
Yi Jin mengumpulkan kembali koin emas yang berserakan sambil mendesah berkali-kali, setelah ia diabaikan Tan Hao begitu saja.
Sementara tempat itu telah mulai tenang kembali tetapi lautan magma telah berubah seperti danau air jernih. Meskipun Yi Jin tahu tetapi ia tak mempermasalahkannya.
Pagoda Tao Suci yang dulunya tempat terlarang bukan hanya sebagai tempat perkumpulan gelap, tetapi juga sebagai area paling tidak layak untuk tempat berlatih meskipun memiliki energi bumi yang sangat padat. Mulai dari saat ini hanya menjadi reruntuhan bangunan biasa, tak ada lagi lautan magma dan hanya memiliki energi bumi tipis.
Kota Shaoguan praktis hanya memiliki mata air jernih sebagai satu-satunya harta berharga yang ada di dalam kota sebagai tempat untuk berlatih.
Dua jam telah berlalu semenjak Lan Lihua berhasil menyesuaikan diri. Ia cukup banyak menghabiskan waktu untuk menceritakan apa yang ia alami saat berada di dalam Fase Hampa.
Waktu yang ditentukan Tan Hao untuk Lan Lihua berlatih nyatanya berakhir lebih cepat, untuk itu dirinya memiliki cukup banyak kesempatan sebelum menuju ke sekte Tujuh Tombak Emas.
Tawa bahagia Lan Lihua dalam bercerita disambut senyum tipis Tan Hao. Sementara Yi Jin telah selesai mengumpulkan semua koin emas dan entah ia simpan dimana. Setiap ia memungut menggunakan kaki dan mulutnya, koin itu akan langsung menghilang.
Padahal hanya perlu melewati tiga desa lagi untuk sampai di wilayah hutan Kota Shuning yang artinya membutuhkan waktu setengah hari bagi Tan Hao dalam kecepatan biasa.
Setelah semua pembicaraan itu, Tan Hao mengajak Lan Lihua untuk kembali ke atas dengan melewati anak tangga.
Lan Lihua sempat mempertanyakan kenapa harus melewati anak tangga, sebab itu akan memakan banyak waktu. Tapi, hal itu hanya dijawab Tan Hao dengan senyum yang tak biasa.
“Hei, kalian mau kemana? Sudah mendapatkan yang diinginkan lalu pergi begitu saja, cih...!”
Keduanya menghentikan langkah kaki mereka karena perkataan Yi Jin, lantas saling tatap sebelum menoleh bersamaan.
“Kakak, apa kucing itu berbicara? Telingaku tidak bermasalah, kan?” Lan Lihua bertanya polos sambil menatap Yi Jin dengan tatapan lain.
__ADS_1
Tan Hao terkekeh pelan melihat ekspresi Lan Lihua yang menurutnya sangat lucu, ia cukup paham kalau wanita bertubuh ramping itu tertarik, “Setidaknya memang itulah yang kita dengar! Dia bukan kucing biasa, makanannya saja emas! Apa yang sedang kau pikirkan Hua’er?”
“Hei, hei ... Kalian sedang berpikir apa? Aku bukan peliharaan yang mudah ditindas, kasta kalian lebih rendah daripada aku. Hentikan pikiran itu...!” Yi Jin bertingkah layaknya kucing yang sedang meronta manja, meskipun tidak bisa membaca pikiran tetapi ia cukup tahu apa yang diinginkan dua orang di depannya itu.
Tan Hao melirik Lan Lihua dengan tatapan penuh makna, sementara Lan Lihua dengan cepat mengerti maksud lirikan itu. Keduanya secara bersamaan tersenyum licik sembari berjalan mendekati Yi Jin.
“Tu-tunggu dulu...! Apa yang akan kalian lakukan? Aku ini hewan legenda yang dihormati, aku perintahkan hentikan apapun yang ingin kalian lakukan padaku...!” Yi Jin merengek sambil melangkah mundur, ekspresinya benar-benar seperti kucing yang tengah dilanda birahi tapi tidak jadi.
Sementara itu diwaktu yang sama, beberapa penjaga kota sedang berhadapan dengan seorang laki-laki yang kurang lebih terlihat berumur tiga puluh tahunan.
Penjaga yang terdiri dari lima orang Pertapa Ahli itu memegang tombak mereka yang terhunus sementara lelaki itu hanya tersenyum tipis.
Tak berapa lama muncul Bao Jia dari belakang kumpulan penjaga itu, setelah beberapa saat lalu diberitahu salah satu penjaga bahwa ada orang asing yang mencurigakan.
Bao Jia yang masih kesal tentu saja semakin kesal mendengar aduan tersebut. Ia datang dengan memasang ekspresi wajah yang tak biasa.
“Orang yang aku maksud adalah dia, Tuan Jia! Sejak awal kami bertanya tak satupun dia jawab dan malah hanya tertawa,” beber penjaga yang sebelumnya memberi laporan.
Bao Jia menatap tajam laki-laki berpakaian hampir sama dengan yang dikenakan Tan Hao itu dan hanya berbeda di corak motifnya.
“Bisakah kau memperkenalkan diri? Kami bukan tidak sopan, tetapi akhir-akhir ini banyak orang asing yang mengacau disini. Jadi kami hanya memastikan jika Kota Shaoguan tidak kedatangan lebih banyak masalah lagi!”
‘Orang-orang ini punya masalah apa sampai bisa tidak mengenaliku, haih! Ini tidak bagus, tidak bagus!’ gumamnya sambil melenguh pelan.
“Aku ingin masuk dan bertemu Nona Ying Yue, ada sesuatu penting yang harus aku diskusikan dengannya!”
__ADS_1
Bao Jia mengerutkan dahi tetapi reaksinya jelas terlihat tidak suka dengan pernyataan itu. Ia kemudian melangkah sambil menatap penuh tekanan.
“Apa urusanmu dengan Nona Yue? Bisakah kau katakan padaku disini, aku bahkan tak tahu apa kau berkata benar atau tidak. Kupikir bisa jadi kau sebuah ancaman untuk kota!”
“Jangan berlebihan dalam menilai, sifatmu bahkan tidak berubah sejak terakhir kali kita bertemu. Kau tak punya kualifikasi untuk membuatmu layak berbicara denganku...! Mau itu kau ijinkan aku atau tidak, aku akan tetap masuk! Jadi menyingkirlah atau kau akan menyesal!”
"Kurang ajar...! Apa kau tak tahu jika aku pendekar dari Asosiasi Menara Emas yang ditugaskan melindungi tempat ini, jadi wilayah ini berada didalam kekuasaanku untuk mengetahui apapun!”
Kelima penjaga bersiap menyerang bersamaan, mereka semua mengeluarkan aura pembunuh disertai mengalirkan tenaga dalam ke senjata masing-masing.
Laki-laki itu memicingkan mata sebelum membuang ludah, sejenak kemudian ia mengeluarkan aura pembunuh yang lebih menekan dari kelima orang itu.
Bao Jia sendiri yang masih dalam perasaan buruk tak menyadari siapa yang sedang ia hadapi. Ia lebih mengutamakan emosi.
“Aku memberimu pilihan agar kau menyadari batasanmu, tapi kau malah memilih untuk menyerahkan nyawamu. Asal kau tahu, dari awal kita bertemu, saat itu juga aku ingin membunuhmu!”
DUAR!!
SWOOSH!!
Ledakan energi yang tak biasa membuat semua penjaga jatuh berlutut sementara Bao Jia berdiri kaku tanpa mampu bergerak.
‘Kekuatan macam apa ini? Dia bilang pernah bertemu, tapi kapan dimana? Apa aku pernah menyinggung seseorang? Dia hanya mencari alasan atau memang...!’ Bao Jia hanya bisa berbicara dalam hati sementara wajahnya memerah akibat menahan tekanan dari energi yang dilepaskan laki-laki berkulit wajah seputih susu itu.
Beberapa detik kemudian ia tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri sebelum sempat mengetahui apa yang terjadi.
__ADS_1
“Cih...! Sampah tetap saja sampah, kau cukup beruntung aku tidak membunuhmu. Tapi mulai saat ini, kau hanya akan menjadi sampah tak berguna!” ucapnya sambil melenggang melewati penjaga yang berlutut ketakutan dan Bao Jia yang tersungkur tak sadarkan diri.