
Arya pun tak percaya dengan apa yang ia lihat
tetapi semoga saja rencana ini berhasil
untuk membongkar tujuan Rima yang sebenarnya " Dimas semoga kau bisa bersikap profesional kawan, karena kau tak ada bakat sama sekali untuk menyakiti hati wanita " Menarik nafas panjang lalu berjalan kembali keluar
" Sebaiknya aku melihat ibu saja di rumah sakit,menjelang aku akan pindah kerumah baru di dekat kampus bulan depan "
Arya memang sudah siap menempati rumah
baru yang berada di dekat kampus, rumah tersebut di berikan oleh Aditya untuk Arya dan ibunya, cuma Arya tak mau di berikan secara cuma - cuma, ia memilih untuk mencicilnya pada Aditya, awalnya Aditya menolak karena menurutnya Arya memang pantas mendapatkan itu, tetapi Arya memohon sambil mengiba dihadapan Aditya akhirnya iya mengiyakan, meski ia dengan berat hati harus menerima cicilan uang dari Arya
" Siapkan mobil " Arya berjalan keluar
bodyguard di rumah itu memberikan mobil
pada Arya
Menoleh kekiri dan kekanan, merapikan rambut dan siap berjumpa dengan ibunya di rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit ia tampak sudah tak sabar ingin bertemu ibunya ,Arya membawa dua kantong belanja yang banyak sekali isinya, semua makanan dan cemilan kesukaan ibunya ia belikan semua
" Ibu pasti sudah tak sabar ingin cepat keluar dari tempat ini., hmmm " Menarik nafas panjang ,betapa terkejutnya dengan apa yang ia lihat,
__ADS_1
" Ibu ... "
" Arya, akhirnya kau datang juga Nak " Ibu nya tersenyum bahagia sekali ia melahap makanan begitu banyak
" Ayo sini duduklah, " Arya langsung tak bersemangat karena melihat Alena bersama ibunya menyuapi ibunya makan dengan sangat telaten sekali
" Hay kak Arya kau akhirnya datang juga "
Apa lagi yang dilakukan perempuan ini bersama ibuku, benar - benar membuat mood ku menjadi hilang saja,
" Kau sangat beruntung nak, Alena selalu datang kemari setiap hari menemani ibu, dan selalu membawakan ibu buah apel kesukaan ibu " Ibunya merangkul Alena
Dan bahkan ibuku tau namanya
" Selamat datang Tuan Arya " Tersenyum dan memberikan sebuah kertas
" Apa ini Sus, " Memegang kertas yang diberikan oleh suster itu
" Buka saja dulu Tuan, itu adalah surat dari dokter mengenai perkembangan ibu anda "
Arya membuka dan melihat hasilnya
" Semuanya baik "
__ADS_1
" Ya selamat tuan Arya bulan depan ibu anda sudah bisa pulang kerumah ,hanya perlu beberapa pengetesan lagi sebelum ia benar-benar di nyatakan sudah sembuh "
Arya tersenyum dan menangis terharu lalu memeluk ibunya, " Ibu aku tak menyangka perkembanganmu sungguh pesat sekali "
Ibunya menepuk -nepuk pundak Arya
" Sudah Nak, sudah ini semua akan segera berakhir kau jangan menangis lagi, terimakasih untuk seluruh perhatianmu termasuk sudah mengirimkan Alena padamu, ibu benar - benar menyukai gadis ini "
Ibunya memegang dagu Alena lalu Alena menjulingkan mata nya dan mengeluarkan giginya, membuat ibu Arya tertawa " Hahah ya ampun kau ini lucu sekali Alena "
Arya merasa jijik sekali melihat kelakuan Alena Sungguh aku tak mengerti apa yang membuat ibu menyukainya, ,Lucu??
kelakuan perempuan seperti itu benar - benar
sungguh menjijikkan ,aku ingin muntah melihatnya
Suster pun ikut tertawa geli melihat tingkah Alena " Tuan Arya berterimakasihlah pada gadis ini, dia yang membuat kesehatan dan psikis ibumu semakin membaik, apa benar ia calon istrimu "
Seketika Arya langsung terbatuk - batuk
Alena kembali menjulingkan matanya, mengeluarkan giginya dan kali ini ia menggoyang - goyangkan kepalanya, seperti penari bali membut siapapun menjadi ielfil melihat kelakuannya
Calon istri? aku benar - benar jijik mendengarkannya tolong ibu menjauh la darinya, dia itu gadis gila tak pantas ia berada di sini, tetapi lebih baik dia bertukaran posisi dengan ibu saja
__ADS_1
Arya tampak kesal cuma ia tak mau mengeluarkan kata - kata kasar di depan ibunya,