
Tak butuh banyak waktu bagi pendekar tudung emas untuk mengalahkan belasan pendekar topeng putih, tak ada yang tersisa selain pendekar topeng biru yang kini mulai berkumpul di sekitar Xiao Li dan Xiao Wu yang berada di depan kereta kuda.
Hal itu disadari oleh Jun Shan, orang yang berada di dalam kereta kuda. Dia merupakan keturunan bangsawan luar yang menjabat sebagai Kepala Desa Hibei namun hanya beberapa tahun sebelum digantikan secara paksa oleh kepala desa baru dari kalangan rakyat biasa.
"Kalian bodoh atau apa! Kerja begini saja tidak becus ... Apa-apaan ini...!" Jun Shan begitu terkejut ketika baru saja keluar dari kereta kuda, yang terlihat olehnya mayat bergelimpangan dengan luka tebasan pedang dari pendekar yang ia sewa dan bukan dari rakyat desa.
Ekspresi wajahnya berubah geram melihat hal tersebut, ditambah lagi pendekar topeng biru yang ia sewa dengan harga tinggi juga mengecewakannya, sebab tak bisa mengalahkan pendekar bertudung dan malah menderita luka.
"Dasar tidak berguna, cih! Nona pendekar, aku tidak ada urusannya dengan kalian. Tolong beri aku muka," kata Jun Shan ramah sambil memainkan kipasnya setelah memandang sinis para pendekar topeng biru.
Pendekar bertudung pemilik anting telinga yang sebelumnya hanya diam, angkat bicara namun ekspresinya tetap datar.
"Kami hanya menjalankan perintah untuk melindungi rakyat desa ini, masalahmu aku tidak peduli! Jadi lakukan apa yang kau inginkan, tetapi jangan coba-coba menyentuh rakyat desa ini!" ucapnya sebelum memberi tanda pada rekannya yang lain untuk berkumpul.
"Wanita sialan ini!! Bagaimana bisa dia sampai ditempat ini? Kalau begini, rencana Tuan Mu bisa gagal. Tidak! Aku harus melakukan sesuatu," batin Xiao Li menatap geram Xue Mei dari balik topengnya.
Disisi lain, Jun Shan harus menahan kemarahannya mendengar jawaban Xue Mei. Tujuannya datang ke desa memang untuk membunuh semua warga desa dan mengambil semua harta yang ada untuk kembali menguasai dan memimpin kembali desa Hibei.
Dendam karena merasa digulingkan secara paksa dan dibuang begitu saja membuatnya menerima kesepakatan dengan aliran hitam tanpa syarat.
"Tidak, tidak! Aku datang bukan untuk membunuh, aku hanya ingin mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. Jika caraku salah, tolong maafkan kami dan berikan kami jalan...!" tampik Jun Shan sembari memasang ekspresi wajah menyesal.
__ADS_1
Xue Mei melirik kesana kemari sebelum memberi tanda kepada rekannya yang lain untuk mundur, sementara Xiao Li terlihat tidak membiarkan hal itu. Ia mengirimkan tanda bantuan melalui cincin bumi dijarinya dengan menggunakan sedikit hawa energi yang hampir tak terlihat.
"Aku beri kalian waktu! Jangan coba-coba...!" ancam Xue Mei datar namun sorot matanya tajam, sebelum melompat mundur menyusul rekannya yang lain.
Lan Lihua mengerutkan dahinya mendengar percakapan tersebut, benaknya dipenuhi berbagai pertanyaan mengenai asal usul dan pemberi perintah pendekar bertudung tersebut yang menurut perkiraannya, mereka semua adalah wanita.
"Aku rasa ada yang aneh! Tidak mungkin mereka dengan mudah dikalahkan seperti ini...! Tapi, mereka ini sebenarnya siapa? Selama disini, aku tak pernah melihat mereka?" gumam Lan Lihua sebelum beranjak dari tempatnya berniat meninggalkan tempat itu.
Pendekar bertudung emas dihadang oleh beberapa pendekar topeng emas sebelum terlalu jauh meninggalkan area pertarungan sebelumnya. Hal itu membuat Xiao Li tersenyum lebar sembari menyiapkan pedangnya.
"Xue Mei, Xue Mei...! Setelah membunuh orang-orangku, jangan harap kau dapat meninggalkan tempat ini dengan mudah," kata Xiao Li sembari berjalan mendekati Xue Mei yang terkepung sendirian oleh tiga orang pendekar topeng emas.
Xiao Li begitu percaya diri dengan datangnya bantuan, ia melepas topeng dan melemparnya begitu saja. Senyuman lebar terpampang jelas sementara rambut hitam panjangnya terhembus oleh angin.
Tanpa berniat menjawab, Xiao Li memberi tanda pendekar topeng emas untuk menyerang Xue Mei bersama dirinya. Terang saja hal itu disambut dingin oleh Xue Mei, ia begitu tenang dan pergerakannya dalam menahan serangan dari berbagai arah secara bersamaan itu cukup tegas dan bertenaga.
Sementara itu, Xiao Wu bergegas meminta Jun Shan untuk segera meninggalkan tempat itu dengan di kawal tiga orang pendekar topeng biru sedangkan dirinya menetap untuk berjaga-jaga.
Pertarungan tak seimbang itu pun terjadi dalam kecepatan tinggi membuat dentingan suara benturan pedang menggema bersahutan, meskipun dirinya di keroyok empat orang namun tak sekalipun serangan yang mengenai tubuhnya. Gerakannya sangat gesit, bahkan sempat membuat Xiao Li jengkel sebab hampir tak bisa mengimbangi kecepatannya.
Sementara itu, setelah meninggalkan tempat itu. Lan Lihua bergegas kembali ke penginapan untuk menemui Liu Zey, keberadaan Shuxan dan Su Kong yang tidak ia ketahui membuatnya hanya bisa membicarakan masalah itu dengan Liu Zey. Meskipun ia masih berharap Bing Long kembali secepatnya dan memberinya gambaran yang pasti mengenai situasi yang sebenarnya.
__ADS_1
"Jika kondisimu sudah membaik, sebaiknya kita meninggalkan tempat ini dan pergi keluar...! Situasi di desa membingungkanku, aku takut apa yang terjadi seperti apa yang aku pikirkan," kata Lan Lihua serius.
Sementara Liu Zey baru saja selesai membersihkan busurnya, raut wajahnya juga kelihatan kalau ia tahu apa yang terjadi.
"Aku juga berpikir begitu! Sebelum pergi, Tuan Muda Tan Hao juga sudah memberitahu kita tentang apa yang mungkin saja terjadi sebelum dia kembali, jadi kupikir sebaiknya kita membereskan yang mampu kita bereskan," balas Liu Zey sembari mengaitkan busurnya ke punggung.
*****
Tan Hao merasa heran, sebab sudah lama ia terbang dengan kecepatan tinggi namun belum juga keluar dari wilayah hutan. Bahkan sesekali ia harus menoleh sisi kiri dan kanan untuk memastikan keheranannya.
"Kenapa aku merasa kita dari tempat yang sangat jauh, eh? Hutan ini bahkan kelihatan sangat luas sekali terlihat dari sini! Hmm ...." gumam Tan Hao sinis kemudian berubah ketika tiba-tiba merasakan hawa energi dalam jumlah cukup besar.
"Kakek, apa kau merasakan energi besar ini?" tanya Tan Hao yang masih menatap serius ke depan ditengah laju terbangnya.
"Tentu saja! Semua hawa kekuatan ini bahkan lebih besar dari gabungan dua sekte kelas menengah, aku rasa sumbernya mengarah ke ...."
"Desa Hibei ...!" sahut Tan Hao cepat sambil menoleh tajam.
Keduanya mempercepat laju terbangnya, hingga menimbulkan garis memanjang sesuai warna energi masing-masing.
Diwaktu yang sama, arah barat daya dari Desa Hibei pendekar topeng hitam dalam jumlah besar bergerak dengan kecepatan lumayan tinggi disusul pendekar topeng emas. Sementara di barisan paling belakang, terdapat tiga orang mengenakan topeng merah darah sebagian wajah.
__ADS_1
Pasukan dalam jumlah yang begitu besar tersebut terlihat sangat tidak masuk akal, mengingat tujuan mereka hanyalah desa kecil seperti Desa Hibei. Apa yang menjadi tujuan sebenarnya mereka masih belum diketahui oleh Tan Hao maupun Fen Fang. Tan Hao hanya mengetahui rencana aliansi tersebut dari penjelasan Chen Seng beberapa waktu yang lalu tanpa tahu yang sebenarnya.