Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 86


__ADS_3

Masih dengan wajah yang sama dan tempat yang sama Ana masih duduk termenung di bawah memandangi bunga - bunga yang bermekaran , tampak sepasang kelinci berlarian di taman belakang


Ana masih malas menanggapi Aditya yang dari tadi sibuk ingin menyosor saja


Dia mulai bosan dengan rutinitas kampus dan rumah saja di tambah lagi pengawalan yang super ketat terus saja membuatnya semakin pusing mata nya tertuju pada setiap sudut ruangan ia baru sadar di rumah yang sebesar ini banyak sekali para pelayan dan bodyguard


tetapi ia baru menyadari tak melihat Arya beberapa hari ini


" Arya kemana ? aku tak melihatnya beberapa hari ini


Tiba - tiba seseorang menutup matanya dari belakang


" Aditya


" Bagaimana kau tau ini aku


Aditya berjongkok di bawah ,


tentu saja aku sangat tau bau tubuhmu


Aditya pun tersenyum tak berapa lama


Ana langsung memegang mulutnya karena ja tiba - tiba merasa mual , apa mungkin efek mual yang di rasakan Aditya sekarang kembali padanya


" Uwekkkkssss


Aditya terlihat panik ia langsung menelpon sepupunya yang dokter itu suami bela


untuk segera datang kerumah


Aditya kembali memeluk Ana lagi - lagi Ana merasa mual yang sangat hebat


Kenapa perut ku mual sekali , apa mungkin aku tidak bisa mencium bau farfum Aditya


itu tidak mungkin padahal aku sangat menyukai bau tubuhnya


Aditua terlihat panik ia mondar - mandir lalu memberikan Ana air minum


" Sayang kau tarik nafasmu dulu dalam - dalam


lalu keluarkan


Ana mengikuti instruksi yang di suruh Aditya


prettt..


broott


Duarr


"Maaf sayang aku kelepasan


Wajah Aditya tampak sangat tidak enak


" Iya sayang aku paham mungkin kau masuk angin ,


Aditya menutup hidungnya , " Apa kau makan telur tadi ?


" Tidak aku hanya membeli ubi tadi


Aditya masih memegang hidungnya lalu keluar sambil menunggu kedatangan dokter


" Aku hampir tak bisa bernafas mencium bau kentutnya ,


uwekkkk


Tit..

__ADS_1


tit..


Sebuah mobil ferari berwarna merah memasuki halaman rumah mereka turublah seorang dokter yang tidak asing lagi untuk mereka


" Hallo sepupu


" Akhirnya kau datang juga


" Cepat kau lihat dulu keadaan istriku sepupu , dia barusan mengeluarkan bau kentut yang benar -benar busuk dari dalam perutnya aku cemas anakku di dalam perutnya akan ikut merasa mual sepupu


Sepupu Aditya hanya berdiam saja sepertinya ia sangat paham atas kepanikan yang terjadi pada diri Aditya maklum dia masih muda dan menikah secara tiba - tiba pengetahuannya tentang wanita hamil tidak ada


" Halo sepupu apa kabar ?


" Aku hanya tiba - tiba menjadi mual sepupu


ntah baru malam ini penciuman ku agak aneh


" Baiklah berbaringlah


Dokter tersebut memeriksa detak jantung bayi didalam perut Ana dan untuk pertama kalinya Aditya mendengar suara detakan jantung yang berdetak


Dug..dug.. dugg


" Sepupu suara apa itu , Aditya terlihat panik mendengar suara itu


" Itu suara detak jantung bayi kalian


" Bisa kau ulangi lagi , aku akan merekam suaranya


" Untuk apa ?


" Aku akan membuat suara ini menjadi nada dering di ponselku


Ana menghela nafas panjang melihat tingkah Aditya yang menjadi - jadi


Apa - apaan dia suara detak jantung saja mau di rekam , lihatlah nak kelakuan papamu itu aku sungguh sangat malu melihatnya


" Apa aku sudah bisa melihat wajahnya


" Sepupu kau bersabarlah sebentar lagi ia akan membuat kepalamu menjadi pusing


" Ini aku berikan obat untuk penghilang rasa mual , sepupu kau harus menjadi suami siaga


jika hati istrimu senang itu akan mempengaruhi janinnya jangan membuat ia bersedih


" Tentu saja sepupu aku akan menjamin tak ada air mata yang keluar dari kelopak matanya


" Baiklah sepupu kau beristirahatlah ,aku harus kembali kerumah sakit karena ada pasien yang sudah menunggu


"Terimakasih sepupu , maaf sudah merepotkan


" Tidak masalah sepupu , kau memang selalu merepotkanku


hehe


" Jangan khawatir aku akan mentransfer bonus untukmu nanti


" Dagh sepupu


" Baiklah aku akan segera kembali keatas memastikan tak ada air mata yang menetes dipipinya meski ia sedang menguap sekalipun


Ana mengambil remot dan memutar drama korea pavoritnya , tubuhnya masih sangat lemah di tambah lagi ia akan menjadi sangat mual jika Aditya menggunakan farfum yang biasa ia pakai , ntah mengapa padahal Ana sangat menyukai bau farfum itu


" Apa kau masih ingin makan


Ana menggelengkan kepalanya

__ADS_1


" Aku ingin menonton saja ,


" Baiklah , kau menontonlah aku akan berbaring di sampingmu sambil main game saja


"Sayang aku lupa , aku tak melihat Arya akhir - akhir ini apa kau memecatnya ?


Aditya terdiam ia tak mungkin menceritakan kejadian sebenarnya jika Arya datang kekantor bertepatan dengan kak Bima yang hampir memukulnya ,bisa - bisa Ana akan menjadi banyak pikiran hingga mempengaruhi janin di dalam perutnya


" Dia sedang keluar kota sayang ada urusan


" Dengan menggunakan sarung , apa dia sudah sembuh


" Dia sudah agak mendingan


" Hm baiklah


Ana mulai menonton Drama korea Aditya masih memantau Ana tertawa cekikan lalu berteriak histeris


membuat Aditya menjadi terkejut mendengar Ana yang terus - terusan menjerit histeris


Untung saja kau istriku , wanita yang aku cintai jika saja kau orang lain sudah aku lempar keluar jendela , suaramu hampir saja memecahkan gendang telingaku


Tiba - tiba tak terdengar lagi suara teriakan Ana , Aditya yang asik bersandar sambil memainkan game langsung terheran - heran melihat dari belakang Ana yang tak bersuara .


"Ana ..


Ana..


Aditya merangkak mendekati Ana ia sangat terkejut melihat wajah Ana di penuhi cucuran air mata


" Astaga sayang apa yang terjadi


Aditya langsung ingat apa yang dikatakan sepupunya tadi jangan sampai ada air maga yang keluat dari matanya karena itu akan mempengaruhi janinya .


Ana menunjuk kearah televisi , ada adegan sang pria berada di ujung jurang ingin melompat kebawah


" Dia akan melompat


Aditya langsung mencari tissue dan mengelap wajah Ana


" Aduh Aditya kau mengangguku cepat singkirkan tanganmu dari wajahku , aku ingin menonton ini season terakhir


" Kau tidak boleh mengeluarkan air mata sedikitpun


Ana sangati tidak nyaman sekali diperlakukab begitu berlebihan oleh Aditya , wajahnya tampak datar


"Aditya film itu lagi seru , cepat kau singkirkan tanganmu


" Kau ingin membantahku , kau tau aku bisa menyuruh seluruh pemain didalam film itu kemari jika kau mau


Aditya terlihat sangat kesal


Ana menjadi serba salah lalu ia kembali mengeluarkan senjata andalan


" Sayang ini bawakan ibu hamil , kau jangan marah


" Selalu aku yang harus mengalah , aku terus terus dan terus , dia ini merebut hak diriku sendiri , dia mengatur setiap langkahku


untung saja gerak nafasku juga tidak di aturnya , sabar Ana sabar


Ana mengelus dadanya


" Baiklah demi anakku aku akan menaruh 10 televisi di kamar ini , kau bisa menonton 10 Drama korea sekaligus


" Apa kau sedang marah padaku


" Tidak ini hadiah untukmu

__ADS_1


Ana menepuk dahinya


"Oh , Aditya bukan begitu maksudku


__ADS_2