
Arya melihat Siska melihat kearahnya
lalu Arya mengeluarkan sesuatu dari jaketnya
" Ini ambil ,
Siska terdiam melihat es krim ditangan Arya tersebut
" Jika kau tidak mau aku akan membuangnya
Secepat kilat Siska menyambar es krim dari tangan Arya
Arya tersenyum melihat tingkah gadis yang dicintainya itu
Mereka berjalan berempat Ana dan Siska masih berebutan memakan es krim
Ana sudah seperti ratu saja diperlakukan begitu istimewa oleh Aditya
" kau keringatan
Arya mengambil sapu tangan lalu mengelapnya kedahi Ana
Ana hanya bisa pasrah melihat kelakuan suaminya itu, walaupun mukanya sudah berubah menjadi sangat masam karena itu terlalu berlebihan, Ana melirik ke arah Siska yang sibuk melahap es krim secepat kilat
Ana memegang kakinya ia kelihatan letih berjalan
" Kau capek , ayo kau naiklah kepunggungku aku akan mengendongmu
" Tidak aku masih bisa berjalan
" Cepatlah naik , ini perintah
Aditya mulai berkacak pinggang Ana paham sekali jika suaminya sudah bersikap seperti itu pertanda ia harus mengikutinya
" Kau tidak malu banyak orang disini
" Atau jangan - jangan kau yang sengaja tidak mau dilihat banyak orang benarkan
Aditya menyerang balik
" Bukan begitu
Ana langsung mengarahkan kedua tangannya tanda untuk digendong , tentu saja itu hal yang sangat mudah bagi Aditya badannya yang proporsional ukuran lelaki dengan postur tubuh tinggi dan atletis ditambah plus tampan dan plus tajir siapapun pasti ingin sekali berada di posisi Ana
Aditya berjongkok wajah Ana sudah berubah menjadi merah padam menahan malu belum lagi Arya dan Siska terlihat menahan senyum melihat tingkah mereka berdua
" Ayo apa yang sedang kau pikirkan cepat naik
" Iya .. iya
Ana sudah berada di atas punggung Aditya
Siska yang iseng mencolek punggung Ana dari belakang lalu bernyanyi kecil
" Tak gendong kemana - mana
hahahaha
" Diam kau
Ana menaruh semua rambutnya kedepan agar tak ada orang yang mengenali bahwa itu dirinya
Sungguh aku tak menyangka jika ia akan bersikap seaneh ini
Arya melirik kearah Siska , mereka seperti sedang salah tingkah saat menatap satu sama lainnya
Tiba - tiba
dari arah belakang seseorag menepuk pundak Arya
Plakkk..
__ADS_1
" Kak Dimas
Siska terkejut melihat kakaknya berdiri dibelakangnya
Arya jatuh tersungkur membuat Siska memegang tangannya
" Aku sudah memperingatkanmu jangan beraninya mendekati adikku , apa kau sudsh tuli !
Dimas begitu emosi sebenarnya yang memancing emosinya bukan hanya karena Arya mendekati Siska saja tetapi ia juga tak tahan melihat kemesraan yang ditunjukkan Ana dan Aditya didepan matanya
" Dimas apa yang sedang kau lakukan
Menoleh kebelakang dengan masih menggendong Ana
"Turunkan aku dulu
Ana berusaha menginjakkan kakinya
" Tunggu sebentar
Aditya menurunkan Ana dengan perlahan
" Kau tak perlu ikut campur
" Tentu saja aku ikut campur kau lupa Arya itu teman kita
Arya berdiri lalu memegang bibirnya yang mengeluarkan darah
." Sudah aku tak apa - apa
Arya berusaha melerai kemarahan Dimas
" Kakak apa yang kau lakukan kau terlalu mencampuri urusan pribadiku
Plakk
Satu tamparan mendarar di pipi Siska
" Kau tak perlu melakukan itu padanya aku berjanji akan menjaga jarak dengan Siska ,
Siska berlari pergi ntah kemana sambil memegang pipinya
Arya memahami apa yang dilakukan Dimas adalah usahanya untuk melindungi adiknya dari lelaki yang terkenal playboy seperti dirinya bahkan jika ia mempunyai adik perempuan ia pun akan melakukan hal yang sama
" Dimas kau ini kenapa ?
Aditya meninggikan suaranya
Dimas berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga
Arya tampak sangat sedih raut wajahnya menyisakaan luka yang amat dalam seperti Arya yang sangat tau isi hati Aditya begitu pula sebaliknya Aditya paham jika kali ini Arya benar - benar bermain hati
"Kau baik - baik saja
Arya mengangguk
" Sebaiknya aku pulang saja , kalian bersenang - senanglah
....
Siska berlari mengambil tasnya di tempat stand pameran motor itu sambil memegang pipinya
" Aku tak menyangka kak Dimas bisa setega itu padaku
" Siska mau kemana ?
" Aku mau pulang
" Dengar dulu aku tak bermaksud..
" Sudah kak , aku tak mau mendengar apapun darimu
__ADS_1
Berlari pergi meninggalkan Dimas
Dimas mengepalkan tangannya ia sangat terlihat begitu marah didepan matanya Aditya bermesraan dengan Ana , mereka memang tak salah tetapi harapan Dimas yang begitu besar kepada Ana yang membuatnya begitu terasa sakit
" Sesakit inikah , semuanya berusaha meninggalkan ku semua
Dimas merebahkan tubuhnya dikursi rotan yang berada didalam stand tersebut
Siska berlari keluar dan mengambil mobilnya yang terparkir tepat disamping mobil yang akan Arya bawa
Mereka tak saling menatap sadar akan diri masing - masing , Siska memberanikan diri
Untuk menegur Arya
" Maafkan aku kak atas kelakuan kak Dimas
Arya menunduk saat Siska mengajaknya berbicara ia tak mau dengan menatap Siska akan membuat rasa cintanya semakin dalam ia berjanji akan menjauhi Siska mulai saat ini
" Tak perlu minta maaf aku yang salah
masuk kedalam mobil lalu meninggalkan Siska di parkiran tanpa menoleh sedikitpun
" Aku yang salah , hmm hanya sebatas itu ternyata keberanianmu mengahadapi kakakku
Siska pulang kerumah dengan cepat mengemudikan mobilnya
" Mami..
" Sudah pulang jam segini
"Duduklah dulu ,
lalu memperhatikan Siska
" Kenapa pipimu merah sayang
Siska terdiam dia tidak mungkin menceritakan jika ia kena tampar Dimas karena maminya itu sangat mempercayai Dimas yang terkenal anak baik - baik itu
" Sepertinya kamu pindah kuliah di sini saja sayang ya
mami rasa situasi di belanda tidak cukup baik
mami khawatir daddy dan istri bulenya itu akan mengintimidasi kamu di sana
" Memangnya daddy kenapa mi ,
" Sudahlah tak usah banyak tanya , mami sudah memutuskan kamu pindah kuliah di tempat Dimas kemarin
Siska terdiam lalu berpikir
" Ya udah terserah mami aja lagian mau diluar negeri ataupun dalam negeri sama aja yang penting ilmunya
Siska memeluk maminya dan memandangi wajah maminya yang mulai keriput meski maminya masih kelihatan sangat cantik dan banyak uang tetap saja mami nya merasa kesepian
Siska merasa iba melihat keadaan maminya
mungkin dengan ia berada di indonesia kembali maminya akan merasa sedikit bahagia berkumpul bersama kedua anaknys
" Mi , Siska mau kekamar dulu ya
Siska berusaha tersenyum padahal pipinya masih terasa amat sakit karena tamparan Dimas yang begitu kuat tadi
" Hmm aku akan menelpon Ana aku akan mengabarkan akan pindah kuliah di kampusnya
Ee. jangan sekarang dia pasti lagi dengan Aditya aku tak yakin ia bisa menerima telpon saat ini
" Mi , Siska mana
Sayup - sayup terdengar suara Dimas diluar ia sepertinya sedang mencari Siska
" Kau kenapa , Siska di kamarnya baru pulang
__ADS_1
Dimas berlari menuju kamar Siska ,buru - buru ia mengunci kamarnya
" Suara kak Dimas , dia sudah pulang bukankah acara itu akan tutup malam hari