Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 121


__ADS_3

Ana masih bergelayutan dengan manja berjalan turun kebawah " Lihatlah sayang semua orang memandang kita " Untuk pertama kalinya Aditya merasa malu melihat sikap istrinya, biasanya dia yang malu - maluin


" Terus kenapa apa kamu tak suka "


Ana langsung berdiri tegap dan mengambil lipstiknya lalu memasang dengan tebal di bibirnya " Sayang apa yang kau lakukan "


Ana berdiri dan mengecup Pipi Aditya


" Selesai " Ana tampak puas


" Jangan di hapus atau aku akan marah " Aditya terlihat pasrah saat wajahnya penuh bekas kecupan bibir Ana . Aditya berjalan dengan sangat kaku ia tak bisa marah kepada Ana ia hanya melirik perempuan itu dengan tatapan pasrah


" Terserah kau saja "KondisiAna yang mulai menunjukkan perubahan perut nya sudah agak nampak membesar sedikit iya memasuki usia kandungan 6 bulan tentu saja Aditya semakin protektif padanya meski mood Ana sering berubah - rubah


.


.....


Melewati beberapa tenda penjual makanan di pinggir jalan membuat perut Arya lapar ia sudah lama sekali tak mampir jajan di pinggir jalan " Pak bisa berhenti sebentar di tempat ini "


Pak sopir menepikan mobil " Sudah pak apa lagi yang harus saya lakukan "


"Bapak mau ikut turun atau masih mau duduk mengeram di dalam mobil " Arya menggoda pak sopir


" Tidak usah pak Arya saya di sini saja "tertawa kecil kepada Arya


Arya pun turun dan memesan makanan " Nasi gorengnya ya pak pake telur setengah matang , pake kecap manis 7 tetes kecap asin 7 tetes "


" Baik pak " Penjual langsung menyiapkan bahan untuk segera di masak meskipun ia agak aneh dengan permintaan Arya untunglah pembeli adalah raja he.


Selang beberapa menit menunggu datanglah seseorang yang tidak asing lagi oleh Arya orang tersebut langsung menyapa Arya dengan ramah


"Arya "


Ternyata itu pak kumis ia datang dengan mengendarai mobil alfhard yang pernah di berikan Arya dahulu sebagai pengganti motor tuanya yang tak sengaja di rusakkan olehnhya


" Hei pak kumis apa kabar, bagaimana dengan mobil barunya pasti pak kumis sangat senang bukan " Menyenggol pak kumis


Gila, gila ini yang nama hidup ya, dia makin kaya nah aku cuma gigit jari aja ckckck


Arya tersenyum sambil membayangkan hidupnya


" Bapak sendirian aja " Seorang perempuan seumuran pak kumis berjalan di belakang dan duduk di sampingya, perempuan itu masih tampak sangat cantik meski sudah tidak muda lagi ia memakai jilbab berwarna coklat dengan balutan pakaian dan tas yang berwarna senada meski wajahnya benar - benar tidak asing menurut Arya mirip siapa gitu


" Wew kejutan " Arya menggoda pak kumis yang tampak malu - malu


Pak kumis yang terkenal setia baru kali ini Arya melihat ia dengan seorang wanita sempat beredar pak kumis dulu menjadi seorang pecinta sesama jenis karena patah hati atas kematian istrinya ternyata itu hanya gosip semata


" Mantap kan " Pak kumis kembali berbisik ke telinga Arya


" Empat kali empat bukan sebelas


memang mantap perempuan berkelas "


Arya membalas dengan pantun lalu kembali mengukir senyum kepada perempuan itu


" Bu " Arya menegurnya


" Eh jangan lama - lama kau pandangi nanti dia bisa melirik mu " Pak kumis menggoda Arya kembali, Arya pun tak menyangka jika pak kumis ternyata suka bercanda terlepas dari kesan garangnya di kampus.


Makanan pun datang, pak kumis baru menyadari ada bekas air mata di sudut mata Arya sebagai sesama lelaki ia lebih kurang paham tentang masalah hati


Arya menyuapkan sendok kemulutnya lalu dengan tanpa basa -basi pak kumis menegur Arya " Kau gagal mendapatkan gadis itu "


Arya terkejut mendengar kata yang terucap dari mulut pak kumis, wanita yang bersama lak kumis pun ikut memandangi dirinya


" Tidak pak dia sudah menikah "


Dengan spontan pun Arya tanpa sengaja mengucapkan omongan tersebut


" Bukan pak maksudnya " Arya buru - buru meralat obrolannya perempuan itu tersenyum kepada Arya lalu dengan cepat Arya menghabiskan makanannya dan berpamitan untuk pergi


"Pak kumis saya buru - buru, lain kali kita lanjutkan mengobrol kembali ya, mari bu saya pamit dulu "Dengan cepat Arya masuk kedalam mobil dan meninggalkan pak kumis dan wanita tersebut


" Ayo pak jalan , untung saja aku bisa lepas darinya kalau tidak ia akan kembali mengorek luka ini , uh " Arya menepuk pundak pak sopir


Pak sopir yang ternyata sedang tidur langsung terbangun dan segera melajukan mobil dengan buru - buru


........


" Siapa dia " perempuan yang bersama pak kumis bertanya menyelidik

__ADS_1


" Dia yang memberikan aku mobil ini " Tersenyum dan menggelengkan kepalanya


" Anak itu seorang playboy dia hobi sekali memainkan perasaan wanita , jadi dia meminjam motor kesayangan ku kau tau lah semenjak kau pergi menikah dengan Alan dan menolak perjodohan kita aku merasa sangat terpukul sehingga aku bertemu perempuan yang sangat sempurna yaitu Anita " Pak kumis bercerita dengan mata berkaca - kaca


" Maafkan aku Wijaya " Perempuan itu memegang tangan pak kumis


"Sudahlah itu hanya masa lalu Anita sudah tenang di sana " Menarik nafas dalam - dalam lalu kembali bercerita


" Namanya Arya tempo hari ia sempat bercerita padaku tentang gadis pujaannya persis sekali saat aku harus merelakanmu menikah dengan Alan " Melirik kearah perempuan itu


.


" Jadi kau mengenal dia " Menunjuk kearah Arya yang sudah pergi


" Tentu saja aku mengenalnya dari kecil, kelakuannya seperti itu membuat keluarga gadis itu tak menyukainya "


" Hmm aku jadi penasaran ternyata masih ada lelaki yang sepertimu di zaman sekarang "


Perempuan itu melanjutkan makannya


Tak lama ponsel perempuan itu berbunyi


"Siska , halo iya nak, iya...


aduh bagaimana mami masih di luar " Mematikan telponnya


" Kenapa anakmu "


" Iya aku sudah pusing sekali tak tau harus bagaimana lagi menghadapi Siska ia sudah aku nikahkan kemarin, ya itu ide kakaknya sih agar jauh dari pemuda yang tidak baik itu "


Pak kumis memegang kumisnya " Hmm apa anakmu mencintai lelaki yang kau jodohkan itu "


" Tentu saja tidak wijaya, bagaimana mungkin dia bisa jatuh cinta dia itu keras sekali "


"Ya sama kerasnya denganmu, kau lupa saat kau dan Alan kabur untuk menikah di belanda apa kau memikirkan perasaan ku, aku sudah bersiap dengan pakaian pernikahan menunggumu " Pak kumis kembali mengenang masa itu


" Wijaya maafkan aku atas kesalahanku meninggalkanmu aku di butakan oleh cinta sesaat aku tak mau mendengar apapun yang di katakan orang lain jika Alan tidak akan bisa erubah ia selalu saja hobi main perempuan "


"Ya terus kenapa kau paksa anakmu menikah dengan lelaki lain "


Meletakkan sendok dan garfunya " Aku tidak ingin salah langkah aku tak ingin Siska seperti ibunya meningggalkan berlian demi sebuah bongkahan batu "


memaksakan kehendak kita pada anak , apa yang terjadi padamu adalah kesalahan masa lalu seharusnya jangan kau biarkan anakmu menanggung beban atas kesalahanmu anak zaman sekarang dengan zaman dulu itu berbeda tak bisa kau paksakan tak ada lagi istilah perjodohan yang tak berubah itu cuma hati, Cinta kadar cinta seseorang tetap akan sama saja dari awal berjumpa jika ia seorang lelaki sejati


kau dan Alan mungkin memang jodohnya sudah berakhir kau tau lah dia keturunan campuran wajar saja keluargamu tak setuju kau menikah dengannya dia juga tak satu iman denganmu, mana mungkin kalian akan bersatu jika tak ada yang mengalah.


menjalankan pernikahan itu harus sejalan membentuk keluarga dengan akidah itulah tujuan pernikahan, kau lihat tadi anak muda yang di sampingku ini, apa kau tau perubahannya sangat signifikan ia berubah sangat berubah, aku terkejut melihat ia meninggalkan segala kelakuan buruknya demi gadis itu aku juga heran padahal ia sangat tampan gadis manapun bisa ia dapatkan " Meneguk air putih lalu meletakkan kembali


Untunglah selama Arya main kerumah Dimas ia tak pernah bertemu dengan ibu Dimas karena perempuan yang bersama pak kumis adalah ibu Dimas dan Siska, tanpa sengaja pun pak kumis telah bercerita kisah cinta Arya tetapi mereka tidak tau jika perempuan yang di maksud adalah Siska, ah dunia ini sempit sekali semua permasalahan ternyata berada di dekat itu - itu saja.


......


" Cepat kau dorong motor ini, lamban sekali kau inikan lelaki seharusnya harus kuat "


Arjuna tampak kelelahan tenaganya mendadak hilang karena di bawa Siska naik motor dengan kecepatan sangat tinggi


"Aku sudah tidak punya tenaga lagi "Arjuna terduduk di aspal


"Payah ntah apa yang membuat mami tertarik pada lelaki sepertimu, baru naik motor saja kau sudah seperti itu, seharusnya kau mencari tau dulu tentang aku sebelum kau mengiyakan untuk menikah denganku, kau sama saja payah sama seperti mereka "


Siska menendang botol bekas minuman di hadapannya, motor yang di kendarai Siska mendadak mati, Siska tak mau menelpon Dimas karena ia masih belum bisa memaafkan Dimas atas perbuatannya


Arjuna berdiri " Aku akan berusaha memahamimu baiklah aku akan mendorongnya " Wajah Arjuna tampak masih pucat dengan langkah yang masih gontai


Siska melepaskan pegangan motornya dan membiarkan Arjuna menahan sendiri


"Aduh berat sekali motor ini, dia perempuan apa sanggup menahan motor seberat ini " Memandangi Siska yang berdiri menunggu orang yang bisa membantu


"Kenapa nggak nelpon montir aja "Arjuna menyuruh Siska menghubungi montir


" Pulsa aku abis " Menjawab ketus


" Pakai ponsel ku aja "


Siska mengambil tissue dari kantongnya


" Mana ponselnya " Mengadahkan tangannya


"Dikantong celana " Arjuna menunjuk celananya ia masih kepayahan mendorong motor tersebut


" Apa ?! , eh kau sengaja ya menyuruhku mengambilnya dari saku celanamu apa kau sudah gila " Siska tampak kesal karena Arjuna menyuruhnya mengambil ponsel di saku celana miliknya

__ADS_1


Arjuna yang sudah kelelahan menghentikan langkahnya ia menepikan motor tersebut di lpinggir jalan lalu mengambil ponsel miliknya


" Kau selalu berpikiran buruk saja padaku Arjuna menatap Siska dengan nafas tak beraturan


" Terserah aku " Siska duduk di samping motor yang di parkirkan


"Halo kak Dimas, motor kak Dimas tiba - tiba nggak mau hidup itu kenapa ya kak Dimas? "


Terdengar jawaban sayup - sayup di ujung telepon " Kalian tunggu di sana saja aku akan segera menyusul "


Arjuna mematikan ponselnya " Kenapa kau hubungi kak Dimas ha " Siska berbicara sangat keras seperti suara kilat yang menyambar


" Kau ini bisanya menyusahkan saja , ini semua salah mami karena membiarkan aku mengantarmu untuk mencari ikat pinggang"


Memaki Arjuna kembali


"Kau ini tuli ya, aku ini sedang berbicara denganmu, tak usah pura - pura tidak tau "


Arjuna sudah tidak memperdulikan ocehan Siska ia tampak sangat lemas sambil memegang dadanya


Tak lama Dimas datang dengan menggunakan mobil miliknya ia terkejut melihat Arjuna tampak lemas dengan memegang dadanya


Membuka pintu mobil lalu " Arjuna , apa kau baik - baik saja ayo cepat masuk kedalam mobil " Memapah Arjuna dan segera memberikan ia minum


Dimas berdiri dan menatap Siska "Apa yang kau lakukan padanya , kau boleh membencinya tapi jangan sampai kau membunuhnya asal kau tau saja dia ini suamimu berani kau membantahnya kau sudah mendapatkan dosa "


Dimas tampak marah sekali


" Sudah kak aku tidak apa - apa aku yang salah memaksa Siska tadi untuk naik motor "


Arjuna membela Siska


Siska tak perduli dengan apa yang di ucapkan Dimas ia langsung masuk kedalam mobil dan membawa mobil meninggalkan Dimas


lalu kembali memutar mobil ketempat Dimas karena ia lupa memberikan kunci motor


Melempar kunci motor tepat di hadapan Dimas tanpa sepatah katapun lalu meninggalkan Dimas di tempat itu


Heh Rasakan ini belum seberapa kak Dimas dibanding sakit hatiku


Siska tersenyum sinis


" Kau tak boleh bersikap seperti itu dengan kakakmu "Arjuna mencoba menenangkan Siska meski ia masih merasa sesak di dadanya karena kelelahan


"Kau diam saja tak usah sok menasehati diriku, seharusnya kau lebih fokus menasehati dirimu kenapa dengan sangat mudah mengiyakan menjadi suamiku , berarti kau sudah siap menghadapi apapun kau sudah menantang singa , kau tau aku lebih buruk dari itu "Siska mengancam Arjuna


"Iya aku tau kau boleh berbuat apapun kepadaku bahkan aku iklas jika kau membenciku , lakukanlah apapun yang mau jika itu membuatmu senang "


Arjuna masih bersandar di kursi


"Tentu saja aku tak akan menyia - nyiakan kesempatan untuk menyiksamu bahkan kalau perlu sampai kau menyerah " Siska tampak bersemangat


" Terserah kau saja tapi jika kau berharap aku akan menyerah melepaskanmu, itu tidak akan terjadi kecuali aku mati "


" Hahahaahhaa " Siska tertawa dengan keras


" Oh sweet sekali kata - katamu barusan membuat hatiku senang sekali " Jangan mimpi Arjuna kau akan menyesal telah mengucapkan kata - kata itu "


Siska menatap tajam kearah Arjuna bukan tatapan istimewa penuh cinta tetapi tatapan dendam karena Arjuna berani masuk tanpa permisi di kehidupannya .


.Mengemudikan mobil dengan kencang sekali Siska yang handal dalam mengemudikan segala jenis kendaraan termasuk kapal laut, pesawat dan kereta api membuat Arjuna kembali memegang dadanya karena ketakutan Siska mengemudikan mobil di jalan tol dengan model Zig zag tentu saja ini sangat berbahaya bukan hanya untuk dirinya tapi juga pengendara lain


Arjuna adalah lelaki yang sabar dalam situasi yang genting saja ia masih bisa berpikiran jernih " Kau ingin kita mati bersama sepertinya Siska, kau diam - diam rupanya "


Arjuna berusaha menenangkan hatinya


Ternyata ucapan Arjuna berpengaruh langsung dengan Siska " Diamlah kau tak usah terlalu berharap lebih aku hanya sedang mencoba kemudi setirnya ternyata lurus "


Siska kembali mengemudikan mobil dengan normal kembali membuat Arjuna tersenyum ternyata rencananya berhasil


Segampang itu meredakan amarahmu, aku tau kau sangat istimewa Siska aku yakin lelaki yang kau cintai itupun sangat istimewa


aku ingin sekali kau menempatkan aku seistimewa lelaki itu


Siska memperhatikan Arjuna yang senyum - senyum menatap dirinya, ini kali kedua Arjuna tertangkap basah menatap dirinya


Si brengse* ini tersenyum - senyum menatapku membuat ku semakin jijik saja


"Berhentilah menatapku Arjuna!!! , Aku tidak suka kau paham, atau kau ingin aku mengeluarkan isi matamu itu ha? " .


"

__ADS_1


__ADS_2