Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 160 ~ Pasukan Besar


__ADS_3

"Apa yang akan dilakukan mereka? Ini tidak masuk akal sama sekali, sangat tidak masuk akal...! Bahkan aku tidak tahu harus memahaminya darimana? Menurut Kakek Fang, apa yang mereka inginkan dengan membawa kekuatan dalam jumlah sebesar ini?"


Berkali-kali Tan Hao berpikir tetapi pemahamannya berakhir tumpul, ia tak habis pikir. Daya tarik macam apa yang dimiliki desa kecil yang terletak di perbatasan itu. Jika masalah adanya binatang tingkat suci dan tanaman sumber daya, ditambah dengan adanya tempat penyimpanan sumber daya milik Asosiasi Menara Emas. Menggerakkan pasukan sebesar ini bisa dibilang sangat berlebihan, sebab apa yang didapatkan tidak sebanding dengan jumlah yang harus mereka keluarkan.


Tan Hao mengalami kebuntuan daya pikir, sebab memang tak tahu sama sekali bagaimana dan apa yang sebenarnya terjadi, bahkan saat dirinya bertanya Fen Fang hanya menggeleng pelan tanpa bersuara.


"Jangan berpikir terlalu jauh, mereka berasal dari arah barat daya. Itu berarti mereka berangkat dari wilayah Kerajaan Yan paling luar...!" ujar Fen Fang santai namun wajahnya menunjukkan keseriusan tinggi.


"Itu berarti, Raja Yan mempercepat rencananya? Bukankah mereka masih belum berhasil menguasai tempat ini dan juga belum sepenuhnya menguasai kota Kerajaan Shio...!" sahut Tan Hao sedikit terkejut namun perlahan dirinya mulai menyadari keterkaitan yang terjadi.


"Sudahlah...! Lebih baik kita lihat sendiri, nanti!" balas Fen Fang singkat.


Tanpa Tan Hao ketahui sebelumnya, setelah ia dan Fen Fang meninggalkan menara tujuh tingkat itu. Xinxin dan Mu Yuan bersepakat bahwa tidak ada pilihan lain lagi untuk melanjutkan rencana menguasai Desa Hibei, selain mengirimkan laporan secepat mungkin mengenai apa yang telah terjadi kepada Raja Yan.


Mengandalkan pasukan aliansi dari beberapa sekte menengah aliran hitam nyatanya tidak berjalan dengan baik, ditambah dengan menghilangnya Yan Mu dan kematian beberapa komandan utama pasukan terdepan memaksa Xinxin untuk meminta menjalankan rencana cadangan.


Desa Hibei memang kecil dan terlihat sangat terbelakang dibanding wilayah lain di Kerajaan Shio. Namun, letaknya sangat strategis yang berada di jalur penting antara tiga kerajaan di wilayah Kekaisaran Wang. Dan lagi, wilayahnya termasuk yang paling luas dibanding desa lain dan hampir mencapai Benua Naga yang berbatasan langsung dengan Benua Emas, lebih dekat ribuan mil daripada wilayah utara yang masih terhalang Kota Foshan.


Daerahnya yang merupakan pegunungan dan juga hutan belantara yang dipenuhi hewan buas serta siluman buas, membuatnya tak pernah tersentuh oleh pembangunan dari Kekaisaran Wang atau Kerajaan Hao sebagai pemilik wilayah.


Setelah beberapa waktu, Tan Hao dan Fen Fang akhirnya hampir mencapai desa. Namun, yang pertama mereka lihat adalah asap tebal yang membumbung ke langit. Membuat mereka mengerutkan dahi sejenak kemudian menatap tajam. Tanpa aba-aba, keduanya meningkatkan kecepatan untuk lekas melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


Xue Mei menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah cukup lama bertarung tanpa memiliki waktu untuk mengatur napas, tiga orang pendekar topeng emas ditambah dengan Xiao Li bukan perkara gampang baginya untuk terus menguasai jalannya pertarungan.


Namun, meskipun begitu ekspresi wajahnya tidak berubah sama sekali dan hanya pergerakannya saja yang melambat. Hal Itu membuat Xiao Li tersenyum lebar menyadari kelelahan yang di dera Xue Mei.


"Ini aneh...! Sejak tadi, mengapa mereka hanya menggunakan senjata dan kekuatan fisik saja?" batin Xue Mei disela-sela gerakannya dalam menangkis serangan lawan.


Apa yang dirasakan Xue Mei memang tepat, mereka tak berniat menggunakan jurus dari tenaga dalam. Ketiga pendekar topeng emas hanya mengandalkan stamina dan kekuatan fisik saja. Sebab, mereka hanya mengulur waktu untuk pendekar topeng emas yang lain mengalahkan rekan-rekan Xue Mei yang terpisah beberapa waktu yang lalu.


Xue Mei yang memiliki basis kekuatan tingkat Pertapa Langit tahap menengah, seharusnya bukan masalah sulit bagi ketiga pendekar topeng emas untuk mengalahkannya dengan cepat jika menggunakan jurus tenaga dalam.


HAWA PEDANG : BAYANGAN KEMATIAN


JDDEERR ... JDDEERR!!


WONGG!!


Ribuan energi berbentuk pedang berukuran normal berwarna ungu transparan muncul dari balik awan dan menghujam dengan kecepatan tinggi ke arah pendekar topeng emas yang masih beradu serangan pedang dengan Xue Mei.


Sontak saja hal itu membuat mereka kalang kabut menangkis energi berbentuk pedang itu yang seakan tidak ada habisnya muncul dari langit. Xue Mei bahkan terkejut dan sempat akan menangkis namun serangan itu nyatanya sama sekali tak mengarah padanya.


"Dia...! Siapa dia? Kenapa dia mau membantuku?" batin Xue Mei melirik kearah atap bangunan sembari melompat mundur menjauh dari para pendekar topeng emas dan Xiao Li yang dibuat sibuk menangkis serangan mendadak tersebut.

__ADS_1


"Kurang ajar...! Ulah siapa ini, berani-beraninya menyerang tiba-tiba...!" geram Xiao Li sambil menebas energi pedang yang menusuk kearahnya.


"Hei, Xiao Li! Jurus ini milik seorang bertopeng anggrek ungu, kami pernah berhadapan dengannya. Berhati-hatilah, jangan sampai terkena sedikitpun atau kau akan mati," kata salah satu pendekar topeng emas yang berada tak jauh dari Xiao Li.


Mereka benar-benar dibuat sibuk sampai tidak menyadari kalau Xue Mei telah berpindah tempat menjauh dari mereka. Menurutnya, itu kesempatan bagus untuk dirinya bisa mengatur napas dan memulihkan energinya, terlepas dari keingintahuan tentang orang yang telah membantunya tersebut.


Lan Lihua langsung mengeluarkan jurusnya begitu sampai ditempat sebelumnya ia mengamati. Setelah berdiskusi singkat dengan Liu Zey, ia memutuskan kembali untuk memastikan firasatnya sebab merasa ada yang aneh sebelum ia beranjak pergi.


Sementara Liu Zey membantu pendekar bertudung lainnya melawan kepungan beberapa pendekar topeng emas tak begitu jauh dari posisi antara pertarungan Xue Mei.


"Gawat...! Kalau begini terus, situasi ini akan semakin sulit? Mereka lama sekali datangnya," gerutu Xiao Wu menyesalkan keterlambatan pasukan, sebelum melesat membantu Xiao Li menangkis serangan energi pedang yang di lepaskan Lan Lihua.


Lan Lihua melompat turun berniat menghampiri Xue Mei setelah memastikan anggota dari aliansi aliran hitam tersebut masih disibukkan oleh serangan jurusnya.


"Terimakasih sudah mau membantuku! Kalau boleh tahu, siapa namamu dan dari sekte mana kau berasal? Aku Xue Mei dari sekte Anggrek Suci," salam Xue Mei mencoba ramah namun juga bersikap waspada.


Lan Lihua menyadari hal itu namun tak mempermasalahkannya, ia tahu benar sifat dasar pendekar memang harus selalu berwaspada apalagi saat masih dalam sebuah pertarungan.


"Lan Lihua! Aku seorang pengelana, bukan bagian dari sekte manapun. Kau tenang saja, temanmu sudah dibantu sahabatku. Sebaiknya, kau pulihkan tenagamu lebih dulu, aku akan membereskan mereka, tunggulah disini!" kata Lan Lihua datar sembari menatap para pendekar topeng emas yang berhasil lolos dari jurusnya. Kemudian ia melompat ke arah mereka sebelum Xue Mei sempat menjawab.


"Wanita ini...! Sangat dingin, bahkan sikapnya lebih dingin dariku. Sungguh, orang yang menarik! Semoga saja dia mau bergabung dengan Aliansi Aliran Putih-Netral, Ketua Jing Yun pasti menyukainya," ujar Xue Mei diselingi senyum tipis sebelum menelan pil sumberdaya penambah tenaga yang memiliki warna hijau.

__ADS_1


__ADS_2