
Arya bergegas naek keatas menuju lift
benar saja tak lama menjelang ponselnya berdering
" Ah telpon dari nyonya besar
" Aryaa
Suara Ana yang nyaring memaksakan dia menjauhkan telpon dari telinganya
" Arya kemana suamiku ? apa kau sedang menyembunyikan ia dariku , ponselnya tidak aktif dari tadi
pertanyaan Ana yang merepet membuat Arya lagi - lagi menghela nafas
Apa semua perempuan hamil seperti ini sifatnya
" Suamimu lagi bersama orang lain
Ana langsung terkejut ia langsung menghembuskan nafas tak beraturan
ucapan Arya membuatnya sangat terkejut
" Iya bersama orang lain di dalam ruangan rapat , lagi kerja
hehe
" Kau hampir membuat jantungku copot
" Tenang saja dia aman bersamaku , tadi dia berpesan jika kau menghubunginya
apa ada yang kau inginkan
" Tidak aku hanya ingin tau dia sedang apa , itu saja
" Baiklah nyonya besar pesan tuan besar kau tidak boleh kemana - mana hari ini , ingat itu
" Oke baiklah , Ana menutup teleponnya
......
" Kau mau kemana
Dimas yang baru pulang kaget melihat Siska yang sudah bersiap - siap mau pergu
Siska tak menjawab apa yang ditanya oleh Dimas
" Siska ! apa begitu caramu bersikap dengan saudara kandungmu
Siska yang tadi terdiam terpancing emosinya
" Kau ini kenapa sih kak , aku sudah tak mengenalmu akhir - akhir ini kau berubah menjadi orang asing di rumah ini
" Beraninya kau membantahku
Dimas mengangkat tangannya untuk menampar Siska
Maminya turun kebawah dan melihat pertengkaran kedua anaknya
" Dimas !! apa yang kau lakukan pada Siska
Dimas menurunkan tangannya
" Aku hanya bertanya mi , aku ingin yang terbaik untuknya dia adikku satu - satunya
Siska tak perduli ia langsung pergi keluar menjauhi maminya dan Dimas
" Mi , Siska mau ketempat Ana dulu
" Kau lihat saja Siska jika kau berani berhubungan diam - diam dengan lelaki itu aku akan menghajarnya , kau lihat saja nanti
kau tidak tau keburukannya aku lebih mengenalnya
Siska langsung menyetir mobil menuju rumah Ana
.........
Arya masih tak habis pikir bagaimana mungkin Dimas bisa setega itu , jika Dimas memperlakukannya buruk itu tak masalah baginya tetapi ini sudah menyangkut keselamatan Aditya dan Ana
karena rapat Aditya masih beberapa jam lagi Arya memutuskan untuk mencari udara segar diluar kantor
Ia memutuskan untuk pergi meninjau lokasi target market disekitar kantor
__ADS_1
Arya duduk di meja yang berbentuk bundar menghadap kearah jalan raya
seorang perempuan turun dari mobil mewahnya menggunakan baju yang agak terbuka
" Arya
" Kau Amanda
Arya sangat terkejut melihat Amanda menghampirinya
Apa yang dia inginkan dariku , kenapa ia berada disini
" Bolehkah aku duduk disini
" Silahkan duduklah
" Aku dengar kau sudah tak punya apa - apa lagi
Amanda tersenyum sinis
Arya menoleh kearah Amanda
" Heh maksudmu
" Oh , tenang saja aku tidak bermaksud menyinggungmu justru aku akan memberikanmu bantuan untuk membuka usaha sendiri
Amanda mengeluarkan cek
" Ini ada cek 2 triliyun untukmu
memberikan cek tersebut
" Untuk apa ini ?
" Aku menawarkan pekerjaan untukmu bagaimana ?
Arya terdiam
Kau berusaha membeliku kan Amanda , baiklah aku akan ikuti permainanmu agar aku bisa tau apa langkah selanjutnya yang akan ia lakukan untuk menghancurkan Aditya
" Kau ambillah dulu dengan uang itu kau bisa membangun usaha orangtua mu yang sudsh bangkrut itu
" Apa yang kau inginkan dariku
Amanda tertawa licik
" Kau tau kan aku selalu mendapatkan apa yang aku mau
Aditya berpura - pura tidak peka
" Langsung saja katakan , apa yang kau inginkan
" Memisahkan Aditya dan Ana
apa kau setuju ?
Arya tersenyum dan menjabat tangan Amanda
Aku akan menyelamatkan Aditya darimu aku tak sekeji itu Amanda hanya karena uang harua menghianati persahabatanku dengan Aditya
" Baiklah , kau ikuti apa yang harus aku lakukan nanti aku akan menelponmu
Amanda beranjak pergi menggunakan mobilnya
Arya bernafas lega dengan berpura - pura tersenyum kepada Amanda
" Syukurlah Aditya sangat waras lebih memilih Ana dari padanya
Amanda kau pikir aku rela menghancurkan kebahagiaan orang lain , kau picik sekali
Arya menyimpan cek itu kedalam kantongnya
.....
" Kau yakin dia bisa diajak kerjasama ?
" kita lihat saja , jika dia berani menghianatiku
rekaman video ini akan membuat ia terjebak dengan permainannya sendiri
Amanda nenunjukkan video yang ia ambil menggunakan kamera otomatis yang tertempel dipulpen di tangannya .
__ADS_1
" Kau benar - benar hebat Amanda
" Tentu saja , kau tau aku tak pernah kalah oleh siapapun termasuk gadis kampungan itu yang berani merebut cinta Aditya
......
Mobil Siska memasuki halaman rumah tadi pagi Siska sudah berada di rumah Ana , tetapi maminya menelpon untuk menemaninya kesalon
" Kenapa kau balik lagi ?
Ana terkejut melihat Siska sudah kembali lagi di rumahnya
" Ya udah kalau begitu aku balik lagi
Siska membalikkan badannya
" Eh kau ini kok ngambek sih
mana mungki aku tidak senang melihat kehadiran sahabat baikku
" Kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku
Ana tampak menyelidik Siska
" Kok tau , ucap Siska sewot
Siska melihat sekeliling
" Apa suamimu sudah pulang
" Kenapa kau bertanya tentang Aditya
Ana tampak cemburu
" Aduh bukan itu , kau ini
Apa kau memang tak bertemu Arya tadi
" Siska sebenarnya ada apa sih , ayo cepat cerita
Siska pun menceritakan kesalahpahaman terhadap Arya hingga membuat Dimas memukul wajah Arya berkali - kali
" Aku juga merasa heran melihat sikap kakakku itu yang berubah menjadi sangat kasar dan aneh
Ana terdiam dia seolah menangkap sebuah signal jangan - jangan karena ulahnya lah Dimas menjadi kasar seperti itu
" Ana kau kenapa
Siska menggoyang - goyangkan tubuh Ana
Ana menunduk
" Siska maafkan aku tak bisa membalas cinta kakakmu , aku tak bermaksud seperti itu
" Hmm kenapa kau harus minta maaf Ana , cinta itu tak bisa dipaksakan lagian aku melihat sangat jelas dimata Aditya ia tak bisa kehilangan dirimu
bahkan cinta yang sesungguhnya terjadi adalah setelah menikah , memang sih awalnya kalian terpaksa tetapi kalian tak ada alasan lagi kan untuk bercerai
" Taa..pi
Ana berusaha menahan mulutnya untuk bercerita tentang poto Amanda dan Aditya yang ia lihat di laptot milik Amanda
" Tapi apa
" Tidak ada apa - apa
Ana berbohong ia sengaja tak menceritakan pada Siska karena itu adalah aib suaminya
jika benar berarti dia bukanlah istri yang baik yang bisa menjaga kekurangan suaminya jika itu tidak benar maka ia telah memfitnah suaminya
Jika ia bercerita pada Siska , ia takut Siska akan bercerita pada Dimas otomatis Dimas semakin yakin untuk merebutnya dari Aditya
Ana semakin bingung dengan segala yang terjadi tetapi ia lebih memilih untuk percaya pada Aditya dan takdir tuhan
" Kau tak menyuruhku untuk makan aku lapar
" Apa kau lapar
" Iya dari tadi aku belum makan
" Tumben , kau ini seperti orang yang sedang jatuh cinta saja
__ADS_1
Ana menggoda Siska