
Aditya kembali duduk di meja makan di susul Ana , Siska dan Rima sedangkan Arya ia dengan cepat masuk kekamar untuk memakai pakaian .
." Duduklah nak makan dulu"
Bibi Aditya menyuruh Arya untuk makan tentu saja Arya melahap dengan sangat rakus makanan di atas meja apalagi dia habis bermain air di sungai
" Bagaimana nak , enak "
" Arghhhh
Arya bersendawa dengan keras "enak sekali masakan ini "
" Terimakasih jika kalian merasa
sangat puas "
Paman Aditya memegang buku dan sebuah pulpen " Total semuanya 2.300.000 "
menyodorkan catatan tersebut kepada Arya
Ana , Siska dan Rima saling berpandangan sedangkan Aditya menanggapinya dengan santai ia sengaja tak menceritakan kelakuan paman dan bibinya pada Ana , sebelum berangkat kemari Oma Rita sudah berpesan tentang kelakuan mereka , mereka berdua tidak di karuniai anak karena sibuk bertani dan yang menjadi masalah besar mereka adalah pasangan suami istri yang selalu mengukur orang dengan uang tidak pernah ikhlas dalam membantu orang lain mungkin karena sifat kikir merekalah Tuhan belum mempercayakan menitip anak dengan mereka berdua
" Sudah paman bibi kalian tinggal hitung saja berapa nanti aku semua yang bayar"
Aditya tampak berusaha tersenyum ia melihat wajah Ana yang keheranan melihat kelakuan paman dan bibinya itu
Mereka berdua tersenyum bahagia saat mendengar Aditya akan menanggung biaya semuanya mereka semua naik ke lantai atas tangga nya terbuat dari kayu benar - benar rumah berbentuk klasik tapi sungguh mewah untuk ukuran rumah di pedesaan
" Nak Aditya jangan lupa sewa kamarnya untuk kalian bibi beri harga murah saja cukup 500.000 semalam "
Ana melirik kehadapan Aditya " Aman bibi kau tenang saja kau catat saja berapa total semuanya
sekalian tolong kau siapkan kamar untuk anak buahku yang berjaga di depan "
Kedua pasangan suami istri itu langsung bergegas menyiapkan tempat
Dilantai atas terdiri dari 3 kamar utama dan di tengah - tengahnya terdapar ruangan untuk berkumpul kamar tersebut memilki teras yang lumayan besar langsung menghadap kearah sungai dan hamparan sawah yang terbentang
suasana tempat ini sangatlah asri , sejuk dan jauh dari polusi udara tmpak dari atas rumah orang - orangan sawah terbang tertiup angin membuat burung - burung terbang berhamburan
" Kenapa sayang wajahmu begitu "
Ana duduk di kursi rotan yang berada di tengah kamar mereka ," Apa paman dan bibimu memang begitu sikapnya "
__ADS_1
Aditya menggaruk kepalanya " Maafkan aku sayang aku lupa menceritakan padamu jika mereka memang begitu apapun selalu di ukur mereka dengan uang "
Ana masih terheran dan tak habis pikir " Tetapi seharusnya mereka tak mengatakan itu langsung di depan kita "
" Sudahlah jangan terlalu dipikirkan , aku mau beristirahat dulu tubuh ku lelah sekali nanti sore baru kita lanjutkan berkeliling desa ini "
Rima dan Siska sudah duluan duduk di teras yang menghadap kearah sungai bebatuan itu
mereka tidak mau terlibat dalam obrolan suami istri , Arya yang masih kekenyangan naik keatad dan langsung mencari kamarnya untuk memejamkan matanya sebentar saja
" Tempat ini bagus sekali ya aku sangat suka "
" Indah sekali , benar - benar ciptaan tuhan yang luar biasa , " ucap Rima .
" Aku ingin berlama - lama di tempat ini "
Lalu Rima menyenggol Siska " Kau dengar biaya nya menginap di kamar lima ratus ribu rupiah itu harga keluarga jika kita bukan keluarga bisa saja lima ratus ribu satu jam "
Mereka semua lalu tertawa terbahak - bahak
" Kalian bisa saja "
Arya menjemur handuk helo kitty berwarna pink di teras dan melirik kearah Siska dua pasang mata beradu tatapan lalu dengan cepat pula mereka berdua saling membuang muka
Langkah kaki terdengar menaiki anak tangga tentu saja siapa lagi jika bukan nenek tua sepupu oma Rita dia berjalan dengan tergopoh - gopoh menghampiri Ana
"Ayo nek duduk disini "
" Tidak usah aku lebih nyaman duduk di bawah saja sambil memandangi alam yang indah ini "
Nenek tua itu tersenyum dan memandangi pemandangan di depan matanya
" Kalian nyaman berada disini ? "
menghela nafas panjang tampak matanya berkaca - kaca
" Nyaman sekali nek "ucap Ana
" Nyaman nek, cuma harus bayar ternyata "
.
" Aduh !
__ADS_1
Siska mengaduh karena Rima menyenggol Siska dengan sikutnya
.
" Hehe ya mereka itu adalah anak angkatku"
Ana terkejut karena Aditya tidak bercerita sama sekali " Kalian yang belum menikah jangan seperti aku , aku dan Rita adalah sepupuan sejak kecil kami selalu bersama - sama hingga akhirnya Rita memutuskan untuk menikah di usia yang sangat muda sedangkan aku sibuk mengejar karier dan kuliahku hingga lupa untuk menikah , aku mengabaikan diriku sendiri "
Perempuan tua itu menarik nafas panjang Siska dan Rima memperhatikan dengan seksama apa saja yang di ucapkan nenek itu
ia melihat kearah Siska dan Rima yang terlihat begitu serius mendengarkannya
" Kalian jangan terlalu serius" mendengarkannya "Ucapnya sambil tertawa
Membuat Siska dan Rima pun ikut menggaruk kepala karena malu
Dia menceritakan beberapa kisah hidupnya
" Aku mengejar gelar doktor sampai ke inggris menguasai tujuh bahasa dunia
beberapa kali Rita dan orang tuaku menyuruhku untuk menikah tetapi aku selalu mengabaikan keinginan mereka hingga mereka meninggal dunia aku pun belum menikah"
Tampak raut kesedihan tertanam jelas di kedua bola matanya
" Mereka berdua aku ambil dari panti asuhan setelah cukup umur mereka aku nikahkan , itulah terkadang yang membuat aku merasa sedih ilmu ku , pendidikan yang tinggi yang aku miliki belum tentu bisa di terapkan untuk mendidik mereka
Mereka menjadi sangat ambisius soal dunia , mereka selalu mengutamakan uang hingga mereka tua pun tidak juga di berikan anak "
Ana begitu terpana mendengar cerita dari nenek itu, yang ternyata bernama maharani Ana yakin waktu masih muda dulu nenek ini sangatlah cantik sudah tua saja kulitnya masih kelihatan sangat putih bersih
" Kalian tau tidak apa maksudku menceritakan ini pada kalian "
Mereka semua menggelengkan kepala tanda tak paham " Aku hanya ingin kalian jangan tergila - gila mengejar dunia kau lihat saja aku belahan dunia mana yang belum aku kunjungi akhirnya aku harus berlabuh di tempat ini , aku sengaja memilih tinggal di tempat ini agar semakin dekat dengan alam
semua masa muda ku yang aku kejar untuk kebutuhan dunia tidak berguna apa - apa
soal uang aku punya cukup tabungan tetapi soal batin , aku hampa hidup tanpa cinta dan anak cucu . aku salut dengan Rita ia mendapatkan keluarga yang lengkap mendapatkan cinta yang tulus meski ia harus kehilangan cintanya pada saat masih muda "
Nenek tua itu berdiri " Nanti aku akan bercerita lagi aku mau sholat dulu , karena itu lah yang hanya bisa aku lakukan sekarang menunggu hari ku , menunggu waktuku"
Ana merasa sedih mendengar cerita dari nenek ini , ia memeluk Siska dan Rima
" Ingat Rima kau jangan sampai seperti nenek ya "
__ADS_1
" Enak saja aku juga ingin menikah "
Ana dan Siska yang tadinya sedih langsung tertawa mendengar ucapan Rima yang terkesan jutek .