Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 67 ~ Paviliun Bintang


__ADS_3

"Tuan Muda, apa anda tidak tertarik untuk mengunjungi tempat hiburan yang ada di kota ini,-!! Kudengar para gadisnya memiliki tubuh indah dan paras yang cantik. Tidak ada salahnya bukan? Selagi anda disini untuk sekali kali menghibur diri." kata seorang pria berperawakan sedang dengan pedang terselip di pinggangnya dengan tato kalajengking di sebagian wajahnya. Membuat penampilannya begitu sangar di padu dengan pakaian hitam berlengan pendek.


Shan Xie, Salah satu pendekar kawakan yang juga tangan kanan Patriark Gunung Pandan. Terkenal sebagai Pendekar Kalajengking, sebab ilmu yang ia gunakan berkaitan erat dengan Kalajengking Merah.


Sedangkan lawan bicaranya yang terlihat angkuh merupakan putra kedua dari Patriark Gunung Pandan.


"Idemu boleh juga ha ha ha.. Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku menikmati gadis." kata Su Kong dengan tawa lebar.


Pengunjung Kedai Minum disekitar keduanya memandang bersamaan dengan tawa Su Kong. Namun, Su kong dan Shan Xie seakan tak menganggap adanya mereka yang terlihat begitu terganggu.


"Hei kau, diamlah atau ku robek mulutmu." seru salah satu pengunjung yang memiliki sebuah gada perak di punggungnya.


Su Kong tak menghiraukan seruannya, ia hanya tersenyum sinis dengan melirik Shan Xie.


"Ah. Baiklah..baiklah.. Aku mengerti,-!! Merepotkan saja orang orang lemah ini, hehh.." keluh Shan Xie dengan ekpresi malasnya.


Kemudian Shan Xie melepaskan Aura pembunuhnya yang segera menyelimuti seluruh ruangan Kedai Minum, bukan hanya orang yang tadi berseru mengancam yang merasakan tekanan berat namun juga seluruh pengunjung Kedai yang kesemuanya merupakan pendekar pengelana.


"I-ini..,-!! Bagaimana bisa dia memiliki Aura Pembunuh, ahh sial, aku menyinggung orang yang salah,-!!" gerutu sinis pendekar bergada yang terlihat lututnya bergetar.


Namun, tanpa di duga. Aura Pembunuh yang di lepaskan Shan Xie tiba-tiba memudar bersamaan dengan hadirnya butiran butiran cahaya kecil melayang disekitar pengunjung kedai. Butiran cahaya bagaikan kunang kunang itu terasa begitu menyejukan tubuh.


Seluruh pengunjung menoleh berat kearah sudut ruangan yang berada di paling ujung. Bahkan Su Kong juga menoleh dengan tatapan tajam.


"Aura ini,-!!." gumam Su Kong singkat.


Sementara itu, Shan Xie terlihat begitu pucat pasi tanpa mampu bergerak. Tubuhnya terasa begitu kaku.


"Tubuhku...,-!! Aura macam apa ini,-!!."


Pandangan semua orang tertuju pada seorang bertubuh kurus memakai jubah yang membungkus seluruh tubuhnya bahkan wajahnya tak terlihat. Sosok itu sedang memutar mutarkan gelas diatas meja dengan santainya.


Semua orang bergumam masing-masing dengan mempertanyakan siapakah sosok itu.


Apa yang dirasakan semua orang dengan yang dirasakan Shan Xie nyatanya berkebalikan. Tubuh Shan Xie terasa begitu berat yang bahkan jauh lebih berat dari tekanan yang ia miliki.

__ADS_1


Mata semua orang tertegun terpana ketika menyaksikan sosok tersebut menyingkapkan tudung yang menutupi kepalanya.


"Di-dia.. Seorang gadis,-!! Ohh.."


"Tak kusangka, Aura yang begitu kuat ternyata dari seorang gadis."


Beberapa orang sempat tak percaya mengetahui bahwa Aura kuat yang menekan habis Aura Pembunuh milik Shan Xie ternyata adalah seorang gadis yang berwajah menawan dengan bibir merah merona. Meskipun tubuhnya tertutup jubah hitam namun semua orang yang berada di dalam Kedai bisa menilai jika gadis itu memiliki tubuh yang indah sesuai dengan parasnya.


"Kusarankan kau jangan bertindak seolah memiliki kuasa di wilayah perlindunganku atau kau akan mati mengenaskan. Ini sebagai peringatan." kata sosok gadis berjubah dengan pelan namun semua orang dengan jelas bisa mendengarkan seolah ia bicara di dekat telinga mereka.


Su Kong mengetahui ini akan berakhir buruk jika ia tidak segera bersikap, Su Kong bisa merasakan kekuatan gadis itu jauh lebih tinggi darinya maupun Shan Xie, jikapun terjadi pertarungan ia tak yakin bisa menang meskipun ia dan Shan Xie bergabung. Sebelum Shan Xie bertindak karena telah dipermalukan, Su Kong segera berseru ramah.


"Saudari pendekar, ini hanya salah paham. Rekanku tak bermaksud menyinggungmu, tolong lepaskan rekanku. Aku jamin setelah ini, aku akan mengajarinya sopan santun." kata Su Kong dengan membuka kedua tangannya sembari tersenyum manis yang tidak terlihat manis.


Gadis itu tak menjawab apapun, ia hanya menggeleng kepala pelan bersamaan dengan itu butiran cahaya kecil yang ada dengan pelan menyusut dan menghilang. Shan Xie terhuyung huyung dengan kedua lututnya gemetaran. Ia tak menyangka kekuatan yang ia miliki begitu tak berdaya di hadapan seorang gadis.


Su Kong melirik tajam kearah Shan Xie seolah mengisyaratkan untuk bersikap ramah dan berpura pura meminta maaf yang langsung di mengerti oleh Shan Xie walaupun dengusan kasar tak setuju jelas terdengar.


"Pendekar bijak, aku mengaku salah. Tolong maafkan aku yang tidak sengaja menyinggungmu." kata Shan Xie dengan merapatkan kedua tangannya setengah menunduk kedepan.


"Ternyata kau cukup cerdas, Tuan Su Kong,-!! Kau bebas menikmati semua hiburan dan apa yang disediakan di kota ini, tapi jika berbuat hal di luar batasanmu? Aku khawatir bahkan ayahmu pun tak bisa membantumu."


Perkataan gadis itu di dekat telinga Su Kong sebelum menghilang bagai angin membuat nafas Su Kong tertahan sejenak dengan wajah pucat. Hal itu terlihat jelas oleh Shan Xie, walaupun ia tak bisa mendengar apa yang dikatakan Gadis itu tapi dilihat dari reaksi Su Kong setelahnya membuat Shan Xie bisa menebak apa yang dikatakan Gadis itu.


"Tuan Su Kong,-!! Apa yang gadis itu katakan? Aku akan mengejarnya, cukup sudah aku menahannya karenamu." seru Shan Xie jelas beserta reaksi kegeramannya.


"Diam, dasar bodoh,-!! Jika dia mau, kita sudah mati mengenaskan ribuan kali." seru Su Kong setengah berteriak dengan ekspresi yang begitu menakutkan tertuju pada Shan Xie, membuatnya terhenyak getir.


Shan Xie bisa melihat jelas ketakutan serta kecemasan pada diri Su Kong yang ia lampiaskan padanya.


"Baiklah, aku mengerti,-!! Sekarang tenangkan dirimu dan katakan padaku apa yang dikatakan gadis itu, aku sungguh penasaran." ucap Shan Xie datar setelah kegeramannya hilang bersamaan dengan teriakan Su Kong padanya.


Pengunjung Kedai yang ada telah kembali keposisi duduk mereka masing masing dan tak lagi menganggap Su Kong maupun Shan Xie. Mereka terlihat mengacuhkan keduanya setelah menyaksikan sendiri kehebatan yang dimiliki. Walaupun telah dipermalukan oleh sosok gadis misterius.


Su Kong begitu berat hanya untuk kembali ke posisi duduknya, ia sendiri merasa tak yakin namun dari apa yang ia saksikan baru saja, tak lagi ada penyangkalan dari pikirannya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat terlihat tenang, Su kong melirik kearah Shan Xie yang sejak tadi hanya diam dengan penasaran menunggunya mengatakan sesuatu.


"Aku harap apa yang aku pikirkan salah namun dari apa yang kulihat, aku khawatir kita baru saja menyinggung "Dewi Busur". Seorang yang bahkan ayahku pun tak ingin berurusan dengannya." kata Su Kong serius dengan tanpa berkedip.


"A-apa?? Dewi Busur,-!!. Pendekar yang dua tahun lalu memusnahkan Perkumpulan Hitam sendirian,-!!"


Shan Xie terkejut bukan main dengan apa yang dikatakan Su Kong. Jika memang benar, maka baru saja ia sedang menyerahkan nyawanya pada kematian.


"Benar, tapi ini hanya asumsiku saja. Dilihat dari apa yang ada di balik punggungnya tadi, bisa saja itu bukan busur seperti yang aku perkirakan. Entahlah, gadis tadi begitu misterius,-!! Sudahlah, belum tentu dia orangnya. Sebaiknya kita segera ke Paviliun Bintang, kejadian barusan membuatku sangat membutuhkan hiburan untuk menenangkanku."


Shan Xie tak membalas perkataan Su Kong, meskipun ia berjalan mengikutinya dari belakang meninggalkan Kedai namun ia tengah serius memikirkan tentang benar tidaknya identitas gadis itu.


•••


Di tengah Kota Huizhu sangat ramai di penuhi aktifitas malam para pencari hiburan maupun pemberi hiburan. Namun dari hiburan yang tersedia, terdapat salah satu bangunan dengan corak merah keunguan yang khas.


Orang orang Kota Huizhu sangat mengenal tempat itu, bahkan orang luar pun tau tentang tempat hiburan nomor satu yang ada di Kota Huizhu tersebut.


Tempat itu terkenal dengan nama Paviliun Bintang, tempat itu berisikan para gadis pemberi hiburan. Paviliun Bintang sendiri merupakan tempat hiburan yang baru di buka tiga tahun lalu oleh tiga orang gadis beserta seluruh pengikutnya.


Paviliun Bintang bukanlah rumah bordir melainkan sebuah tempat penyedia hiburan keahlian. Seperti menari, bernyanyi, bermain alat musik bahkan terdapat pertunjukan seni senjata yang padukan dengan alunan alat musik dan itu merupakan hiburan utama atau penutup disetiap akhir pekan.


Orang orang yang telah berulang kali mengunjungi Paviliun Bintang, sebagian besar adalah pendekar pengelana yang tidak sedang ada misi.


Dari semua pertunjukkan yang ada, hanya satu yang mereka nilai menjadi pertunjukan paling indah dan menakjubkan.


"Aku dengar malam ini, Dewi Bintang akan mengadakan dua kali pertunjukan,-!! Aku selalu terbuai dengan irama kecapinya juga wajahnya. Hehe he." kata salah seorang di depan pintu masuk Paviliun Bintang yang terlihat terdapat beberapa kerumunan orang berbaris bersiap masuk.


"Jika begitu, tak ada alasan lagi untuk tidak melihatnya. Masa bodoh dengan harganya yang penting aku bisa melihat paras dan cantik pertunjukannya." balas seorang di sampingnya.


"Terakhir aku lihat, hidungmu mengeluarkan darah saat Dewi Bintang mulai bernyanyi, apa kau yakin malam ini tidak mengalaminya lagi, hihihi,-!!" seru rekan lainnya yang ada di belakang keduanya.


"Hei, apa maksudmu, sialan,-!! Kemarin malam aku hanya sedang tidak enak badan saja."


Bukan hanya ketiganya yang sedang membicarakan Dewi Bintang tapi juga seluruh orang yang akan memasuki Paviliun Bintang membicarakan hal yang sama.

__ADS_1


Orang orang mengenal Dewi Bintang sebagai pemimpin Paviliun Bintang yang juga termasuk salah satu pemberi pertunjukan, namun harganya berbeda berkali lipat dari anggota yang lainnya jika ingin melihat pertunjukannya. Keahliannya dalam bermain kecapi begitu terkenal, ditambah dengan suara indahnya ketika bernyanyi. Membuat namanya terkenal sebagai Dewi Bintang tanpa orang orang mengetahui nama aslinya.


__ADS_2