Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 91 ~ Perubahan


__ADS_3

Kembalinya Ye Yuan yang salah waktu membuat Tan Hao merasa tidak terlalu menyenangkan, dirinya yang kini telah dewasa tentu saja sudah mengalami banyak perubahan. Apalagi setelah tiga kali bertemu orang-orang luar biasa menjadikan sifat Tan Hao cenderung pendiam tidak lagi banyak bicara dan omong kosong tak perlu seperti dia remaja dulu.


Tentu saja sikap dan perilakunya tak jauh berubah hanya pembawaannya yang mengalami perubahan. Wajah bersih putih kecoklatannya terlihat menyejukkan bila dipandang. Aura tubuhnya lebih berwibawa dibanding sebelumnya setelah memakai Zirah Naga Suci.


Setelah berhasil mengamankan ketiga pusaka tersebut yang salah satunya merupakan pusaka dewa, Tan Hao berniat mengajak Lan Lihua untuk segera keluar dari ruangan berwarna emas dengan ornamen naga disetiap sudutnya. Akantetapi, sebelum ia mengatakannya Ye Yuan kembali berbicara.


Bukan hanya berbicara namun ia keluar dari tubuh Tan Hao, Ye Yuan mengambil bentuk manusianya. Ini pertama kali ia keluar setelah sekian lama berdiam diri di ruang jiwa Tan Hao demi mengembalikan kekuatan serta perkembangan kemampuannya.


Lan Lihua terkejut bukan main melihat sosok Ye Yuan dengan rambut hitam panjangnya yang terikat longgar di pangkal kepala belakangnya. Wajahnya begitu putih bersih di padu warna bola mata merah membuatnya terlihat begitu tampan. Pakaian hitamnya dengan kain selempang di kedua bahunya yang berjuntai pendek serta manik-manik emas di bagian depan sebelah kanan pakaiannya yang tersusun melengkung dari bahu kanan hingga bagian bawah dadanya begitu membuatnya terlihat gagah.


"Apakah dia kekasihmu? Atau istrimu? Aku memanggilnya apa um.m,-!!" kata Ye Yuan sesaat setelah keluar dari tubuh Tan Hao dengan memasang wajah manis memandang Lan Lihua.


Sontak membuat Lan Lihua salah tingkah dengan wajah memerah. Namun sebelum Ye Yuan menebar pesona lebih jauh lagi Tan Hao menyelanya dengan menampar kepala Ye Yuan dari belakang hingga membuatnya hampir terjungkal karena kaget.


"Burung sialan! Bersikap yang sopan pada tuanmu."


Ye Yuan melirik sinis Tan Hao.


"Phuih.. Tuan darimana ini? Beraninya memukul kepalaku."


Lan Lihua yang sedari tadi hanya diam kini dibuat tak bisa berkata-kata lagi dengan melihat tingkah keduanya.


"Bicara omong kosong lagi, benar-benar akan kubuat kau jadi makanan ayam,-!!" ujar Tan Hao datar namun tatapannya dingin.


Beberapa saat kemudian suasananya berubah serius. Ye Yuan membenahi pakaiannya yang tak lusuh dengan mata terpejamnya. Sementara Tan Hao mencoba menenangkan Lan Lihua dari keterkejutannya.

__ADS_1


"Katakan yang jelas, apa maksudmu menghentikanku keluar dari tempat ini."


"Aku hanya mengingatkanmu, kehidupan ini bukan cuma soal kekuatan dan pusaka tapi juga uang dan harta. Tempat ini selain tempat penyimpanan pusaka juga tempat penyimpanan uang dan harta yang pasti akan kau butuhkan untuk bekal perjalanan kita nanti," terang Ye Yuan sembari membuka kedua tangannya.


Tan Hao dan Lan Lihua saling beradu pandang sejenak kemudian tersenyum bersamaan.


"Aih..kenapa aku melupakan hal mendasar seperti itu?" celoteh singkat Tan Hao sembari menggaruk ringan kepalanya.


"Ah aku juga melupakan hal itu. Padahal aku menemukannya lebih dulu sebelum ketiga pusaka itu." kata Lan Lihua tertawa kecil.


Ye Yuan menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam.


"Kalian memang pasangan yang kelewat serasi sampai bisa sebodoh ini dalam waktu bersamaan pula, phuih.."


Tan Hao membelalak ketika melihat ada empat peti kayu berukiran naga cukup besar berjejer rapi. Jika diisi oleh manusia setidaknya mampu menampung 50 orang untuk setiap petinya.


"Whooaahh, ini sungguh luar biasa banyak." seru Tan Hao terkesima.


Ye Yuan yang berjalan pelan di belakangnya hanya terkekeh kecil.


"Apakah cincin dimensi kakak cukup untuk menampung semua ini," ujar Lan Lihua menunjuk peti-peti tersebut.


"Ha haha bahkan seratus peti seperti ini tak akan cukup untuk memenuhi ruang pertama dari cincin dimensiku, lagipula cincin ini bisa dibilang tak terbatas." ucap Tan Hao ringan setelah tertawa renyah.


Tan Hao segera mengayunkan tangannya. Peti yang berisi jutaan koin emas dan perak serta batu kristal tingkat tinggi dari hewan spiritual juga terdapat beberapa macam senjata serta sumber daya yang tak terhitung jumlahnya. Bukan hanya isinya saja namun juga petinya bahkan ikut menghilang tak berbekas.

__ADS_1


Lan Lihua melongo tak jelas melihat hal tersebut, ruang yang penuh sebelumnya kini kosong. Tan Hao tak meninggalkan satu barang pun, semuanya ia masukkan ke dalam cincin dimensinya.


•••••


"Feng, jika Tan'er dan Hua'er kembali beritahukan pada mereka bahwa aku sedang pergi bertapa untuk waktu yang lama. Kurasa alasan itu cukup untuk membuat mereka percaya, aku tak tau pasti kapan aku akan kembali." ujar Bing Zhenzu yang membelakangi Feng Zhenzu


"Baiklah, jangan khawatirkan soal itu. Ketika mereka kembali aku akan mempercepat pelatihan mereka, aku hanya mengkhawatirkan Keluarga Lan kita, Ayah." jawab Feng Zhenzu sembari memberi hormat dengan membungkukkan badannya.


Bing Zhenzu atau bernama lain Lan Hou merupakan leluhur dari keluarga Lan di kota Foshan. Ia memutuskan pergi menerima permintaan dari Kaisar Wang untuk menghentikan campur tangan organisasi misterius dalam perebutan tahta kekaisaran.


Informasi yang ia terima cukup membuatnya tertarik, sebab dalam surat permintaan tersebut menjelaskan secara singkat jika adik dari Kaisar Wang yang merupakan anak dari selir pertama Kaisar sebelumnya meminta bantuan Organisasi Iblis Darah untuk melakukan kudeta saat upacara pernikahan puteri pertama Kaisar wang.


Lan Hou tidak tertarik dengan perebutan Tahta, yang membuatnya tertarik adalah Organisasi Iblis Darah yang berada di baliknya. Lan Hou ingat benar bagaimana kekuatan dan kemampuan ketua dari organisasi tersebut yang mempunyai julukan Dewa Iblis dan Dewa Darah.


Kedua kakak beradik tersebut memiliki kemampuan mengerikan, pernah dahulu Lan Hou berhadapan dengan keduanya saat masih muda. Saat itu kekuatan mereka berada di tingkat yang sama, namun Lan hou yang memiliki Tongkat Bintang Langit tak mampu mengalahkan kedua kakak beradik tersebut.


Meskipun juga Dewa Iblis dan Dewa Darah juga tak mampu melukai Lan Hou tetapi mereka memiliki hubungan emosional setelah pertarungan tiga hari tiga malam yang terjadi di Lembah Setan saat mereka memperebutkan Besi Dingin Yin Yang Emas yang merupakan salah satu bahan yang dibutuhkan untuk membuat senjata tingkat tinggi.


"Tenanglah, keluarga Lin tak akan mempunyai cukup keberanian untuk mencari masalah secara terang-terangan dengan keluarga Lan jika masih ada kau disini, mereka juga belum mengetahui jika kita menemukan seorang monster mengerikan yang tengah tertidur. Dan jangan lupakan siapa Hua'er sesungguhnya," kata Lan Hou sembari memandang langit.


Langit sore begitu indah dengan sinar matahari berwarna kuning keemasan menerpa awan-awan yang mengambang beriringan ditambah semilir angin yang khas daerah pegunungan.


Feng Zhenzu terdiam tanpa mampu menjawab, ia pun memandang langit yang sama. Beberapa saat kemudian Lan Hou melempar senyum tipisnya kearah Feng Zhenzu kemudian melesat kearah langit dimana ia memandang.


"Semoga firasatku tak benar. Berhati-hatilah,Ayah?" batin Feng Zhenzu yang belum beranjak dari tempatnya setelah Lan Hou tak lagi dapat ia lihat.

__ADS_1


__ADS_2