Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 203 ~ Peringatan, Tan Hao!


__ADS_3

Lan Lihua berdiri terdiam tak berkedip bukan tanpa alasan. Dalam pikirannya kini ia sedang bertarung melawan Qing Luo untuk mempertahankan kesadarannya.


Tapi selang beberapa detik memasuki alam pikiran Lan Lihua, energi yang berwujud Qing Luo itu terlempar keluar begitu saja tanpa tahu penyebabnya. Kontan saja hal itu membuatnya terkejut ketika jurusnya kembali menyatu dalam dirinya.


"Barusan itu apa? Siapa...?"


Qing Luo terbelalak karena saking terkejutnya, selama ini ketika ia menggunakan jurus manipulasi jiwa tak pernah sekalipun mengalami kegagalan.


Pada saat yang sama, rona mata serta wajah Lan Lihua berubah total. Yang awalnya sayu dan memucat, kini melebar anggun dan terlihat secerah langit.


Gerak tubuh serta perangainya sangat berbeda dari dirinya sesaat yang lalu. Pandangannya tajam ke arah Qing Luo tetapi kelihatan tak ada emosi ataupun kemarahan disana.


Entah apa yang terjadi, tetapi saat ini Lan Lihua terlihat sangat anggun dan berkarisma. Pedang Bintang Ungu memancarkan cahaya menyilaukan di genggaman tangannya, sementara tubuhnya berselimut cahaya putih terang.


Semua orang yang menyaksikan dibuat takjub oleh perubahan wanita itu. Disisi Lain, Lan Lihua menyunggingkan senyum penuh makna.


"Ada apa dengan reaksimu? Bukankah kau mau membunuhku? Lakukanlah ... Jika bisa!"


Lan Lihua membuang wajahnya kearah pedang tetapi sejenak kemudian melirik Qing Luo yang masih tak habis pikir bagaimana bisa jurusnya gagal untuk pertama kali.


"Sialan! Siapa kau...? Aku yakin kau bukan gadis ini, jika berani tunjukkan dirimu!" Qing Luo berseru lantang beberapa saat setelah menangkap lirikan mata Lan Lihua.


Hanya dirinya saja yang menyadari jika Lan Lan Lihua saat ini bukanlah dirinya yang sebenarnya, sebab Lan Lihua yang saat ini hanya dengan lirikan mata saja mampu menekan kuat aura membunuhnya hingga dirinya merasa bagaikan semut terinjak beruang.


Lan Lihua tersenyum tipis, kedua matanya nampak berbeda dalam memandang sesuatu, "Aku? Kau tak perlu tahu siapa aku! Yang seharusnya kau pikirkan dirimu sendiri, aku memberimu kesempatan untuk bertobat!"


Orang-orang yang berada tak jauh, mata mereka masih tak berkedip memandang Lan Lihua seolah mereka sedang melihat seorang dewi suci. Mulut mereka juga tak henti-hentinya menyanjung dan mengagumi sosok Lan Lihua kini.


Qing Luo tak habis pikir, betapa dirinya seperti anak kecil dihadapan wanita muda yang beberapa saat lalu ia buat babak belur. Gerakan tubuhnya di udara terasa kaku, maka mau tidak mau dia memutuskan untuk menjejakkan kaki ditanah.

__ADS_1


"Bertobat kau bilang? Cih ... Apa salahku sampai kau memintaku bertobat. Seharusnya kau yang menyerahkan nyawamu sebagai ganti perbuatanmu!" Qing Luo yang sebelumnya tenang dan percaya diri, kini terlihat seperti mudah meluap dan tidak sabaran.


"Oh! Jadi kau menolak? Apa kau yakin?" kata Lan Lihua sembari menyimpan pedang yang telah meredup cahayanya ke dalam kalung giok.


CTAAK!


Semua orang yang menyaksikan sedari awal pertarungan antara keduanya, tersentak bersamaan hingga mereka terjungkal ke belakang menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri. Para pendekar dari Kediaman Lun dan yang dari luar kediaman memiliki reaksi sama, ketakutan yang amat sangat.


"Ba-bagaimana mungkin? Hanya ... Hanya satu jentikan jari?"


"Di-dia ... Wanita itu! Iblis atau Dewa!"


"Qing ... Qing Luo tewas hanya dengan satu jentikan jari? Bagaimana bisa?"


"A-apa yang barusan terjadi? Mataku tidak salah kan!"


Mereka semua melihat bersamaan begitu jelas, satu jentikan jari Lan Lihua membuat tubuh Qing Luo hancur berantakan bagaikan pecahan debu, tak bersisa. Bahkan, darahnya pun menghambur bagaikan rintik hujan.


Kini, dirinya dibuat kaget bukan main saat Lan Lihua mampu membunuh hanya dengan satu jentikan jari. Bukan hanya tidak mengetahui cara kerjanya, bahkan mata dewa tahap satu miliknya yang telah ia bangkitkan sebelumnya tak mampu melihat apa yang terjadi.


Sebelumnya Tan Hao telah mengetahui kalau Lan Lihua sudah pasti akan berhadapan dengan kepala keluarga Qing, maka dari itu ia meminta Fen Fang untuk mengawasi Lan Lihua dan hal itu membuatnya tak terlalu cemas. Namun, perhitungannya tidak tepat karena adanya Yu Shan.


Fen Fang yang seharusnya membantu Lan Lihua melawan Kepala Keluarga Qing, malah melawan musuh lamanya sedangkan dia tak mampu menghentikan Qing Luo dalam mengejar Lan Lihua.


Meskipun dirinya telah menyadari dan merasakan pertarungan yang dialami oleh Lan Lihua setelah terdengar bunyi ledakan pertama kali, ketenangannya masih terjaga mengingat adanya Bing Long yang selalu menjaga Lan Lihua.


Namun, perhitungannya meleset dari apa yang sudah ia pikirkan sebelumnya. Hal itu membuatnya kecewa dengan dirinya sendiri yang terlalu menganggap mudah semuanya. Kemarahan jelas terlihat di matanya ketika melihat Lan Lihua di serang bertubi-tubi oleh Qing Luo tanpa sempat berbuat sesuatu.


Tapi kini, dirinya telah habis pengetahuan tentang apa yang baru saja dilakukan Lan Lihua. Tanpa menunda waktu lagi, dirinya melompat mendekati Lan Lihua.

__ADS_1


"Hua'er...! Ada apa denganmu? Bagaimana kau bisa melakukan itu?" tanya Tan Hao tanpa basa-basi sementara penglihatannya tengah mengamati Lan Lihua.


"Aku! Seharusnya aku bertanya padamu, apa yang kau lakukan disaat tubuh ini butuh bimbingan dan perlindunganmu, heh!"


"Kau...!"


Tan Hao tersentak mendengar jawaban itu, dirinya benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa kesadaran Lan Lihua diambil alih oleh orang lain. Padahal ia sangat tahu kalau giok dewi bulan tidak akan pernah mengijinkan hal itu terjadi.


"Ya! Ini aku, waktuku tak banyak disini! Aku minta kau menjaganya, dan lagi! Dunia atas sedang bergejolak, sebaiknya kau segera menemukan cara yang tepat untuk mengembalikan cahaya bintang itu! Klan Malaikat Suci tak cukup mampu untuk menahan formasi lebih dari sepuluh tahun mendatang. Tupai kecil bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi jalan naga! Kehadiranku akan segera diketahui Istana Naga Langit, aku sudah harus pergi ..."


Penjelasan sosok Lan Lihua yang terlihat kalem ketika berbicara itu membuat Tan Hao termenung dengan segala apa yang dikatakannya. Dirinya mengetahui siapa sosok itu tetapi yang menjadikannya diam apa yang dikatakannya soal dunia atas.


"... Oh ya satu hal lagi, kami percayakan Lihua padamu! Latih dan bimbing dia, seperti Tuan Yaoshan melakukan hal yang sama ketika saat bersama Nona Huanran. Sikapnya berubah karena ... Aku pikir kau tahu penyebabnya! Yang pasti sebagai Dewi Kehidupan di masa mendatang, perannya sangat penting. Jadi pergunakan waktumu sebaik mungkin untuk berlatih dan mengembangkan diri bersama, bukan mengulur waktu hanya untuk mengurusi hal hal kecil seperti disini dan disana. Ingat pesanku, nak! Sepuluh tahun lagi, saat itu tiba ... Lihua dan kau sudah harus siap dengan segalanya. Aku pergi!"


Tiba-tiba tubuh Lan Lihua terkulai lemas tak sadarkan diri beberapa detik setelah sosok itu mengatakan hal terakhir.


Tan Hao dengan sigap menangkap tubuh Lan Lihua dan langsung terbang membawanya menjauh dari Kota Zhongnan. Sementara pikirannya masih terpaku pada apa yang dikatakan sosok yang mengambil alih tubuh Lan Lihua.


Pada saat yang sama, Fen Fang terlihat sedang membawa kepala Yu Shan menjauh dari kota. Ia terbang ke arah yang sama dengan yang Tan Hao tuju.


"Satu kepala Pertapa Alam Semesta, satu kepala Alam Dewa Bumi ... Hmm, berarti masih butuh tiga kepala lagi. Haih! Harus kucari dimana lagi, Niu sialan!" Fen Fang mengumpat beberapa kali dalam laju terbangnya.


Fen Fang telah bersiap lebih dulu dibanding Tan Hao untuk kemungkinan ke depannya, alasan dirinya mengumpulkan kepala manusia untuk membantunya meningkatkan kemampuan Spirit Energi. Hal berbeda dari apa yang dilakukan oleh seorang Half-Saint, dimana seharusnya menyerap roh iblis atau roh siluman buas tetapi yang dilakukan Fen Fang justru seperti memberi makan dibanding berkultivasi.


Ia harus menyiapkan lima kepala yang memiliki kekuatan berbeda, dari yang paling rendah yakni kepala seorang Pertapa Alam Semesta hingga kepala seorang Alam Dewa Bumi.


Python Naga Angsa bukan termasuk hewan dari daratan rendah, entah dimana dan kapan Fen Fang bisa menjadikannya sebagai roh energinya tak ada yang tahu. Bahkan gurunya juga tidak mengetahuinya.


Saat masih menjadi iblis pembantai sangat mudah baginya mengumpulkan kepala tersebut, tapi kini dirinya sudah bertobat dan tak ingin lagi sembarangan membunuh. Apalagi sekarang ia telah memutuskan untuk mengikuti Tan Hao, yang ia anggap sebagai orang yang pantas mendapatkan kesetiaannya.

__ADS_1


Tak berselang lama, di kejauhan Fen Fang melihat Tan Hao sedang membopong Lan Lihua melaju dengan kecepatan tinggi. Sepintas tatapan matanya merasa bersalah, tapi sejenak kemudian ia menambah kecepatannya untuk menyusul.


__ADS_2