
Aditya memperkenalkan Ana pada perempuan itu tampak perempuan itu langsung memeluk Ana
" Ayo kemari aku sudah mendengar semua tentang kau dari Rita"
Ana mendekat lalu mencium tangan perempuan tua itu
" Kau jangan sungkan aku sama seperti Rita ,kau memanggil Rita siapa "
Ana memegang tangan perempuan tua itu terasa begitu hangat ia menyapa Ana tatapan matanya sama seperti oma Rita sangat tulus dan baik sekali
" Aku memanggilnya oma "
Dia tertawa terkekeh mendengar panggilan yang disebutkan oleh Ana " Dia sudah tua ternyata , dulu aku selalu kemana - mana bersamanya waktu aku masih muda
aku tak mau kau panggil oma panggil aku nenek saja"
" Baiklah nek , Ana memeluk hangat perempuan itu
Rumah itu sangat besar seperti rumah seorang juragan meski berada di tengah sawah, kamar di rumah itu sangat banyak tetapi di rumah itu tetap saja tidak ada pembantu pikir Ana mungkin karena mereka hanya bertiga saja
Paman dan Bibi begitulah Aditya memanggil lelaki dan perempuan itu , Aditya menyapa mereka berdua dengan sangat ramah
"Ayo Aditya ajak semua teman - temanmu makan dulu "
" Iya bi"
Seblumnya mereka pergi berangkat dengan membawa tiga buah mobil satu buah mobil berisi bodyguard dan 2 lagi membawa Ana dan barang - barangya
" Siska ayo kita makan dulu Ana sudah berteriak didalam "
Arya yang juga sangat tergila - gila dengan suasana alam pedesaan langsung memunculkan kembali tingkah kekanak kanakannya ia langsung saja berenang kedalam sungai yang berbatuan besar tersebut
Semua sudah duduk diatas meja kecuali para sopir dan bodyguard mereka makan diluar sambil berjaga - jaga di depan dengan makanan yang sudah di hidangkan , kicauan burung dan gemericik air sungai membuat suasana di tempat itu semakin nyaman saja
" Bibi ini enak sekali apa kau yang memasak nya "
wajah bibi Aditya tersebut berubah tersipu malu " Ah kau bisa saja ini hanya masakan kampung
"Tapi aku sangat menyukainya bibi "
Aditya baru menyadari ia tak melihat Arya dari tadi " Kalian melihat Arya"
Siska berusaha tidak menjawabnya padahal ia tau jika Arya dari tadi berenang di sungai belakang rumah milik paman dan bibi Aditya
" Ponselnya juga tidak aktif "
Aditya melihat keluar dan bertanya kepada bodyguardnya " Apa kau melihat Arya ? "
" Tidak tuan , para bodyguard tampak cemas melihat Arya yang tidak kelihatan
" Kami akan mencarinya tuan "
Siska yang melihat Aditya sangat panik langsung bersuara " Arya tadi aku melihatnya lagi berenang di kali belakang "
__ADS_1
Arya berenang dengan segala gaya , gaya bebas ,botol ,batu dan jungkir balik ya Arya tidak bisa berenang , ia hanya duduk di atas batuan dan memainkan badannya di ata batuan ia tak menyadari jika pakainnya terbawa oleh arus air
" Arya cepatlah keatas paman dan bibiku menyuruh kita untuk makan dulu "
" Ya sebentar tunggulah disitu dulu " Sambil mencari - cari letak bajunya
" Kemana bajuku tadi kan aku taruh disini
Aduh ! "
Siska dan Rima sudah selesai makan
" Rima kita kebelakang sungai yuk aku pengen main air "
" Hayukk aku ikut "
Ana masih makan ia masih menikmati makanan yang masih banyak di atas meja Aditya pun melahapnya dengan rakus
" Makanan kampung memang enak "
Perempuan tua yang berbaring di atas ranjang tersebut berdiri ia menghampiri Ana dan Aditya yang makan dengan lahap
" Bagaimana enak makanlah yang banyak , Oma kalian sangat suka makanan khas kampung dia bisa makan berkali - kali jika berada disini
" Rima lihatlah airnya sejuk sekali
Arya terkejut melihat Siska berada di belakangnya " Aduh mereka kenapa kesini
"Hei apa yang kalian lakukan di sana "
" Tidak ada nanti baju kalian basah naiklah keatas "
Rima menyenggol Siska " Lihatlah Siska dia begitu perhatian pada kita sepertinya dia takut sekali nanti bajumu basah "
" Ah kau jangan sampai terpengaruh dia itu memang begitu selalu perhatian dengan semua wanita di muka bumi ini "
Siska memegang jaket tanpa sengaja jaketnya terjatuh di sungai
Siska berteriak karena jaketnya jatuh kedalam sungai
" Aaa jaketku "
Arya yang tidak tau berenang langsung berjalan mengambil jaket Siska dia sampai tak menyadari jika ia hanya memakai celana dalam saja
Dengan sigap dan cekatan seperti gaya perenang handal ia langsung berlari didalam sungai untuk menyelamatkan jaket milik Siska
Untunglah sungai yang berbatuan itu tidaklah dalam ia berjalan dengan gagah berani
" Aku mendapatkannya " Seperti seorang juara Arya mendekati Siska dan Rima yang berdiri di tepi sungai
" Aawwwwwwwww
Suara jeritan Siska dan Rima melihat Arya yang berdiri hanya menggunakan celana dalam membuat kedua gadis itu terkejut Siska berteriak melihat kearah sesuatu yang menonjol besar tersebut
__ADS_1
Arya yang melihat Siska dan Rima berteriak juga ikut berteriak sekencangnya
" Aaaawwwwwwww"
Suara mereka yang berteriak membuat Aditya dan Ana yang sedang makan ikut berlarian keluar rumah melihat mereka lagi - lagi Ana ikut berteriak " Awwwwwwwwww ! "
Aditya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat Arya yang hanya menggunakan celana dalam
" Arya coba kau lihat dirimu "
Arya baru menyadari jika ia hanya menggunakan celana dalam saja karena sangking semangatnya mengambil jaket Siska yang terbawa aliran sungai
ia buru - buru menutupnya dengan kedua tangannya dan berpura - pura pingsan
" Ah kau Arya selalu begitu "
Aditya seperti sudah mengetahui rencana Arya ia berjalan kebawah dan menghampiri Arya
" Baju ku terbawa arus hanyut , cepat kau ambilkan handuk untukku .
Dengan berpura - pura masih pingsan Arya berbisik kepada Aditya ia menyuruh Siska membawakan handuk
" Siska tolong kau ambilkan handuk
Siska berlari buru - buru mengambilkan handuk miliknya dan memberikannya kepada Arya handuk berwarna pink dan bergambar helo kitty
Aditya berusaha membangunkan Arya yang berpura - pura pingsan tersebut
" Cepat hentikan sandiwara mu , ini handuk "
menyerahkan handuk kepada Arya
Arya perlahan membuka matanya dan berpura - pura memegang kepalanya agar terlihat seperti orang yang sakit kepala menutupi rasa malunya di depan Siska dan Rima
" Kepalaku pusing sekali sebaiknya aku beristirahat didalam saja "
Aditya mengangguk menahan tawa Rima yang dari tadi menutup mulut menahan tawa
langsung menggoda Siska " Ciye Siska melihat sesuatu yang bergantung tapi bukan hubungan "
Siska memukul Rima " Bilang saja kau juga melihatnya "
" Aku melihat sesuatu yang menonjol tapi itu bukan bisul "
Mereka berdua tertawa cekikikan
" Kak Arya sudah benar - benar kau telanjangi Siska "
" Eh enak aja , aku juga tidak tau kalau dia hanya menggunakan celana seperti itu "
Ana menghampiri mereka
" Eh nona Ana jangan kemari nanti kau bisa kena cipratan air Tuan Aditya akan memarahi kami "
__ADS_1
" Hentikan apa yang sedang kalian katakan padaku ha "
Ana menyiram Siska dan Rima dengan air di pinggir sungai yang airnya sejuk dan sangat jernih itu tampak senyum kebahagiaan terpancar dari raut wajah mereka masing - masing