Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 199 ~ Harga Diri Harga Mati


__ADS_3

Baru saja Fen Fang sampai, ia dikejutkan oleh sebuah ledakan yang menyebabkan beberapa rumah hancur. Tak butuh waktu lama baginya untuk mengetahui siapa yang menghancurkan bangunan tersebut, karena di seberang tempatnya berdiri jelas terlihat kalau Lan Lihua berdiri di depan seorang pemuda.


"Kera Tua, apa yang kau ajarkan pada cucumu? Lihat bagaimana dia bertindak, heh! Reinkarnasi Dewi Kehidupan apanya! Bukankah dia lebih cocok sebagai Reinkarnasi Iblis Betina, heh ... Hehe!" Fen Fang tertawa getir melihat Lan Lihua dari kejauhan, ia tak menyangka kalau tingkat emosi yang dimilikinya kian hari semakin bertambah.


Sementara itu, Lan Lihua menatap tajam Feng Xian. Tangan kanannya masih mengepal keras terselimuti energi tenaga dalam. Disisi lain, Feng Xian nampak masih tak mempercayai apa yang baru saja ia saksikan.


Beberapa saat yang lalu Feng Xian langsung membahas soal pernikahan begitu Lan Lihua sampai, tanpa basa basi dan tanpa ditahan. Awalnya Lan Lihua bersikap acuh dan menanyakan keberadaan Han Xue akantetapi Feng Xian masih saja memaksa membahas rencana itu.


Lan Lihua bahkan mengatakan dengan serius kalau dirinya bukanlah Lun Lisha, melainkan Lan Lihua dari Kota Foshan. Tetapi Feng Xian tak menanggapinya, malah ia mengira Lan Lihua hanya mencari alasan.


Puncak kemarahan Lan Lihua meledak, disaat Feng Xian tiba-tiba meraih tangan Lan Lihua sementara tangannya sendiri memegang sebuah cincin merah yang terbuat dari giok delima.


Tak cukup itu saja, sambil berbicara tak jelas ia berniat memasangkan cincin tersebut tanpa meminta pendapat bahkan untuk sekedar meminta ijinnya.


"Cih ... Apa keluarga dari bangsawan memang tak memiliki sopan santun? Jangan anggap dirimu sebagai bangsawan lalu bertindak sesukamu! Aku datang untuk menjemput temanku, tidak ada urusan denganmu, Tuan Feng Xian Yang Terhormat!" Lan Lihua mendengus kesal, setiap kata-katanya terdengar kasar. Bagi bangsawan seperti Feng Xian yang terpelajar, perkataan itu sama saja menginjak harga dirinya.


Sontak saja ucapan Lan Lihua tersebut langsung mengubah sikap dan reaksi Feng Xian yang sebelumnya menunjukkan keramahan.


"Nona Lisha...! Aku tawarkan hal baik tapi kau malah menghancurkan rumahku. Lalu dengan seenaknya kau merendahkan pendidikan keluarga bangsawan! Tahukah kau apa hukuman untuk itu...? Hanya satu ... Mati!" geram Feng Xian sambil menyelipkan kipasnya di pinggang.


Beberapa penjaga kediaman terlihat berdatangan dan membentuk sebuah barisan di belakang Feng Xian, sementara yang lainnya berjejer seperti mengurung Lan Lihua sembari memegang senjata mereka. Pakaian yang mereka kenakan bermotif sama, bertuliskan kata "Qing" di bagian punggung.

__ADS_1


Lan Lihua membuang ludah, lirikannya sangat tajam mengarah kesemua orang pada saat yang sama. Tak berselang lama, tubuhnya terlapisi energi berwarna biru pekat.


"Keinginanmu tak tercapai lalu kau menggunakan kekerasan? Bangsawan hanya status, kenyatannya mereka tak lain hanya kaum rendahan yang memakai topeng murahan...! Aku tanya sekali lagi, dimana kau sembunyikan temanku?"


Wajah Feng Xian memerah dengan cepat, bahkan kedua matanya juga memerah. Kemarahan tak terlukis terpampang jelas dari ekspresinya.


"Kau...! Wanita kurang ajar! Lihat bagaimana caraku mengurus Keluarga Lun-mu...! Jangan anggap aku anak kecil yang hanya bersembunyi di balik nama ayahku! Persetan dengan pernikahan, hari ini ... Hari dimana ayahmu akan mulai membakar dupa untukmu...! Kalian?! Bereskan dia!"


Penjaga kediaman yang berjumlah lima puluhan orang itu secara serentak bergerak bersama menyerang Lan Lihua dari berbagai sisi, sebagian mereka menggunakan tombak dan sebagian lagi menggunakan pedang.


"Apa kau pikir, hanya bangsawan saja yang memiliki harga diri? Aku, Lan Lihua. Dari Foshan tak akan pernah tunduk pada siapapun!" Lan Lihua segera mengeluarkan Pedang Bintang Ungu yang ia simpan didalam kalungnya.


Gerakan Lan Lihua terlihat begitu anggun, teknik pedang yang ia gunakan bahkan mampu mengelabuhi penjaga kediaman yang menyerang dari arah belakang.


Sementara dari jauh, Fen Fang hanya mengamati sambil masih duduk santai di salah satu cabang pohon yang lebih tinggi dari pohon lainnya.


'Teknik Pedang, Bayangan Kematian! Hehehe, kau sama mengerikannya dengan lelakimu! Sepertinya, masa dimana aku menjadi iblis pembantai akan segera tergantikan oleh kedua orang ini, cih! Teknik Pedang tingkat langit yang dulu pernah jadi incaranku, ternyata malah kau yang menguasainya!'


Feng Xian mendengus kasar ketika melihat bawahannya berjatuhan dengan luka cukup serius, tak ada teknik jurus yang dikeluarkan Lan Lihua. Ia hanya mengandalkan Teknik Pedang Langit tingkat kedua yang ditambah dengan energi spirit dari Bing Long.


'Kurang ajar! Bagaimana wanita ini bisa menjadi hebat seperti itu? Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus membunuhnya!' Feng Xian telah memegang pedang yang berukuran dua kali lipat dari yang dimiliki Lan Lihua menggunakan kedua tangannya. Terlihat pedang tersebut seperti sangat berat, padahal menurut ukurannya itu tak lebih besar dari Pedang Dewa Surgawi milik Tan Hao.

__ADS_1


Begitu Feng Xian berlari menuju kearah Lan Lihua sambil mengayunkan pedang tersebut, Fen Fang tersentak kaget hingga terbelalak, "Penebas Langit...! Pedang Penebas Langit?" Fen Fang tak percaya dengan apa yang dimiliki Feng Xian itu tapi sejenak kemudian Fen Fang tersenyum penuh makna sembari menunduk.


"Pedang Langit, Bintang Ungu melawan Pedang Langit, Penebas Langit? Ini sangat seru ... Meskipun pemenangnya sudah dapat dipastikan, tapi kelihatannya anak dari Qing Luo itu sangat percaya diri! Aku harap, Hua Hua itu cukup cerdik untuk merebut pedang yang memiliki kualitas yang sama dengan miliknya! Tapi jika begitu, dia akan jadi tambah arogan tidak ya ... Hmm!" kata Fen Fang seolah sedang berbicara pada dedaunan di sampingnya yang bergoyang tertiup angin.


"Penebas Langit! Pemotong Angin...!"


Feng Xian berseru lantang ketika cukup dekat dengan Lan Lihua sembari mengayun pedang tersebut sekuat tenaga.


Lan Lihua yang sedang melawan penjaga kediaman yang tersisa tak lebih dari lima orang itu sempat tersentak kaget sebelum ia ditenangkan oleh Bing Long yang sedari awal sudah berwaspada dan bersiap diri.


DUAR!


Ledakan besar berbunyi nyaring bersamaan dengan hempasan kabut udara yang cukup tebal, kabut itu segera menyelimuti area kediaman, begitu pula dengan efek benturan yang terjadi, mengakibatkan getaran gempa ringan mencakup seluruh area kediaman keluarga Bangsawan Qing.


Fen Fang terlihat bertepuk tangan seolah sedang menyaksikan sebuah pertunjukan yang menampilkan permainan seru. Tak terlihat ekspresi khawatir di wajahnya, malah terlihat seperti sangat puas.


Sementara itu, setelah mengeluarkan teknik pedangnya, Feng Xian terlihat kepayahan. Pedang yang ia pegang dengan dua tangan, kini ia letakkan ujungnya ke tanah sementara napasnya terengah-engah.


'Kurang ajar! Terpaksa aku harus menggunakan pusaka keluarga yang menyerap hampir seluruh energi tenaga dalam ku hanya untuk mengurusmu! Pergilah dengan tenang! Tak lama lagi, keluargamu juga akan menyusul, heh!' gumam Feng Xian sebelum tersenyum tipis ditengah napasnya yang masih memberat.


Senyum tipis itu memudar tak berselang lama bersama menghilangnya kabut udara, tatapan Feng Xian menajam sesaat sebelum melotot, "Ba-bagaimana mungkin? Ini mustahil ...!"

__ADS_1


__ADS_2