
Ketiga orang yang masing-masing menuju ke tujuan berbeda guna menjalin kerja sama hanya Tetua Feiying saja yang belum bertemu Kaisar Obat, Yao Yuen. Sebab Kaisar Obat sedang berada di ibukota Kerajaan Shio.
Menurut beberapa murid senior yang mengatakan pada Tetua Feiying, keberadaan Kaisar Obat disana berkaitan dengan penyembuhan istri Raja yang sedang sakit.
Sudah satu bulan Kaisar Obat berada disana yang kemungkinan akan pulang kembali beberapa hari lagi.
Sebab itulah kedatangan pertama Tetua Feiying hanya berakhir tangan kosong.
Berbeda hal nya dengan Tetua Jing yun yang sudah memberikan penawaran walaupun belum mencapai kata sepakat sebab hari pertemuan masih akan di lakukan hari itu.
Sementara, Tan hao hanya satu hari saja telah mampu membuat kesepakatan dengan Manager Yue yun cabang Asosiasi Menara Emas kota Shuning.
Sebelum pergi ke toko senjata untuk memenuhi janji, Tetua Jing yun lebih dulu menemui Ketua Sekte di kamarnya.
Setelah kembali dari Sekte Anggrek Suci, Liqin Mei memang menghabiskan lebih banyak waktu untuk menemani sang ayah dan hanya sesekali keluar hanya sekedar melihat aktifitas murid sekte.
Dengan langkah mantab serta pelan, Tetua Jing yun masuk ke kediaman Ketua Sun sian yang segera di sambut oleh Liqin Mei yang memang sedang berada di halaman depan rumah duduk di kursi bundar kecil serta menghadap meja bundar kecil terbuat dari batu diatasnya terdapat Guci teh beserta tiga gelas kecil.
" Selamat Siang Nona Mei. Bagaimana kondisi Ketua Sun sian hari ini?.." sapa Tetua Jing yun dengan ramah.
" Kondisi ayah biasa saja, tidak ada perkembangan apapun. Masuk saja Tetua, aku sedang ingin menyendiri.." ucap Liqin Mei datar dengan memegang salah satu gelas teh.
"Oh baiklah.." ucap Tetua Jing yun sambil melangkah kecil lalu berhenti sekejap kemudian menoleh kecil dengan tangan terlipat ke belakang melanjutkan perkataannya..
" Sejak Nona kembali, aku selalu merasa bahwa Nona Mei bukan seperti Nona Mei yang ku kenal.." setelah menyelesaikan perkataannya Tetua Jing yun melangkah cepat masuk ke kamar Ketua Sun Sian.
..Deggh..
Ucapan Tetua Jing yun sontak saja membuat Liqin Mei bergetar pelan serta muka wajah kaget yang di akhiri dengan senyum tipis licik.
Tetua Jing yun memang merasa ada yang aneh dengan sikap Liqin Mei namun tidak terlalu memikirkannya sebab memang lebih dari 12 tahun tidak bertemu.
Setelah bertemu Ketua Sun sian dan memberi tahu perihal langkah-langkah yang sudah berjalan sesuai rencana hanya tinggal menunggu waktu eksekusi.
Mereka berdua berbicara menggunakan Telepati yang dimiliki guna menjaga agar tidak ada orang yang mengetahui.
•••
Ditempat lain Tetua Feiying sedang berbicara serius dengan seseorang di dalam ruangan yang terdapat periuk juga bahan membuat pil.
Mereka terlihat sangat serius juga saling menjaga perkataan untuk menghormati.
" Benarkah yang saudara Feiying katakan? Dunia ini memang lah luas, Namun aku tak menyangka ada seorang anak yang punya kemampuan tinggi serta memiliki banyak sumber daya berharga.. hmm jika aku bisa bertemu dengannya, mungkin akan aku pertimbangkan permintaan Saudara.." ucap Kaisar Obat, Yao yuen. Setelah mendengar kisah dan cerita tentang Tan hao beserta rencananya.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, malam nanti aku akan datang bersamanya. Kuharap nanti Saudara Yao tidak akan terlalu terkejut.. hehe.." Kata Tetua Feiying diakhiri tawa kecil.
Diantara ketiga orang yang di ajak kerjasama, hanya Kaisar Obat Yao yuen saja yang sedikit sulit. Namun tak menutup kemungkinan jika Tan hao sendiri yang menemuinya akan ada jawaban yang berbeda.
Setelah pertemuan itu berakhir, Tetua Feiying langsung kembali untuk menemui Tan hao memberitahu perihal keinginan Kaisar Obat.
" Tuan Muda, ada informasi penting yang aku temukan.." kata Wen Liu yang tiba-tiba muncul di samping Tan hao yang sedang duduk bersandar di bawah pohon beringin.
" oh kau kembali lebih cepat dari yang aku perkirakan. Sekarang katakan informasi apa??.." ucap Tan hao santai yang masih duduk bersandar dengan kaki kanan di tekuk serta tangan menumpang lutut.
" Tidak sulit mengorek informasi di Kedai Arak, Tuan Muda. Dari yang kudengar bahwa Tetua Shi Fei meminta bantuan pada Sekte Anggrek Suci untuk mempercepat proses dirinya sebagai Ketua Tujuh Tombak Emas serta menjanjikan akan memberikan salah satu Pusaka Suci sekte jika rencana itu berhasil.." Kata Wen Liu menjelaskan dengan berlutut serta menunduk ringan.
" Ohh, Aku tak pernah tahu jika Sekte Tujuh Tombak Emas mempunyai benda pusaka kelas suci. Lalu apa ada yang lain lagi.." kata Tan hao dengan setengah serius.
" Benar Tuan. Empat orang yang bersama Nona Liqin Mei sewaktu kembali ke sekte, mereka adalah orang-orang kiriman dari Sekte Anggrek Suci untuk membantu Tetua Shi fei, namun dari yang aku dengar. Ketua sekte mereka tidak tahu akan perihal ini, karena yang memutuskan adalah Tetua sekte mereka.." jelas Wen Liu tegas serta yakin.
" Benar yang Adik Wen katakan, Tuan Muda. Aku menemukan jika ada sesuatu yang salah dengan Putri Ketua Sekte. Menurut para pelayan, sikap serta sifat Nona Liqin Mei sangat buruk dan kejam. Berbeda dari Nona Liqin Mei 12 tahun lalu yang lembut serta ramah penuh hormat bahkan pada para pelayan sekalipun.." kata Ran Liu yang baru saja tiba dan langsung mengatakan informasi yang di dapatkan.
" Ohh Nona cantik sudah kembali, hehe. Apakah tadi ada pria idiot yang mencoba mengganggumu?.." Ucap Tan hao dengan muka konyol serta wajah tersipu-tersipu dengan tatapan mengarah pada sesuatu.
" Haihh, kau bisa tidak lebih serius. Dasar muka Kodok. Aku menyesal mengikuti orang mesum sepertimu.." Ucap Sui jiu yang tiba-tiba muncul dari balik pohon beringin dengan muka kesal santai.
" emm umm tidak apa-apa saudara Sui, a-aku tidak masalah. Selama berada disisi Tuan Muda.." sanggah Ran Liu dengan pipi memerah malu-malu.
" Sungguh, besarr.. ehhh mmm nym nymm..." gumam Tan hao lirih.
..Plaaakkkkkhhh..
Tiba-Tiba muka Tan hao di hantam kantong kulit berisi susu segar yang langsung membuatnya terjungkal kebelakang dengan posisi konyol.
" Lihaat apa kau dasar mesumm.." Seru Sui Jiu konyol setelah melempar muka Tan hao dengan kantong kulit.
"Sudah, sudah. Hentikan kebodohan kalian. Saat nya serius. Aku baru saja mengikuti sekelompok orang dan mencuri dengar pembicaran mereka, bahwa Liqin Mei yang berada di kamar Ketua Sekte dipastikan Palsu.." kata Zey Liu yang juga sudah kembali dengan busur yang terselip di punggungnya.
Mendengar informasi itu langsung membuat Tan Hao mengubah posisi duduk dan berubah serius bahkan tatapan dingin. Yang membuat keempat wanita di sekitarnya saling berpandangan heran mengenai sifat Tuan nya yang gemar sekali berganti sikap.
" Ohh ternyata dugaanku benar. Lalu apa kau tahu di mana keberadaan Nona Liqin Mei yang asli.." ucap Tan hao serius dengan tatapan tajam kedepan.
" Dia berada di Lembah Hijau, disekap di barak perampok dengan penjagaan sangat ketat selama 2 tahun.." ucap Zey Liu dengan tegas serta menggenggam erat tangannya seperti menahan emosi.
" Baiklah, sekarang persiapkan diri kalian. Kita akan pergi berburu besok.." ucap Tan hao setelah berdiri dengan menunjuk kearah hutan.
Keempat wanita itu sebenarnya tidak mengerti dengan kata "berburu" yang dimaksud namun mereka hanya diam tanpa bertanya mengikuti perintah Tan Hao.
__ADS_1
•••
Setelah menyempatkan diri menemui Ketua Sekte, Tetua Jing yun langsung pergi ketempat kemarin dia membuat janji. Disana telah menunggu Raja Tempa yang ingin di temuinya. Tidak butuh waktu lama bagi Tetua Jing yun dengan ilmu Angin Senyap nya yang secepat angin telah sampai di tujuan.
" Hohoho Kau masih segesit dulu, bahkan orang-orang disini tak menyadari kedatanganmu.." seru Raja Tempa dengan tawa panjang serta sikap waspada siap bertarung.
" Dasar kau Tua Bangka, Beraninya meremehkanku. Mau bertarung ehh.." Seru Tetua Jing yun dengan langsung mengeluarkan Aura menekannya yang langsung di sambut oleh Aura menekan juga oleh Raja Tempa.
Ketika dua Aura kuat itu saling beradu membuat seisi orang yang berada di Toko Senjata bergidik ketakutan gemetar serta ada yang langsung melarikan diri mengetahui akan ada pertarungan yang terjadi.
" Gawat, sepertinya akan ada pertarungan besar disini, ayo kita pergi.." seru seorang yang berada di dalam Toko senjata.
"Ini akan jadi buruk, lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini jika tidak ingin mati konyol terkena imbas jurus dari dua orang itu.." seru seorang yang lain.
Bersamaan dengan keluarnya Aura kuat mereka berdua menatap tajam sambil berjalan mendekat satu sama lain yang membuat semua orang semakin ketakutan hingga tak mampu bergerak dari posisinya.
" Hahahhaa dasar kau Rubah jelek, masih saja tak mau mengalah.. Lama tak bertemu kau semakin kuat saja... hahahaa.." seru Raja Tempa dengan tawa lantang dengan mengangkat tangan kananya.
"Tua bangka sialan, Apa begini caramu menyambut sahabatmu.. hahhahaaa.." ucap Tetua Jing yun yang juga tertawa keras dengan menyambut tangan kanan Raja Tempa.
Yaa. Mereka bersalaman khas mereka sendiri yang merupakan sahabat lama.
" Ehh, dua orang kakek bodoh ini.." ucap Penjaga toko yang sebelumnya ditemui Tetua Jing yun dengan muka konyol serta wajah bodohnya.
Sontak saja kelakuan mereka membuat semua orang yang tadi bergetar ketakutan berubah expresi konyol serta bodoh tak menyangka.
Lalu mereka bersikap normal kembali dan mengacuhkan kedua kakek yang masih tertawa dengan kedua tangan memegang erat satu sama lain.
" Sudah cukup. Kedatanganku kesini untuk memintamu membuatkanku dua Mata tombak.." ucap Tetua Jing yun yang berubah serius.
" ohh aku sudah dengar dari anak buahku, tapi untuk dua Mata Tombak, membutuhkan bahan yang besar.." ucap Raja Tempa yang juga menjadi serius.
" Masalah bahan tidak jadi masalah, Aku membawa bongkahan besar..." ucap Tetua Jing yun dengan mengeluarkan Besi Giok Magma api dari Cincin Bumi nya.
" oh.. hohoho dasar Rubah jelek, kau membuatku terkejut kali ini. Baiklah akan aku buatkan. Lalu seperti apa Mata tombak yang kau minta.." ucap Raja Tempa dengan terkejut sambil memandangi Bongkahan besar Besi Giok Magma Api.
"Pertama Mata Tombak dengan Corak kepala Singa dan yang kedua dengan Corak kepala burung Rajawali dan sisanya untuk membuat ribuan jarum.." ucap Tetua Jing yun dengan jelas.
"oh, aku mengerti. Yang satu untukmu dan satu lagi untuk Fei kecil.. hmm bisa bisa.. dengan bahan sebagus ini butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikannya.." tandas Raja Tempa dengan menyentuh Bongkahan itu.
" Tidak masalah, tapi kau lekas kerjakan karena akan sangat aku butuhkan nanti. Kalau begitu aku pamit dulu, masih ada hal lain yang harus aku urus.." kata Tetua Jing yun yang tiba-tiba menghilang.
" Dasar Rubah jelek, hehe. Sepertinya akan ada hal buruk terjadi yang membuat si tua itu sampai menyiapkan senjata sedetail ini.." gumam Raja Tempa, Lian Ho dengan senyum tipisnya lalu berubah serius sembari menatap arah perginya Tetua Jing yun.
__ADS_1
Sementara itu, Tetua Shi fei beserta dua orang misterius sedang serius membicarakan sesuatu di hutan di dalam sebuah bangunan sedang.