Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 70 ~ Kondisi Dewi Bintang


__ADS_3

Su Kong yang masih merasa ketakutan dengan apa yang baru ia saksikan hanya duduk termenung dengan memandang kosong tubuh Shan Xie.


Ia tak menyadari jika daun lebar yang menyelamatkannya, kini melayang mendekat tepat di depan Dewi Bintang.


"Sudah selesai, jangan takut,-!! Pegang pundakku jika kau ingin keluar dari sini." kata Dewi Bintang menyadarkan Su Kong dari lamunannya.


"B-baik,-!!" ucap singkat Su Kong dengan terbata-bata.


Ia masih belum bisa menguasai pikirannya atas apa yang baru terjadi. Reaksinya begitu terlihat ketakutan terhadap Dewi Bintang serta Dewi Busur, membuat keduanya tersenyum tipis hampir bersamaan.


Hanya dalam sekejap mereka bertiga telah kembali ke tempat semula. Terlihat, Dewi Bintang memasukkan sesuatu di balik Gaunnya seperti sedang menyimpan barang berharga.


"Tolong maafkan sikapku yang tidak sopan,-!! Aku masih ingin hidup, ampuni aku Dewi,-!!" kata Su Kong dengan bersujud ketakutan ketika telah tersadar dirinya kembali ke tempat semula.


Dewi Busur tertawa kecil melihat reaksi yang ditunjukkan Su Kong, Dewi Bintang hanya tersenyum kecil sesaat kemudian menggeleng kepala pelan seolah tak habis pikir dengan pemikiran Su Kong.


"Hei..hei,-!! Apa yang kau lakukan. Coba pikir dengan baik? Jika kami ingin membunuhmu untuk apa kami bawa kamu balik,-!! Dasar bodoh." kata Dewi Busur dengan setengah menghardik santai Su Kong sembari berjongkok konyol di depan Su Kong.


Su Kong mengangkat wajahnya dengan raut ketakutan yang berubah bodoh dengan sebelah alis sedikit bergetar.


"Ya Tuhan,-!! Pemandangan yang begitu indah. Oh aku ingin..aku ingin?!" batin Su Kong setelah mengangkat wajahnya tepat ketika Dewi Busur berjongkok di depannya.


Reaksi konyol dengan nafsu yang mengecoh ketakutannya membuat Su Kong terlihat bodoh. Dewi Busur menangkap ke arah mana pandangan mata Su Kong yang sejurus kemudian menjatuhkan kedua lututnya bersamaan.


Dduuaakk


"Matamu melihat kemana, dasar mata keranjang,-!!"

__ADS_1


Pukulan keras tepat mengenai kepala Su Kong yang membuat wajahnya membentur lantai, guratan rasa geram serta kepalan tangan konyol Dewi Busur membuat Dewi Bintang tersenyum tipis.


"Hihi,-!! Kalian berdua mengingatkanku pada seseorang. Seorang yang kurindukan." gumam ringan Dewi Bintang yang sesaat kemudian tertunduk sedih.


Su Kong maupun Dewi Busur menatap konyol bersamaan Dewi Bintang. Yang sesaat kemudian berubah serius keduanya.


"Kakak, apakah matamu buta,-!! Orang jelek seperti dia bisa membuatmu teringat dengan Tuan Muda,-!! Apa kakak salah makan obat tadi pagi,-!! Dia dengan Tuan Muda bagaikan langit dan bumi, haishh,-!!"


"Tunggu dulu, sebelum kalian mengenang masa lalu. Bisakah aku mengetahui nama kalian yang sebenarnya,-!!" seru Su Kong menyela reaksi Dewi Busur yang kini menatap waspada.


Dewi Bintang tersenyum ramah. "Adik, tidak apa kita mengenalkan diri padanya,-!! Firasatku mengatakan, dia bukan orang yang jahat walaupun wataknya kurang baik."


Alasan Su Kong menanyakan identitas asli dari keduanya bukan menyoal perkenalan sebagai orang yang baru berteman melainkan selama ini, di kota Huizhu dan seluruh wilayahnya identitas dari Dewi Bintang tidak ada yang mengetahui apalagi Dewi Busur yang dikenal luas selalu bergerak dalam bayangan.


Su Kong menilai saat ini merupakan waktu yang tepat baginya untuk mengetahui identitas asli dari dua Dewi yang selama ini selalu misterius.


"Adik Zey, sudahlah. Aku.. Uhhukk..uhukk.?!"


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Dewi Bintang kembali batuk darah namun kini lebih kental dan lebih banyak dari sebelumnya.


"Kakak Ran,-!!"


Dewi Busur langsung bersimpuh memegang kedua bahu Dewi Bintang dengan kepanikkannya. Cukup banyak darah yang keluar dari mulutnya bahkan sedikit keluar melalui hidung.


Su Kong cukup terkejut karenanya hingga ia tak sadar jika kedua Dewi itu saling memanggil nama mereka.


"Sebenarnya penyakit apa yang sedang kamu derita,-!! Sampai separah ini." ucap singkat Su Kong yang juga merasa panik seperti Dewi Busur.

__ADS_1


Menyadari ucapan Dewi Bintang ada benarnya, Dewi Busur menceritakan awal mula Dewi Bintang mengalami luka dalam dan lumpuh kedua kakinya dengan uraian air mata namun tidak menangis.


"Singkatnya, kurang lebih 4 setengah tahun lalu, kami bersama Tuan Muda kami berhadapan dengan iblis penguasa Lembah Hijau. Saat itu, Tuan Muda kami dalam situasi terdesak hingga disaat terakhir tiba-tiba muncul lubang dimensi, sayangnya serangan terakhir iblis itu akan mengenai Tuan Muda kami sebelum ia masuk ke dalam Lubang dimensi misterius itu. Disaat terakhir itu lah, kakak mendorong tubuh Tuan Muda dengan kecepatan penuhnya. Sialnya, serangan terakhir iblis itu malah mengenai kakak walaupun meleset tapi dampaknya luar biasa kuat hingga menyebabkan kondisi kakak semakin hari semakin memburuk seperti saat ini ketika kakak memaksa mengeluarkan kekuatannya."


Penjelasan singkat Dewi Busur membuat Su Kong mengerutkan dahi dalam kebingungannya. Banyak pertanyaan yang muncul dikepalanya. Tanpa pikir panjang lagi, Su Kong mengatakan apa yang ada di pikirannya.


"Iblis macam apa itu,-!! Bahkan orang yang sekuat kalian bukan tandingannya,-!! Lalu siapa Tuan Muda ini,-!! Apakah ia hebat? Apa ia selamat,-!!" pertanyaan bertubi-tubi Su Kong membuat Dewi Busur hanya menggeleng pelan seolah tak ingin memberi jawaban.


Namun, Dewi Bintang menatap lemah Dewi Busur disertai kedipan mata seolah mengizinkannya memberi penjelasan.


Sebelum memberi penjelasan lebih, Dewi Busur mengeluarkan dua butir Pil Obat dari cincin bumi di jari manisnya. Lalu memberikannya pada Dewi Bintang yang langsung ia telan tanpa proses penyerapan.


Su Kong terpana melihatnya, bukan apa-apa. Selama ini tidak ada pendekar manapun yang mampu menelan mentah-mentah Pil Obat dalam kondisi tubuh lemah. Tapi, Dewi Bintang mampu melakukannya yang seolah itu seperti memakan permen.


Su Kong tersenyum canggung melihat kejadian itu.


"Apakah tidak apa-apa,-!! Bukankah itu berbahaya ketika tubuh sedang lemah?"


"Ini hanya pil tingkat 5, Pil Darah Es. Seharusnya yang di konsumsi kakak pil tingkat 8, Pil Yin Yang. Karena selama ini kami belum menemukan orang yang sanggup membuatnya. Pil ini tidak bisa menyembuhkan hanya bisa mengurangi rasa sakit." kata Dewi Busur sembari membaringkan Dewi Bintang yang terlihat pucat.


Su Kong memahami maksud dari Dewi Busur. Kemudian ia memandang Dewi Bintang dengan tatapan prihatin. Terlihat jelas kekhawatiran di wajahnya.


Sebelum sempat ia menanyakan lebih lanjut tentang kondisi Dewi Bintang saat ini, Dewi Busur menarik kerah baju Su Kong dengan cepat yang membuatnya kaget.


"Bukankah kau ingin mendengarkan aku mendongeng,-!! Sebaiknya kita pergi dari sini, biarkan kakak beristirahat." sikap tegas tapi konyol Dewi Busur membuat Su Kong terkejut.


Pertemuan pertamanya di kedai minum membuat ia melihat Dewi Busur sebagai orang yang dingin dan kejam namun setelah beberapa saat bersama, Su Kong baru mengetahui jika sifat sesungguhnya Dewi Busur sangatlah jauh dari kejam dan lebih dekat dengan egois konyol.

__ADS_1


__ADS_2