Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 235 ~ Warisan Berharga


__ADS_3

Patriark Sun Sian tertawa lebar setelah mengenali siapa pemuda di hadapannya itu, ia berkacak pinggang karena terlalu senang.


"Hahaha... Akhirnya datang juga! Hahaha... Akhirnya bintang keberuntungan kembali disaat yang tepat, hahaha....”


Fen Fang mengamati Patriark Sun dengan serius, ia hampir mengira kalau orang yang masih tertawa itu merupakan Sun Goh An, teman masa mudanya yang juga sebagai Patriark Sekte Tujuh Tombak Emas.


‘Dia sama bodohnya dengan si Tombak Licik itu, hampir saja aku salah mengenali orang!’ batin Fen Fang tersenyum kecut, ia terbayang saat bertarung bersama melawan musuh dengan pemilik senjata Tombak Naga Es saat masih sangat muda dulu.


“Sampai kapan Patriark Sun terus tertawa seperti itu?” Tan Hao berekspresi datar dalam berbicara, membuat Patriark Sun Sian menghentikan tawanya seketika.


“Oh maafkan aku, karena terlalu senang sampai lupa diri! Kemarilah, ayo ikuti aku... Kita bicarakan di dalam!” ajak Patriark Sun sambil berjalan lebih dulu.


“Aku ingin tahu, bagaimana kabar Sun Goh An! Apakah dia berada di sekte?” tanya Fen Fang tanpa basa basi saat mereka baru berjalan beberapa langkah.


Pertanyaan itu membuat Patriark Sun menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke arah Fen Fang dengan tatapan tajam.


“Nak, jaga bicaramu! Sungguh tidak sopan memanggil yang lebih tua seperti itu!”


“Ah... Maafkan aku! Maksudku, bagaimana kabar Master Sun Goh An? Apakah dia berada di sekte? Aku Fen Fang dan guruku merupakan sahabat dekatnya....” Fen Fang teringat jika dirinya saat ini memiliki tubuh seusia dengan Tan Hao, untuk itu ia refleks beralasan bertanya mewakili gurunya.


Patriark Sun Sian yang sebelumnya menatap tajam dengan pandangan menyelidik, kini mengubah pandangannya sambil tersenyum tipis.


‘Apa anak muda jaman sekarang selalu blak-blakan seperti ini! Heh... Fen Fang ya! Dia sama mengejutkannya dengan Tan Hao dulu!’ batinnya sambil berbalik badan melanjutkan langkahnya.


Patriark Sun menjelaskan tentang keberadaan Sun Goh An yang merupakan ayahnya, sambil berjalan menuju ke ruangan Pangeran Li Chen An, ia mengatakan jika semenjak menyerahkan posisi Patriark Sekte padanya, Sun Goh An pergi ke Benua Emas.


Selama puluhan tahun bahkan Sun Goh An tak pernah kembali dan hanya tiga kali mengirim pesan lewat Tombak Naga Es yang ia tinggalkan di sekte.


Padahal seperti yang diketahui, bahwa di Benua Emas sama sekali berbeda dengan Benua Perak. Pendekar di sana jauh lebih mumpuni dan hebat dalam pemahaman ilmu.


Bisa dikatakan, menjadi yang terkuat di Benua Perak ketika masuk di Benua Emas belum tentu menjadi pendekar hebat. Bahkan bisa jadi menjadi pendekar biasa-biasa saja.


Meskipun begitu, tak satupun dari Tetua Tombak yang menghalangi keinginan Sun Goh An untuk pergi berpetualang dimasa tuanya. Bahkan Tetua Jing Yun malah mendukungnya, karena itulah Sun Sian selaku keturunan satu-satunya tak diijinkan meninggalkan sekte apapun alasannya.

__ADS_1


“Kabar terakhirnya, dia berada di wilayah Kekaisaran Chu. Aku juga tak mengetahui apa yang dilakukannya di sana! Bahkan ketika aku mengirim pesan untuk memintanya kembali pun sama sekali tak di respon!” Patriark Sun mengakhiri ceritanya tepat di depan pintu ruangan dimana Pangeran Li Chen An berada.


Fen Fang mengangguk pelan mengisyaratkan paham akan jawaban yang diutarakan Patriark Sun.


“Jadi, sampaikan pada gurumu jika Sun Goh An sudah lama pergi dari Benua Perak.”


Tan Hao hanya diam saja karena belum mengenal orang yang dibicarakan keduanya, tapi ia mengetahui kalau orang itu merupakan kenalan lama Fen Fang dan bukan sahabat gurunya seperti yang disampaikan.


‘Untuk apa Tombak Licik itu pergi ke sana? Apakah ia merasa khawatir kejadian itu akan terulang? Bahkan keberadaan Tang Yu saja tak jelas rimbanya saat ini, bagaimana dia menjadi penakut seperti itu!’ batin Fen Fang sambil berpikir.


Patriark Sun langsung mempersilakan keduanya untuk masuk setelah memastikan tak ada pertanyaan lagi dari Fen Fang.


Pendekar berjuluk Tombak Naga Emas itu memperkenalkan Tan Hao dan Fen Fang pada Pangeran Li Chen An.


Biarpun perasaannya sedang tidak bagus, tetapi Pangeran Li Chen An menyambut hangat Tan Hao dan Fen Fang sambil tersenyum ramah.


Ia menerima salam hormat dari Tan Hao sebelum mempersilakan untuk duduk semeja dengannya.


“Ah... Soal itu biarkan Junior Tan Hao yang menyampaikannya sendiri, Pangeran!” jawab Patriark Sun sambil lalu melirik Tan Hao bermaksud memberinya isyarat.


Tanpa basa basi lagi, Tan Hao langsung mengeluarkan tiga benda dari cincin dimensi miliknya. Baik Patriark Sun maupun Pangeran Li Chen sama-sama tidak mengerti maksud Tan Hao, keduanya saling tatap saat tiga benda itu belum nampak jelas wujudnya.


Terpaan sinar matahari sore yang menyusup lewat rongga-rongga jendela membuat suasana begitu serius.


“Aku mendapatkan benda ini ketika bertemu dengan Keluarga Han, menurut mereka ini merupakan kunci sebuah ruangan tertentu, mungkin Pangeran mengetahui soal ini!”


Pangeran Li Chen An terkejut bukan kepalang, bahkan keduanya matanya sampai terbelalak tak percaya melihat benda berbentuk kunci yang di pegang Tan Hao.


“Kunci Harta Perak...! Bagaimana bisa kau mendapatkannya dengan mudah? Kunci ini seharusnya berada di tangan keturunan Klan Iblis Peri! Aku memiliki yang satunya disini,” ungkap Pangeran Li Chen An sambil menunjukkan kalung yang memiliki gantungan berupa kunci berwarna emas.


Tan Hao menoleh ke arah Fen Fang sejenak dan dibalas anggukan ringan. Ia tak menyangka jika pasangan kunci tersebut ada bersama Pangeran Li Chen An, padahal menurut Zhi Ruo kunci yang satunya berada di tangan Bangsawan Han Moon.


Hal yang menambah keterkejutan Tan Hao, Pangeran Li Chen An menyebut Klan Iblis Peri seperti telah mengenal klan itu dengan baik.

__ADS_1


“Aku tak mengira Pangeran Li Chen mengetahui soal Klan Iblis Peri ini!”


“Tentu saja aku mengetahuinya, seharusnya kunci ini ada bersama Zhi Ruo. Anak keturunan Raja Yan Ho dengan wanita dari Klan Iblis Peri! Ini semua rencana dari ibuku, Bangsawan Du Tianxing bekerja sama dengan Bangsawan Han Moon dari Kota Kekaisaran Shao Duan berkhianat pada ayah waktu itu dan membawa kunci ini yang seharusnya dapat menyelamatkan ayah waktu itu....”


Pangeran Li Chen An menceritakan mengenai hubungan yang sebenarnya, Tan Hao sendiri tak menyangkan jika saat itu apa yang dilakukan Keluarga Han merupakan rencana untuk melindungi Pangeran Li Chen.


Tan Hao tak habis pikir bagaimana bisa dirinya hampir mempercayai Zhi Ruo. Ia baru bisa mendengarkan cerita lengkapnya dari Pangeran Li Chen.


“Aku mengerti sekarang...! Jadi pada akhirnya Pangeran yang dikorbankan, dan Keluarga Han yang merupakan anggota keluarga luar masih memiliki kesetiaan pada Pangeran, aku tak menyangka hal itu yang terjadi....”


“Begitulah politik, bahkan Kota Kekaisaran Shao Duan tak bisa disalahkan soal kematian ayah. Kaisar Wang sendiri juga tak seperti tak memiliki niat untuk mengusutnya,”


“... Aku cukup paham soal itu! Lalu harta yang kedua ini, aku dapatkan dari selir Raja Yan! Kristal Penjelajah Waktu! Apakah Pangeran tahu tentang harta ini?”


Tan Hao kembali memastikannya tetapi Pangeran Li Chen menggeleng, “Aku tak mengetahuinya, bahkan baru pertama kali ini aku melihatnya!”


“Bola kristal ini mampu melihat pergerakan dari jarak jauh, ini sama halnya dunia dalam genggaman tetapi hanya memiliki luas yang terbatas dan juga kristal ini memiliki kemampuan untuk mengetahui masa depan! Aku tak begitu paham soal itu, tetapi menurutku ada jarak yang terbatas,”


Patriark Sun Sian tak henti-hentinya merasa takjub dengan Tan Hao, ia merasa selalu saja dikejutkan oleh pemuda itu bahkan ketika ia baru saja kembali setelah sekian lama menghilang.


Tan Hao menjelaskan cara pemakaiannya begitu juga dengan dampak yang akan terjadi jika digunakan terlalu sering. Raut wajah Pangeran Li Chen terlihat lebih cerah dari sebelumnya ketika menerima Kristal Penjelajah Waktu dari Tan Hao.


Dengan adanya harta berharga itu, dirinya bisa mengetahui pergerakan dan rencana apa yang akan dilakukan Pangeran Li Fen An kedepannya.


“Tunggu dulu, ini belum berakhir! Masih ada satu benda lagi yang seharusnya akan membuat Pangeran bahagia!”


Ucapan Tan Hao berhasil membuat Pangeran Li Chen mengerutkan dahi, dalam benaknya benda apa lagi yang akan di tunjukkan Tan Hao. Dua benda sebelumnya saja sudah membuatnya sangat bahagia.


Biarpun ia bisa melihat dengan jelas, tetapi benda yang dimaksud masih terbungkus rapi di depannya.


Tanpa membuang waktu lagi, Tan Hao membuka bungkusan itu dan memperlihatkan isinya. Dan terbukti, bukan hanya Pangeran Li Chen saja yang terkejut hingga tubuhnya sedikit bergejolak tetapi juga Patriark Sun Sian.


Patriark Sun Sian tak bisa menahan keterkejutannya ketika melihat lebih jelas kotak hitam bertuliskan Tang itu, “Kitab Suci Sembilan Surga...! Warisan berharga paling dicari bahkan oleh Kaisar Wang! Ba-bagaimana bisa kau mendapatkannya! Ah... Junior Hao, kau selalu saja mengejutkanku!”

__ADS_1


__ADS_2