Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 33 ~ Penyamaran Terbongkar


__ADS_3

Mendengar teriakan lantang dari pelayan yang ada di luar kamar Ketua Sekte, bukan hanya Tan hao dan kedua Tetua yang bersamanya saja yang kaget. Seluruh Tetua Tombak mendengar jelas dan mereka juga pergi ke arah suara teriakan itu tak terkecuali Tetua Xianjin dan Tetua Shi Fei.


Karena memang letak Kediaman Ketua Sun sian berada tepat di tengah-tengah kediaman para Tetua Tombak meskipun terdapat sebuah dinding mengelilinginya.


Tan Hao serta Tetua Tiandou dan Tetua Feiying yang tiba di tempat itu terlebih dahulu, sebab jarak kediaman mereka hanya 2 bangunan saja.


"Tenangkan dirimu, apa yang terjadi..??" ucap Tetua Feiying mendekati pelayan yang berteriak lantang tadi dengan ekspresi ketakutan serta wajah cemas berkeringat.


"Ke-ketua Sekte telah dibunuh sesorang.." ucap Pelayan wanita itu dengan terduduk lemas.


Tan hao tidak menunggu jawaban darinya melainkan langsung mendobrak pintu kamar Ketua Sun sian.


Bukan hanya Tan hao yang terkejut tetapi Tetua Tiandou beserta seorang bertopeng yang masih ada disana berdiri mematung tak bergerak juga terkejut menoleh ke arah pintu dengan kepala seakan berat.


"Hmm..Sudah kuduga ini akan terjadi, aku kira beneran mati, ehh malah salah satu dari kalian yang mati..cihh mengagetkan saja.." ucap Tan hao santai dengan wajah datar bosan


Bersamaan dengan itu, muncul Ketua Sun sian dari balik rak buku di sebelah meja baca dengan ekspresi marah.


Selain itu Tetua feiying juga masuk melihat yang terjadi.


"Heh, junior ini masalah serius. bisa tidak hentikan candaanmu itu..fuuuhhh.." Kata Tetua Tiandou dengan wajah datar juga serta menghela nafas pelan.


"Baik.baik.. Saudara Shi, sekarang lepaskan bajumu.." Ucap Tan hao santai dengan mengorek kuping konyol.


" haaaa ".


Kedua Tetua tombak yang ada di belakang Tan hao melongo dengan mulut menganga lebar yang konyol.


" ehh, ekspresi macam apa ini.. Apa aku salah bicara.. hmm.." Ucap Tan hao kaget dengan kekonyolannya.


Seorang wanita yang menyamar menjadi Ketua sekte sedang berdiri dengan kedua Pisau di genggaman tangannya sedang menatap tajam kearah Pria bertopeng yang berdiri dihadapannya seketika kaget dengan ucapan yang terlontar dari Tan hao.


" Bicara apa kau namaku Sui Jiu, dasar mesum.. pergi keneraka sanaaaa... Siiaaallannn." seru wanita itu dengan cepat memukul Tan hao kearah atas dengan kedongkolan konyol menyebabkan Tan hao terbang terbentur atap kamar.


"ehh, mereka ini apa tidak bisa melihat situasi" lenguh Ketua Sun sian dengan menggeleng kepala pelan.


"Eh.. apa mereka saling kenal,." ucap Tetua Tiandou dengan menunjuk bodoh kearah mereka.


"ohh apa Saudara Tan hao baik-baik saja.." kata Tetua Feiying dengan tangan kanan berada diatas alisnya dengan muka konyol.


Kedua Tetua berekspresi seakan tidak peduli dengan terlemparnya Tan hao akibat pukulan telak di dagunya.


"hoi, dasar wanita kasar. Maksudku lepaskan ilusimu.." seru Tan hao setelah jatuh terduduk dengan memegang dagu nya konyol.


"Hng, dasar Tuan tidak tau diri. Bikin mual saja.."


..ilusi pisau : Pisau Pemikat.. lepasss..


Bersamaan dengan lenguhan konyol wanita itu, sebuah getaran kecil terasa dan tiba-tiba membuat orang bertopeng yang berdiri mematung sejak tadi terjatuh sambil memegang dadanya serta mengerang hebat.


Tak lama setelah itu beberapa Tetua Tombak lainnya muncul di waktu hampir bersamaan. Mereka tak lantas bertanya, hanya berdiri beberapa langkah dari pintu.


Terlihat seseorang dengan pakaian serba hitam tertelungkup di lantai dengan kepala putus dan seseorang lagi sedang meringkuk dengan erangan kesakitannya.


Pandangan para Tetua Tombak secara bersamaan terhenti kearah berdirinya Ketua Sekte. Mereka menatap lama dengan ekspresi bingung tak percaya.

__ADS_1


Kemudian situasi yang awalnya konyol, berubah serius bersamaan dengan datangnya Tetua Shi fei beserta Tetua Xianjin dan Liqin Mei berada dibelakangnya.


"Hng, apakah Ketua Sun sian telah mati dibunuh, kalian semua tidak mempercayaiku, ini pasti ulah Anak muda itu.." ucap Tetua Shi fei sambil berjalan mendekati para Tetua yang sedang berdiri di depan pintu.


"Lihat sendiri apa yang terjadi, baru bicara" kata Tetua Mei Lin dengan menoleh pelan menatap Tetua Shi fei dengan ekspresi datarnya.


"Kalian semua bodoh, tidak mempercayai..


A-apa, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, sial.." ucap Tetua Shi fei percaya diri namun berubah terkejut setelah melihat dengan jelas bahwa bukan hanya Ketua Sun sian tidak dbunuh melainkan dia terlihat sehat seperti tidak pernah sakit parah. Dan juga terlihat beberapa orang sedang berada di ruangan kamar, salah satu nya Si wu yang sedang terkapar kesakitan.


"Apanya yang bagaimana mungkin, sial apanya?? apa tidak bisa menyuruh orang yang lebih hebat lagi untuk melakukan perintahmu, ayoo dong panggil orang yang lebih hebat lagi.." seru sinis dan menantang Tan Hao sambil berjalan mendekati Tetua Shi fei bersama tetua xianjin yang daritadi masih diam dengan tenang.


Apa yang diucapkan Tan hao segera membuat seluruh orang yang berada diruangan itu menoleh dan dan menatap tajam Tetua Shi fei.


" Ayahhh.. ayah tidak apa-apa? sungguh aku khawatir dan langsung memanggil Tetua Xianjin setelah mendengar teriakan pelayan, tapi syukurlah ayah tidak apa-apa.." seru Liqin Mei dengan wajah sedih dan terlihat cemas sambil berlari mendekati ketua Sun sian.


PLAAKKKKHH


Belum sempat Liqin Mei memeluk sebuah tamparan keras tepat dipipinya.


"Hentikan mulut manismu, kau tega melakukan semua ini terhadap ayahmu sendiri? bahkan ibumu pun akan membunuhmu jika dia ada disini melihatmu menjadi boneka orang jahat.." seru Ketua Sun sian dengan menahan amarah serta tatapan tajam.


" Hahahha hahaha hahaha sudah terlanjur basah, sekalian saja kuhujani.." Ucap Liqin Mei setelah tertawa lantang membuat semua orang tertegun kaget.


'kliinggg.. crraassshhh'


Bersamaan dengan itu Sui jiu memenggal kepala pria bertopeng yang masih tergeletak lemah dengan kedua pisau nya sangat cepat hingga membuat Tetua Shi fei menelan ludah.


" Tuan muda, cukup basa-basi nya. Aku merasa mual melihat kebodohan para Tetua sekte. Mereka seperti orang mati dengan hati yang membatu. Dan Kau Nona Su Ling, hentikan bualanmu. Cuih.." seru Sui jiu dengan memegang pisau berlumur darah menatap tajam kearah Liqin Mei penuh rasa membunuh.


"Cukup, biar kuperjelas. Aku memang bawahanmu, itu dulu. Sekarang Tuanku adalah Tuan Muda Tan Hao. Bicara soal berkhianat, bukankah kau sendiri yang telah bekerja sama dengan Lembah Hijau, berencana membunuh Ketua sekte, memasukkan Liqin Mei palsu dan berencana mengkambing hitamkan Anggrek suci.. hah kau dasar rubah berbisa.." kata Sui jiu lantang yang seketika membuat para Tetua Tombak menghindar dengan cepat dari Tetua Shi fei. Hanya Tetua Xianjin saja yang masih tidak bergeming.


"Apa benar yang kau bilang barusan?


"Iya benar, apa itu kebenaran?


"Jika iya, sungguh aku hampir saja masuk perangkap tetua Shi fei..


Para tetua tombak saling bertanya dengan kebingungan.


"Hehe Senior Xianjin sepertinya ini diluar rencana kita, bagaimana seharusnya..?" ucap Liqin Mei tersenyum sinis dengan menoleh kearah Tetua Xianjin.


" Dasar bodoh, kita pergi darisini.. kita tidak akan menang melawan mereka semua.." ucap Tetua Xianjin yang seketika itu menghilang dengan cepat dan muncul di dekat Liqin Mei setelah itu menghilang tanpa jejak dengan membawa serta Liqin Mei palsu.


Meninggalkan Tetua Shi fei sendirian dengan wajah tegang serta ekspresi bercampur geram.


"Heh, kalian bisa kabur sekarang tapi tidak akan lama lagi kalian akan mati juga.." Ucap Sui Jiu sambil menyimpan kedua pisaunya di balik gaun yang menutupi pahanya.


"Sekarang bagaimana Senior Shi fei? apakah mau menyerahkan diri ataukah kubunuh??" kata Tetua Feiying dengan memasang posisi siap menyerang.


" Tahan dulu Tetua Fei, terlalu cepat untuk membunuhnya.." sergap Ketua Sun sian memecah keheningan yang terjadi.


Para Tetua Tombak hanya diam mematung dalam kebingungan bertindak maupun bersikap.


" Heh, membunuhku? hanya dalam mimpi...

__ADS_1


'Dduuuaakkkkkhh'


Belum sempat menyelesaikan ucapanya, Tiba-tiba Tetua Jing yun muncul di belakangnya serta memukul tengkuk Tetua Shi fei yang langsung membuatnya jatuh tak sadarkan diri.


"Kalian terlalu sibuk berbicara, begini kan beres..heh heh.." ucap tetua Jing yun dengan menepukkan kedua telapak tangannya serta senyum santai mengembang dibibirnya.


" Haiyaa, bukankah itu tadi harusnya jadi peran ku. Heh dasar kakek tua. Aku pemeran utama disini. kenapa jadi kau yang muncul begitu keren..aihh" seru Tan Hao dengan wajah kesal serta ekspresi konyol serta tangannya berusaha mencakar-cakar Tetua Jing yun yang ditubuhnya di peluk Tetua Tiandou erat dengan ekspresi konyol juga.


"Sabar sabar sabar, itu kuasa penulis kita hanya pemeran.."


"ehh, apa itu salahku" ucap Tetua Jing yun dengan konyol disertai kedua tangannya terangkat kesamping sambil bermuka menyebalkan.


"ehh"


Orang-orang yang berada disekitar hanya berekspresi diam konyol serta tatapan bodoh.


'ppllaaakkk..Dduuaakk' heh heh kalian ini bisa tidak serius sebentar saja" ucap Tetua Tiandou setelah memukul kedua orang bodoh itu dengan ekspresi sebal yang konyol.


"aaduuhhh.. lagi-lagi kena pukul.. sakitt sekali.." seru kedua orang itu hampir bersamaan dengan terduduk konyol sambil memegangi kepalanya.


"aih, mereka seperti kakek dan cucu saja. Sama-sama bodohnya.." gumam Ketua Sun sian dengan ekspresi bosan serta senyum tipis.


"Hentikan kebodohan kalian. Ketua Sun sian, saya Sui jiu mantan pembunuh bayaran, situasi ini akan segera buruk sebab Liqin Mei yang tadi adalah Su Ling, adik dari Ketua sekte Lembah Hijau, serta orang yang aku bunuh tadi adalah cecunguk dari Anggrek Suci yang di manfaatkan. Shi fei hanya pion yang dikorbankan saja, pelaku utama adalah Xianjin.." kata Sui Jiu menjelaskan situasi.


" Oh benarkah? sekarang situasinya di luar rencana kita kalau begitu, saudara Tan hao bagaimana pendapatmu??.." ucap Ketua Sun sian dalam kebingungan harus bersikap bagaimana.


Tiba-tiba berubah serius.


"Aku berencan pergi ke sekte Lembah Hijau besok, mencari Nona Mei yang asli. Setelah berhasil membawanya. Kita akan menyerang Lembah Hijau dengan Kekuatan penuh.. oh ya.. sementara besok aku akan pergi, lebih baik salah satu tetua pergi ke Anggrek Suci untuk menjelaskan situasinya lalu meminta dukungan mereka untuk menyerang Lembah Hijau.." tandas Tan Hao dengan wajah tegas serta senyum dingin.


" Jika begitu, biarkan aku ikut bersamamu besok.."


" yaa, aku juga akan ikut.."


ucap Tetua Tiandou dan Tetua Feiying hampir bersamaan mengajukan diri untuk ikut.


"Tidak, kalian harus menyiapkan segala keperluan sebelum penyerangan. Aku akan pergi bersama Sui jiu dan ketiga orang lainnya.." ucap Tan hao tegas.


" Apakah kami juga perlu mengumpulkan semua murid kami untuk ikut menyerang?" ucap Tetua Han Liu mewakili tetua tombak yang lain.


" Tidak Perlu, cukup para murid yang sudah mencapai tingkat Pendekar Ahli Atas saja. Selain itu, sebagian tetua akan ikut sebagian lain akan berjaga di sekte.." kata Tan hao dengan jelas serta tegas.


" Baiklah, jika begitu kami pergi dulu menyiapkan semuanya.." Ucap Tetua Bai huang setelah itu pergi dan diikuti tetua tombak yang lain.


"Ketua suruh beberapa orang untuk membersihkan tempat ini.. kita akan bahas lebih lanjut di kamarku.."ucap Tetua Tiandou mengingatkan Ketua Sun sian yang masih menunduk penuh kecemasan serta kebingungan.


Setelah Ketua sekte menyuruh beberapa murid untuk membawa mayat kedua orang itu dan beberapa pelayan membersihkan noda-noda darah yang tercecer di lantai kamar.


Ketua sekte, Tetua Tiandou, Tetua Feiying serta Tetua Jing yun berjalan menuju kediaman Tetua Tiandou. sedangkan Tan hao mengajak Sui jiu pergi ke kediaman sementaranya yang diberikan Sekte beberapa hari lalu.


Sebenarnya Tan hao senang dengan gerak cepat Sui jiu tapi ia juga tidak membenarkan apa yang dilakukan Sui jiu tanpa perintahnya.


Sui jiu memang melakukan semua ini atas dasar keinginan sendiri, dirinya pergi diam-diam dari Rumah Cahaya ketika Ran Liu dan kedua adiknya telah tidur. Sebelum malam memang dia hanya mengawasi menggunakan tubuh ilusinya, itu yang menyebabkan Tetua Jing yun maupun Ketua Sekte tak menyadari keberadaan bayangan hitam di langit-langit tempat tidurnya.


Tan hao memang sejak awal menyukai ketegasan serta keberanian Sui jiu dan berkeinginan untuk mengajarkan Kekuatan Energi Spirit namun Ye yuan tidak menyetujuinya meskipun Ye yuan sendiri sempat terpikat dengan kecantikan serta keindahan tubuh Sui jiu tapi itu tak lantas dia kehilangan pikiran logisnya.

__ADS_1


__ADS_2