Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 63


__ADS_3

Arya bergegas naek keatas menuju lift


benar saja tak lama menjelang ponselnya berdering


" Ah telpon dari nyonya besar


" Aryaa


Suara Ana yang nyaring memaksakan dia menjauhkan telpon dari telinganya


" Arya kemana suamiku ? apa kau sedang menyembunyikan ia dariku , ponselnya tidak aktif dari tadi


pertanyaan Ana yang merepet membuat Arya lagi - lagi menghela nafas


Apa semua perempuan hamil seperti ini sifatnya


" Suamimu lagi bersama orang lain


Ana langsung terkejut ia langsung menghembuskan nafas tak beraturan


ucapan Arya membuatnya sangat terkejut


" Iya bersama orang lain di dalam ruangan rapat , lagi kerja


hehe


" Kau hampir membuat jantungku copot


" Tenang saja dia aman bersamaku , tadi dia berpesan jika kau menghubunginya


apa ada yang kau inginkan


" Tidak aku hanya ingin tau dia sedang apa , itu saja


" Baiklah nyonya besar pesan tuan besar kau tidak boleh kemana - mana hari ini , ingat itu


" Oke baiklah , Ana menutup teleponnya


......


" Kau mau kemana


Dimas yang baru pulang kaget melihat Siska yang sudah bersiap - siap mau pergu


Siska tak menjawab apa yang ditanya oleh Dimas


" Siska ! apa begitu caramu bersikap dengan saudara kandungmu


Siska yang tadi terdiam terpancing emosinya


" Kau ini kenapa sih kak , aku sudah tak mengenalmu akhir - akhir ini kau berubah menjadi orang asing di rumah ini


" Beraninya kau membantahku


Dimas mengangkat tangannya untuk menampar Siska


Maminya turun kebawah dan melihat pertengkaran kedua anaknya


" Dimas !! apa yang kau lakukan pada Siska


Dimas menurunkan tangannya


" Aku hanya bertanya mi , aku ingin yang terbaik untuknya dia adikku satu - satunya


Siska tak perduli ia langsung pergi keluar menjauhi maminya dan Dimas


" Mi , Siska mau ketempat Ana dulu


" Kau lihat saja Siska jika kau berani berhubungan diam - diam dengan lelaki itu aku akan menghajarnya , kau lihat saja nanti


kau tidak tau keburukannya aku lebih mengenalnya


Siska langsung menyetir mobil menuju rumah Ana


.........


Arya masih tak habis pikir bagaimana mungkin Dimas bisa setega itu , jika Dimas memperlakukannya buruk itu tak masalah baginya tetapi ini sudah menyangkut keselamatan Aditya dan Ana


karena rapat Aditya masih beberapa jam lagi Arya memutuskan untuk mencari udara segar diluar kantor


Ia memutuskan untuk pergi meninjau lokasi target market disekitar kantor

__ADS_1


Arya duduk di meja yang berbentuk bundar menghadap kearah jalan raya


seorang perempuan turun dari mobil mewahnya menggunakan baju yang agak terbuka


" Arya


" Kau Amanda


Arya sangat terkejut melihat Amanda menghampirinya


Apa yang dia inginkan dariku , kenapa ia berada disini


" Bolehkah aku duduk disini


" Silahkan duduklah


" Aku dengar kau sudah tak punya apa - apa lagi


Amanda tersenyum sinis


Arya menoleh kearah Amanda


" Heh maksudmu


" Oh , tenang saja aku tidak bermaksud menyinggungmu justru aku akan memberikanmu bantuan untuk membuka usaha sendiri


Amanda mengeluarkan cek


" Ini ada cek 2 triliyun untukmu


memberikan cek tersebut


" Untuk apa ini ?


" Aku menawarkan pekerjaan untukmu bagaimana ?


Arya terdiam


Kau berusaha membeliku kan Amanda , baiklah aku akan ikuti permainanmu agar aku bisa tau apa langkah selanjutnya yang akan ia lakukan untuk menghancurkan Aditya


" Kau ambillah dulu dengan uang itu kau bisa membangun usaha orangtua mu yang sudsh bangkrut itu


" Apa yang kau inginkan dariku


Amanda tertawa licik


" Kau tau kan aku selalu mendapatkan apa yang aku mau


Aditya berpura - pura tidak peka


" Langsung saja katakan , apa yang kau inginkan


" Memisahkan Aditya dan Ana


apa kau setuju ?


Arya tersenyum dan menjabat tangan Amanda


Aku akan menyelamatkan Aditya darimu aku tak sekeji itu Amanda hanya karena uang harua menghianati persahabatanku dengan Aditya


" Baiklah , kau ikuti apa yang harus aku lakukan nanti aku akan menelponmu


Amanda beranjak pergi menggunakan mobilnya


Arya bernafas lega dengan berpura - pura tersenyum kepada Amanda


" Syukurlah Aditya sangat waras lebih memilih Ana dari padanya


Amanda kau pikir aku rela menghancurkan kebahagiaan orang lain , kau picik sekali


Arya menyimpan cek itu kedalam kantongnya


.....


" Kau yakin dia bisa diajak kerjasama ?


" kita lihat saja , jika dia berani menghianatiku


rekaman video ini akan membuat ia terjebak dengan permainannya sendiri


Amanda nenunjukkan video yang ia ambil menggunakan kamera otomatis yang tertempel dipulpen di tangannya .

__ADS_1


" Kau benar - benar hebat Amanda


" Tentu saja , kau tau aku tak pernah kalah oleh siapapun termasuk gadis kampungan itu yang berani merebut cinta Aditya


......


Mobil Siska memasuki halaman rumah tadi pagi Siska sudah berada di rumah Ana , tetapi maminya menelpon untuk menemaninya kesalon


" Kenapa kau balik lagi ?


Ana terkejut melihat Siska sudah kembali lagi di rumahnya


" Ya udah kalau begitu aku balik lagi


Siska membalikkan badannya


" Eh kau ini kok ngambek sih


mana mungki aku tidak senang melihat kehadiran sahabat baikku


" Kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku


Ana tampak menyelidik Siska


" Kok tau , ucap Siska sewot


Siska melihat sekeliling


" Apa suamimu sudah pulang


" Kenapa kau bertanya tentang Aditya


Ana tampak cemburu


" Aduh bukan itu , kau ini


Apa kau memang tak bertemu Arya tadi


" Siska sebenarnya ada apa sih , ayo cepat cerita


Siska pun menceritakan kesalahpahaman terhadap Arya hingga membuat Dimas memukul wajah Arya berkali - kali


" Aku juga merasa heran melihat sikap kakakku itu yang berubah menjadi sangat kasar dan aneh


Ana terdiam dia seolah menangkap sebuah signal jangan - jangan karena ulahnya lah Dimas menjadi kasar seperti itu


" Ana kau kenapa


Siska menggoyang - goyangkan tubuh Ana


Ana menunduk


" Siska maafkan aku tak bisa membalas cinta kakakmu , aku tak bermaksud seperti itu


" Hmm kenapa kau harus minta maaf Ana , cinta itu tak bisa dipaksakan lagian aku melihat sangat jelas dimata Aditya ia tak bisa kehilangan dirimu


bahkan cinta yang sesungguhnya terjadi adalah setelah menikah , memang sih awalnya kalian terpaksa tetapi kalian tak ada alasan lagi kan untuk bercerai


" Taa..pi


Ana berusaha menahan mulutnya untuk bercerita tentang poto Amanda dan Aditya yang ia lihat di laptot milik Amanda


" Tapi apa


" Tidak ada apa - apa


Ana berbohong ia sengaja tak menceritakan pada Siska karena itu adalah aib suaminya


jika benar berarti dia bukanlah istri yang baik yang bisa menjaga kekurangan suaminya jika itu tidak benar maka ia telah memfitnah suaminya


Jika ia bercerita pada Siska , ia takut Siska akan bercerita pada Dimas otomatis Dimas semakin yakin untuk merebutnya dari Aditya


Ana semakin bingung dengan segala yang terjadi tetapi ia lebih memilih untuk percaya pada Aditya dan takdir tuhan


" Kau tak menyuruhku untuk makan aku lapar


" Apa kau lapar


" Iya dari tadi aku belum makan


" Tumben , kau ini seperti orang yang sedang jatuh cinta saja

__ADS_1


Ana menggoda Siska


__ADS_2