Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 68 ~ Kuasa Dewi Bintang


__ADS_3

Su Kong dan Shan Xie terkejut melihat banyaknya antrian di depan Paviliun Bintang. Keduanya tak menyangka bahwa rumor yang beredar nyata kebenarannya.


Su Kong dapat melihat jelas bahwa mereka semua merupakan Pendekar. Terlihat dari senjata yang mereka bawa.


Sementara Shan Xie melihat hal lain dari banyaknya antrian para pengunjung.


"Tuan Su Kong,-!! Aku merasa kehadiran kita di waktu yang kurang tepat."


Su Kong tak menggubris perkataan yang dilontarkan Shan Xie. Ia telah merasa semakin penasaran dengan apa yang ada di dalam Paviliun Bintang.


"Sejak kapan kau menjadi penakut,-!! Sudahlah, lebih baik segera carikan tempat terbaik untukku."


Shan Xie tidak mengatakan kekhawatirannya, ia telah mengenal lama Su Kong. Bicara yang tidak ada bukti di depannya hanya berakhir bodoh.


Tanpa menunggu perintah kedua dengan masih bersikap waspada sambil mengamati satu persatu pendekar yang ada di depan Paviliun Bintang, Shan Xie berjalan ke arah penjaga pintu masuk.


Shan Xie tak menyangka bahwa Paviliun Bintang tak menerima orang dengan perlakuan khusus. Setelah beberapa waktu berdebat dengan penjaga pintu masuk tetap saja tak ada hasil. Paviliun Bintang memandang para pengunjung di tingkat yang sama. Identitas apapun, kekuasaan apapun yang di miliki tak ada bedanya.


Shan Xie kembali ke tempat Su Kong berada dengan ekspresi kecewa dengan memegang sebuah kertas.


"Tuan, disini tak berlaku perlakuan khusus. Siapapun itu akan dianggap sama. Kita akan masuk beberapa jam lagi." ucap datar Shan Xie sambil menunjukkan kertas yang ia terima dari penjaga pintu masuk yang juga bertugas memberi nomor pengunjung beserta catatan waktu masuknya.


Su Long terkejut mengetahuinya, dalam hatinya ia ingin menggunakan kekuasaan dan kemampuannya untuk menekan penjaga pintu masuk, tapi ia sadar jika itu dilakukan maka akan menimbulkan keributan.


Ia tak berfikir akan kembali berhadapan dengan Dewi Busur yang tak ia ketahui keberadaannya saat ini.


"Kurang ajar,-!! Jika bukan karena ada dia, sudah kuhabisi mereka." dengus geram Su Kong dengan menahan amarah.


Di dalam Paviliun Bintang terlihat puluhan orang tengah menikmati pertunjukan yang ada. Setiap pertunjukan dari keahlian Gadis Bintang mempunyai ruangan sendiri.


Para gadis yang ada di Paviliun Bintang dikenal sebagai Gadis Bintang, nama mereka tak pernah di publikasikan. Hanya angka yang telah di berikan oleh Dewi Bintang sebagai nama panggung dan panggilan mereka.


Di setiap ruangan mampu menampung hingga 20 orang pengunjung tanpa kursi. Namun dari sekian banyak ruangan, ada satu ruangan yang lebih besar dengan tiga anak tangga sebelum ke pintu masuk ruangan tersebut.


Semua orang mengetahui jika itu adalah ruangan milik Dewi Bintang itu sendiri yang selalu tertutup rapat ada atau tidaknya pengunjung yang masuk. Berbeda dari ruangan lain yang tanpa pintu.


•••


Dimana aku berjalan bayangmu aku temukan


Disaat.. ku butuhkan kau menghilang


Mampukah aku bertahan dalam


Rindu yang menikam


Sanggupkah aku dapatkan kedamaian....-!!

__ADS_1


Belasan pengunjung yang baru masuk ruangan milik Dewi Bintang terpana tanpa mampu bergerak ketika mendengar petikan kecapi disertai alunan indah suara Dewi Bintang yang begitu sendu.


Mereka semua merasakan hal yang sama, sebuah tusukan di hati masing-masing seperti telah kehilangan sesuatu yang berharga ketika mendengar nyanyian Dewi Bintang.


Terutama Su Kong, ia merasakan ketertarikan yang begitu dalam setelah hanya sekali lihat paras Dewi Bintang.


Penampilan Dewi Bintang sangat mengagumkan, terlihat ia begitu menyatu dengan kecapinya. Gaun putih bersih dengan corak rumbai merah muda serta mahkota kecil berbentuk bunga sangat menawan dilihat, yang juga didukung oleh pencahayaan lampu kecil disekelilingnya. Menjadikan dirinya bagaikan seorang Dewi sungguhan.


Mata semua pengunjung hanya tertuju padanya yang masih melanjutkan nyanyian sendu yang merupakan ciri khas pembuka penampilannya.


Hingga beberapa pengunjung tak menyadari bahwa hidungnya mengeluarkan darah segar.


Mereka tersadar ketika Dewi Bintang menyelesaikan penampilan pembukanya.


Banyak dari pengunjung yang dengan kebingungan karena malu.


Dewi Bintang menyapu semua pengunjung yang hadir dengan pandangan mata indahnya dan diakhiri dengan senyum kecil. Membuat suasana tiba-tiba riuh dengan sorakan pengunjung.


Plokk..plokk..plokk


Namun, sorakan itu terhenti ketika sebuah tepukan tangan dari arah belakang begitu nyaring terdengar.


"Dewi Bintang memang luar biasa. Aku tak menyangka bahwa rumor yang beredar sungguh jauh dari kenyataannya,-!!" seru Su Kong dengan senyum merekah setelah bertepuk tangan sembari berjalan ke depan semua penonton yang ada.


Sementara Shan Xie bersikap waspada dengan berjalan di belakang Su Kong. Walaupun ia tadi juga merasakan hal yang sama dengan semua penonton yang hadir.


Dewi Bintang tersenyum tipis dengan mata terpejam.


Sebelum sempat Su Kong membalas perkataan Dewi Bintang. Pintu ruangan yang tadinya tertutup tiba-tiba terbuka dengan sangat keras hingga membuat semua yang ada di dalam begitu terperanjat kaget.


"Kalian semua keluar, ruangan ini telah di beli olehku."


Mata semua orang tertuju pada orang di muka pintu sedangkan Dewi Bintang hanya menggeleng kepala pelan sambil menunduk ringan.


"Hei, kau jaga bicaramu. Kau pikir kau siapa beraninya memerintah kami." seru salah seorang penonton dengan keras.


Su Kong ingin mengatai orang tersebut namun ia urungkan ketika Shan Xie memegang pundaknya sembari menggeleng pelan.


Semua orang terlihat begitu jelas kemarahan yang mereka miliki, hingga gelak tawa yang terkesan merendahkan dari orang tersebut membuat semua orang yang merupakan Pendekar memegang senjata mereka masing-masing bersiap untuk menyerang bersamaan.


Namun, ucapan ringan Dewi Bintang membuat mereka mengendurkan sikap.


"Kalajengking Iblis,-!! Hentikan perbuatanmu atau aku akan marah..?"


Semua orang yang ada terkejut bersamaan hingga membuat mereka mundur satu langkah ketika mengetahui orang yang bersikap sombong itu adalah Kalajengking Iblis, yang merupakan saingan abadi dari Kalajengking Merah.


Dan yang paling terkejut dari semuanya tak lain adalah Shan Xie. Dia tau benar nama besar dari Kalajengking Iblis meskipun tak pernah melihatnya selama ini dan hanya mengetahuinya dari cerita gurunya saja yang merupakan Kalajengking Merah.

__ADS_1


Shan Xie begitu ketakutan hanya dengan menatapnya saja seolah ia tak memiliki keberanian apapun.


"Ha ha ha, Dewi ku yang manis. Aku jauh-jauh datang kemari hanya untuk melihat penampilan memukaumu dan aku ingin melihatnya sendiri. Kurasa itu tak berlebihan, bukan?"


Beberapa penonton yang hanya memiliki kemampuan rendah keluar bersamaan setelah Kalajengking Merah berbicara sambil berjalan masuk. Mereka berfikiran sama, tak ingin jadi korban sia-sia jika terjadi hal buruk.


"Kau masih berani tertawa setelah membuat pengunjung Paviliunku pergi ketakutan sebelum mereka menerima apa yang seharusnya mereka dapatkan." kata Dewi Bintang datar dengan menatap santai kecapinya.


"Tenang. Aku akan mengurus ganti rugi untuk mereka nanti. Sekarang bisakah kau suruh yang masih tersisa disini untuk keluar, aku juga akan ganti kerugian mereka, hehh he."


Apa yang dikatakan Kalajengking Iblis membuat pendekar yang tersisa menahan kemarahan tanpa berani bertindak.


Sementara itu Su Kong menatap tajam Kalajengking Iblis dengan tatapan dendam.


"Tuan Su Kong, sebaiknya kita pergi dari sini segera. Kita bukan tandingannya jika bertarung."


Bisikan halus Shan Xie membuat Su Kong melunak, namun ia tetap enggan meninggalkan ruangan tersebut.


Kalajengking Iblis menatap tajam setelah sepasang Trisula melayang di samping Dewi Bintang. Balasan dari pernyataannya membuat ia begitu emosi.


"Apa maksudmu dengan itu,-!!"


Reaksi Su Kong juga tak kalah terkejut, ia tak percaya dengan apa yang ia lihat. Selama hidupnya, ia tak pernah melihat atau mendengar ada senjata yang melayang atau membuat senjata bergerak tanpa menyentuhnya.


Shan Xie yang ketakutan dengan adanya Kalajengking Iblis merasa begitu tak berarti saat melihat sepasang Trisula melayang bebas dengan ujung menghadap kearah Kalajengking Iblis. Hal yang sama juga dirasakan pendekar yang tersisa.


"Aku peringatkan kau untuk pergi,-!! Apa kau belum pernah dengar konskuensi dari mengganggu penampilanku." kata Dewi Bintang yang menatap Kalajengking Iblis dengan ketiga jarinya terlipat menyisakan dua jari berada di depan dadanya.


Kalajengking Iblis menunduk dengan geram yang sesaat kemudian melepaskan aura pembunuh, membuat pendekar lainnya menjadi sesak nafas dan memilih untuk pergi.


Kepergian para pendekar yang menjadi pengunjung Paviliun Bintang hanya menyisakan empat orang saja yang masih berada di dalam ruangan Dewi Bintang.


Su Kong dan Shan Xie melindungi diri mereka dengan melepaskan aura pembunuh yang tak sebesar milik Kalajengking Iblis. Namun cukup untuk menahan tekanan yang menyerang.


Disisi lain, Dewi Bintang masih belum bereaksi. Ia masih dalam posisi yang sama dengan wajah datarnya.


Reaksi yang ditunjukkan Dewi Bintang membuat Kalajengking Iblis semakin marah karena merasa di remehkan, ia mengeluarkan Tombak Kalajengking nya dari cincin bumi yang seketika itu membuat tekanan yang dimilikinya meningkat duakali lipat.


Su Kong tak menyangka kekuatan yang dikeluarkan Kalajengking Iblis melebihi batasan kemampuannya yang ia yakini itu belumlah seluruh kemampuan yang dia miliki.


"Kau berbuat masalah di wilayahku hingga membuat pengunjungku kabur dan mengumbar kemampuan payahmu di depanku,-!! Tidak ada sesuatu yang pantas sebagai ganti rugi selain nyawamu."


Dewi Bintang yang tetap tenang selama ini menjadi begitu penuh kemarahan.


Dengan masih berposisi duduk ia menggerakkan kedua jarinya yang seketika itu membuat sepasang Trisula miliknya terbang melayang kearah Kalajengking Iblis dengan mengeluarkan Aura putih keemasan.


Sontak saja kejadian itu membuat seluruh pengunjung yang ada di Paviliun Bintang gemetar lemas tanpa tau penyebabnya. Mereka semua merasakan hal yang sama, seperti sebuah gunung besar menimpa tubuh mereka.

__ADS_1


Disisi lain, Su Kong dan Shan Xie terkejut-kejut. Keduanya menatap kosong tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Sementara Kalajengking Iblis di buat sibuk menangkis serangan sepasang Trisula yang juga sambil menahan Aura kuat yang dipancarkan senjata Dewi Bintang tersebut.


__ADS_2