
Siska meredamkan Amarahnya ketika melihat Arjuna yang sedang kesakitan
Lelaki berperawakan manis itu tampak benar - benar kesakitan membuat Siska cemas lalu berlari keluar memanggil suster padahal cukup memencet tombol di samping kepala Arjuna
" Ini sus , dia mengaduh kesakitan
Suster memeriksa kaki Arjuna
" Tidak apa , apa mas jangan bergerak dulu jika ingin sesuatu suruh mbak nya saja yang mengambilkan
" Nggak usah sus, memang perut saya agak lapar tapi saya lagi nunggu mami kesini nanti, Dengan logat jawa yang medok
Siska merasa bersalah
" Udah biar aku aja yang nyuapin
Siska mengambil nasi yang berada di samping Arjuna
" Nggak usah mbak Siska
" Nggak usah panggil gue mbak, emang gue kakak loe
Siska masih menjawab dengan sangat ketus
" Buka mulut loe
" Nggak usah , aku mendadak kenyang
" Mau makan apa nggak ! , jangan buat aku marah
" Ya , udah kalo kamu maksa aku mau
" Nggak usah geer , aku baek ama kamu ya ini itung - itung aku balas budi sama kamu
" Iya terserah mbak aja, maksudnya Siska
" Cepat habiskan , biar besok bisa pulang kerumah
Siska menaruh piring dan sendok di meja , Arjuna senyum - senyum melihat Siska
" Terserah dia saja mau senyum - senyum melihatku wayang orang itu mungkin otaknya sudah tidak waras senyum - senyum sendiri
Siska lalu berbaring di tempat tidur bekas Arya
" Hei kau tidurlah aku sudah capek
jika butuh sesuatu kau boleh memanggilku
anggap saja ini sebagai balas budiku untukmu
Siska berbaring di tempat Arya , ia membayangkan kembali saat Arya mengejar cintanya , saat Dimas salah paham padanya hingga membuatnya babak belur , padahal Arya jangankan untuk merayuku menyentuh tanganku saja tidak pernah
Arya kau benar - benar ingin menjauh dariku kah , semudah itu ternyata kau , pantas saja kak Dimas sangat takut aku dekat denganmu
Siska melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dia langsung tertidur
__ADS_1
berbeda dengan Arjuna dia benar - benar tidak bisa tidur ini untuk pertama kalinya ia tidur sekamar dengan perempuan hanya berdua meski ini tidak seperti yang di bayangkan
" Kok deg - deggan gini yah ia memegang jantungnya lalu berusaha memejamkan matanya
Krookk
krokk
busshhh
krokk
Arjuna melihat Siska yang tertidur di sebelahnya suara Siska yang mengorok dengan kencang mengejutkan Arjuna hingga ia tak bisa tidur
tetapi bukannya ielfil dia malah tertawa dan mengambil ponselnya untuk merekam Siska yang sudah tertidur nyenyak , ia kelihatan sangat lelah sekali tentu saja lelah hati lelah pikiran dan lelah harus menerima kenyataan cintanya
" Hahaha dia lucu sekali
Arjuna tertawa cekikan wajar saja di lingkungan bangsawan tidak ada perempuan yang tidur mengeluarkan suara seperti itu , Siska dan Ana tak jauh beda mereka disatukan karena sifat - sifat urakan mereka yang tidak di ketahui publik siapapun pasti tertipu dengan tampang ayu, cantik dan pintar mereka
Lalu ia mengambil headshet dan tertidur dengan perasaan bahagia
....
Arya yang tak pernah patah hati masih menangis terisak ntah kenapa susah sekali mengontrol emosi dan air matanya agar tak keluar , baru kali ini ia benar - benar merasakan sakit yang amat dalam seperti sebuah pisau belati yang menancap di hatinya
" Sakit sekali, apa ini yang dinamakan patah hati, biasanya aku lah yang sering mematahkan hati para gadis, tapi kali ini hatiku yang harus patah , hancur lebur
Arya menepuk - nepuk dadanya
Arya masih menangis , berguling ,memasukkan kepalanya didalam bantal dan menghadap kepalanya kearah langit - langit kamar
" Aku mencari ketenangan , aku butuh tuhan
Arya keluar kamar dan mencari sajadah ia melihat sajadah
" Sudah puluhan tahun aku tak memegang ini
semoga aku tidak lupa bacaannya
Setelah solat ia merasakan sedikit ketenangan maklumlah orang yang masih kacau di paksa solat pikiran masih sangat kacau meski ia harus memaksakan ibadahnya semenjak Ana hamil Aditya pun selalu melaksanakan ibadahnya
" Lumayanlah dari pada aku harus menenangkan diriku ke diskotik atau bersenang - senang dengan para gadis
Arya menutup matanya masih tetap dengan mata yang sembab dan air mata yang terus mengalir
....
" Pagi sayang
Ana sudah berada di meja makan dengan makanan yang sudah terhidang di meja tentu saja para pembantu memasaknya di dampingi Ana
Mereka berdua selalu bermesraan dimanapun di setiap sudut rumah ini mereka seolah tak perduli dengan para pelayan dan semua orang yang bekerja di rumah ini , bukanlah pemandangan yang aneh lagi bagi mereka jika melihat Aditya dan Ana selalu bermesraan justru Arya yang merasa terganggu di tambah lagi suasana hatinya sedang buruk
" Ehemm
__ADS_1
Ana dan Aditya menoleh kearah Arya yang baru keluar kamar dan hendak sarapan pagi
antara geli dan iba Ana melihat Arya pagi itu
matanya tampak bengkak dan bibirnya juga bengkak seperti habis di sengat tawon ntah itu karena efek obat atau karena efek menangis semalaman
" Kau sudah enakkan
" Ya , aku akan masuk kantor hari ini
" Kau yakin sudah siap bekerja
" Tentu saja ,
Ana memotong pembicaraan
" Adit katanya kamu mau bikin acara selamatan di rumah kita kapan ?
" Dua hari lagi sayang , aku sudah membicarakan ini sama mama ,papa nanti ayah dan ibu jangan lupa di suruh kesini juga
" Kalau begitu biar Siska nanti yang temani aku belanja
Arya langsung terbatuk - batuk
Buru - buru ia mengambil air minum
Mendengar namanya saja membuat jantungku berdegup begitu kencang apalagi melihat orangnya , Ana bisakah kau tidak usah mengundangnya , aku yakin dia akan membawa lelaki itu dan aku benar - benar tak sanggup melihatnya
" Sayang sebenarnya ini acara apa ?
" Acara syukuran aja sayang , sekalian kamu bisa lebih kenal dengan keluarga besarku
" Maksudnya seluruh sepupu mu itu ,
" Yah , selain sepupu nanti juga ada bibi tertua , bibi termuda , paman tertua dan paman termuda
Astaga aku akan sangat pusing nanti berada di dalam pertemuan keluarga kaya , bisa - bisa aku akan menjadi sangat mual nanti
" Kau tak perlu berbelanja aku sudah menyiapkan semuanya
"Tapi aku ingin membeli pakaian
itu adalah alasan Ana agar bisa cuci mata di mall atau nonton dengan Siska dan Rima meskipun nantinya ia akan di kawal banyak orang ia sudah tak perduli karena ia sudah sangat muak berada di rumah dan kampus
" Baiklah , ayo Dit kita kekantor
Aditya mengecup kening Ana dan berangkat kekantor , Ana mengambil tasnya dan juga berangkat kekampus
Didalam mobil Aditya dan Arya membahas Amanda
" Bagaimana sekarang ?
" Tenang saja informan ku sudah mengumpulkan data dalam beberapa hari ini dia tak berada disini
dia sedang berada di luar kota
__ADS_1
" Baiklah untuk beberapa hari ini kita aman