dunia bawah, kekuatanmu tak berguna di depanku," ujar santai Ye Yuan sembari memajukan sebelah tangannya.
"Majulah!"
Jun Shan mengeram, tatapannya penuh kebencian.
"Oh apakah kau yang menyerangku? Hah, hewan sampah!"
SISIK NAGA PENGHANCUR GUNUNG ...
"Rasakan ini! Dasar makhluk rendahan."
Hentakan besar terjadi di permukaan tanah kemudian muncul kepingan sisik runcing berjumlah ratusan, membentuk puluhan anak panah seperti menari di udara yang kemudian meluncur kearah Ye Yuan.
Ye Yuan tersenyum lebar sembari memandang bunga mawar di tangannya.
__ADS_1
JURUS NIRVANA : KUASA LANGIT!
Ia bergumam kecil mengeluarkan jurus yang berwujud petir ungu berkepala gagak berbadan naga berputar membentuk seperti melingkar yang setiap sisiknya menyemburkan kilatan petir.
Jurus bertahan yang sangat kuat milik Ye Yuan ini pernah digunakan saat melawan Jiwei Dan. Tentu saja, kekuatan Jun Shan tak bisa dibandingkan dengan Jiwei Dan.
Puluhan anak panah yang terbuat dari kepingan sisik berwarna emas hancur berkeping-keping saat bersentuhan dengan jurus Ye Yuan.
Kuasa langit bukan hanya sebuah perisai pelindung namun bersamaan dengan itu juga menyerang dalam jarak dekat.
Jun Shan terkejut bukan kepalang menyadari jurusnya seperti sepotong tahu yang teriris pisau tajam. Umpatan kesal dari mulutnya berujung pada ketakutan yang mulai muncul dipikirannya.
"Brengsek! Aku meremehkan orang ini, sepertinya aku harus melarikan diri sebelum kekecauan ini diketahui olehnya. Akan sangat sulit menjalankan rencana jika orang itu mengetahui aku disini," gumam kesal Jun Shan sembari melirik kesana kemari berusaha mencari celah untuk kabur.
Ye Yuan membuang bunga mawar ditangannya, melirik tajam Jun Shan.
"Apa sudah tidak ada lagi yang menarik! Heh, jangan berfikir untuk bisa melarikan diri setelah mengusikku,"
"Kemana dia? Dimana! Dimana orang itu," seru Jun Shan sembari memandangi sekitar mencoba mencari keberadaan Ye Yuan yang tiba-tiba menghilang.
Bbukkk ...
Dduaakh ...
Pukulan tiba-tiba yang tepat mengenai tengah perut serta rusuk kirinya membuat Jun Shan terdorong mundur, darah segar menyembur dari mulutnya.
"Kurang ajarr! Dasar brengsek," geram Jun Shan meringis, terlihat giginya penuh dengan darah.
"Bukankah kau bilang aku makhluk rendahan! Begini saja kau tak mampu, dasar bodoh."
Suara Ye Yuan terdengar jelas namun tubuk fisiknya tidak ada. Jun Shan putus asa untuk mencari dimana tubuh fisik Ye Yuan berada dan dari mana arah datangnya serangan yang dilakukannya.
"Sial! Dasar sialannn ... ."
Tiba-tiba sekelebat bayangan membawa pergi Jun Shan sebelum Ye Yuan memberi serangan susulan. Ye Yuan berada ditempat yang sama hanya saja ia berada di dimensi yang berbeda, kemampuan tambahan yang ia dapatkan setelah beberapa tahun tertidur.
"Eh!! Siapa yang membawa pergi mainanku? Kembalikan ... Kembalikan! Dasar ... ." seru Ye Yuan jengkel namun ekspresinya konyol.
__ADS_1