Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 194


__ADS_3

Semua terasa gelap Arya langsung jatuh terjerembab di atas mayat yang banyak tatonya ia membuka matanya lalu berteriak


" Setannnnnnnnnnnn "


Aditya pun sama berteriak lalu melompat turun dengan cepat Aditya berlari menuju pintu keluar dan meninggalkan Arya dan kakek tua itu yang terbaring lemah tersandar di kursi roda miliknya ia tak bisa berteriak keras hanya bisa berbicara perlahan


" Tolong... tolong... aku "


Aditya tak mendengar sama sekali karena ia memang penakut sekali, Arya yang langsung berdiri karen ia jatuh tepat berciuman dengan mayat lelaki bertato yang di penuhi banyak bulu tersebut


Memegang dadanya lalu mengatur nafasnya yang ngos-ngossan, seorang petugas yang tadi berada di luar langsung menghampiri Aditya dan Arya menengok kedalam dan menengok kearah mereka sepertinya dia petugas baru dan dia juga tak mengenal Aditya


" Apa kalian baik -baik saja Mas, " Tersenyum


Arya kembali berbicara sambil marah -marah meski dengan nafas yang masih ngos -ngossan " Sontoloyo apa kau tak melihat apa kami baik -baik saja atau tidak "


Dengan logat jawanya lelaki muda ,bertompel tersebu kembali membalas ucapan Arya


" Alah Mas gitu aja kok takut lagian besok kita semua termasuk masnya juga bakal jadi mayat kek di dalam " Ia tertawa terkekeh memperlihatkan gigi depannya yang ompong

__ADS_1


Tak berapa lama mereka di luar terdengar suara seperti tikus sedang terjepit cuma suara nya membesar " Tulung.. tulung aku "


Dokter dan perawat berlari dengan cepat kearah kamar mayat, ya mereka suster dan dokter yang tadi menyingkir saat Arya dan Aditya lewat tadi


Arya dan Aditya saling berpandangan satu sama lain dan berbicara serentak " Kakek tua tadi "


Menoleh kedalam lalu dengan cepat berlari meninggalkan kamar mayat tersebut,


Mereka kembali melupakan Dimas dan kembali menuju ruangan bersalin tempat Ana


berada


Sepupu Aditya yang seorang Dokter keluar wajahnya tampak sangat panik


" Paman, bibi, mana Aditya "


Semua keluarga berdiri mereka pun ikut cemas saat melihat wajah Dokter tersebut tampak panik, tapi ia berusaha untuk menenangkan keluarga pasien agar tidak cemas


"Ada apa Nak, apa cucu kami sudah lahir "

__ADS_1


Ibu Ana menyapa dengan baik Dokter tersebut


" Sudah bayi nya sudah lahir tapi kondisi ibu dan bayi kritis, Ana kehabisan banyak darah ia mengalami pendarahan, stok darah cukup hanya sampai besok pagi Ana membutuhkan sepuluh kantong darah golongan AB "


Aditya dan Arya yang baru muncul langsung terkejut apa lagi Aditya nafasnya yang tersengal -sengal mendadak normal kembali


" Apaaaaaaaa yang kau katakan sepupu, kondisi anak dan istriku kritis! "


Mengguncang -guncang tubuh dokter tersebut


" Tenanglah sepupu tim dokter sedang berusaha keras menyelamati istri dan anakmu, aku butuh 10 kantung darah tolong bagi keluarga yang bergolongan sama dengan Ana segera mendonorkan darahnya "


Ayah Ana berdiri " Dok, golongan darahku sama dengan anakku, kau boleh mengambilnya semaumu "


Begitulah kasih sayang orang tua kepada anaknya ayahnya tampak terguncang sekali mendengar kondisi putrinya tapi ia berusaha kuat, Orang tua Aditya terutama mama Aditya langsung menangis, sedangkan papa Aditya jauh lebih sigap ia lanhsung menelpon anak buahnya untuk segera mencari golongan darah yang sama dengan Ana meski golongan darah tersebut sangat langka


" Maaf Pak, satu orang hanya bisa di ambil satu kantong saja darahnya " Sepupu Aditya tampak prihatin sekali, tetapi sebagai seorang dokter ia tak boleh bersikap yang membuat orang lain menjadi sangat khawatir


meski di kondisi yang sangat genting sekalipun

__ADS_1


__ADS_2