
"Kita harus bergegas, aku merasakan adanya dua kekuatan tinggi berada tak jauh dari hawa keberadaan Pusaka itu." kata seorang pendekar bermuka aneh yang bernama Yin Tao.
"Ya?! Aku juga merasakannya. Apapun yang terjadi, Pusaka itu harus jatuh ketangan kita." balas seorang disampingnya yang berpenampilan tak kalah sangar.
Kedua pendekar tersebut melesat dengan kecepatan tinggi menunju kearah aura kuat yang begitu terasa hingga bermil-mil.
Siapapun pendekar yang berada pada jarak tersebut sudah pasti akan bisa merasakannya. Tak terkecuali pendekar dengan tingkat kultivasi rendah.
Sementara itu, Tan Hao dan Lan Lihua hanya terduduk tanpa bersuara. Keduanya hening dengan pikiran mereka masing-masing.
Hingga lamunan keduanya terpecah oleh sebuah pekikan suara keras.
"Ohh?!"
"Apa itu barusan? Apakah kau mendengarnya Hua'er?!" kata Tan Hao singkat sembari menatap serius Lan Lihua.
"Bukan hanya mendengarnya, aku merasa itu sebuah panggilan untukku tapi aku tak tau pastinya." sergap Lan Lihua yang menunjukkan reaksi sama dengan Tan Hao.
"Sepertinya kita memang harus melihatnya?! Sudah cukup kita habiskan waktu di tempat ini dengan tidak jelas."
Tan Hao berusaha berdiri dari duduknya sembari menatap tajam kedepan seolah memandang arah dimana suara pekikan itu berasal.
Lan Lihua juga turut melakukan hal yang sama. Keduanya saling pandang kemudian mengangguk kecil bersamaan sebelum melesat cepat kearah yang mereka yakini adalah benar.
Semakin mereka maju semakin pula mereka merasakan aura tersebut menguat.
"Tak diragukan lagi,-!! Kita sudah dekat dengan yang kita cari. Lebih baik kau berada dibelakangku mulai dari sini." kata Tan Hao memperingatkan Lan Lihua yang langsung dimengerti olehnya.
Tan Hao mengunakan Mata Dewa untuk mengetahui posisi sesungguhnya target yang ia tuju selain juga mengetahui daerah sekitar.
Meskipun Mata Dewa tingkat satu namun cukup memperlihatkan semua yang ingin Tan Hao ketahui.
Dalam laju larinya yang diikuti Lan Lihua dibelakangnya, Tan Hao sedikit berbelok arah dari yang mereka sepakati.
Keduanya semakin mendengar jelas pekikan nyaring yang terdengar seperti suara kesakitan dari seekor hewan tingkat tinggi.
"Kakak Tan, ada apa sebenarnya di depan sana? Mengapa hatiku begitu sakit mendengar suara ini?!" seru Lan Lihua mempertanyakan.
Tan hao tak menjawabnya, ia malah semakin mempercepat larinya. Lan Lihua semakin merasa penasaran dan ia pun juga mempercepat laju larinya.
Tak berselang lama, keduanya sampai pada suatu lembah yang terdapat Aura kuat yang begitu mencekam hingga membuat seolah kabut tebal menyelimuti.
__ADS_1
Tan Hao memandang yakin Lan Lihua kemudian melompat ke dasar lembah tersebut yang kemudian diikuti Lan Lihua.
•••
"Tetua Tiandou?! Apakah sudah benar arah tujuan kita? Bukankah seharusnya kita singgah di kota Huizhu? Disana kau bukannya mengenal seseorang?" seru Shuxan yang berlari di samping Tiandou.
"Tugas kita lebih penting daripada perasaan?! Setelah sekian lama, misi pertamaku kali ini harus berhasil."
"Lagipula ini demi Sekte kita,-!! Pusaka itu harus kita dapatkan." jelas Tiandou tanpa ekspresi.
Tetua Shuxan merasa canggung dengan apa yang baru saja ia katakan. Dirinya tak menyangka, Tetua Tiandou yang dulunya terkenal santai serta ramah setiap kali menjalani misi kali ini begitu serius hingga meninggalkan rencana pertemuan penting Sekte Aliran Putih beberapa bulan sebelumnya.
Bahkan sebelum acara penerimaan murid baru Sekte Tujuh Tombak Emas selesai, Tetua Tiandou langsung menerima misi dari Tetua Jing Yun.
Tetua Shuxan merasa senang waktu itu, sebab Misi ini akan menjadi lembaran baru pembuka kehidupan Tetua Tiandou yang selama bertahun-tahun mengurung diri.
Namun, apa yang diharapkan Tetua Shuxan sedikit di luar pemikirannya. Telah banyak misi ia jalani bersama Tetua Tiandou yang berjalan menyenangkan dan berakhir dengan keberhasilan.
Tetapi kali ini, ia merasa Tetua Tiandou begitu dingin dan serius.
"Ahh sudahlah,-!! Yang penting dia mau membuka diri lagi. Sebaiknya mulai sekarang aku harus menyesuaikan diri dengan sikapnya itu." batin Tetua Shuxan sembari tersenyum kecil.
"Tunggu sebentar,-!!" seru singkat Tetua Tiandou yang membuat Tetua Shuxan sedikit terkejut.
Keduanya hampir bersamaan memasang sikap waspada setelah merasakan Aura kuat yang tiba-tiba menekan.
Baik Tetua Tiandou maupun Tetua Shuxan tak ada yang bicara, keduanya terdiam dengan fokus tinggi.
"Tetua Tiandou, aku merasa sedikit gemetar soal ini?! Apa tidak sebaiknya kita kembali dan membawa beberapa orang lagi, takutnya ini berasal dari hewan buas dengan kekuatan besar atau bisa jadi ada orang hebat disana." kata Tetua Shuxan serius.
Tetua Tiandou hanya melirik sejenak Tetua Shuxan tanpa membalas pernyataannya yang masih memasang sikap waspada penuh.
Keduanya baru saja melewati hutan Huizhu perbatasan dengan Pegunungan Hewan Buas. Posisi mereka saat ini lebih dekat ke kota Huizhu jika dibandingkan ke pusat energi kuat tersebut.
Kekhawatiran Tetua Shuxan bukan tidak dirasakan Tetua Tiandou, hanya saja Tetua Tiandou lebih terfokus pada empat energi lainnya yang sedikit ia rasakan akibat tertutup tekanan energi kuat misterius yang menekannya.
"Tuan?! Aku merasakan Raja ku berada tidak jauh dari pusat energi ini. Namun, ada yang aneh dengannya." kata Yue Yin dalam pikiran Tiandou.
"Jadi maksudmu? Ada kemungkinan Tuan Muda juga ada disana." sergap Tiandou terkejut.
"Benar Tuan,-!! Namun aku tidak bisa memastikannya. Sebaiknya jika ingin melanjutkan, lindungi diri Tuan dengan energi roh, dan lindungi juga teman Tuan." balas Yue Yin jelas.
__ADS_1
Hati Tiandou terasa seperti tersambar petir ketika Yue Yin mengatakan apa yang ia rasakan.
Pikiran Tiandou secara cepat langsung di penuhi oleh kenangan kenangan masa lalunya bersama Tan Hao.
"Ehh?! Aku bertanya tidak ada jawaban dan sekarang malah menangis?! Sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan?!" gerutu pelan Tetua Shuxan kala melihat wajah tertunduk Tetua Tiandou.
"Dasar, anak nakal?! Kau masih hidup dan kau membuatku terpuruk bertahun-tahun,-!! Hehh." batin Tetua Tiandou yang meneteskan airmata namun terselip senyum penuh makna dibibirnya.
Beberapa saat kemudian Tetua Tiandou berdiri bersamaan dengan menyentuh pundak Tetua Shuxan.
Ia paham benar akan kebenaran peringatan dari Yue Yin, setelah ia mengalirkan energi roh nya untuk melapisi tubuh Tetua Shuxan yang tidak di ketahui Tetua Shuxan. Tetua Tiandou juga melapisi tubuhnya sendiri.
"Tidak ada waktu untuk berbalik. Kita sudah sejauh ini. Kita lanjutkan perjalanan,-!! Percayalah padaku?!" kata Tetua Tiandou yakin sembari tersenyum.
Hal itu membuat Tetua Shuxan semakin tidak mengerti dengan arah pikiran Tetua Tiandou, namun ia tidak merasa keberatan dengan itu.
Memang selama ini, ketika melakukan misi bersama. Tetua Tiandou lah yang mengatur siasat maupun langkah setiap pergerakan. Bukan hanya karena lebih tua setahun darinya, namun karena dari sekian banyak Tetua Tombak. Tak diragukan lagi bahwa kemampuan Tetua Tiandou dalam hal mengatur siasat dan pergerakan dalam misi yang paling menonjol.
"Haih,-!! Apa boleh dikata. Keputusan setiap langkah ada pada dirimu. Aku percaya?!" kata Tetua Shuxan sembari berdiri.
Tak berselang lama keduanya melanjutkan perjalanan dengan kecepatan tinggi dengan sesekali berpijak pada cabang pohon.
Yue Yin secara tiba-tiba memperingatkan Tetua Tiandou ketika telah menempuh jarak beberapa mil dari tempat sebelumnya.
"Tuan, aku merasakan ada pergerakan dua kekuatan besar menuju ke arah yang kita tuju. Kemungkinan kita akan bertemu beberapa mil dari sini."
Tetua Tiandou terkejut, ia bahkan tak merasakan apapun. Membuatnya berfikir bahwa dua kekuatan yang dimaksud Yue Yin merupakan pendekar berilmu tinggi.
"Apa kau bisa membaca tingkat kekuatan mereka."
Tetua Tiandou menimpali perkataan Yue Yin sembari melirik ringan Tetua Shuxan. Dalam benaknya kemungkinan terburuk jika terjadi pertarungan, Tetua Shuxan yang paling beresiko mengalami hal buruk.
"Maafkan aku Tuan,-!! Dengan jarak sejauh itu aku tak bisa mengetahuinya."
Tetua Tiandou mengangguk ringan tanpa bertanya lagi. Ia segera mengatur berbagai siasat jika nantinya terjadi hal diluar kemungkinan.
Kecepatan pergerakan keduanya sama sekali tak berkurang. Meskipun Tiandou telah diperingatkan oleh Yue Yin. Rasa penasaran akan kebenaran keberadaan Tan Hao membuatnya tidak memiliki alasan untuk memperlambat atau menghentikan pergerakannya.
Setelah keduanya masuk lebih dalam ke Pegunungan Hewan Buas lewat jalur Kota Huizhu, setidaknya sudah setengah jalan posisi keduanya saat ini.
Dalam laju larinya yang melesat diantara cabang-cabang pohon, Tetua Tiandou memperingatkan Tetua Shuxan.
__ADS_1
"Tetua Shuxan, mulai dari sini lebih baik kau berada di belakangku. Aku tak cukup waktu menjelaskan soal ini." kata Tetua Tiandou tegas.
Sebelum Tetua Shuxan menjawab perkataan Tetua Tiandou. Keduanya dikejutkan oleh lesatan jarum jarum berkilauan dengan kecepatan tinggi.