Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 77 ~ Pegunungan Hewan Buas


__ADS_3

Banyak pendekar misterius yang telah masuk ke Hutan perbatasan wilayah Huizhu, Liu Zey bisa merasakan begitu banyak pendekar berilmu tinggi serta memiliki aura energi begitu kuat tersebar secara acak.


Cukup mudah baginya menemukan Hung Shun yang telah lama mengikutinya.


"Aku sudah peringatkan kau sebelumnya,bukan?! Jadi kali ini tidak ada lagi yang harus kukatakan." kata Liu Zey dingin disertai tatapan menusuk.


Hung Shun yang terkenal dingin dalam menghadapi musuh terlihat lututnya bergetar beberapa kali tanpa ia tau alasannya saat mendengar perkataan Liu Zey.


"Wanita ini sungguh bodoh? Dia tak mengenal siapa aku rupanya?! Tidak ada salahnya jika aku membunuh wanita, bukan,-!! He he?!" batin Hung Shun yang begitu percaya diri.


Tanpa babibu lagi, Hung Shun melancarkan serangan pukulan disertai beberapa kali tendangan.


Serangan yang ia lepaskan sedikitnya mengandung limaratus lingkaran tenaga dalam disetiap pukulan dan tendangan. Hung Shun merasa percaya diri dengan kemampuannya.


Serangan frontal tanpa jurus terus menerus ia lesakkan ke berbagai titik tubuh Liu Zey, tanpa memberikan kesempatan menyerang balik.


Disisi lain, Liu Zey menerima semua serangan hanya dengan sebelah tangan sebagai tangkisan tanpa bergerak sedikitpun.


Setelah lebih dari puluhan pukulan dan tendangan bertubi-tubi ia tangkis dengan amat mudahnya, gerakan tangannya dalam menangkis begitu lentur hingga terlihat dari jauh seperti tidak ada tenaga sama sekali.


Liu Zey hanya tersenyum sinis penuh makna, hal itu membuat Hung Shun semakin membabi buta dalam melancarkan pukulannya.


Sementara itu Su Kong hanya duduk santai menikmati makanan kering yang ia bawa sambil sesekali memandang pertarungan Hung Shun dan Liu Zey.


"Menyantap Roti kering ditambah sayur kering dengan melihat pertunjukkan tarian seperti ini, sungguh sangat nikmat,-!! Hmm..?!" gumam Su Kong yang mulutnya penuh makanan.


Setelah menghabiskan beberapa waktu, Hung Shun merasa apa yang ia lakukan sia-sia.


"Kurang ajar wanita ini?! Semua seranganku bahkan tak satupun yang mengenainya. Aku harus mengubah pola seranganku atau aku hanya akan jadi mainan,-!!" batin Hung Shun.


Seusai menemukan kembali ketenangannya, Hung Shun melompat mundur beberapa langkah. Hal itu membuat Liu Zey tersenyum lebih lebar dari sebelumnya seolah seperti ia telah mengetahui semua gerakan Hung Shun.


"Aku tak tau siapa kau, yang aku tau tempat ini akan menjadi kuburan bagimu?! Jangan sebut aku Jari Setan jika tak mencabikmu hingga hancur?!" seru Hung Shun yang kemudian melepaskan seluruh aura pembunuhnya.


Aura pembunuh yang begitu berat serta menekan langsung terarah pada Liu Zey yang berdiri dengan pose meremehkan.


"Jari Setan?! Salah satu dedengkot Pembunuh Bayangan,-!! Organisasi Malam Gelap?! Ah sial, biarpun dia hanya Pertapa Ahli Puncak bahkan aku pun tidak akan sanggup bertahan satu jurus darinya jika ia telah mulai serius. Gawat, dua orang monster ini?! Aku harus segera menjauh atau aku akan mati konyol." batin Su Kong dengan mempercepat makannya.

__ADS_1


Hal tak terduga benar-benar meruntuhkan kepercayaan diri Hung Shun. Aura pembunuhnya bahkan tidak bekerja pada Liu Zey, ia bisa melihat ada sebuah energi yang menyelimuti tubuh Liu Zey.


Hung Shun bahkan tak tau energi apa yang menyelimuti tubuh Liu Zey, selama hidupnya ia tak pernah melihat energi dari tenaga dalam bisa di buat seperti itu.


"Hehh?! Kenapa? Apa kau terkejut tentang ini,-!! Heh omong kosongmu telah basi." kata Liu Zey dengan ekspresi kejam misterius.


Hung Shun tercekat dengan pernyataan Liu Zey yang semakin merendahkannya. Ia begitu merasa terhina di depan seorang wanita yang bahkan lebih muda darinya.


"Aku tak pernah tau tenaga dalam bisa di bentuk seperti itu sebagai pelindung,-!! Tapi indah bentuknya belum pasti itu berguna atau tidak menerima jurusku." kata Hung Shun.


Apa yang di lihat Hung Shun memang lah sebuah energi yang begitu indah, bagaimana tidak. Energi yang Hung Shun kira itu Tenaga Dalam menyelimuti tubuh Liu Zey berbentuk seperti burung Merak berwarna biru lengkap dengan ekor indahnya yang mengembang.


"Majulah?! Jangan banyak omong kosong?!" seru singkat Liu Zey dengan sebelah tangan ke depan bersiap.


"Wanita kurang ajarr?!"


JARI PENUSUK LANGIT


Hung Shun berseru lantang kearah langit sembari mengacungkan telunjuk kanannya.


Bersamaan dengan itu langit cerah berubah hitam kelam disertai badai petir. Tak lama berselang sebuah jari raksasa hitam legam muncul dari balik awan.


Seketika itu juga Liu Zey meraih Busur Bulan yang ada dipunggungnya, terlihat juga energi yang mengelilinginya semakin membesar dan semakin menguat hingga berukuran sama besarnya dengan Jari Raksasa yang muncul dari balik awan.


TARIAN BUSUR BULAN : MERAK BIRU LANGIT


Liu Zey mengangkat Busur Bulan nya kearah Jari Raksasa tersebut dan melepaskan satu anak busur berukuran sedang.


Anah busur yang dilepaskan Liu Zey tak serta merta menuju pada Jari Raksasa tersebut melainkan menyebar menjadi sama banyaknya dengan jumlah ekor energi besar berbentuk Merak Biru yang mengembang indah.


Sesaat setelah menjadi satu, seketika itu juga ratusan ribu bulu ekor dari energi berbentuk Merak Biru menjadi anak busur. Ratusan ribu anak busur melesat menari-nari membentuk sebuah formasi.


Ledakan besar segera terjadi setelah bertemunya kedua jurus dahsyat tersebut yang mengakibatkan getaran area sesaat.


"Uh..uh..uh.. Untunglah aku selamat." gumam pelan Su Kong dengan menunduk mengatur nafas setelah berlari sekuat tenaganya sebelum dampak ledakan tersebut mengenai dirinya.


Setelah beberapa saat setelah ledakan terjadi, terlihat awan dilangit seperti berlubang sedangkan tanah membentuk sebuah kawah besar dengan Liu Zey sebagai pusatnya.

__ADS_1


"Energi tenaga dalam macam apa itu,-!! Aku harus pergi dari sini sebelum ia menemukanku." batin Hung Shun setelah tubuhnya hancur berantakan namun jiwanya masih tetap hidup.


Dengan cepat jiwa Hung Shun merembes masuk kedalam tanah dan menghilang.


Disisi lain Liu Zey tersenyum sinis, ia bukannya tidak tau akan hal itu namun saat ini tenaganya telah terkuras habis. Bahkan untuk beranjak dari tempat berdirinya saja tak mampu ia lakukan.


"Senior Tiandou,-!! Apakah aku terlalu egois lagi? Apakah kau melihatnya di sana? Merak Biru akhirnya mengepakkan sayapnya sekali lagi...-!!"


Liu Zey terjatuh tak sadarkan diri dengan menggenggam Busur Bulan.


•••


Sementara itu di tempat berbeda disaat pertarungan terjadi.


"Hua'er apakah kau merasakan kekuatan tak biasa ini,-!! Aku merasa tak asing tapi aku tak ingat."


Dalam laju larinya yang berdampingan dengan Lan Lihua, Tan Hao jelas merasakan kekuatan besar tersebut. Namun sebelum Lan Lihua menjawabnya, mereka berdua di kejutkan oleh penampakan sosok Jari Raksasa di langit. Begitu jauh sebelah timur arah tujuan mereka.


Bukan hanya itu saja, sesaat setelah itu muncul sebuah energi luar biasa besar berbentuk Burung Merak Biru yang sangat indah.


"Ohh Hua'er ayoo kita pergi lihat. Aku penasaran dengan itu." ucap Tan Hao dengan semangatnya yang menunjuk dua kekuatan besar di kejauhan sedang beradu.


Plakkhh..


"Apa sih yang kau pikirkan?! Lebih baik fokus pada tujuan awal kita."


"Kita sudah memasuki wilayah Pegunungan Hewan Buas. Salah langkah nyawa kita akan melayang,-!! Lagipula asal kedua kekuatan yang sedang bertarung itu masih berada di wilayah hutan Huizhu, masih sangat jauh dari Pegunungan Hewan Buas."


Lan Lihua memukul kepala Tan Hao dalam laju larinya yang beriringan dengan Tan Hao, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.


"Iya..iya baik?!" balas singkat Tan Hao dengan wajah bodohnya sembari memegang kepalanya.


"Gadis ini,-!! Benarkah Reinkarnasi Dewi Kehidupan? Kenapa kejam sekali. Aku sungguh tidak beruntung jika begini kenyataannya. Hehh." batin Tan Hao sembari melirik kecil Lan Lihua dengan ekspresi konyolnya.


***********


***Halo semua pertama saya ucapkan terimakasih atas dukungannya. Kedua, karena masalah pekerjaan di dunia nyata untuk jadwal update diubah menjadi jam 23:00 setiap hari satu chapter. Ketiga, Mohon para pembaca dukung terus karya saya dengan cara rate like dan vote. Saya terus berusaha memperbaiki kesalahan penulisan. Terakhir,

__ADS_1


Saran dan Kritik dari kalian saya tampung sebagai bahan pertimbangan.


Untuk Crazy up untuk saat ini masih wacana. Terimakasih***.


__ADS_2