
Orang yang bernama Lihao itu menyipitkan mata memandang Fen Fang sebelum kemudian melesat dengan kecepatan tinggi, terlihat ekspresi wajahnya serius.
"Lagi-lagi kau! Dasar pencuri tua...!"
BOOM!
Kedua pukulan beradu begitu dahsyat hingga menimbulkan ombak angin yang menyapu area sekitar. Fen Fang menahan tinju Lihao tanpa bergerak dari posisinya, sedangkan Lihao sendiri terlihat seperti terhenti sesaat di udara sebelum kemudian menapak di atap bangunan.
Keduanya saling pandang sejenak, sementara pengunjung kedai dan orang-orang yang berada di sekitar tempat itu langsung memandang ke arah mereka.
"Tak disangka, kau masih berani menunjukkan wajahmu setelah semua yang kau lakukan! Cari mati ...!"
Lun Lihao mengalirkan tenaga dalamnya keseluruh tubuh, pancaran auranya berhasil menekan orang-orang yang berada disekitar. Tak cukup itu saja, sejenak kemudian ia mengeluarkan senjatanya yang berbentuk pedang runcing, mirip seperti jarum.
"Aku tak berniat melakukan kejahatan lagi, tapi jika kau ingin menegakkan keadilan menurut keyakinanmu ... Aku tak akan sungkan!"
Kedua orang tersebut saling menekan menggunakan aura pembunuh sebelum kemudian mereka melesat bersamaan saling menyerang, Lun Lihao menggunakan Pedang Jarum sementara Fen Fang menggunakan tangan kosong.
Pertarungan tak terhindarkan lagi, gerakan keduanya sangat cepat dan juga kuat, kekuatannya bahkan menyebabkan atap bangunan terbang berhamburan setiap kali keduanya beradu serangan.
Sementara dibawah, Tan Hao dan Lan Lihua hanya melihatnya tanpa tahu harus berbuat apa. Keduanya sama tidak mengerti tentang apa yang menjadi penyebab keduanya tiba-tiba bertarung.
"Sepertinya pertarungan itu soal dendam lama atau mungkin permasalahan pribadi keduanya. Apa lenganmu baik-baik saja, Hua'er?" Tan Hao melihat pertarungan Fen Fang yang masih berjalan dengan intensitas tinggi sambil menanyakan keadaan Lan Lihua yang masih memegangi lengannya.
"Ya! Aku baik-baik saja. Sepertinya keberadaan kita disini akan semakin sulit, di lihat dari kemarahan orang itu sepertinya dulu Si Tua Fang pernah melakukan hal jahat,"
__ADS_1
"Kau benar! Kita tak bisa ikut campur masalah mereka. Sebaiknya secepat mungkin mengantarkan Han Xue ke tempat Bangsawan Du Tianxing, perjalanan kita tak boleh tertunda terlalu lama,"
Tan Hao menoleh ke tempat Han Xue terduduk sebelumnya namun tak mendapati keberadaannya, "Kemana gadis itu? Bukankah tadi ada disana?"
Lan Lihua tersentak kaget kemudian bergegas masuk untuk memastikannya diikuti oleh Tan Hao. Sementara pertarungan antara Fen Fang dengan Lun Lihao masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.
Begitu kembali Lan Lihua menyapu pandang ruangan tersebut berusaha mencari keberadaan Han Xue tetapi dirinya harus tersenyum kecut, sebab ia tak menemukan apapun. Feng Xian yang sebelumnya ia temui juga sudah tak berada di tempat duduknya.
"Aneh! Kemana perginya? Jika pun keluar, seharusnya mereka melewati kita kan? Lalu Han Xue...! Tidak mungkin kalau dia pergi tanpa mengucapkan apapun padaku,"
Tan Hao cukup mengerti perasaan Lan Lihua, baru saja dia mendapatkan teman bicara tetapi hanya dalam waktu singkat telah kehilangan. Ditengah pandangannya menatap Lan Lihua, Tan Hao teringat dengan kertas yang diselipkan pelayan kedai beberapa waktu yang lalu. Tanpa menunggu waktu lagi ia langsung mengambilnya.
"Hua'er...! Coba kau lihat ini, aku melihatnya sewaktu pelayan itu menaruhnya disini!" Tan Hao menunjukkan kertas berukuran kecil yang terbuat dari kulit kayu tersebut sebelum membuka lipatannya.
"Hahaha, aku kira apa! Ternyata ... Feng Xian itu sepertinya menggilai orang yang bernama Lun Lisha. Hua'er, kau memiliki penggemar sekarang, hahaha...." kelakar Tan Hao tertawa renyah.
Tak diragukan lagi, jika ternyata Feng Xian yang membawa Han Xue sebagai jaminan kalau Lan Lihua harus datang menemuinya di Kediaman Qing. Isi di dalam kertas itu membuat Tan Hao tak berhenti untuk tertawa sementara Lan Lihua terlihat sangat dongkol.
"Tertawa sekali lagi, akan ku robek mulutmu! Lebih baik kau hentikan pertengkaran di luar sana, berisik."
Tan Hao masih tertawa sambil menunjukkan wajah menyebalkan sebelum ia kembali keluar untuk menghentikan Feng Fang.
"Kau akan segera memiliki keluarga baru, Hua'er! Aku mendukungmu, haha ...!"
Tak berselang lama, kepala pelayan yang sebelumnya mengamati Lan Lihua berjalan menghampiri setelah Tan Hao meninggalkannya.
__ADS_1
"Tuan Putri Lun, Tuan Feng Xian memintaku untuk mengantarkanmu ke kediamannya sekarang, tolong ikuti aku. Lewat sini...!" kepala pelayan itu memberi salam hormat sebelum kemudian menunjukkan jalan.
"Aku akan kesana sendiri tanpa perlu diantar, lagipula aku sedang menunggu kedua temanku,"
Pria yang memiliki tahi lalat di pipi kirinya itu setengah memaksa Lan Lihua, biarpun Lan Lihua beberapa kali menolak sampai pada akhirnya Lan Lihua tak punya pilihan lain selain menerima ajakannya dan meninggalkan Tan Hao untuk menemui Feng Xian.
'Jangan takut, Dewi! Aku akan menjagamu, maaf sedikit terlambat.' perkataan Bing Long di dalam pikiran Lan Lihua membuatnya terkejut sesaat.
'Oh paman sudah kembali? Sebenarnya Paman Bing kemana selama ini?' tanya Lan Lihua dalam pikirannya selagi berjalan mengikuti kepala pelayan tersebut.
Bing Long terlihat menghela napas sebelum menjawabnya, 'Shongsu Hong memintaku menemuinya! Jalan naga mengalami sedikit masalah dimana Formasi Pengekang Waktu sudah hampir mencapai batasnya, karena itulah aku diminta datang untuk membantunya memperkuat formasi itu ...!'
Lan Lihua mengerutkan dahinya, 'Apa maksudnya? Bukankah Jalan Naga itu dimensi rahasia penghubung antara tiga dunia? Lalu bagaimana bisa ada formasi pengekang waktu disana?'
'Ceritanya panjang, dewi! Yang jelas, terjadi gelombang energi dalam jumlah besar yang memaksa masuk. Pertapa Shongsu tidak bisa memastikan asal pergerakan itu dari dunia yang mana tetapi jika dibiarkan, maka akan sangat membahayakan bagi kelangsungan Alam Dunia,'
Sebelum Lan Lihua kembali bertanya, Bing Long melanjutkan lagi ceritanya, 'Itu juga menjadi sebab mengapa Dewi Lan beberapa waktu lalu merasa sakit luar biasa, jiwa Dewi Lan telah terhubung dengan Giok Dewi Bulan. Sementara Giok Dewi Bulan sendiri merupakan faktor penting terbentuknya jalan naga, menurut Pertapa Tupai Giok Dewi Bulan akan aktif dan menyeimbangkan jalan naga dengan sendirinya tetapi hal itu mengorbankan salah satu sumber energi di dalamnya, karena itulah mengapa tubuh Dewi Lan seperti akan membeku. Tapi itu hanya akan bertahan beberapa waktu saja sebelum kembali semula ...!'
Pembicaraan keduanya harus terhenti ketika kepala pelayan berhenti tiba-tiba di depan sebuah pintu masuk yang bertuliskan Kediaman Qing.
"Kita sudah sampai, Tuan Putri! Silakan masuk...! Aku akan kembali ke kedai setelah anda masuk,"
Lan Lihua hanya melirik kepala pelayan kedai tersebut tanpa menjawabnya sembari berjalan memasuki kediaman keluarga bangsawan Qing itu.
Perhatian Lan Lihua masih tertuju pada masalah yang disampaikan Bing Long, hingga membuatnya tak menyadari jika sedang dihampiri tiga pelayan wanita yang membawa gaun serta pakaian baru.
__ADS_1