
Energi yang menyeruak dari dalam tubuh Fen Fang segera menyebarkan tekanan mengancam, Yu Shan yang semula menyeringai lebar kini memandang tajam sambil memegang erat Penebas Langit.
Tubuh Fen Fang benar-benar penuh dengan energi murni yang sangat kuat, bahkan itu berdampak pada tekanan angin disekitar tubuhnya. Lebih besar dan lebih menekan daripada saat menggunakan tenaga dalam.
Disamping itu, hawa energi itu juga menekan Yu Shan lebih berat dari sebelumnya. Kini, Fen Fang benar-benar telah membalikkan keadaan.
"Dasar iblis...! Masih berani menggunakan kekuatan gelap saat di hadapanku! Cih ... Penebas Langit sekali lagi akan membunuhmu!" seruan geram Yu Shan tak tertahankan, dirinya merasa Fen Fang kali ini berbeda dari yang sebelumnya dan bahkan sangat berbeda dari saat dirinya lawan dulu.
Fen Fang seolah tak mendengar seruan tersebut atau lebih tepatnya tak menghiraukannya. Kedua mata memutih sementara kedua tangannya masing-masing memegang sebuah energi yang berbentuk layaknya kail pancing dengan dua mata.
BOOM!
Fen Fang melesat cepat menyerang Yu Shan, ledakan akibat pijakan lesatannya menyemburkan hempasan udara bercampur energi berlawanan arah.
DUAR!
"Kurang ajar! Bagaimana bisa penebas langit berbalik arah seperti ini!" Yu Shan mengeram hebat tatkala pedang penebas langit kalah tekanan dan dampak serangan saat menghadang serangan pedang energi mata kail yang di lesakkan Fen Fang.
Tak berhenti sampai disana, lagi-lagi Pendekar Seruling Iblis itu menyerang Yu Shan. Bombardir serangan pedang energi mata kail sangat tangguh dibarengi dengan daya ledak kekuatan Spirit Energi. Perpaduan serangan yang begitu kuat sampai tak ada celah sedikitpun.
Merasa dirinya akan semakin terpojok jika terus menerus menahan gempuran serangan dari Fen Fang, Yu Shan mengambil tindakan cepat dengan menyalurkan energi tenaga dalam ke pedang penebas langit sementara ia juga menambah daya kekuatan energi tubuhnya.
Orang-orang yang berada di bawah area pertarungan mereka banyak yang mati sia-sia akibat terkena dampak serangan yang ditepis kedua belah pihak.
Langit sore hari yang biasanya cerah dengan dihiasi pijar sinar mentari yang mulai terbenam, kini berubah menjadi langit hitam yang gelap dengan dihiasi sambaran kilatan petir.
Para pendekar yang berada di Kota Zhongnan, semuanya tidak ada yang merasa baik-baik saja. Mereka terlihat menatap pertarungan tersebut sementara wajah mereka pucat.
Perlawanan Yu Shan akhirnya berhenti ketika Fen Fang berhasil mengecohnya dengan serangan membabi buta tetapi menyiapkan serangan kejut dari arah berlawanan menggunakan pedang energi mata kail yang menusuk punggung Yu Shan hingga tepat menembus jantungnya.
__ADS_1
Tak berhenti disana, energi berbentuk naga dan angsa yang mengitari tubuh Fen Fang tiba-tiba menyerang Yu Shan bersamaan seperti menerkam dan menghujam.
"Apa?! Bagaimana mungkin...! Kurang ajar ... Sial...."
DUAR!
Asap tebal segera membumbung ke angkasa beberapa detik setelah terjadi hantaman keras yang menghujam tanah. Hantaman tersebut bukan hanya mengakibatkan beberapa bangunan hancur lebur tetapi juga menciptakan kawah lebar di tanah.
Beberapa saat setelah itu ledakan energi di tubuh Fen Fang berangsur mereda bersamaan dengan kembalinya warna bola matanya.
Pada saat yang sama, Lan Lihua berhasil di susul oleh Qing Luo. Tapi sayangnya, Qing Luo tak menyadari kalau keduanya berada tak jauh dari kediaman keluarga Bangsawan Lun.
"Jangan harap bisa kabur setelah menghancurkan kediamanku! Gadis sialan ... Hanya nyawamu harga yang pantas mengganti kerugian!"
Tatapan tajam mengandung aura membunuh dengan dibarengi seruan bernada ancaman tak lantas membuat Lan Lihua takut dan tertekan.
Tapi sebaliknya, Lan Lihua malah terlihat geram dan seolah ingin menjadikan orang di depannya itu sebagai tempat pelampiasan dan lagi ditambah dengan identitasnya yang merupakan ayah dari orang yang merendahkannya.
Tanpa pikir panjang lagi, Lan Lihua langsung menyerang Qing Luo menggunakan teknik pedang bintang ungu. Gerakannya sangat lincah dan gesit lebih dari beberapa waktu yang lalu.
Lan Lihua mengubah pola teknik pedangnya menjadi semakin mudah namun sangat bertenaga. Disisi lain, Qing Luo tak lantas berdiam diri sambil bertahan tapi dirinya juga bergerak untuk menyerang Lan Lihua.
DUAR!
Qing Luo berhasil menyerang balik Lan Lihua dan mengakibatkan gadis berwajah sebening giok tersebut terlempar beberapa meter sebelum akhirnya berhenti karena punggungnya menghantam dinding bangunan.
Sangat mudah ditebak kalau Lan Lihua muntah darah segar, terlebih kondisinya memang tidak begitu bagus membuat penyembuhan dirinya tak berjalan baik.
Pedang bintang ungu berlumur darah yang keluar dari mulutnya, wajahnya memucat bukan karena ketakutan melainkan karena rasa sakit dan nyeri yang beberapa saat lalu mendera kini mulai kembali lagi.
__ADS_1
Keadaan Bing Long yang masih dalam proses pemulihan setelah cukup telak terkena serangan Yu Shan menjadikan dirinya kini bertarung seorang diri tanpa bantuan.
Alam Dewa Bumi melawan Pertapa Bumi, tingkatan yang terpaut sangat jauh dari segi apapun. Bahkan Lan Lihua tak bisa melayang dengan tingkat kekuatannya saat ini, itu bisa terjadi karena adanya Bing Long tapi kini setelah Bing Long tak dapat membantu untuk sementara waktu menjadikan dirinya hanya seorang pendekar biasa kelas rendahan.
Di depan seorang Alam Dewa Bumi, dirinya terlihat begitu kecil. Akantetapi, watak Lan Lihua yang keras kepala membuat dirinya mengacuhkan rasa sakit dan bangkit berdiri dengan menopang tubuh menggunakan pedangnya.
Suara pertarungan antara Fen Fang melawan Yu Shan terdengar jelas di telinga Lan Lihua sementara matanya menatap tajam Qing Luo.
Dasarnya Lan Lihua, ia begitu saja melesat sembari mengayunkan pedangnya berniat menyerang Qing Luo tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri.
JURUS PEDANG : PEDANG PERUNTUH LANGIT
BOOM!
Kepercayaan dirinya begitu tinggi, Lan Lihua mengeluarkan jurus kedua dari teknik pedang langit. Disudut lain, Qing Luo membuka lipatan tangannya sembari menyeringai licik.
DUAR!
Hanya butuh satu hentakan kaki darinya untuk menangkis serangan tersebut. Beberapa detik setelah berhasil menangkis, Qing Luo diam-diam menyerang Lan Lihua mengunakan serangan jurus manipulasi jiwa.
Diketahui jika jurus tersebut hampir mirip dengan jurus ilusi tapi jurus manipulasi jiwa dikeluarkan dengan cara melesatkan sebuah energi seperti anak panah tepat ke kepala musuh, energi tersebut merupakan bentuk lain dari diri penyerang yang masuk ke dalam pikiran target lalu kemudian mengalahkan kesadarannya untuk mematikan gerak tubuh dan otak dari target dari dalam.
"Kau pikir kau siapa! Datang mengacau lalu pergi begitu saja. Apa kau pikir kau Dewi Kehidupan yang memiliki banyak nyawa dan jiwa. Heh ... Tak ada yang bisa selamat setelah menerima jurusku ini! Mulai sekarang kau hanya akan menjadi wanita gila, haha!" Qing Luo tertawa puas beberapa detik setelah berhasil melepaskan serangan rahasia tersebut.
Tawa kerasnya menarik perhatian orang-orang yang ada di dalam Kediaman Keluarga Bangsawan Lun. Hingga banyak dari mereka yang keluar untuk memastikan.
"Gawat! Bukannya itu kepala keluarga dari Kediaman Qing? Aku harus memberitahu Kepala Keluarga Lun ...!" seru salah seorang penjaga gerbang masuk kediaman sebelum kemudian bergegas pergi untuk melaporkan.
"Lihat itu disana! Dia sedang mengerjai seorang wanita! Tak ku sangka serendah itu Kepala Keluarga dari Kediaman Qing!"
__ADS_1
"Siapa wanita itu? Nasibnya buruk sekali, bisa menyinggung orang tak tahu aturan sepertinya!"
Orang-orang dari Kediaman Lun langsung bisa mengenali sosok pria yang sedang melayang di udara sementara mereka sedang membicarakannya.