Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 68


__ADS_3

Arya melihat Siska melihat kearahnya


lalu Arya mengeluarkan sesuatu dari jaketnya


" Ini ambil ,


Siska terdiam melihat es krim ditangan Arya tersebut


" Jika kau tidak mau aku akan membuangnya


Secepat kilat Siska menyambar es krim dari tangan Arya


Arya tersenyum melihat tingkah gadis yang dicintainya itu


Mereka berjalan berempat Ana dan Siska masih berebutan memakan es krim


Ana sudah seperti ratu saja diperlakukan begitu istimewa oleh Aditya


" kau keringatan


Arya mengambil sapu tangan lalu mengelapnya kedahi Ana


Ana hanya bisa pasrah melihat kelakuan suaminya itu, walaupun mukanya sudah berubah menjadi sangat masam karena itu terlalu berlebihan, Ana melirik ke arah Siska yang sibuk melahap es krim secepat kilat


Ana memegang kakinya ia kelihatan letih berjalan


" Kau capek , ayo kau naiklah kepunggungku aku akan mengendongmu


" Tidak aku masih bisa berjalan


" Cepatlah naik , ini perintah


Aditya mulai berkacak pinggang Ana paham sekali jika suaminya sudah bersikap seperti itu pertanda ia harus mengikutinya


" Kau tidak malu banyak orang disini


" Atau jangan - jangan kau yang sengaja tidak mau dilihat banyak orang benarkan


Aditya menyerang balik


" Bukan begitu


Ana langsung mengarahkan kedua tangannya tanda untuk digendong , tentu saja itu hal yang sangat mudah bagi Aditya badannya yang proporsional ukuran lelaki dengan postur tubuh tinggi dan atletis ditambah plus tampan dan plus tajir siapapun pasti ingin sekali berada di posisi Ana


Aditya berjongkok wajah Ana sudah berubah menjadi merah padam menahan malu belum lagi Arya dan Siska terlihat menahan senyum melihat tingkah mereka berdua


" Ayo apa yang sedang kau pikirkan cepat naik


" Iya .. iya


Ana sudah berada di atas punggung Aditya


Siska yang iseng mencolek punggung Ana dari belakang lalu bernyanyi kecil


" Tak gendong kemana - mana


hahahaha


" Diam kau


Ana menaruh semua rambutnya kedepan agar tak ada orang yang mengenali bahwa itu dirinya


Sungguh aku tak menyangka jika ia akan bersikap seaneh ini


Arya melirik kearah Siska , mereka seperti sedang salah tingkah saat menatap satu sama lainnya


Tiba - tiba


dari arah belakang seseorag menepuk pundak Arya


Plakkk..

__ADS_1


" Kak Dimas


Siska terkejut melihat kakaknya berdiri dibelakangnya


Arya jatuh tersungkur membuat Siska memegang tangannya


" Aku sudah memperingatkanmu jangan beraninya mendekati adikku , apa kau sudsh tuli !


Dimas begitu emosi sebenarnya yang memancing emosinya bukan hanya karena Arya mendekati Siska saja tetapi ia juga tak tahan melihat kemesraan yang ditunjukkan Ana dan Aditya didepan matanya


" Dimas apa yang sedang kau lakukan


Menoleh kebelakang dengan masih menggendong Ana


"Turunkan aku dulu


Ana berusaha menginjakkan kakinya


" Tunggu sebentar


Aditya menurunkan Ana dengan perlahan


" Kau tak perlu ikut campur


" Tentu saja aku ikut campur kau lupa Arya itu teman kita


Arya berdiri lalu memegang bibirnya yang mengeluarkan darah


." Sudah aku tak apa - apa


Arya berusaha melerai kemarahan Dimas


" Kakak apa yang kau lakukan kau terlalu mencampuri urusan pribadiku


Plakk


Satu tamparan mendarar di pipi Siska


" Kau tak perlu melakukan itu padanya aku berjanji akan menjaga jarak dengan Siska ,


Siska berlari pergi ntah kemana sambil memegang pipinya


Arya memahami apa yang dilakukan Dimas adalah usahanya untuk melindungi adiknya dari lelaki yang terkenal playboy seperti dirinya bahkan jika ia mempunyai adik perempuan ia pun akan melakukan hal yang sama


" Dimas kau ini kenapa ?


Aditya meninggikan suaranya


Dimas berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga


Arya tampak sangat sedih raut wajahnya menyisakaan luka yang amat dalam seperti Arya yang sangat tau isi hati Aditya begitu pula sebaliknya Aditya paham jika kali ini Arya benar - benar bermain hati


"Kau baik - baik saja


Arya mengangguk


" Sebaiknya aku pulang saja , kalian bersenang - senanglah


....


Siska berlari mengambil tasnya di tempat stand pameran motor itu sambil memegang pipinya


" Aku tak menyangka kak Dimas bisa setega itu padaku


" Siska mau kemana ?


" Aku mau pulang


" Dengar dulu aku tak bermaksud..


" Sudah kak , aku tak mau mendengar apapun darimu

__ADS_1


Berlari pergi meninggalkan Dimas


Dimas mengepalkan tangannya ia sangat terlihat begitu marah didepan matanya Aditya bermesraan dengan Ana , mereka memang tak salah tetapi harapan Dimas yang begitu besar kepada Ana yang membuatnya begitu terasa sakit


" Sesakit inikah , semuanya berusaha meninggalkan ku semua


Dimas merebahkan tubuhnya dikursi rotan yang berada didalam stand tersebut


Siska berlari keluar dan mengambil mobilnya yang terparkir tepat disamping mobil yang akan Arya bawa


Mereka tak saling menatap sadar akan diri masing - masing , Siska memberanikan diri


Untuk menegur Arya


" Maafkan aku kak atas kelakuan kak Dimas


Arya menunduk saat Siska mengajaknya berbicara ia tak mau dengan menatap Siska akan membuat rasa cintanya semakin dalam ia berjanji akan menjauhi Siska mulai saat ini


" Tak perlu minta maaf aku yang salah


masuk kedalam mobil lalu meninggalkan Siska di parkiran tanpa menoleh sedikitpun


" Aku yang salah , hmm hanya sebatas itu ternyata keberanianmu mengahadapi kakakku


Siska pulang kerumah dengan cepat mengemudikan mobilnya


" Mami..


" Sudah pulang jam segini


"Duduklah dulu ,


lalu memperhatikan Siska


" Kenapa pipimu merah sayang


Siska terdiam dia tidak mungkin menceritakan jika ia kena tampar Dimas karena maminya itu sangat mempercayai Dimas yang terkenal anak baik - baik itu


" Sepertinya kamu pindah kuliah di sini saja sayang ya


mami rasa situasi di belanda tidak cukup baik


mami khawatir daddy dan istri bulenya itu akan mengintimidasi kamu di sana


" Memangnya daddy kenapa mi ,


" Sudahlah tak usah banyak tanya , mami sudah memutuskan kamu pindah kuliah di tempat Dimas kemarin


Siska terdiam lalu berpikir


" Ya udah terserah mami aja lagian mau diluar negeri ataupun dalam negeri sama aja yang penting ilmunya


Siska memeluk maminya dan memandangi wajah maminya yang mulai keriput meski maminya masih kelihatan sangat cantik dan banyak uang tetap saja mami nya merasa kesepian


Siska merasa iba melihat keadaan maminya


mungkin dengan ia berada di indonesia kembali maminya akan merasa sedikit bahagia berkumpul bersama kedua anaknys


" Mi , Siska mau kekamar dulu ya


Siska berusaha tersenyum padahal pipinya masih terasa amat sakit karena tamparan Dimas yang begitu kuat tadi


" Hmm aku akan menelpon Ana aku akan mengabarkan akan pindah kuliah di kampusnya


Ee. jangan sekarang dia pasti lagi dengan Aditya aku tak yakin ia bisa menerima telpon saat ini


" Mi , Siska mana


Sayup - sayup terdengar suara Dimas diluar ia sepertinya sedang mencari Siska


" Kau kenapa , Siska di kamarnya baru pulang

__ADS_1


Dimas berlari menuju kamar Siska ,buru - buru ia mengunci kamarnya


" Suara kak Dimas , dia sudah pulang bukankah acara itu akan tutup malam hari


__ADS_2