Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 58 ~ Kebenaran Alam Dunia


__ADS_3

Tan hao telah melihat ribuan adegan yang ditampilkan Cermin Besar tersebut. Berulang kali juga ia terkejut dan hanya mengelengkan kepala ringan karena tanpa mampu berkata apa-apa.


Semua adegan yang Tan Hao lihat berkaitan dengan awal dunia dan siapa penguasa sesungguhnya. Ketika ia melihat seseorang yang ditampilkan di Cermin, Tan hao menoleh pada Dewi LianHua berharap ia mengatakan siapakah orang itu namun Dewi LianHua hanya tersenyum tipis. Membuat Tan hao hanya tersenyum kecut dan kembali melihat adegan selanjutnya.


Ribuan adegan yang telah Tan hao lihat tidak ada satupun yang ia pahami atau mengerti. Sebab adegan yang ada hanya berisi potongan-potongan kecil tanpa ada penjelasannya.


Baru setelah menampilkan sebuah adegan pertarungan antara dua orang dan terlihat sosok wanita muda sedang duduk bersila di sebuah puncak gunung menghadap arah pertarungan kedua orang itu. Tan hao mengerutkan dahi nya mencoba mengingat siapakah mereka, namun Tan hao tak bisa dengan jelas mengenalinya.


Dewi LianHua akhirnya membuka mulutnya setelah diam selama ini.


"Yang wajahnya mirip denganmu, seharusnya kau mengenalinya, bukan,-!!"


Tan Hao tersentak kaget dan terdiam sejenak dengan senyum kecil di bibirnya.


"Ya aku kenal, dia adalah Ayahku. Dan kurasa wanita yang disana itu adalah ibuku. Apakah aku benar??"


Dewi LianHua tersenyum dengan mengangguk ringan kemudian memperjelas tampilan yang terlihat dengan sekali gerakan tangan.


"Kau juga pastinya kenal dengan lawannya bukan,-!"


Tan hao menyipitkan mata berusaha melihat dengan jelas bersamaan dengan mengingat tentang orang yang ditunjuk Dewi LianHua, Namun Tan Hao hanya menggeleng pelan sesaat kemudian.


"Aku tak mengenalinya atau mungkin aku tak pernah bertemu dengannya sejauh yang kuingat."


Dewi LianHua tak mengatakan apapun lagi dan hanya menatap Cermin besar itu dengan tenang.


Tan hao melakukan hal yang sama. Keduanya menyaksikan pertarungan dua orang yang mempunyai kemampuan dahsyat, dampak dari pertarungan itu bahkan meluluhlantakkan daratan yang ada dan menghancurkan gunung-gunung kecuali satu gunung dengan puncak tertinggi yang didiami sosok wanita muda.


Pertarungan keduanya membuat Tan hao merasa kemampuan yang dimilikinya hanya sama dengan seujung kuku dari keduanya. Ia menghela nafas pelan bersyukur bahwa itu terjadi ratusan bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu.


Tan Hao tersenyum kecut ketika melihat orang yang dikenali sebagai ayahnya menggunakan teknik pedang surgawi yang juga ia miliki. Namun berbeda bentuk pedang yang digunakan.


"Ah begitu angkuhnya aku selama ini. Teknik pedang surgawi yang ku pelajari ternyata tidak lebih dari secuil keseluruhan teknik yang ada." kata Tan hao dalam batin.


Sudah ribuan kali dua orang itu bertukar jurus dan serangan yang semua dampaknya sangat mengerikan, jika itu terjadi di daratan yang dihuni manusia sudah pasti ada milyaran manusia tewas ditempat akibat terkena dampak semengerikan itu.


Tan hao berfikir pertarungan itu pasti terjadi di dunia lain atau mungkin alam dewa. Jadi ia tak terlalu bersikap cemas atas pertarungan keduanya.

__ADS_1


Terlihat keduanya seimbang, sama-sama terluka yang cukup parah. Sesaat kemudian Tan hao berhasil mengenali sosok yang dimaksud Dewi LianHua ketika sosok orang itu merubah dirinya.


Tan hao terkejut dengan rasa geram sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Dewa Raja Naga, Long Wang,-"


"Yahh, kau baru menyadarinya sekarang. Bukankah yang membuatmu hampir mati juga dia. Aku sedikit kecewa akan kecerdasan dan ingatanmu, aihh." Dewi LianHua menimpali perkataan Tan hao cepat.


Dewi LianHua bisa melihat dan merasakan amarah yang terpendam dalam diri Tan hao. Dengan menggeleng kepala pelan, ia memutuskan untuk menyudahi adegan yang belum memperlihatkan siapa pemenangnya dan apa yang terjadi pada keduanya. Hanya dengan sekali gerakan tangan ringan, cermin besar tersebut kembali kosong seperti semula dan menyusut cepat kemudian menghilang.


"Dewi,-"


"Sudah cukup kau melihatnya, Alasan kau berada disini bukan untuk memupuk sebuah dendam dan amarah."


Tan Hao mencoba mempertanyakan kenapa tidak dilanjutkan tetapi belum sempat ia mengatakan Dewi LianHua berhasil membuatnya terdiam dalam hening sambil menundukkan kepala.


"Sesuatu yang kau sebut keadilan sebenarnya tidak lebih dari bualan manis membenarkan dendam dan amarah mengambil alih tindakan atas dasar kedamaian. Manusia diberikan kemampuan dan kekuatan hanya tau sebagai alat pembuat kedamaian tanpa tau tujuan yang sebenarnya. Apakah itu kedamaian? Apakah itu Alam Dunia? Apakah itu Keadilan?. Sifat manusia tidak bisa lepas dari keduniawian setinggi apapun ilmu dan kekuatan yang dimiliki. Bahkan Alam Dunia pun menangis akibat tindakan Manusia yang menjadikan sebuah pertarungan sebagai jalan perdamaian."


Tan Hao hanya terdiam dalam ketidaktahuannya, raut wajahnya begitu rumit mendengarkan perkataan Dewi LianHua. Tan hao tidak tau harus menjawab apa dan bersikap bagaimana. Sebab Tan hao menyadari bahwa selama ini ia telah salah jalan dalam menciptakan kedamaian itu sebabnya ia gagal dengan tragis dan hampir mati bahkan sebelum ia memulai.


Dewi LianHua melanjutkan kembali penjelasannya tanpa menunggu sikap dari Tan hao.


Sekali lagi Tan Hao tak mampu mengatakan apapun dari penjelasan yang diutarakan Dewi LianHua, ia menyadari betul bahwa semua itu adalah benar.


"Baiklah, sudah cukup aku mengatakan itu. Sekarang aku akan menjelaskan tentang kebenaran Alam Dunia. Simpan rasa sesalmu dan kuatkan hatimu, itu tugasmu nanti untuk menemukan jawabannya."


Tan Hao hanya mengangguk pelan tanpa berkata apapun, ia dengan pikiran yang masih rumit mencoba mengendalikan diri. Tan hao merasa bahwa kehadiran Dewi LianHua merupakan sebuah takdir yang akan memberikannya sesuatu yang sangat penting, jadi ia berfikir setiap ucapan dan penjelasan yang diutarakan Dewi LianHua pasti mempunyai maksud dan arti yang begitu dalam.


Dengan tenang dan sopan kemudian Tan hao memutuskan untuk duduk bersila dihadapan Dewi LianHua, dirinya merasa kurang pantas jika masih berdiri sementara sang dewi tengah duduk.


Senyum kecil Dewi LianHua mengawali penjelasannya mengenai Alam Dunia yang ia maksud setelah melihat kesopanan yang ditunjukkan Tan Hao.


Dewi Teratai menjelaskan bahwa Alam Dunia di bagi menjadi tiga dan di pisahkan oleh awan di langit dan gunung yang menjulang sebagai pondasi ketiga alam.


Alam pertama bernama Alam Bumi yang juga dimana Tan Hao berada dengan kemampuan manusia yang dimiliki adalah yang paling rendah dan di pimpin oleh Dua Kaisar dan Empat Raja.


Alam kedua bernama Alam Langit yang merupakan Alam Batas, dihuni oleh manusia yang disebut Petarung Saint. Para Saint ini memiliki kekuatan diatas rata-rata, yang juga memiliki basis kultivasi tersendiri dan sangat berbeda dengan basis yang digunakan oleh Manusia Alam Bumi. Mereka menyebutnya Spirit Energi. Sedangkan Manusia alam bumi menggunakan tenaga dalam.

__ADS_1


Alam Ketiga bernama Alam Cahaya 12 yang merupakan tempat tinggal asli suku Naga Suci. Manusia disana disebut Li Mun. Darah Naga yang ada pada tubuh mereka merupakan kehendak langit yang membuat kemampuan mereka sangat hebat. Mereka menggunakan basis kultivasi yang disebut Qi Jiwa.


Manusia yang berada di alam bawah atau alam bumi dapat naik ke alam langit setelah ia mampu menerobos batas Kultivasi tertinggi yaitu Alam Dewa Surga. Namun, meski telah berhasil naik, kemampuan mereka yang luar biasa hebat ketika di alam bumi akan menjadi kemampuan paling rendah dan lemah di Alam Langit.


Juga sebaliknya, Saint yang turun ke alam bumi selain ia melawan kehendak langit, ia juga akan menjadi bagian dari para iblis. Kekuatan mereka bisa dikatakan melampaui pencapaian manusia alam bumi. Tapi, dalam sejarah satu juta tahun tidak pernah ada satu pun Saint yang pernah turun. Selain karena tak ingin melawan kehendak langit juga karena mereka mempunyai pemikiran bahwa para manusia alam bumi tidak lebih dari kumpulan para petani dan peternak rendahan.


Para Saint ini lebih mengutamakan untuk mencapai tingkat tertinggi kultivasi mereka dan berharap dapat naik ke Alam Cahaya 12.


Dewi LianHua menghela nafas pelan kemudian melihat Tan Hao. Khawatir bahwa Tan Hao belum mencerna dengan benar informasi penting ini.


Namun, sikap yang ditunjukkan Tan Hao sangat antusias. Terlihat jelas raut wajahnya menyimpan rasa penasaran dari kelanjutan penjelasan yang disampaikan Dewi LianHua.


Dewi Teratai cukup senang dengan rasa haus pengetahuan dari Tan hao. Kemudian ia melanjutkan penjelasannya.


"Ayah dan ibumu merupakan Petarung Saint yang mampu menerobos tingkat tertinggi, mereka berdua merupakan saudara satu guru. Tapi pengecualian untuk ibumu, dia merupakan keturunan dari Saint dan Li Mun.


Ibumu di lahirkan di Alam Cahaya 12 kemudian dikirim ke Alam Langit oleh orang tua mereka sebab saat itu mereka mempunyai masalah wilayah dengan penguasa lainnya. Sedangkan ayahmu adalah keturunan asli dari manusia Alam Langit.


Mereka berdua dididik dan dibesarkan oleh orang yang sama. Ketika ibumu ingin melahirkanmu, dia menciptakan Kura-kura hitam di Alam Bumi. Orang tuamu merasa kau akan aman jika tumbuh besar di Alam Bumi.


Setelah melahirkanmu, mereka mengutus salah satu anggota keluarga luar yang merupakan orang kepercayaan mereka untuk mengurusmu. Bersamaan dengan itu, ibumu juga menciptakan Lima kitab dewi suci. Alasan sederhananya, kelima kitab itu menyimpan kekuatan dan basis kultivasi milik ibumu jika menjadi satu, tapi jika di pelajari terpisah maka akan berbeda hasilnya. Ibumu ingin kau mencari kelima kitab itu dan mempelajarinya.


Sedangkan Ayahmu ketika menjemput ibumu juga menciptakan benda dewa, yaitu Tujuh Senjata Dewa. Tujuan ayahmu juga sama dengan ibumu.


Kau pasti tidak pernah mengira jika pulau tempat dibesarkanmu dan memiliki sumber daya lengkap adalah seekor kura-kura hitam,bukan,-!! Dan ibumu juga telah menyiapkan seekor Hewan Spirit di dalam pulau itu untuk kau miliki sebagai basis kultivasimu."


Tan hao menaikkan alisnya ketika mendengarkan kelanjutan penjelasan Dewi LianHua. Tubuh Tan Hao pun sedikit bergetar mengetahui cerita lengkap dari asal muasal dirinya.


Kemudian ia tersadar jika telah melupakan keberadaan seekor hewan spirit yang dimaksud. Dengan tersenyum kecut Tan hao menunduk dan berkata.


"Sebenarnya aku telah menyerap dan bersatu dengannya. Dia bernama Ye yuan, Gagak Raja Langit. Tapi beberapa hari sebelum ini, dia menghilang entah kemana, meskipun aku masih bisa merasakan kekuatannya mengalir dalam tubuhku tapi aku tak pernah bisa menemukannya."


Dewi LianHua tertawa kecil sambil menutupi bibir dengan sebelah tangannya.


"Ahaha.. Oh aku lupa soal ini, bukan dia yang hilang tapi dirimu. Maaf..aku lupa mengatakan tentang ini."


Tan Hao mengerutkan dahi, mencoba untuk memahami maksud ucapan Dewi LianHua. Namun ia tak bisa memahami kata "Hilang" yang di katakan.

__ADS_1


Ekspresi Tan hao berubah-ubah seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat. Dan Dewi LianHua masih tertawa kecil dengan itu membuat Tan hao semakin bingung.


__ADS_2