
Dikatakan bahwa Ekor Naga Sisik Iblis merupakan tanaman pemakan hewan spiritual tingkat rendah. Yang menjadikan spesial dari sumber daya jenis tanaman ini adalah merubah energi menjadi konsentrat bagi pertumbuhan evolusinya. Dengan kata lain, sumber daya ini seperti memiliki nyawa layaknya manusia.
Lan Lihua teringat dengan cerita masa lalu yang pernah ia dengar dari ayah angkatnya, jika Ekor Naga Sisik Iblis bukan tanaman yang berasal dari alam bumi. Bahkan hingga seratus tahun lamanya tidak ada yang berhasil mengungkap asal usul tanaman itu.
Perwujudannya sepintas terlintas seram, dengan hanya memiliki satu warna yaitu hijau gelap serta memiliki lima daun menyatu diujung tunasnya, jika mengembang maka terlihat seperti mulut iblis menganga. Ukurannya tidak terlalu besar memang, hanya sebesar kucing hutan ketika berdiri dengan dua kaki.
Selain itu, disebut ekor naga sebab terdapat rumbai halus seperti bulu yang terdapat ditangkainya. Rumbai bulu tersebut memiliki fungsi pengikat serta pelepas energi yang tak terserap.
"Asosiasi Menara Emas, ya? Tidak aku sangka, Kakak Haohao memiliki hubungan dengan mereka."
Lan Lihua berniat mengambil tanaman tersebut setelah cukup lama terdiam menatapnya. Namun, ia teringat sesuatu sebelum tangannya meraih tanaman yang dapat bergerak kekiri kekanan seperti menari itu.
Tanaman tersebut memiliki gas racun, bukan hanya berefek ketika terhirup namun juga berdampak mati rasa pada kulit yang terkena.
"Oh hampir saja aku lupa! Hmm ... Lebih baik nanti saja aku ambil, siapa tahu ada sumber daya yang tak kalah bagus disekitar sini? Bukankah cukup lumayan," batin Lan Lihua terkekeh ringan kemudian mengamati rak-rak kayu berada disisi kanan tempatnya berdiri.
Sementara itu Fen Lian dibuat kebingungan, sosok pembunuh bayaran yang ingin membunuhnya justru saat ini tengah memeluk Tan Hao, terlihat wanita itu cukup emosional.
"Apa-apan ini? Apa mereka saling mengenal? Jika benar, maka akan sangat bagus bagi Asosiasi. Memiliki pendekar sekuat dia yang selama ini paling ditakuti kekejamannya, Sui Jiu. Si Pisau Ilusi?!"
Fen Lian menelan ludah ketika teringat apa yang telah diperbuat Sui Jiu beberapa tahun terakhir, ia baru sadar jika penyebab menggilanya dewi ilusi tersebut dalam memburu dan membunuh pendekar aliran hitam berkaitan erat dengan menghilangnya Tan Hao beberapa tahun yang lalu.
"Bisa jelaskan, apa yang terjadi disini?" tanya Fen Lian memberanikan diri.
Sui Jiu yang terlihat masih berkeinginan memeluk lebih lama tuannya itu melepas pelukan lalu mengusap airmatanya, sorot mata tajam segera terarah pada Fen Lian setelah itu.
__ADS_1
"Eh ... Hehe! Kalian, tenanglah." ucap Tan Hao canggung sambil mengangkat kedua tangannya di depan dada.
"Bagaimana Tuan bisa memiliki hubungan dengan wanita tua ini?" tanya Sui Jiu datar sambil memejamkan kedua mata.
Perkataan Sui Jiu membuat Fen Lian sedikit tersinggung, itu terlihat dari reaksinya yang tak ramah.
"Apa maksudmu dengan "Wanita Tua"? Jaga bicaramu, jalaang sialann ... ."
Tan Hao memandang keduanya bergantian, kemudian tersenyum kecut. Menyadari akan sangat sulit membuat kedua wanita di depannya itu untuk saling bekerja sama.
"Wanita itu makhluk paling unik yang diciptakan tuhan, aku tak ingin ikut campur! Selesaikan sendiri he he ... ." kelakar Ye Yuan didalam ruang jiwa Tan Hao.
"Kau juga sama saja, Burung kecil bau!" batin Tan Hao membalas ejekan Ye Yuan.
Kedua wanita itu tak bicara sepatah kata pun, hanya saling tatap dengan sorot mata tak bisa dimengerti oleh Tan Hao.
"Dan kau Nona Sui! Jaga ucapanmu, mencari seribu musuh lebih mudah daripada mencari satu teman. Apa kalian mengerti?"
Kedua wanita itu bereaksi serempak, membuang muka dengan mendengus ringan. Membuat Tan Hao tersenyum kecut melihat sikap kedua wanita yang berbeda usia tersebut.
Meski tak diberi tahu, kenyataannya Tan Hao sudah mengetahui usia asli dari Fen Lian. Meskipun penampilan serta postur tubuhnya terlihat seperti gadis yang baru beranjak dewasa namun memiliki usia hampir setengah abad.
Di depan usianya, Sui Jiu serta Tan Hao bagaikan anak. Namun didepan paras serta penampilan, keduanya bagaikan kakak Fen Lian.
Rahasia yang masih disimpan rapat oleh Fen Lian bagaimana cara dia bisa awet muda. Sebab itulah banyak yang mengincarnya hanya untuk mengetahui rahasia awet muda tersebut selain daripada dia pemegang kekuasaan Asosiasi Menara Emas setelah kakaknya.
__ADS_1
"Tuan muda? Bagaimana kau bisa ada disini? Mengapa kau tak kembali? Kami semua mencemaskanmu, menunggumu. Terutama wanita itu, setiap hari selalu diliputi kesedihan karenamu," tanya Sui Jiu seraya mengacuhkan Fen Lian yang sempat ingin berbicara namun dibuat terdiam dengan mulut terbuka.
"Ceritanya panjang, tapi yang pasti aku akan kembali suatu saat nanti. Dan sekarang? Aku tertarik dengan permasalahan yang terjadi di tempat ini,"
"Maksudmu tentang pergerakan pendekar aliran hitam baru-baru ini?"
"Ya! Aku berfikir bukan hanya tentang munculnya hewan spiritual dan salah satu sumber daya langka di tempat ini? Aku menyadari itu tidak sesederhana kelihatannya," Tan Hao menahan dagunya dengan sebelah tangan seolah sedang berfikir.
"Jika bukan itu lalu apalagi? Markas cabang Asosiasi ditempat ini juga tak terlalu besar dan hanya menyediakan sumberdaya terbatas, apakah mungkin gudang penyimpanan ini telah diketahui keberadaannya?" timpal Fen Lian.
Sui Jiu menghela nafas, ekspresi wajahnya berubah kusut. Sorot matanya dalam memandangi lantai yang terbuat dari marmer putih dibawahnya cukup menarik perhatian Tan Hao.
"Jika kau tahu, katakanlah?"
"Sebenarnya aku masih ragu dengan kebenaran ini, beberapa bulan sebelumnya aku mendapat informasi secara tak sengaja," Sui Jiu terlihat ragu namun ia segera mengangkat wajahnya.
"Ini berkenaan tentang rencana Raja Shu yang akan mengambil alih pemerintahan Raja Shio. Kerajaan Shio saat ini dalam kondisi lemah karena raja shio yang sebelumnya telah tiada. Dan kini yang memegang kekuasaan kerajaan shio adalah pangeran pertama yang terkenal dengan kegemarannya bermain wanita, Pangeran Li Chen An. Praktis saat ini dalam tubuh kerajaan terjadi gesekan internal. Putri Li May Lin bahkan terasingkan ke Sekte Tujuh Tombak Emas, sedangkan pangeran kedua, Li Fen An tak punya keberanian untuk mengambil alih pemerintahan. Meskipun mendapat dukungan rakyat dan beberapa sekte aliran putih termasuk Sekte Tujuh Tombak Emas,"
Tan Hao mendengarkan penjelasan Sui Jiu, terlihat ia tengah berfikir mengenai informasi yang tak terduga tersebut. Sementara Fen Lian tertegun, ia tak menyangka ada masalah segenting itu dan Asosiasi tak mengetahuinya. Memang kematian Raja Li Xiuhuan telah diketahui khalayak umum dan bahkan dalam satu bulan rakyat dalam masa berkabung atas kematian raja yang sangat dikagumi serta dihormati seluruh wilayah Kerajaan Shio termasuk sekte-sekte aliran putih dan netral.
"Lalu? Untuk apa pendekar aliran hitam berada ditempat ini? Bukankah tempat ini sangat jauh dari pusat kerajaan? Lagipula ini wilayah terluar kerajaan shio bahkan mungkin bisa dikatakan telah masuk wilayah Benua Naga." kata Tan Hao dengan mata menari-nari seperti memikirkan sesuatu.
Fen Lian menelan ludah, matanya terbelalak.
"Jangan bilang, kalau mereka berencana menggunakan hewan spiritual yang terdapat di dalam Benua Naga?"
__ADS_1
Sui Jiu menggelengkan kepalanya ringan sembari tersenyum kecut. Sementara Tan Hao berfikir keras mengenai perkataan Fen Lian.