
"Aarrgghh...!"
BOOM!
Tubuh Fen Fang terhempas energi yang dilepaskan Tan Hao diakhir kultivasinya. Meskipun tak mengakibatkan dirinya terhanyut, namun cukup membuat pernapasannya sedikit sesak.
"Kakek, aku berhasil...! Bagaimana menurutmu tentang ini?"
SWOSH!
DDUUARR!
Batu yang di duduki Fen Fang hancur berkeping-keping hanya dengan serangan satu jari Tan Hao, hal itu membuatnya tersentak kaget karena belum siap.
"Kurang ajar! Bocah sialan ... Dimana rasa hormatmu!" seru Fen Fang dalam posisi kepala terjungkal di antara puing-puing batu.
Tan Hao bersikap polos dan tersenyum kecut menyadari kesalahannya, ia tak berniat membuat Fen Fang terjatuh dengan posisi seperti itu. Ia hanya ingin memperlihatkan bagaimana aliran energi dalam tubuhnya bekerja dan mengikuti keinginannya, walaupun Tan Hao sendiri juga tak menyangka kalau batu itu bisa hancur hanya dengan satu jari telunjuknya.
"Maafkan aku, Kakek Fang! Aku tidak sengaja, bagaimana mungkin aku sengaja mencelakaimu seperti ini!" sesal Tan Hao sembari membantu Fen Fang bangkit.
Fen Fang langsung mengatai Tan Hao dengan kata-kata kasar tapi ekspresi wajahnya jauh dari kata marah, sedangkan Tan Hao terlihat seolah seperti anak kecil tengah menunduk dengan polosnya.
Beberapa saat kemudian, Fen Fang menepiskan sebelah tangannya lalu melangkah ke pecahan batu yang agak besar kemudian duduk.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi Ruang Roh-mu? Aku lihat ada perbedaan?" tanya Fen Fang kembali serius.
"Ah, iya! Ruang Roh-ku seperti berkembang, lebih luas dan kuat dari sebelumnya dan juga aku merasa semua yang ada dalam jarak tertentu bisa aku rasakan pergerakannya, bahkan aku bisa merasakan pergerakan semut yang ada dibawah batu yang kau duduki, kek!" jawab Tan Hao sembari melihat kedua tangannya.
Fen Fang mengangguk pelan berulang kali sembari tangannya memegang dagu, sementara matanya seperti mencari sesuatu.
"Tapi aku tidak melihat sama sekali, spirit energimu? Kau cukup pintar menyembunyikannya, bahkan aku pun tak sanggup menemukannya dalam tubuhmu," ujar Fen Fang sambil mengamati Tan Hao yang terlihat lebih cerah aura tubuhnya.
"Ah itu? Ceritanya panjang,"
Tan Hao tersenyum paksa mendengar pernyataan tersebut, terlihat jelas oleh Fen Fang raut wajahnya berubah lain. Disisi lain, Tan Hao tak berniat untuk menceritakannya dan sejenak kemudian dapat dipahami Fen Fang.
Meskipun ada beberapa hal yang tidak ia ketahui, namun Fen Fang tak berniat mencaritahu kejelasannya. Dalam hatinya saat ini cukup merasa senang dan bangga, sebab bisa menemukan dan membimbing seorang Saint murni yang memiliki kualitas tinggi. Bahkan menurut keyakinannya, jauh lebih tinggi dibanding saat dulu dirinya membimbing Yan Mu.
"Hmm ... Baiklah kalau begitu! Sepertinya pagi akan segera tiba, tapi sebelum kita kembali baiknya kau berburu roh hewan buas lebih dulu untuk mengokohkan tingkatanmu yang saat ini masih belum berada di tingkat dasar, Jiwa Roh...!"
Fen Fang lebih menyarankan untuk menyerap roh energi dari hewan buas, sebab saat ini terlalu sulit dan berat bagi Tan Hao jika menyerap roh energi dari hewan spirit diatas tingkatan hewan buas. Lagipula, jika Tan Hao ingin menyerap roh siluman buas tak perlu bersusah payah mencari, sebab di dalam cincin dimensinya terdapat banyak siluman buas tingkat tinggi yang ia bawa dari Pulau Phoenix.
Area padang rumput tersebut dipenuhi oleh hewan buas kelas menengah dan tak butuh waktu lama untuk menemukannya. Fen Fang menemani Tan Hao untuk mencarinya, selain juga mengambil tanaman sumber daya yang diperlukan nantinya.
***
Lan Lihua dan Liu Zey telah mengakhiri pelatihan mereka beberapa saat yang lalu, terlihat dari keduanya yang paling berbeda adalah Lan Lihua. Aura tubuhnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding pelatihan sebelumnya. Sementara Liu Zey terlihat begitu senang dengan kemajuan yang ia peroleh dari senyumannya.
__ADS_1
Keduanya sama-sama berhasil mengalami peningkatan tahap kultivasi mereka. Lan Lihua mampu naik satu tahap sedangkan Liu Zey naik dua tahap. Pertapa Bumi tahap Menengah tak terlalu buruk bagi Lan Lihua yang notabene sebagai seorang ahli obat, yang paling penting adalah peningkatan persepsi jiwa dan juga daya tahan tubuh.
Sementara bagi Liu Zey, Pertapa Cahaya tahap Atas merupakan peningkatan terbaik yang ia capai. Dengan begitu, dirinya cukup yakin kalau mulai saat ini mampu menguasai secara penuh kemampuan dari Busur Bulan.
"Hari sudah menjelang pagi, sebaiknya kau tidur! Aku takut saat kakak kembali, kita sudah harus pergi menyelesaikan semua masalah ini," saran Lan Lihua sembari menepuk pundak Liu Zey, senyuman tipis tercipta meskipun hanya sesaat.
"Ah tidak perlu! Aku tidak merasa lelah, malah aku merasa bersemangat untuk pekerjaan selanjutnya ...." sahut Liu Zey membalas senyuman Lan Lihua.
Keduanya beranjak hampir bersamaan namun berjalan ke arah berbeda, Lan Lihua terlihat ingin keluar kamar sementara Liu Zey menuju meja kecil disamping tempat tidur.
"Paman Bing! Apakah kau tidur?" batin Lan Lihua sesaat setelah menutup pintu kamar dan berjalan ke arah halaman depan penginapan.
"Tidak, Dewi! Ada apa? Apakah ada hal yang akan kau lakukan lagi?" sahut Bing Long dalam pikiran Lan Lihua.
Lan Lihua menghentikan langkahnya ketika telah sampai di tepi kolam kecil yang berada diantara dua bangunan penginapan di halaman depan yang memiliki tempat duduk dari tatanan batu di sekelilingnya.
"Bisakah paman mencari tahu sejauh mana pergerakan orang-orang asing di desa ini? Aku merasakan suasana tak biasa sejak tadi malam! Rasa tenang dan nyaman ini membuatku merasa tak lama lagi akan terjadi sesuatu yang besar. Aku dan Liu Zey tak cukup mampu untuk menghadapinya ketika benar-benar terjadi dan kakak belum kembali," pinta Lan Lihua sambil memandang pantulan bulan di permukaan air kolam.
"Dewi tak perlu khawatir, masih ada aku! Lagipula tak jadi masalah aku penampakan diri, jika mereka semua aku bantai. Tak akan ada yang tahu tentang keberadaanku ...."
"Tidak! Bukan seperti itu, penduduk desa ini sudah pasti tak akan mampu bertahan hidup jika paman menunjukkan diri beserta kekuatan Paman Bing...! Bisakah paman mencaritahu sekarang?" potong Lan Lihua, terlihat ekspresinya begitu serius.
Bing Long menyadari kekhawatiran Lan Lihua, ia bisa memahami apa yang sedang dirasakan Lan Lihua dalam hatinya. Tanpa menjawab, Bing Long keluar dari tubuh Lan Lihua dalam wujud energi berbentuk manusia. Setelah memandang Lan Lihua sejenak, ia menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Biar bagaimanapun, aku tidak akan semudah itu membiarkan orang-orang tak berdosa menjadi korban dari kerakusan mereka. Penderitaan terasingkan dari keluarga dan orang-orang terdekat sudah cukup menyakitkan, apalagi jika sampai ditambah dengan kehilangan anggota keluarga, hmm ...."
Tanpa sadar, Lan Lihua kembali teringat kehidupannya di kota Foshan. Kesulitan dalam pengasingan membuatnya menderita selama bertahun-tahun, meskipun mereka bisa hidup nyaman dan tenang tanpa gangguan tetapi itu bukan poin utama dari penderitaan yang dialami dari rasa kesepiannya.