
“Berhenti...! Jika ingin lewat, serahkan harta benda kalian!”
Sepuluh orang yang membawa senjata berupa pedang panjang tiba-tiba muncul dari balik pepohonan, mereka menghadang jalan Tan Hao dan lainnya.
Tidak hanya sepuluh orang, belasan orang yang memiliki penampilan dan senjata yang sama muncul di belakang Lan Lihua, mereka seolah mengepung ketiganya agar tidak ada celah melarikan diri.
“Ternyata memang benar yang kau katakan, Hua'er! Haih ... Kau jangan gegabah lagi.” Tan Hao berpesan pada Lan Lihua, ia sangat tahu bagaimana Lan Lihua akan selalu mengedepankan emosi dalam menghadapi musuh.
Fen Fang hanya diam mengamati belasan orang yang ada di belakang kemudian mengamati sepuluh orang di bagian depan. Hanya butuh satu pengamatan, Fen Fang langsung bisa mengenali siapa orang-orang tersebut.
Biarpun mereka ahli dalam penyamaran tetapi sebenarnya tidak menakutkan baginya, Fen Fang yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia pembunuh bayaran berdarah dingin telah ratusan kali menjalin hubungan dengan berbagai macam kelompok maupun organisasi, terlebih sebuah kerajaan.
‘Orang-orang ini, bagaimana bisa sampai disini? Sejak kapan pendekar Taiyo berani meninggalkan kampung halaman mereka? Sepertinya hal ini tidak biasa!’ Fen Fang menarik kesimpulan jika mereka datang bukan hanya untuk merampok atau berburu hewan buas.
“Kalian, jika ingin selamat serahkan uang dan sumber daya yang kalian miliki! Kami tidak bisa menjamin tapi kami akan memberi perlindungan untuk melewati pegunungan ini.”
Tan Hao menatap tajam salah satu dari mereka yang berbicara sambil mengacungkan pedangnya, sementara belasan lainnya bersiap dengan pedang masing-masing.
‘Hao Hao, kau bisa saja menghabisi mereka dalam sekali gerakan tetapi itu tak ada untungnya bagi kita. Mereka kumpulan pendekar samurai tak bertuan atau di negeri mereka disebut Ronin! Aku juga tak tahu apa yang terjadi sampai mereka berada disini...!’ Fen Fang menjelaskan secara singkat jika seharusnya seorang Ronin akan bunuh diri jika kehilangan tuan mereka atau di buang, harga diri seorang Ronin tidak bisa dimengerti orang luar.
Biasanya seorang pendekar samurai tak bertuan akan mengasingkan diri tetapi disini ada belasan bahkan menurut Lan Lihua ada ribuan. Itu menunjukkan jika kumpulan ronin ini menyimpan misi balas dendam yang berhasil di rekrut oleh orang yang memiliki kekuasaan tinggi di negeri asalnya.
__ADS_1
‘Oh ada yang seperti itu? Aku tak menyangka, tapi apa yang mereka lakukan disini? Merampok orang yang melewati pegunungan paling berbahaya, seharusnya mereka cukup pintar dalam menilai situasi tapi disini mereka seperti memaksakan penyamaran,’ Tan Hao langsung bisa menarik kesimpulan mengenai keberadaan belasan pendekar yang mengepungnya itu.
“Apa tuan ketua dari kelompok ini? Jika iya, aku bersedia menyerahkan semua harta milikku yang ada di dalam cincin ini, tapi aku punya satu permintaan, bagaimana?” Tan Hao memberi penawaran sembari memperlihatkan cincin dimensi miliknya.
“Kakak...!”
Tan Hao hanya tersenyum kemudian mengangguk membalas maksud sapaan Lan Lihua yang mempertanyakan keputusannya. Ia memberi jawaban lewat senyum dan anggukan untuk Lan Lihua tenang dan menyerahkan semua pada dirinya.
Yi Jin yang sejak awal hanya diam mengamati, terlihat memandang malas kumpulan orang-orang itu sambil sesekali menguap.
Sementara salah satu pendekar samurai yang berbicara mewakili lainnya dibuat terdiam kala melihat dengan jelas cincin yang ada di jari Tan Hao.
‘Itu ... Itu Cincin Dimensi! Tempat penyimpanan tertinggi, bahkan di dua benua hanya ada tiga buah. Bagaimana bisa orang ini memilikinya?’ batin pendekar samurai yang memiliki kuncir rambut agak aneh itu.
Empat jenis cincin itu dapat dengan mudah dikenali dari warna giok yang ada ditengah lingkarannya.
“Baiklah! Apa permintaanmu, katakan dengan jelas!”
Tan Hao tersenyum lebar, “Apa tujuan kalian disini? Katakan yang sebenarnya dan kalian akan menikmati uang dalam jumlah tak terbatas disisa umur kalian!”
Semua pendekar itu tahu benar apa yang diucapkan Tan Hao memang masuk akal mengingat seperti yang mereka pernah pelajari, jika cincin dimensi memiliki tujuh ruang dan setiap ruang bisa dikatakan hampir tak berbatas.
__ADS_1
Tapi semuanya diam ketika mendengar syarat dari itu. Mereka nampak bingung menentukan terlebih orang yang berbicara mewakili lainnya, dia terlihat cukup lama berganti pandang antara cincin dan pedang sebelum akhirnya menghela napas berat.
“Baiklah, aku akan jelaskan!”
Fen Fang tersenyum tipis sementara Lan Lihua terlihat tidak nyaman. Tetapi Tan Hao tersenyum lebar, ia tak mengira ucapannya dipercaya begitu saja.
Orang itu memperkenalkan dirinya sebelum mulai menjelaskan garis besarnya. Kosuke Ryu mengatakan jika kedatangannya ke tempat ini bersama dengan putra mahkota Kaisar Shogun untuk menemui Pangeran Li Fen.
Ia mengatakan jika Putra Mahkota Shin Buya ingin mengkudeta ayahnya sendiri dan menemui Pangeran Li Fen untuk meminta bantuan. Pasukan samurai yang ia rekrut juga berkenaan untuk membantu Pangeran Li Fen meraih kursi Raja, selain juga untuk menyusun kekuatan di tempat ini sebelum kembali ke Negeri Taiyo.
Fen Fang nampak tak terkejut mendengar hal itu, sebab ia telah menduganya sejak awal. Biarpun dirinya tak lagi punya hubungan dengan Kaisar Shogun tetapi ia memiliki pendapat soal Kaisar yang memiliki nama asli Mugi Wara itu adalah orang yang bijaksana meskipun sifatnya sangat keras dan tak mengenal toleran dalam hal kejahatan.
Tan Hao sendiri cukup bisa memahami, posisi Pangeran Li Fen dan Shin Buya bisa dikatakan mirip. Itulah alasan Shin Buya berani datang dan menawarkan kesepakatan.
Kosuke Ryu sendiri merupakan salah satu Ronin termuda, jika bukan karena keluarganya mungkin ia sudah bunuh diri. Shin Buya datang di waktu yang tepat, oleh karena itulah dirinya mengikuti putra mahkota yang memiliki perangai tak tentu itu. Situasi serupa juga di alami oleh rekan samurai lainnya.
“... Kami tidak ingin berbuat kotor, tetapi kebaikan membuang kami kedalam jurang paling gelap! Tidak ada lagi jalan untuk kembali, julukan Ronin sudah tidak melekat pada diri kami karena kami punya tuan baru meskipun sebenarnya tidak!” Kosuke Ryu mengakhiri penjelasannya.
Tan Hao yang awalnya berniat menggali informasi kemudian membantai mereka, kini dibuat iba setelah mendengar singkat cerita hidup mereka.
Dirinya meminta pendapat Fen Fang lewat lirikan mata dan hanya dibalas senyum tipis sambil memainkan janggutnya yang kini tak lagi berambut.
__ADS_1
“Baiklah, aku cukup puas dengan ceritamu! Tapi maaf saja, aku tak berniat memberikanmu cincin ini. Tapi karena kisah kalian, aku akan memberi masing-masing pil sumber daya! Dan kalian hanya perlu menganggap tak pernah ada pertemuan ini!”