Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 153 ~ Bersama Fen Fang


__ADS_3

Setelah beberapa percakapan singkat terjadi, Tan Hao menyodorkan sebutir pil kepada Sui Jiu. Ekspresinya yang terlihat yakin membuat Sui Jiu kebingungan. Di lain sisi, Fen Fang seperti tak menghiraukan mereka dengan menikmati seguci arak yang entah darimana ia dapatkan.


"Ini...! Bukankah ini Pil Yin Yang? Apa maksud Tuan Muda?" tanya Sui Jiu heran, sementara matanya tertegun melihat pil tersebut.


"Untukmu! Aku yakin, kau tahu khasiat dan kegunaan pil sumber daya ini," jawab Tan Hao sembari tersenyum.


"Tapi ...."


"Tidak ada tapi! Terima dan gunakanlah, karena setelah ini aku mau kau antarkan sesuatu untuk seseorang!" sahut Tan Hao seraya menyodorkan pil yang ia racik bersama Lan Lihua tersebut.


Sui Jiu sempat ragu menerima pemberian Tan Hao tersebut, sebab ia tahu benar betapa berharganya pil itu selain juga khasiatnya untuk kultivasi tenaga dalam. Tetapi setelah melihat reaksi dan ekspresi Tan Hao padanya, membuat Sui Jiu akhirnya menerima pemberian tersebut dengan suka cita namun tak ia tunjukkan.


"Kakek Fang!"


"Iya, aku tahu! Ayo kita berlatih ke tempat itu. Gadis baik, ikuti kami," sahut Fen Fang sambil meletakkan guci arak yang telah kosong tersebut sembari berdiri dan berjalan ke muka pintu.


Sui Jiu melihat mata Tan Hao seolah ingin bertanya namun hanya dibalas dengan anggukan ringan, sebelum setelahnya melesat santai mengikuti Feng Fang yang telah pergi lebih dulu. Tanpa pikir panjang lagi, Sui Jiu pun berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh mengikuti Tan Hao dan Feng Fang.


Dalam laju larinya pun, Sui Jiu memandang Tan Hao dan Fen Fang bergantian. Cukup banyak pertanyaan yang ada dibenaknya, namun sepertinya mulutnya tak mampu untuk berkata-kata. Ia tak tahu harus bagaimana lagi memandang pemuda yang melayang tak jauh darinya itu, selama ini dirinya cukup banyak tahu mengenai situasi dunia politik dan juga dunia persilatan.


Pekerjaan gelap sebagai pembunuh bayaran membuatnya mau tidak mau secara perlahan mengerti situasi kerajaan maupun kekaisaran saat ini. Dalam hatinya ia merasa bersalah, walaupun tidak menerima misi pembunuhan yang melibatkan orang tidak bersalah. Namun, ia tetaplah mengingkari janjinya pada Tan Hao beberapa tahun lalu untuk tidak lagi masuk dunia gelap.


Tak berapa lama, mereka sampai di tempat dimana Tan Hao dan Fen Fang sebelumnya berada. Padang rumput luas yang seolah terhampar tanpa ujung berada di depan Sui Jiu, membuatnya terkejut bukan main. Reaksinya nampak tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Pandangan Sui Jiu tertuju ke seekor hewan yang memiliki badan cukup besar, memiliki tanduk dan wajah berbentuk mirip manusia. Hewan tersebut juga tanpa sengaja memandang ke arah Sui Jiu, namun terlihat sorot matanya tak menunjukkan kemarahan ataupun terusik dengan kehadirannya.

__ADS_1


"Tuan Muda! Ini tempat apa? Apakah ini taman surga atau tanah berharga? Begitu banyak sesuatu yang bernilai tinggi dan juga ... indah!" tanya Sui Jiu yang masih tak berkedip melihat pemandangan di hadapannya.


"Menurut sejarah yang ada, kemungkinan tempat inilah yang dimaksud dengan Tanah Surga! Tetapi aku juga belum bisa memastikannya, aku sendiri pun baru dua kali ini melihat tempat ini," jawab Tan Hao sembari memainkan dagunya.


Sui Jiu mengangguk pelan, kemudian berjalan kearah padang rumput tersebut. Pandangannya kesana kemari mengamati kondisi sekitar. Namun belum sempat ia melangkah lebih jauh, Fen Fang memperingatinya dengan sedikit berteriak.


"Berhenti! Jangan coba melangkah lagi, atau kau akan mati!"


Peringatan tersebut berhasil membuat Sui Jiu berhenti seketika sebelum sebelah kakinya menginjak tanah, kemudian ia melangkah mundur.


"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Sui Jiu sembari menoleh.


Fen Fang melompat dari atas dahan pohon kemudian berjalan mendekati Sui Jiu. Tan Hao pun menguntitnya dari belakang.


CTAARR!!


Tanpa banyak bicara, Fen Fang mengeluarkan koin emas seperti saat di menara, kemudian melempar koin tersebut yang sebelumnya ia aliri tenaga dalam.


BLAARR!!


SWOSSHH


Sui Jiu maupun Tan Hao kaget bersamaan oleh ledakan kecil tersebut. Tetapi mereka menyadari hal itu menyebabkan pelindung tak kasat mata yang melindungi area padang rumput itu tersingkap walaupun tak terlalu lebar. Hanya cukup seukuran tubuh manusia untuk bisa melangkah lebih jauh.


"Ayo pergi! Tak perlu membuang banyak waktu, atau kita akan kehilangan banyak hal penting lainnya," ajak Fen Fang kemudian berjalan lebih dulu.

__ADS_1


Tan Hao cukup penasaran dengan pelindung tak kasat mata tersebut. Bukan tanpa sebab, bahkan sekelas Fen Fang yang memiliki kekuatan di atasnya tak bisa menghancurkannya dan hanya bisa sebatas membuat lubang sementara.


Dalam hatinya, Tan Hao merindukan Ye Yuan. Sudah hampir seminggu ia tak punya lawan bicara atau teman berdiskusi. Padahal selama ini, hanya Ye Yuan lah yang menjadi teman bicaranya kala memikirkan tentang sesuatu. Tan Hao menatap langit sesaat sebelum ia melangkah mengikuti Fen Fang.


"Sampai kapan kau akan ada disana? Tak lama lagi aku akan berurusan dengan sesuatu yang rumit dan juga mungkin lebih kuat, kuharap kau akan kembali disaat yang tepat," batin Tan Hao sejenak, sambil menatap langit dengan serius.


Sui Jiu berulang kali terpana melihat disekelilingnya terdapat banyak tanaman sumber daya yang berkualitas tinggi, disamping terdapat juga beberapa siluman buas yang tak terganggu dengan kehadiran mereka.


Keduanya berjalan tenang mengikuti Fen Fang dari belakang, sementara Tan Hao terlihat sedang mengamati sekitar area menggunakan mata dewa. Tak lupa juga ia sedikit berwaspada pada sesuatu yang ia rasakan sesaat lalu, hawa jahat setipis udara seperti mengintainya.


"Baiklah! Aku rasa disini tempat yang cocok untuk kalian berlatih," ujar Fen Fang santai sambil mencoba duduk disebuah batu hitam berukuran tak terlalu besar.


"Berlatih sekarang? Bukankah sebentar lagi malam akan segera tiba? Tidakkah lebih baik kita mencari tempat berlindung yang aman, aku merasa tempat ini penuh dengan siluman buas yang cukup kuat," sahut Sui Jiu sambil memandang kearah matahari terbenam sebelum menoleh ke area sekitar.


"Tempat paling aman adalah alam terbuka, dimana kita bisa melihat semuanya tanpa terhalang. Rasakan energi alam yang ada disini, dan mulailah ...!" terang Fen Fang sejenak kemudian mengambil seruling yang terselip di pinggangnya.


Sui Jiu tak melanjutkan lagi pertanyaannya sebab dalam benaknya berpikir memang tak seharusnya mengkhawatirkan sesuatu yang harusnya bisa terkendali dengan cukup baik, ia segera melakukan seperti yang disarankan Fen Fang.


Energi Alam memang terasa begitu padat, lebih padat dari area diluar padang rumput tersebut. Hal itu dapat terlihat dari rasa tenang dan nyaman beberapa siluman buas yang tak jauh dari tempat mereka berada.


"Sekarang waktu yang tepat untukmu mengkonsumsi Pil Yin Yang! Aku akan membantumu menyeimbangkan energi yang ada pada tubuhmu," saran Tan Hao sembari duduk bersila dibelakang Sui Jiu.


Fen Fang mulai memainkan nada menggunakan seruling iblis, hembusan angin yang tak terlalu kencang membuat alunan musik dari pusaka iblis tersebut kian terasa mengalun merdu menenangkan siapapun yang mendengar bahkan beberapa siluman buas di dekat mereka terlihat begitu senang dengan nada tersebut.


"Pil ini aku racik khusus untukmu! Aku akan bantu prosesnya, fokus dan persiapkan dirimu. Sudah saatnya kau memiliki daya tahan yang lebih tinggi serta stamina yang tetap terjaga," terang singkat Tan Hao sebelum Sui Jiu menelan pil tingkat tujuh tersebut.

__ADS_1


Apa yang dilakukan Tan Hao bertujuan untuk kembali membangkitkan Dewi Empat penjuru, dan dimulai dari Sui Jiu. Firasatnya mengatakan jika selepas urusan di Hibei tuntas, ada masalah lain yang jauh lebih buruk dan tak bisa ditebak. Meskipun saat ini dirinya juga membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali berlatih setelah beberapa hari tersendat, tetapi ia berpikir kalau lebih baik membantu Sui Jiu terlebih dahulu dan lalu memintanya untuk kembali pulang. Setelah itu, dirinya bisa dengan tenang untuk kembali berlatih bersama Fen Fang atas perjanjian sebelumnya.


__ADS_2