
"Kau...! Kau mau apa? Kami tidak ada urusannya denganmu," kata salah seorang pendekar topeng emas, terlihat gerak-geriknya seperti ketakutan.
Xiao Li memandang remeh Lan Lihua, ia justru tersenyum ketika Lan Lihua mendekat. Bahkan mengacuhkan ketiga pendekar topeng emas di dekatnya yang tubuhnya mulai bergetar karena ketakutan.
"Dewi darimana ini? Kenapa desa kecil seperti ini, banyak sekali menyimpan barang bagus," ucapnya sambil menatap Lan Lihua.
"Kakak, sepertinya dia anggota kerajaan atau putri dari bangsawan dilihat dari pakaiannya?" timpal Xiao Wu berekspresi sama.
Tanpa basa-basi lagi Lan Lihua mengeluarkan jurus dasar dari pedang bintang ungu dalam kecepatan tinggi. Tarian Pedang Bintang Ungu, menitik beratkan pada ketepatan dan kekuatan dalam mengayunkan pedang ditambah dengan persepsi jiwanya yang seorang ahli obat. Membuat serangannya sangat cepat dan tepat sasaran, bahkan hanya butuh satu kedipan mata Xiao Li dan Xiao Wu bagi ketiga pendekar topeng emas di dekatnya jatuh tersungkur hampir bersamaan dengan luka yang sama.
"A-apa yang terjadi?"
Xiao Li benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lihat, tiga pendekar topeng emas yang memiliki tingkat kekuatan seorang Pertapa Bumi tahap dasar mati begitu saja hanya dengan satu serangan pedang. Hal itu membuatnya teringat dengan ucapan salah satu pendekar topeng emas sebelumnya.
"Kau...! Topeng Anggrek Ungu? Jadi itu kau...!" seru Xiao Li sambil menunjuk Lan Lihua, terlihat ekspresi wajahnya benar-benar terkejut.
Jika Bing Long belum kembali, Lan Lihua tak punya kekuatan sebesar itu untuk mengalahkan tiga orang pertapa bumi sekaligus, jurus yang ia keluarkan beberapa saat lalu juga merupakan energi bantuan dari Bing Long.
Namun, sejak kembali belum lama setelah Lan Lihua keluar dari penginapan, dirinya belum sempat bertanya lebih jelas. Bing Long pun tak memiliki kesempatan untuk menjelaskan.
Xue Mei tertegun tak percaya menyaksikan hal itu, bahkan dirinya yang seorang pertapa langit tak bisa melakukan hal itu. Seketika pikirannya dipenuhi rasa penasaran tentang sosok wanita yang membantunya tersebut.
"Kalian...! Harus mati!"
SWOOSH!!
__ADS_1
Sebelum sempat menyerang Xiao Li dan Xiao Wu, Lan Lihua dikejutkan dengan kedatangan pendekar topeng emas dari arah belakang Xiao Li, kedatangan dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan puluhan kali lebih besar dari pendekar topeng putih dan biru yang ia kalahkan beberapa waktu sebelumnya.
Pendekar topeng emas datang dengan memancarkan hawa energi yang cukup kuat, itu membuktikan kalau tingkatan kekuatan mereka tinggi. Dalam waktu singkat, tepi luar desa dipenuhi oleh para pendekar topeng emas.
Xue Mei langsung berdiri dari tempatnya dan bergegas melompat mendekati Lan Lihua yang tengah terdiam menatap tajam seluruh pendekar yang berada tak jauh di depannya itu.
"Ini buruk...! Kita tak bisa melawan mereka semua bersamaan! Ayo kita pergi dari sini, warga desa juga sudah berada di tempat yang aman," pinta Xue Mei sambil memegang tangan kiri Lan Lihua.
"Tunggu...! Sasaran mereka bukan warga desa atau tempat ini, aku tak bisa pergi. Kau pergilah lebih dulu dan selamatkan rekan-rekanmu," sahut Lan Lihua yakin tanpa melepaskan arah pandangannya.
"Apa kau gila...! Kau akan mati konyol, ayo pergi...!" paksa Xue Mei yang kini menarik lengan Lan Lihua. Ia tak mengira kalau wanita itu memiliki keberanian tinggi, padahal di depannya jelas terdapat puluhan ribu pendekar tingkat tinggi yang dapat dengan mudah membunuhnya.
"Hahaha...! Xue Mei, apa kau takut sekarang? Dimana kepercayaan diri serta kesombonganmu tadi? Hahaha, kalian tak akan bisa pergi hidup-hidup," cela Xiao Li diselingi tatapan licik.
Seluruh pendekar topeng emas hanya berdiri ditempat mereka tanpa melakukan pergerakan, seolah sedang menunggu satu perintah. Sementara Xue Mei masih bersikeras membujuk Lan Lihua selagi ada waktu untuk melarikan diri.
"Jaga dirimu baik-baik...! Semoga kita bisa bertemu kembali!" seru Xue Mei sebelum melesat dan menghilang diantara bangunan desa.
"Mau kemana kau, jangan coba lari...!" teriak Xiao Li sebelum mengejar Xue Mei yang diikuti Xiao Wu dibelakangnya.
Lan Lihua menelan ludah sebelum menghembuskan napas beberapa kali. Senyum tipis bibirnya terasa kalau dirinya merasa sedikit takut, tapi keberadaan Bing Long sedikit memberinya kepercayaan diri. Meskipun tak bisa mengalahkan, masih bisa melarikan diri dengan bantuan Bing Long.
"Apa kau siap, Paman Bing...!" tanya Lan Lihua dalam pikirannya.
"Kapanpun!" sahut Bing Long tegas.
__ADS_1
Tak berselang lama, datang tiga orang bertopeng merah darah melesat ke depan pendekar topeng emas dan dibelakang mereka terdapat ribuan pendekar topeng hitam.
Lan Lihua terkejut bukan main merasakan hawa energi mereka, menurutnya kekuatan sebesar ini bahkan mampu meluluh lantahkan satu wilayah kerajaan dengan mudah.
"Paman! Sepertinya ini akan jadi tak masuk akal...! Tapi aku percaya Kak Hao Hao akan segera datang. Heh, aku merasa takut," batin Lan Lihua sembari menahan getaran kedua tangannya.
"Tenang saja, aku akan mengeluarkan semuanya jika diperlukan!" sahut Bing Long menatap tajam tiga orang bertopeng merah darah.
Panglima Naga Timur tersebut merasa gentar dengan kekuatan yang dimiliki tiga pendekar bertopeng merah darah, dirinya bahkan tidak dapat mengetahui batas kekuatan mereka. Namun, ia juga percaya keahliannya dalam membawa Lan Lihua melarikan diri nantinya.
"Dewi, orang itulah yang memimpin pasukan ini! Dia adalah panglima perang Raja Yan, Nian Zhen. Jangan memaksa menghadapi pasukan ini, sebab dari arah barat ada pasukan dalam jumlah tak kalah besar yang akan menjadi lawan mereka. Selain itu, aku merasa ada dua kekuatan tak terbayangkan sedang menuju tempat ini," jelas singkat Bing Long memperingatkan Lan Lihua yang terlihat menahan keterkejutannya.
Orang yang berada di tengah dari ketiganya memiliki tubuh lebih besar dari yang lainnya, rambut putih serta memiliki senjata sepasang palu di punggungnya. Sementara kedua pendekar topeng merah darah disampingnya terlihat tak memiliki senjata namun hawa energinya luar biasa tak kalah menekan.
"Hei nona...! Pergilah," gertak salah satu pendekar topeng merah.
"Tidak! Selama kalian belum meninggalkan tempat ini," sahut Lan Lihua tegas sembari mennyiapkan pedangnya.
"Cih...! Nian Zhen tak akan berbelas kasih padamu," gerutunya sambil melesat melewati Lan Lihua bersamaan dengan pendekar topeng merah lainnya yang diikuti seluruh pendekar topeng hitam.
Pendekar topeng merah yang memiliki sepasang palu itu hanya menatap Lan Lihua kemudian mengangkat sebelah tangannya seperti memberi tanda kepada pendekar topeng emas yang ada di belakangnya untuk bergerak.
Gerakan tangan tersebut merupakan sebuah perintah yang langsung disambut dengan pergerakan puluhan ribu pendekar topeng emas ke arah Lan Lihua. Namun, sebenarnya bukan menuju ke Lan Lihua melainkan arah tempat pusat desa berada.
Bersamaan dengan itu, Bing Long mengeluarkan energinya dan segera menyelimuti tubuh Lan Lihua. Dia juga menyebarkan spiritnya kedalam ruang jiwa Lan Lihua dengan cepat.
__ADS_1
"Dewi, berhati-hatilah...!" kata Bing Long memberi peringatan sebelum serangan itu datang.