
Masih dengan wajah yang sama dan tempat yang sama Ana masih duduk termenung di bawah memandangi bunga - bunga yang bermekaran , tampak sepasang kelinci berlarian di taman belakang
Ana masih malas menanggapi Aditya yang dari tadi sibuk ingin menyosor saja
Dia mulai bosan dengan rutinitas kampus dan rumah saja di tambah lagi pengawalan yang super ketat terus saja membuatnya semakin pusing mata nya tertuju pada setiap sudut ruangan ia baru sadar di rumah yang sebesar ini banyak sekali para pelayan dan bodyguard
tetapi ia baru menyadari tak melihat Arya beberapa hari ini
" Arya kemana ? aku tak melihatnya beberapa hari ini
Tiba - tiba seseorang menutup matanya dari belakang
" Aditya
" Bagaimana kau tau ini aku
Aditya berjongkok di bawah ,
tentu saja aku sangat tau bau tubuhmu
Aditya pun tersenyum tak berapa lama
Ana langsung memegang mulutnya karena ja tiba - tiba merasa mual , apa mungkin efek mual yang di rasakan Aditya sekarang kembali padanya
" Uwekkkkssss
Aditya terlihat panik ia langsung menelpon sepupunya yang dokter itu suami bela
untuk segera datang kerumah
Aditya kembali memeluk Ana lagi - lagi Ana merasa mual yang sangat hebat
Kenapa perut ku mual sekali , apa mungkin aku tidak bisa mencium bau farfum Aditya
itu tidak mungkin padahal aku sangat menyukai bau tubuhnya
Aditua terlihat panik ia mondar - mandir lalu memberikan Ana air minum
" Sayang kau tarik nafasmu dulu dalam - dalam
lalu keluarkan
Ana mengikuti instruksi yang di suruh Aditya
prettt..
broott
Duarr
"Maaf sayang aku kelepasan
Wajah Aditya tampak sangat tidak enak
" Iya sayang aku paham mungkin kau masuk angin ,
Aditya menutup hidungnya , " Apa kau makan telur tadi ?
" Tidak aku hanya membeli ubi tadi
Aditya masih memegang hidungnya lalu keluar sambil menunggu kedatangan dokter
" Aku hampir tak bisa bernafas mencium bau kentutnya ,
uwekkkk
Tit..
__ADS_1
tit..
Sebuah mobil ferari berwarna merah memasuki halaman rumah mereka turublah seorang dokter yang tidak asing lagi untuk mereka
" Hallo sepupu
" Akhirnya kau datang juga
" Cepat kau lihat dulu keadaan istriku sepupu , dia barusan mengeluarkan bau kentut yang benar -benar busuk dari dalam perutnya aku cemas anakku di dalam perutnya akan ikut merasa mual sepupu
Sepupu Aditya hanya berdiam saja sepertinya ia sangat paham atas kepanikan yang terjadi pada diri Aditya maklum dia masih muda dan menikah secara tiba - tiba pengetahuannya tentang wanita hamil tidak ada
" Halo sepupu apa kabar ?
" Aku hanya tiba - tiba menjadi mual sepupu
ntah baru malam ini penciuman ku agak aneh
" Baiklah berbaringlah
Dokter tersebut memeriksa detak jantung bayi didalam perut Ana dan untuk pertama kalinya Aditya mendengar suara detakan jantung yang berdetak
Dug..dug.. dugg
" Sepupu suara apa itu , Aditya terlihat panik mendengar suara itu
" Itu suara detak jantung bayi kalian
" Bisa kau ulangi lagi , aku akan merekam suaranya
" Untuk apa ?
" Aku akan membuat suara ini menjadi nada dering di ponselku
Ana menghela nafas panjang melihat tingkah Aditya yang menjadi - jadi
Apa - apaan dia suara detak jantung saja mau di rekam , lihatlah nak kelakuan papamu itu aku sungguh sangat malu melihatnya
" Apa aku sudah bisa melihat wajahnya
" Sepupu kau bersabarlah sebentar lagi ia akan membuat kepalamu menjadi pusing
" Ini aku berikan obat untuk penghilang rasa mual , sepupu kau harus menjadi suami siaga
jika hati istrimu senang itu akan mempengaruhi janinnya jangan membuat ia bersedih
" Tentu saja sepupu aku akan menjamin tak ada air mata yang keluar dari kelopak matanya
" Baiklah sepupu kau beristirahatlah ,aku harus kembali kerumah sakit karena ada pasien yang sudah menunggu
"Terimakasih sepupu , maaf sudah merepotkan
" Tidak masalah sepupu , kau memang selalu merepotkanku
hehe
" Jangan khawatir aku akan mentransfer bonus untukmu nanti
" Dagh sepupu
" Baiklah aku akan segera kembali keatas memastikan tak ada air mata yang menetes dipipinya meski ia sedang menguap sekalipun
Ana mengambil remot dan memutar drama korea pavoritnya , tubuhnya masih sangat lemah di tambah lagi ia akan menjadi sangat mual jika Aditya menggunakan farfum yang biasa ia pakai , ntah mengapa padahal Ana sangat menyukai bau farfum itu
" Apa kau masih ingin makan
Ana menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" Aku ingin menonton saja ,
" Baiklah , kau menontonlah aku akan berbaring di sampingmu sambil main game saja
"Sayang aku lupa , aku tak melihat Arya akhir - akhir ini apa kau memecatnya ?
Aditya terdiam ia tak mungkin menceritakan kejadian sebenarnya jika Arya datang kekantor bertepatan dengan kak Bima yang hampir memukulnya ,bisa - bisa Ana akan menjadi banyak pikiran hingga mempengaruhi janin di dalam perutnya
" Dia sedang keluar kota sayang ada urusan
" Dengan menggunakan sarung , apa dia sudah sembuh
" Dia sudah agak mendingan
" Hm baiklah
Ana mulai menonton Drama korea Aditya masih memantau Ana tertawa cekikan lalu berteriak histeris
membuat Aditya menjadi terkejut mendengar Ana yang terus - terusan menjerit histeris
Untung saja kau istriku , wanita yang aku cintai jika saja kau orang lain sudah aku lempar keluar jendela , suaramu hampir saja memecahkan gendang telingaku
Tiba - tiba tak terdengar lagi suara teriakan Ana , Aditya yang asik bersandar sambil memainkan game langsung terheran - heran melihat dari belakang Ana yang tak bersuara .
"Ana ..
Ana..
Aditya merangkak mendekati Ana ia sangat terkejut melihat wajah Ana di penuhi cucuran air mata
" Astaga sayang apa yang terjadi
Aditya langsung ingat apa yang dikatakan sepupunya tadi jangan sampai ada air maga yang keluat dari matanya karena itu akan mempengaruhi janinya .
Ana menunjuk kearah televisi , ada adegan sang pria berada di ujung jurang ingin melompat kebawah
" Dia akan melompat
Aditya langsung mencari tissue dan mengelap wajah Ana
" Aduh Aditya kau mengangguku cepat singkirkan tanganmu dari wajahku , aku ingin menonton ini season terakhir
" Kau tidak boleh mengeluarkan air mata sedikitpun
Ana sangati tidak nyaman sekali diperlakukab begitu berlebihan oleh Aditya , wajahnya tampak datar
"Aditya film itu lagi seru , cepat kau singkirkan tanganmu
" Kau ingin membantahku , kau tau aku bisa menyuruh seluruh pemain didalam film itu kemari jika kau mau
Aditya terlihat sangat kesal
Ana menjadi serba salah lalu ia kembali mengeluarkan senjata andalan
" Sayang ini bawakan ibu hamil , kau jangan marah
" Selalu aku yang harus mengalah , aku terus terus dan terus , dia ini merebut hak diriku sendiri , dia mengatur setiap langkahku
untung saja gerak nafasku juga tidak di aturnya , sabar Ana sabar
Ana mengelus dadanya
" Baiklah demi anakku aku akan menaruh 10 televisi di kamar ini , kau bisa menonton 10 Drama korea sekaligus
" Apa kau sedang marah padaku
" Tidak ini hadiah untukmu
__ADS_1
Ana menepuk dahinya
"Oh , Aditya bukan begitu maksudku