
Ye Yuan terperangah ketika melihat jurusnya diserap pedang sabit matahari beserta seluruh dampak percikan ledakan petir yang menyambar kesegala arah. Dalam hitungan detik, jurus hebat yang mengandalkan energi alam terserap habis hingga hanya menyisakan asap ringan.
"Kurang ajar! Pedang itu? Sebenarnya pedang apa itu? Seharusnya pedang iblis tak sekuat itu, lalu makhluk terkutuk ini? Bagaimana bisa mengontrolnya ... Hmm?"
Zhi Shen tertawa lantang sesaat setelah situasi kembali normal. Tawa yang membuat siapapun yang mendengar, pasti akan merasa kesal.
"Kakak Ye! Kemari ... ." lirih Tan Hao memanggil.
"Ya! Bagaimana? Apa kau sudah menemukan celah?" tanya Ye Yuan setelah mengubah bentuk ke wujud manusianya.
Ye Yuan melirik pedang yang Tan Hao pegang, ia menaikkan sebelah alisnya ketika pedang tersebut bergetar pelan.
"Apa kau ingat dengan Long Wang?"
"Tentu saja! Bukankah dia yang mendiami pedang terkutuk itu dan mengaku sebagai raja naga? Aku tak akan pernah lupa ... Lalu apa maksudmu?" tanya balik Ye Yuan seakan tak memahami maksud Tan Hao.
"Aku merasa Long Wang hanyalah sebuah energi yang entah bagaimana terserap pedang itu lalu mendiaminya! Kabar buruknya, makhluk sebenarnya yang menyatu dengan pedang itu adalah dewa iblis neraka, menurut kitab 1000 kehidupan. Diyu Zhi Shen menggunakan jiwa manusia serta energi kehidupan untuk meningkatkan kekuatannya dan bahkan bisa membentuk tubuhnya kembali ... ."
Ye Yuan tersentak, raut wajah yang tak dapat dipahami terlihat dari Tan Hao yang tiba-tiba berhenti memberi penjelasan.
"Lalu apa?" tanya Ye Yuan sembari memutar tubuhnya mengamati Zhi Shen yang masih sibuk tertawa sambil menyerap energi hitam yang dikeluarkan pedang sabit matahari.
"Pedang itu hanya salah satu dari tiga pusaka dewa iblis. Yang artinya, keberadaan tujuh pusaka dewa bukan hanya sebagai penyeimbang dunia ataupun memulai ulang dunia. Hmm ... ."
"Sejak kapan pusaka itu ada? Selama aku berada di alam dunia ini tak sekalipun aku mendengar tentang kekuatan asli ketiga pusaka iblis yang kau maksud?"
"Abaikan yang lainnya! Untuk sekarang fokuslah pada musuh dan jangan bertindak sembarangan. Apa kau paham, Kak Ye?"
Tan Hao melirik pedang yang terus bergetar ringan di genggamannya kemudian memberi arahan sekali lagi pada Ye Yuan.
__ADS_1
Tan Hao meminta Ye Yuan bertarung dalam wujud manusianya, walaupun ia tahu dalam wujud itu Ye Yuan tak bisa mengerahkan seluruh kemampuannya. Namun, Tan Hao sadar benar jika Ye Yuan menggunakan wujud asli maka akan semakin menarik perhatian pemilik pusaka iblis lainnya.
Kekuatan kehidupan yang dipancarkan Gagak Raja Langit setidaknya dapat dirasakan hingga setengah wilayah alam dunia dan hal itu akan berdampak buruk baginya untuk mencari pecahan pasangannya yang lain.
Awalnya Ye Yuan menolak namun segera terdiam ketika Tan Hao menjelaskan secara rinci keputusannya.
"Baiklah ... Aku mengerti!" tukas Ye Yuan singkat kemudian melompat, lebih dekat dengan posisi Zhi Shen yang baru saja usai menyerap energi hitam dari pedang sabit matahari.
"Apa kau sudah kenyang! Iblis terkutuk?"
Zhi Shen berhenti tertawa, kemudian melotot tajam.
"Cuih! Makhluk rendahan berani mengolokku, daripada mati mengenaskan lebih baik menurutlah dan berikan energimu padaku ... Heh hehe,"
Ye Yuan mendengus kasar hingga menciptakan hembusan asap dari hidungnya.
"Omong kosong?!"
Keduanya bertarung diudara dalam gerakan yang cukup cepat, terlihat kilatan cahaya serta gemuruh suara pertarungan mereka begitu mencekam terdengar di langit malam.
"Bagaimana bisa dia sekuat ini? Bahkan jika aku hanya memiliki setengah kekuatan, seharusnya aku masih lebih diuntungkan! Tapi dia? Seperti seluruh kehendak alam terserap tubuhnya," Ye Yuan berbicara dalam batin sembari masih beradu serangan dengan Zhi Shen.
Ye Yuan melepaskan jurus demi jurus dengan tingkat kekuatan semakin tinggi. Dampaknya sangat terlihat, bahkan beberapa kali menggetarkan tanah disekitar area pertarungan keduanya. Bola-bola cahaya dan kilatan petir ungu menyambar ke segala arah menjadikan langit seperti terjadi badai halilintar di atas awan hitam.
Sementara disisi lain, Zhi Shen beberapa kali menyeringai kejam. Menunjukkan betapa percaya dirinya tinggi dalam menghadapi berbagai serangan yang dilepaskan Ye Yuan. Hanya dalam kurun waktu satu tarikan nafas, ia mampu menahan puluhan jurus Ye Yuan.
Pertarungan keduanya telah lebih dari dua jam berjalan, namun tak menunjukan tanda-tanda akan berakhir. Intesitas kilatan petir bertambah tinggi menandakan keduanya semakin meningkatkan kekuatan mereka.
Sementara Tan Hao hanya menyaksikannya dari bawah, ia lebih terfokus pada pedang sabit matahari yang sejak tadi hanya berdiam diri namun memancarkan energi hitam yang pekat.
__ADS_1
Beberapa kali ia mencaritahu serta memahami apa yang terjadi dan apa yang dimiliki pedang iblis tersebut. Bahkan ia juga sempat membandingkan tegangan spirit yang keluar dari pedang dewa surgawi.
Tan Hao telah menghabiskan waktu satu tahun di dalam ruang roh menggunakan inti jiwanya hanya untuk membaca kitab 1000 pengetahuan. Namun, hanya sedikit saja yang bisa ia temukan.
Meskipun telah menyatu dalam diri Tan Hao, sampai saat ini bahkan ia memerlukan waktu minimal satu kali tarikan nafas untuk mencari satu informasi. Kitab 1000 kehidupan berbentuk lembaran berbagai ukuran dengan tulisan tinta merah mengambang di dalam ruang roh Tan Hao. Informasi yang terkandung memang mencakup seluruh bumi dan langit, namun mereka memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda. Dari mulai sederhana, ringan hingga informasi mengenai dimensi dan waktu. Itulah sebab mengapa Tan Hao tak langsung menemukan.
Pedang sabit matahari merupakan informasi yang berada dalam tingkat dimensi, sesuatu yang sebanding dengan ranah dewa. Bahkan itu tak lebih baik dari informasi pedang dewa surgawi miliknya. Membuat Tan Hao tersenyum kecut menyadari kemerosotan pemahamannya.
"Huff!! Sepertinya memang dengan cara kasar untuk menghadapinya? Aku harus berterimakasih pada Senior Tiandou karena memilih tempat yang jauh dari kota maupun desa!" desah Tan Hao yang baru saja tersadar dari kondisi rohnya. Ini merupakan kali pertama ia mengunakan teknik tersebut. Walaupun hampir sama dengan teknik membelah diri namun cara kerja membelah inti jiwa adalah hal berbeda.
"Apa kau mau membantuku! Atau hanya bergetar tak bermakna seperti itu?" gerutu Tan Hao kemudian, sembari melirik pedang di genggamannya yang sedari tadi tak berhenti bergetar.
"Oh tidak?!"
Tan Hao terkejut ketika pedang sabit matahari mengeluarkan pusaran hitam yang terlapisi roh gelap. Kekuatan yang mengerikan tersebut meluas, raungan roh gelap menggema cukup jelas. Bahkan siapapun dalam radius jangkauan suaranya pasti akan merinding ketakutan mendengarnya.
"Ye Yuan? Ah sial ...."
Tan Hao mengumpat dalam hati, dengan tergesa-gesa ia melempar pedang dewa surgawi ke langit bersamaan dengan ledakan pusaran hitam tersebut yang mengarah pada Ye Yuan.
"Tidak sempat lagi?!" pekik Tan Hao yang masih menggunakan mata dewa.
Kecepatan lesatan pedang dewa surgawi memang sangat cepat namun kalah jangkauan jarak. Menyebabkan Tan Hao tanpa pikir panjang mengeluarkan Aura Dewa, meskipun tidak dapat menghentikan ledakan pusaran gelap tersebut namun cukup untuk memberikan waktu pedang dewa surgawi untuk sampai lebih awal.
**********
Selamat Malam pembaca, bagaimanakah kabar kalian hari ini? Kuharap baik dan sehat selalu. Oh iya, kenapa kok lama gak update? Begini, Saya mengalami pertempuran panjang dengan kesibukan ditambah kemalasan. Butuh waktu berminggu-minggu hingga saya memenangkan pertempuran tersebut. Orang-orang terdekat memacu semangat saya lagi setelah lama tidak menulis. Saya hanya ingin berterimakasih atas dukungan kalian dan yang tidak mendukung tidak terimakasih, hehe bcanda. Akhir kata, Saya Kembali.
Jangan lupa like vote serta komen ya!! Sebagai pemacu semangat saya kedepannya. Nantikan kelanjutannya kembali mulai malam ini.
__ADS_1
Selamat membaca ...