
Tetua Jing Yun terkejut mendengar apa yang dikatakan Tan Hao, ia setengah percaya setengah tidak terlihat dari tatapan matanya.
"Apa maksudmu informan yang aku kirim telah disabotase? Jadi sasaran utama mereka Kota Kerajaan dan ... Pangeran Li Chen An?!" Tetua Jing Yun membelalak lebar, ia menyesali kebodohannya sendiri yang tak mampu membaca taktik rendah seperti itu.
"Aku rasa benar! Sekarang lebih baik segera selesaikan keributan ini, aku ada hal yang harus dilakukan. Kita mungkin akan bertemu di sekte beberapa hari lagi!"
Tan Hao memberi beberapa petunjuk dan rencana kepada Tetua Jing Yun, terlihat keduanya cukup serius. Tak jarang mereka saling adu pandang sebelum akhirnya mengangguk bersamaan.
BOOM!!
DDUARR!!
BLARR!!
"Habiskan sisanya, kita akan menang selama terus mengurung mereka seperti ini! Jangan beri ampun, bantai semua ...!"
"Kalian salah lawan, kami bukan pendekar rendahan yang bisa dipandang sebelah mata! Aliran Hitam akan musnah kali ini ...!"
"Pedang Langit berjaya! Jika bukan karena kami, ini semua tak akan terjadi. Ayo semua, bantai mereka!"
Teriakan-teriakan Tetua Pedang menggema bersahutan sembari terus membantai pendekar topeng emas, mereka memiliki sifat yang hampir sama. Banyak dari pendekar aliansi yang tak mendengarkan mereka, alasan mereka tetap menyerang dan mempertahankan situasi berkenaan dengan keberadaan empat orang jagoan dunia kependekaran yang terus mengawasi dan setiap saat bergerak untuk membantu pendekar yang kewalahan.
Tan Hao dan Tetua Jing Yun masih berdiskusi serius ditengah keributan yang terjadi, sementara di dekatnya ada salah satu tetua dari Biara Kehidupan yang lebih sepuh dari lainnya. Dia mendengarkan dengan cukup tenang, meskipun terlihat jelas raut wajahnya merasa kagum dengan Tan Hao.
BLAARR!!
BOOM!!
__ADS_1
Keduanya bahkan tak terganggu dengan pertempuran, saat terdengar ledakan beruntun dari tempat pertarungan Yin Xiang melawan Matriark Zhang Weili pun mereka seolah tak menghiraukan. Hanya terdiam sesaat kemudian melanjutkan kembali.
"Jadi mungkin Kota Kerajaan akan terkendali sementara waktu?"
"Ya, jika Sui Jiu dan Liu Ran datang lebih cepat. Kemungkinannya, mereka pasti lebih mendahulukan upaya pembunuhan Pangeran Li Chen An. Untuk itu, segera selesaikan ini dan kita akan bertemu di sekte beberapa hari lagi,"
"Baiklah kalau begitu! Sesuai rencana, tapi apa kau yakin tidak butuh orang untuk menemanimu?"
"Tidak perlu! Aku sudah memilikinya ...!" Tan Hao mengakhiri pembicaraannya sambil memandang ke arah Fen Fang yang tengah beradu serangan dengan Yin Xiang.
Tetua Jing Yun menaikkan pundaknya, "Heh! Aku tidak mengerti kenapa kau bisa berteman dengannya, tapi aku senang akhirnya dia punya seseorang yang akan memberinya pelajaran jika dia kehilangan batas."
Tan Hao tersenyum tipis, "Yah, kurasa dia orang baik. Aku percaya ..."
Tan Hao melompat ke arah Fen Fang sementara Tetua Jing Yun segera bertindak untuk melakukan rencana yang telah tersusun, ia melompat kearah Tetua Feiying berada.
BOOM!!
Matriark Zhang Weili bahkan tak berani berbicara banyak setelah tahu orang yang memintanya untuk mundur adalah Fen Fang, Seruling Iblis yang juga sangat ia kenali beberapa puluh tahun silam.
"Jaga ucapanmu! Bicara sekali lagi, akan ku robek mulutmu! Apa kau pikir aku takut padamu, Cih ...!" pekik Matriark Zhang Weili yang terlihat sangat geram.
"Sudah, sudah! Lebih baik kau pergi dan bantu yang lain! Aku ada sedikit mainan seperti ini, biarkan aku sedikit bersenang-senang," Fen Fang melambai pelan ke arah Matriark Zhang Weili seolah tidak menghiraukan ucapan Yin Xiang.
"Ah, maafkan aku senior! Baiklah, aku akan membantu yang lain!" Matriark Zhang memberi salam hormat sebelum melompat ke arah pertempuran.
"Yin Xiang! Panglima Iblis ke enam ... Hmm, karena Panglima Iblis ke lima sudah lenyap. Sekarang giliranmu, xixixi ... Ini sungguh bagus, sangat bagus!" Fen Fang tertawa kecil seperti seorang anak kecil yang menang taruhan.
__ADS_1
"Apa? Bagaimana bisa...! Kau?!" Yin Xiang terkejut hingga membuatnya menoleh kesana kemari mencoba mencari keberadaan Yin Fen.
SWOSH!!
"Tak perlu mencari lagi, aku akan membantumu menemuinya!"
BLARR!!
KABOOM!!
"Ugh ... Kurang ajar, beraninya kau ... Uhukk!" geram Yin Xiang sesaat sebelum batuk darah segar.
Fen Fang melepaskan pukulan bertenaga dalam cukup besar tepat ke dada Yin Xiang, kecepatan lesatannya yang tak terlihat membuat Yin Xiang tak sempat untuk menghindar, bahkan sampai membuat topengnya terlepas.
"Kakek...! Apa kau sudah puas bermain-mainnya? Eh ... Katanya panglima iblis, tapi kena pukul sekali saja sudah membuang liur begitu, heh!" kelakar Tan Hao setelah menjejakkan kakinya ditanah.
Sejenak kemudian Tan Hao mengernyitkan kening, 'Hmm, aku kira panglima iblis itu semuanya terdapat roh iblis? Tapi ternyata dia tidak memilikinya, sia-sia saja aku tadi bersemangat kemari.'
"Ada apa? Apakah ada hal penting?" tanya Fen Fang yang sebelumnya menyadari gelagat Tan Hao.
Tan Hao buru-buru mendekat dan seolah sedang berbisik sesuatu, sementara Yin Xiang masih batuk darah beberapa kali. Ia merasa tak habis pikir, sebelumnya ia dengan mudah mendaratkan pukulan ke tubuh Fen Fang tetapi kini yang terluka malahan dirinya sendiri.
Yin Fen menatap tajam sembari menyembuhkan dadanya dengan energi dari telapak tangan, 'Kurang ajar! Aku yang seorang Pertapa Dewa Langit tahap Puncak kenapa bisa menjadi mainan kakek-kakek, tapi tunggu dulu! Yin Fen bukankah sudah mencapai Alam Dewa Bumi tahap Atas, berarti pemuda itu...? Ah sialan, kenapa hal seperti tak ada dalam informasi data sebelumnya!'
"Ah ternyata ada yang seperti itu! Oke ... Baiklah, tunggu sebentar! Aku masih punya urusan dengannya!"
Fen Fang menunjuk sekaligus menyeringai tajam ke arah Yin Xiang.
__ADS_1
"Terserah kakek saja, aku duluan...! Eh ... Energi ini, milik siapa? Kuat sekali ...!"