Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 89 ~ Penyempurnaan


__ADS_3

"Setelah apa yang aku jelaskan padamu! Masihkah kau ingin melanjutkan perjalananmu? Aku tak bisa mencegahmu juga tak bisa menyuruhmu. Aku bisa kapan saja membuka gerbang dimensi jalan naga ini tetapi itu tergantung keputusanmu."


"Oh ya, bukankah tujuan awal kalian datang kemari berkaitan dengan Zirah Naga Suci? Dan kutebak pasti kalian juga telah bertemu Panglima Naga Timur, bukan?"


Shongshu Hong mengubah posisi berdirinya yang melayang, kini ia bersikap lebih lunak dari sebelumnya. Ia bisa melihat dengan jelas batas kekuatan Tan Hao namun ia enggan memberitahukan pengetahuannya.


"Kakak? Baiknya kita kembali, bukankah konyol rasanya sampai harus mengorbankan nyawa untuk rasa penasaran kita? Lagipula aku sudah cukup puas bisa menemukan Periuk Neraka." bisik Lan Lihua yang sedari tadi menempel Tan Hao kala mendengarkan penjelasan Shongshu Hong.


Sementara Tan Hao masih mengolah semua penjelasan Shongshu Hong dalam pikirannya. Ia tak menyangka bahwa dirinya benar-benar bagaikan seekor semut, hal yang ia pikir bahwa dirinya merupakan orang terkuat di Alam Bumi nyatanya hanya ungkapan kosong tak berpengetahuan yang selama ini ia yakini.


Penjelasan Shongshu Hong membuatnya tak bisa membantah lagi informasi yang telah ia dengar sebelumnya. Tan Hao tersenyum kecil sesaat setelah Lan Lihua berbisik padanya.


"Dewi LianHua? Ayah? Dan sekarang manusia tupai ini? Heh.. Memang benar selama ini aku terlalu membanggakan diri sendiri. Jadi tak ada alasan untuk sebuah kesombongan." batin Tan Hao sambil terkekeh kecil.


"Baiklah baiklah! Aku memutuskan untuk kembali, kurasa belum saatnya aku melangkah terlalu jauh. Bisakah kau tunjukkan jalan kembali?" ujar Tan Hao ramah sembari memandang anak tangga yang telah ia lalui seperti hilang tertelan gelap sementara anak tangga yang akan ia lalui bercahaya akibat Kunang-kunang Api.


Lan Lihua menghela nafas ringan, dirinya merasa lega sebab Tan Hao mau mendengarkan perkataannya. Biarpun mereka belum lama hidup bersama namun Lan Lihua tau benar jika Tan Hao merupakan orang yang sulit terpengaruh apabila ia sudah memutuskan sesuatu.


"Ah ya. Kunang-kunang Api akan menuntunmu kembali , kau hanya harus memberi mereka asupan energi dan mereka akan mematuhimu." jawab Shongshu Hong sembari melihat salah satu kunang-kunang yang hinggap di telapak tangannya.


Tan Hao menggangguk ringan tanda mengerti kemudian ia mengeluarkan energi tenaga dalamnya dalam bentuk api berwarna ungu transparan di telapak tangannya dan menyebar dengan cepat melingkupi seluruh ruangan.


Lan Lihua terkejut sejenak ketika melihat energi tenaga dalam yang Tan Hao keluarkan begitu cepat diserap oleh koloni Kunang-Kunang Api disekitarnya.


"Beruntung mereka tipe hewan lunak, jika mereka tipe pemangsa, aku takut akan banyak korban jiwa jika koloni ini keluar di alam bebas." batin Lan Lihua sembari menggelengkan kepalanya.


Shongshu Hong tersenyum sinis, terlihat lirikannya yang tertutup bulu alisnya terfokus pada Tan Hao.


"Perwujudan dari Dewa Saint dan Darah Naga ya? Pantas aku merasa pemuda ini memiliki sesuatu yang aku kenal. Eh.. Meski begitu ini masih terlalu lemah jika dilihat dari garis keturunannya biarpun cukup menjanjikan dilihat dari alam yang ia tempati." ujar Shongshu Hong dalam hati.


"Baiklah, lebih baik kalian segera mengikuti mereka atau tidak akan ada cahaya apapun lagi yang membantu." kata Shongshu Hong sembari menunjuk koloni Kunang-Kunang Api yang mulai bergerak.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan anda! Apakah tidak ingin ikut kami? Bukankah disini tidak ada apapun untuk sebuah kehidupan?"


Shongshu Hong menolak halus ajakan Lan Lihua tanpa berkata apapun hanya menggeleng kepala pelan sembari menunjuk arah koloni Kunang-Kunang Api yang telah bergerak.


Tan Hao bisa memahami maksud dari Shongshu Hong, ia hanya tersenyum tipis dengan menganggukan kepalanya.


"Hua'er, lebih baik kita segera kembali. Paman Hong menjaga tempat ini lalu bagaimana mungkin dia bisa pergi? Lain waktu kita pasti akan bertemu kembali. Benarkan Paman Hong?"


Pertapa Tupai itu hanya terkekeh kecil kemudian menghilang tanpa jejak begitu saja. Meninggalkan Tan Hao dan Lan Lihua yang masih memiliki keinginan untuk mengajaknya.


Lan Lihua masih memiliki rasa penasaran tinggi tentang siapa sebenarnya Pertapa Tupai yang ia temui tersebut. Namun rasa penasaran yang ia miliki dengan terpaksa harus terabaikan.


•••


"Aku pikir kita salah jalan."


Pernyataan Tetua Shuxan menghentikan perjalanan keempatnya yang tengah berjalan normal namun waspada ditengah kabut tebal yang menyelimuti.


"Kau bicara apa? Apa kau meragukan kemampuanku?" ujarnya kesal dengan mengeram ringan, tatapan matanya begitu tajam.


Tetua Shuxan hanya bereaksi membuka kedua tangannya sembari menaikan ringan kedua bahunya. Sementara hal lain tengah dirasakan oleh Tetua Tiandou yang berada di paling belakang tepat di belakang Liu Zey.


"Kabut ini mengerikan, bahkan aku tak dapat merasakan hawa keberadaan adik zey yang tepat di depanku. Apa kau bisa memahami situasi ini,Yue..?"


Tetua Tiandou berbicara dalam pikirannya selagi ia mengamati situasi sekelilingnya tanpa memperdulikan adu mulut ringan Su Kong dan Tetua Shuxan.


Hal yang mendasari kewaspadaannya jika tiba-tiba terjadi serangan mendadak, mereka tak akan bisa mengelak sebab tak mengetahui arah datangnya.


"Aku hanya bisa merasakan bekas energi dari Tuan Tan Hao yang terlihat mulai menyatu dengan kabut ini, sebaiknya Tuan mengambil alih penunjuk jalan dan lekas ikuti arahanku atau kita akan tersesat selamanya disini." terang Yue Yin dalam diri Tetua Tiandou.


Untuk beberapa saat Tetua Tiandou bisa melihat energi yang dimaksud oleh Yue Yin namun tak cukup jelas. Sebuah energi keunguan membentuk layaknya benang panjang yang melayang diudara.

__ADS_1


"Ah itu dia? Ya kau benar. Bahkan itu lebih kuat dari yang ku ingat ... Baiklah kita harus bergerak secepat mungkin." kata Tiandou dalam hati yang sesaat lalu terkejut lalu bereaksi serius disertai senyum tipis.


Liu Zey dengan cepat menyadari perubahan Tetua Tiandou, ia hanya menatapnya sejenak kemudian mengikuti gerakannya.


"Sampai kapan kalian akan seperti itu? Cepat gunakan tenaga dalam untuk melindungi tubuh dan ikuti aku." seru tegas Tiandou yang membuat Liu Zey tersenyum kecil.


"Ah kami mengerti ... Maaf." ujar keduanya bersamaan bereaksi layaknya anak kecil.


Belum lama mereka melesat mengikuti arah yang ditunjukkan Yue Yin, mereka dikejutkan oleh datangnya tekanan luar biasa yang menyerang mereka bersamaan.


Tetua Tiandou bisa melihat dengan jelas menggunakan Mata Langit.


"Bukankah itu naga? Apa aku tidak salah lihat?" gumam Tiandou merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Namun Yue Yin segera meyakinkan Tiandou bahwa itu adalah benar, tetapi itu hanyalah sebuah energi bukan bentuk fisik.


Naga yang sama yang ditemui oleh Lan Lihua beberapa waktu yang lalu menghadang perjalanan keempatnya. Meskipun tidak benar-benar menunjukkan kehadirannya dan hanya energinya saja namun itu cukup membuat ketiganya tertekan luar biasa kecuali Tetua Tiandou.


Yue Yin segera keluar dari tubuh Tiandou melesat cepat kearah energi berbentuk seekor naga yang tengah melancarkan aura energi menekan tanpa diketahui ketiganya. Tetua Tiandou bahkan belum sempat menanyakan lebih jauh.


Keputusan Yue Yin keluar dari tubuhnya meskipun hanya setengah energi aslinya membuat Tiandou memiliki banyak pertanyaan.


"Sebenarnya naga apa itu? Kenapa Yue Yin seperti mengenalnya? Dan lagi ketiga orang ini! Apa yang harus aku lakukan untuk membantu mereka?" batin Tiandou sesaat setelahnya melirik kearah Liu Zey, Su Kong dan Tetua Shuxan bergantian.


Mereka belum menyadari jika tempat mereka berada saat ini tak jauh dari pintu gerbang ruangan yang terdapat pusaka yang mereka cari. Serangan tekanan yang dilancarkan Bing Long bukan saja membuat mereka sesak nafas tanpa mampu berbuat apapun namun juga memaksa mereka melupakan tujuannya mendatangi tempat itu dengan sibuk memikirkan bagaimana cara mengatasi tekanan dahsyat tersebut atau segera keluar dari lembah kabut tebal tersebut.


Sementara itu, Yue Yin memutuskan keluar untuk menemui Bing Long bukan hanya karena ia mengetahui maksud dan tujuan Bing Long melakukan serangan tersebut namun juga sesuatu yang lain.


"Bing Long,-! Apakah itu kau? Ini aku Yue Yin." pekik Yue Yin yang berwujud Merpati Bulu Surga melesat kearah Bing Long yang tengah menengadahkan kepalanya sembari membuka lebar mulutnya.


Bing Long terkejut mendengar pekikan tersebut, ia memang tak mengubah posisinya namun ia mengubah pandangan matanya. Meskipun ia berada di ketinggian tetapi ia bisa melihat dengan jelas.


"Suara ini! Dewi Yue? Pelayan dari Dewi Yu Huanran! Berada disini? Apa aku tak salah lihat atau memang ini benar?" batin Bing Long sembari memandangi Yue Yin yang melesat kearahnya.

__ADS_1


Sekilas terlihat tatapan Bing Long seperti tatapan seorang yang memendam kerinduan. Ia memutar tubuhnya dan kemudian melesat turun menuju Yue Yin tanpa menghentikan serangan tekanan yang ia lancarkan ke area luas disekitar ruangan yang ia jaga.


__ADS_2