Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 174 ~ Pertempuran Hibei 6


__ADS_3

"Tak bisa dipercaya! Wanita ini benar-benar tangguh, bahkan setelah bertarung dengan Panglima Perang Nian Zhen. Tapi senior! Bukankah kau termasuk utusan yang di tunjuk untuk bergabung dalam aliansi, lalu kenapa bisa sampai bertemu wanita ini? Dan sepertinya pertempuran sudah terjadi ...!"


Yan Yu menghela napas beberapa kali sebelum menceritakan semuanya, Xue Mei sendiri mendengarkan dengan cukup serius sampai saat ia menahan senyum ketika ekspresi wajah Yan Yu terlihat seperti anak kecil yang tengah merengek dalam menceritakan soal Die Lin.


Seperti yang diketahui bahwa Xue Mei termasuk pendekar kelas tiga di dalam Asosiasi Menara Emas, sedangkan Yan Yu dan empat orang lainnya termasuk pendekar kelas dua. Setiap kelas terdapat satu pemimpin, Die Lin merupakan pemimpin pendekar kelas dua sejak beberapa tahun lalu menggantikan pemimpin sebelumnya yang tewas dalam misi.


Dalam Asosiasi Menara Emas sendiri, kelas pendekar dibagi menjadi tiga kelas. Masing-masing kelas mendapatkan misi serta tanggung jawab yang berbeda.


Meskipun Xue Mei masih merupakan bagian dari Sekte Anggrek Suci tetapi dirinya telah hampir delapan tahun meninggalkan sekte dan memilih bergabung ke Asosiasi Menara Emas.


Sebagai salah satu pendekar kelas tiga, meskipun kekuatannya bisa disetarakan dengan pendekar kelas dua namun ia enggan untuk naik kelas. Sebab, pendekar kelas tiga bisa dikatakan bebas dari aturan dan tak terikat pada asosiasi. Itu lah sebabnya ia bebas menggunakan berbagai macam identitas ketika menjalankan misi.


Cerita Yan Yu harus terhenti ketika mereka dikejutkan dengan dentuman keras disertai gempa ringan yang terjadi tiba-tiba.


Keduanya sejenak memandang kearah yang sama sebelum akhirnya tatapan mereka terlihat begitu serius.


"Sepertinya aku harus pergi! Bisakah kau membantuku menjaganya? Anggap saja misimu kali ini menjaga mereka dan dia, aku percaya padamu...! Aku pergi!"


Yan Yu menghilang begitu saja sesaat setelah meminta Xue Mei menjaga Liu Zey dan lainnya tanpa mendengarkan jawaban yang tak sempat diucapkan oleh Xue Mei.


'Matriark Zhang...! Apakah kau juga ikut pertempuran ini? Maafkan aku yang pergi tanpa pamit, aku harap matriark tak membenciku,' batin Xue Mei sembari masih memandang arah datangnya suara dentuman yang baru saja mereda.


***


Ditempat lain, Tetua Feiying hampir saja melukai Yin Fen jika saja dirinya lebih cepat satu detik. Tetapi ia harus kecewa sebab Yin Fen mampu bergerak lebih cepat dari gerakan tombaknya, hal itu menyebabkan serangan tombak yang terlapisi energi spirit rajawali merah meleset dan menghancurkan satu bangunan hingga hancur bagai debu.


Beberapa pendekar topeng emas yang melihat hal itu dibuat bergidik hingga mereka kehilangan fokus, pada akhirnya mereka terkena serangan senjata dari beberapa pendekar aliansi yang tak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Sejauh yang terlihat, situasi lebih menguntungkan pasukan aliran putih-netral. Itu terlihat dari banyaknya pendekar yang tewas lebih banyak dari pihak aliansi aliran hitam.


Tetapi untuk kedua orang itu sedikit berbeda, Matriark Zhang Weili memang tak menunjukkan kelelahan namun setiap serangan yang ia lepaskan tak satupun yang mengenai sasaran dan itu berbanding terbalik dengan serangan yang dilancarkan Yin Xiang.


Sementara bagi Tetua Feiying, menghadapi Yin Fen lebih menyusahkan daripada menghadapi seribu pendekar topeng hitam.


'Sepertinya memang harus menggunakan Spirit Energi untuk melawannya...! Ya ... Tidak ada pilihan lain lagi saat ini,' Tetua Feiying mengambil langkah mundur sebelum melepaskan kekuatan Spirit Energinya.


Yin Fen memiringkan kepala melihat gerakan Tetua Feiying, ia mengira kalau gerakan yang dilakukan orang yang ia anggap sebagai pemimpin aliansi aliran putih-netral itu sebagai percobaan untuk melarikan diri.

__ADS_1


"Mau kabur ya...! Oh, tidak bisa! Kau sudah aku bidik sejak tadi, eh!" ujar Yin Fen sebelum melesat kearah Tetua Feiying untuk mencoba menyerangnya.


SPIRIT RAJAWALI : JIWA ROH RAJAWALI MERAH


KWAAK!!


DDUAARR!!


"Ugh...! Kurang ajar?! Jurus apa barusan tadi ... Hng!"


Yin Fen mengumpat keras begitu terhempas beberapa meter setelah serangannya diserang balik oleh sebuah energi berbentuk burung Rajawali Merah. Pandangannya langsung tertuju kearah sesosok Rajawali Merah yang berukuran cukup besar terbang disekitar Tetua Feiying.


Tetua Feiying tersenyum tipis, terlihat tubuhnya seperti terlapisi energi merah yang terasa berbeda dari sebelumnya. Yin Fen kebingungan bercampur geram, sebab saat ini ia merasa kekuatan yang dimiliki Tetua Feiying berada di tingkat berbeda dari yang sebelumnya.


Roh energi Rajawali Merah yang dikeluarkan Tetua Feiying juga menyita perhatian para pendekar yang tengah bertempur, termasuk tetua sekte maupun patriark sekte dalam aliansi aliran putih-netral kecuali Matriark Zhang Weili.


"Heh...! Jangan arogan ... Apa kau kira kau saja yang memiliki kemampuan lain!"


WHONG!!


Yin Fen mengeluarkan energi hitam kemerahan berbentuk seperti wujud iblis. Udara disekitar bahkan terasa memudar ketika Yin Fen terus mengeluarkan energinya, hingga membuat beberapa pendekar dari pihaknya sendiri sesak napas.


"Karena kau sangat arogan! Aku akan menunjukkan padamu kekuatan panglima iblis dari Organisasi Iblis Darah...! Mati kau ...!"


DUAARR!!


WHUNG ... WHUNG!!


BLAARR!! BLAARR!!


"Majulah, aku tak takut!" seru Tetua Feiying sembari menyiapkan diri.


JURUS TOMBAK : JARUM SAYAP RAJAWALI


KWAAK!!


HONG!! HONG!!

__ADS_1


WOSH! WOSH!


BLARR ... BLARR!!


Yin Fen menyerang Tetua Feiying menggunakan energi berwujud iblis yang memegang sebuah tombak pedang, sementara Tetua Feiying menyambutnya menggunakan roh rajawali merah.


Sabetan tombak pedang dari sosok iblis itu bertemu ribuan jarum yang keluar dari kepakan sayap roh rajawali merah yang mengandung spirit energi.


Keduanya memiliki energi yang sangat besar, hingga ledakan pertemuan jurus tersebut terjadi berulang kali sampai membuat gemuruh yang menggetarkan wilayah pertempuran.


"Ini...! Tetua Feiying sedang bertarung melawan siapa? Menggunakan spirit energi sampai seperti ini, setinggi apa kekuatan lawan yang dihadapi?" kata Tetua Jing Yun yang posisinya tak terlalu jauh dari medan pertempuran.


Tan Hao menatap lurus sementara ekspresinya begitu serius. Sama halnya dengan Fen Fang yang juga menatap sesosok energi berwujud iblis yang memiliki ukuran lumayan tinggi besar.


'Iblis...! Siapa orang yang memiliki kekuatan itu,' Tan Hao langsung mengaktifkan mata dewa untuk melihat lebih jelas.


"Hao Hao...! Kurasa dia salah satu orang dari Organisasi Iblis Darah! Aku tak tahu siapa tapi aku yakin itu kekuatan dari salah satu dari Tujuh Panglima Iblis," bisik Fen Fang mencoba memberitahu Tan Hao.


Mendengar hal itu dan juga penglihatan yang ia tangkap dari matanya membuat Tan Hao mengeram datar.


"Ya! Kau benar kakek! Sebelumnya, aku pernah berhadapan dengan panglima iblis lainnya. Ayo kita bergegas," pinta Tan Hao sebelum menambah laju terbangnya dengan memanfaatkan ledakan energi tubuhnya yang kemudian diikuti Fen Fang.


Tetua Jing Yun meminta Lian Ho dan Yao Yuen pergi ke sisi arah berbeda dari yang Tan Hao dan Fen Fang tuju, sementara dirinya sendiri mengarah ke sisi lainnya.


Efek ledakan masih belum menghilang tetapi terlihat dari balik gumpalan asap, Tetua Feiying terengah-engah. Sementara roh rajawali merah kehilangan sebelah sayapnya.


"Kau bukanlah lawanku, sialan! Mati kau!"


BLAARR!!


Yin Fen tertawa penuh kemenangan setelah menyerang kembali Tetua Feiying, tetapi sesaat kemudian tawanya menghilang.


"Lalu siapa lawanmu? Aku ingin tahu, selain Ming Yin dan Yin Zhu ternyata masih ada saja orang idiot sepertimu, heh!"


Yin Fen terdiam sembari menatap tajam, entah apa sebabnya tetapi tubuhnya seperti gemetar kecil.


'Siapa orang ini...! Hanya dengan satu jari? Hanya butuh satu jari saja ... Luar biasa,' batin Tetua Feiying terkejut sampai kedua matanya membelalak lebar.

__ADS_1


__ADS_2