
Seluruh mata memandang Alena gadis cantik berlesung pipi yang dengan beraninya mengatakan bahwa ia sangat menyukai Arya, untuk pertama kali nya Arya di perlakukan seperti ini oleh seorang perempuan biasanya ia yang selalu merayu perempuan yang ia suka
Siska melotot kearah Alena dan Ana menutup mulutnya yang keheranan
" Bagaimana pak tawaran saya " Alena memainkan matanya.
Arya menelan air liur tanda bahwa ia sedang panik sekali , mencoba tersenyum meski beberapa kali mengelap keringat yang terus mengucur
Aduh apa lagi dosaku tuhan ini pertama kalinya aku di bikin ciut oleh seorang perempuan
" He, aduh sebelumnya jangan panggil saya bapak karena saya cuma menggantikan dosen mata kuliah ini untuk sementara saja, saya hanya asisten saja "
kembali mengelap keringat
Alena kembali berbicara " Jawaban saya belum dijawab kakak ganteng "
Siska yang terlihat emosi langsung menarik tangan Alena agar duduk kembali " Alena kamu bisa duduk tidak kalau seperti ini terus kamu akan mendapatkan malu "
" Baiklah Siska " Alene duduk kembali dengan memangku wajahnya menggunakan kedua tangannya sambil menatap Arya
Lama - lama aku bisa gila jika terus berada di kelas ini oh tuhan ujian yang kau berikan sungguh berat sekali
Arya menarik nafas dalam - dalam, apalagi tempat duduknya tepat berada di depan Siska dan Ana
fi belkangnya jelas ada Alena
Butuh waktu satu jam untuk Arya duduk sambil memainkan laptop agar terhindar dari wajah Siska yang tepat di hadapannya
Alena mengeluarkan ponselnya lalu memotret Arya " Ih dapat poto kakak ganteng ini "
Siska yang berada di depan Alena terlihat sangat kesal melihat tingkah Alena yang menyebalkan itu padahal itu adalah hal yang wajar jika seorang perempuan tertarik dengan lawan jenisnya
Jam pelajaran telah usai Arya buru - buru keluar dengan cepat Alena berlari keluar mengikuti Arya yang sangat cemas
" Kakak asisten dosen keren berhenti "
Alena berlari mengejar Arya keluar ruangan
Arya berhenti dan membalikkan badannya
" Iya ada apa " Bersikap sangat cool. karena ia sekarang bukan mahasiswa lagi di kampus ini ia harus menjaga wibawanya agar di segani orang - orang sekitar
Alena mengeluarkan ponsel miliknya " Boleh kakak tuliskan nomor ponsel kakak di ponsel milikku " Alena tersenyum
Siska dan Ana keluar ruangan dan melihat Alena sedang bersama Arya
" Apa yang di lakukan Alena di sana lihat Ana dia menjijikkan sekali ternyata sebaiknya kita tidak usah berteman terlalu dekat dengannya karena akan mempengaruhi image kita "
Siska tampak sangat kesal
Ana paham sekali apa yang di rasakan oleh Siska dengan cepat ia mengalihkan pembicaraan " Aku lapar kita kekantin saja sebaiknya "
Notes : Semenjak Amanda koma dan di bawa oleh kedua orang tuanya berobat keluar negeri, Ana sudah tidak di perlakukan ketat lagi, bagaimana dengan Marisa apa dia di hukum tentu saja Marisa mendekam di penjara atas keterlibatannya membantu Amanda meski hukumannya tidak seberat Amanda otak dari pelaku perencanaan pembunuhan, Karena Amanda sakit maka untuk sementara ia di beri keringanan .
Kembali dengan Alena
Untuk menghindari tatapan Siska yang tajam sekali kepadanya Arya dengan cepat mengambil ponsel dari tangan Alena ia mengetik nomor telponnya lalu pergi dengan cepat
Sesampainya di kantin " Kamu mau pesan makanan apa? "
"Aku tidak nafsu makan "Siska terlihat kesal
Arjuna datang menghamipiri mereka
" Eh Arjuna kamu pesanin kita makanan aku lapar " masih dengan ketus seperti bos yang sedang memerintahkan anak buahnya
" Siska kamu nggak boleh kayak gitu "
Ana merasa tidak enak karena Arjuna adalah suami Siska tak selayaknya ia semena - mena seperti itu walau memang salah Arjuna mengiyakan menikahi Siska secara mendadak
" Hai aku gabung ya " Alena langsung duduk di antara mereka
Ana langsung menunjukkan wajah tidak enak ia takut sekali jika Siska akan memarahi Alena " Mau pesan makanan apa kamu " Ana berusaha tersenyum
" Aku nggak makan siang Ana sengaja untuk menjaga tubuhku agar tetap langsing soalnya aku lagi mengincar kakak tadi agar bisa menjadi calon suamiku "
"Emang kamu nggak malu gitu, ngejar - ngejar cowok udah kayak anjin* pelacak aja mengejar tuannya " Siska berbicara pelan tapi menancap
Ana menarik nafasnya ia berada di posisi tidak enak " Sudah - sudah , dia hanya bercanda " Ana berbicara kearah Alena
Tetapi sepertinya Ana tidak tau jika Alena ini tipe manusia yang urat malunya sudah putus ia dengan santainya menjawab
" Nggak apa - apa kita ngejar cowok kan aku suka, apapun yang aku suka harus aku dapatkan lagian aku yakin kakak tadi bisa aku dapatkan, aku kan juga tak kalah cantik dengan kalian " Alena memutar badannya
"Benarkan Ana aku cantik "
Ana mengangguk lalu Siska melotot kearahnya
" Ini makanan kalian " Arjuna datang dengan membawa nasi goreng untuk mereka bertiga
Alena langsung mengambil dari tangan Arjuna " Ah terimakasih tuan arab ini enak sekali "
__ADS_1
Siska semakin kesal, Kaki Ana menginjak kaki Siska lalu memberi kode ' biarkan saja "
" Beruntung sekali aku memiliki teman seperti kalian terimakasih sudah mengajakku bergabung dengan kalian "
Alena menyantap dengan cepat
"Kau bilang tadi tidak ingin memesan makanan tapi kau malah melahap makanan dengan lahapnya "
Siska semakin kesal wajahnya sudah merah sekali menahan amarah kesal dan cemburu sih sebenarnya
"Aku nggak mungkin menolak rezeki ini di sodorin gratis " Sambil tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali
Arjuna tau Siska lagi kesal karena melihat kelakuan Alena di kelas tadi tapi mau bagaimana lagi Arjuna terlihat antara senang dan sedih, senang karena ada yang mengejar Arya sedih karena ia akan merasakan sakit melihat kelakuan Siska yang akan cemburu buta setiap hari kepada Arya bukan padanya
"Biar aku pesankan lagi untukmu "
" Tidak usah aku tidak lapar , eh Alena ini
makanan nggak gratis tu bayar " Siska melipat kedua tangannya
" Kamu kan tau aku orang susah jadi nggak bawa uang jajan, bagaimana kalau aku ngutang aja sama kamu, nanti biar aku bayarnya dengan bekerja dengan kamu saja bagaimana kamu setuju nggak? " Alena memberi penawaran
Ana yang paham dengan situasi yang terjadi langsung mengambil sikap " Sudah biar aku yang bayar kalian nggak perlu khawatir "
.....
Arya duduk di dalam ruangan mengambil ponselnya lalu menelpon Aditya " Halo Dit aku kekantor kamu sebentar ya, ada perlu "
" Maaf ini saya pak Arya ,pak Aditya lagi rapat"
Suara Rada terdengar sangat lembut dan bahagia saat menyambut telpon dari Arya
" Ya sudah saya akan kesana sebentar lagi "
" Baik pak Arya saya tunggu "
.......
"Ana aku senang sekali bisa berada di kampus elit ini pasti yang punya kampus orang sangat kaya ya " Alena memainkan ponselnya
Ana tersenyum mendengarkan Alena yang tengil ini Berbicara " Arya itu ganteng sekali ya aku akan menelponnya sebentar ah "
Memencet nomor telpon di ponselnya di hadapan Siska dan Ana " Kenapa kau mau menghubunginya Alena itu akan menjatuhkan harga dirimu sebagai seorang wanita, sebaiknya jangan " Siska berbicara dengan nada yang sangat cemburu
meski Alena terlihat katrok dan memalukan tetapi tidak menutup kemungkinan Arya akan tertarik pada Alena yang memang memiliki wajah rupawan itu
"Ehem " Ana menggaruk kepalanya berada di posisi terjepit seperti ini memang butuh keseimbangan nafas dan pengaturan emosi yang stabil jika tidak bisa maka akan terbawa oleh arus yang justru akan memperkeruh keadaan
....
Membiarkannya saja karena Arya memamg sudah tidak berminat mengangkat nomor ponsel yang tidak di kenalnya
"Kenapa tidak di angkat " Alena mencoba menghubungi kembali wajah Siska tampak bahagai melihat jawaban telpon dari Alena tidak di respon oleh Arya
" Ya mungkin dia jijik melihat kelakuan perempuan sepertimu "
Siska tersenyum bahagia sambil melihat kuku tangannya yang agak kotor .
Arya masih mengetik di laptopnya ponselnya masih berdering membuatnya sangat terganggu "Siapa sih ini "
Arya mengangkat telponnya " Halo "
Terdengar teriakan dari ujung telpon
"Diangkat telponku "
Arya sudah merasa curiga dengan teriakan itu
" ini siapa "
"Kakak ganteng aku Alena, aduh kakak kemana saja tidak mengangkat telponku, aku sekarang lagi duduk di kantin apa kakak tak mau menemuiku di sini "
"Norakkkk " Siska terlihat begitu jijik padahal sah - sah saja jika Alena mau menelepon Arya toh dia juga bukan pelakor atau teman makan teman yang dia tau Siska telah berstatus istri Arjuna karena pernikahan Siska telah menyebar di kalangan kerabat dan tetangga sekitar apa lagi keluarga Siska keluarga terpandang tentu saja itu bukanlah hal yang bisa di tutupi
Arya menjauhi ponsel dari telinganya
Astaga kenapa ini mimpi apa aku semalam sampai aku harus di teror oleh perempuan aneh ini
Seplayboy - playboynya Arya dia selalu memilih target untuk di jadikan mangsanya biasnya perempuan - perempuan berkelas yang seksi dan bahenol yang akan disikatnya
tetapi saat ia bertemu Siska ia merasa waktunya untuk bermain - main dengan perempuan harus segera pensiun cuma ya sudahlahh...
apa lagi yang mau dikatakan Siska sekarang sudah menjadi istri orang lain, walau didalam jati Arjuna masih berharap suatu keajaiban terjadi ntah nanti, lusa, esok hari yang pasti sekarang ia sangat suka memutar lagu
" Kutunggu jandamu " By, Arya.
Wkwkwkwkwkkwkw
Seperti di sambar petir di siang bolong ia di kejar - kejar oleh wanita yang begitu agresif padanya, iya memang cantik cuma lelaki manapun akan terasa sangat ielfil jika menghadapi kelakuan perempuan seperti Alena tapi jika perempuan itu cantik dan menarik tidak bisa menjamin jika laki - laki tidak ikut tergoda he
semua akan menjadi mudah untuk kaum good looking
__ADS_1
Arya nampak gugup menjawab telpon Alana " Iya hai, hallo aku ttidak "
Arya mendadak gagap
Dengan cepat Alena memberi keputusan
" Fix ya jadi nanti pulang kuliah aku menunggu kakak di depan kalau tidak aku akan mencari kakak di dalam gedung dagh "
Alena menutup telpon dengan wajah bahagia ia memeluk ponsel miliknya
Siska tampak kesal sekali " Ternyata dia masih murahan seperti dulu "
Siska memukul meja membuat Ana dan Alena terkejut " Siska kau kenapa " Alena terkejut sekali
Sedangkan Ana sudah tau jawabannya
"Tidak apa - apa Alena, tanganku hanya sedikit pegal saja "
Alena berdiri dan mengeluarkan balsem gosok "Ini pakai semua yang pegal akan hilang "
Sisks memiringkan mulutnya tanda tak suka
Arya melihat ponselnya ia sudah tak sabar ingin beranjak dari gedung tersebut
Dengan menggunakan lift ia langsung dengan cepat berlari kearah parkiran karena takut jika Alena akan mengejarnya " Uh aku sangat cemas sekali "
Mengemudikan mobil dengan kecepatan yang stabil Arya meluncur kekantor Aditya
ia sudah tak sabar ingin kembali kekantor ini
karena tak sanggup harus melewati hari - hari melihat Siska bersama Arjuna di tambah lagi sekarang muncul masalah baru
" Oh entahlah malang sekali hidup ku "
Husss Arya kau tak boleh berbicara seperti itu masih banyak di luar sana orang yang hidupnya untuk makan saja tidak bisa jangan mengeluh " Jika kau bersyukur maka akan aku tambah nikmatmu " Untunglah kutipan kata - kata ini memotivasiku
Arya naik keatas lift ia langsung menuju ruangan Aditya " Ada Aditya di dalam ruangan" bertanya kepada Rada yang seperti malu - malu terhadapnya
Rada berdiri mematung dengan tersenyum malu seperti salah tingkah " Halo Rada apa kau baik - baik saja "
Arya melambaikan tangannya kewajah Rada
" Iya pak aku baik - baik saja , apa kau menyukai bunga dan coklat yang aku kirimkan padamu di rumah sakit kala itu "
Rada berbicara menunduk sambil tersenyum
Aduh apalagi ini, ya tuhan aku sudah pensiun menjadi bad boy tetapi kenapa kau datangkan lagi beberapa wanita di sekelilingku . benar - benar ujian sangat berat untukku
apa lagi sekretaris ini apa dia terkena pelet bokong ku ya pandangan pertama dan langsung terekam di benaknya, ah aku baru menyadari semenjak ia melihat bokongku kala itu ia mulai bersikap aneh padaku
" Huh, terimakasih banyak Rada semoga kau murah rezeki selalu "
Arya langsung masuk kedalam ruangan " ah aku sudah lelah jika harus begini terus "
Mengacak - ngacak rambutnya di hadapan Aditya
"Hei kawan apa yang terjadi kau kusut sekali "
Aditya tertawa melihat Arya yang sedang berbaring di sofa
"Aku tidak habis pikir dengan semua yang ku alami setiap hari masalah terus berganti menghampiri hidupku "
" Namanya manusia hidup memang begitu, memang masalahmu apa ha sampai kau harus datang kekantorku sekarang apa gajimu yang ku berikan kurang "menepuk pundak Arya
Mengambil air minum lalu menghabiskan dengan satu kali tegukan " waw sepertinya kau dalam masalah besar sekali kawan "
Aditya tertawa terkekeh
"Ini lebih gawat dari semua masalah, kau tau tadi di kampus " Arya berbicara cepat sekali
" hei ayolah kawan santai saja jangan berbicara terburu - buru aku tidak paham "
" Oke oke baiklah " huh menarik nafas panjang kembali
" Aku di kejar - kejar seorang wanita "
Aditya terdiam mendengar ucapan yang keluar dari mulut Arya ia dan Arya saling menatap satu sama lain lalu
"Hahahahahhaha apa kau dikejar wanita kan nukan kah itu bagus kawan hahaha
jadi letak masalahnya dimana "
Aditya masih tertawa terbahak - bahak melihat wajah Arya yang seperti di kejar hantu
" Kau ini aku serius "
"Oke baiklah " Aditya mengangkat tangannya
"Sekarang apa masalahnya apa dia wanita sungguhan atau ia seorang waria "
Kembali tertawa
__ADS_1
" Aditya aku sedang serius "