Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 145


__ADS_3

Berjejer para kontestan badut yang akan di pilih untuk menjadi badut pilihan yang akan dijadikan hiburan dalam acara perhelatan akbar keluarga bratawijaya


tentu saja dengan honor yang menggiurkan bisa jadi seharga satu buah motor matic


" Benar - benar lucu sekali para badut ini, waktu kita kecil dulu belum ada yang seperti ini " tertawa terkekeh


Oma - oma yang payah sekali, kalian pikir ini pesta ulang tahun apa !


" Kau mau yang mana sayang " Oma Rita memegang pundak Ana


"Terserah oma saja, Ana ikut aja pilihan oma "


Aku Anastasya benar - benar sama sekali tidak tertarik dengan badut - badut bodoh ini


" Ayolah sayang kau yang harus memilih, padahal oma sengaja memesan mereka "


Oma Rita tampak merajuk


Pikiran orang tua benar - benar sensitif sekali mudah sekali tersinggung


Andalan oma Rita yang tak mungkin bisa di tolak oleh Ana ,pura - pura sedih


" Baiklah oma dan nenek , Ana akan memilihnya "


Ana melihat semua badut yang berdiri


" Aku pilih Doraemon, helokitty, winni the poh"mickey mouse, spongebob, dan " Ana melirik satu lagi


seorang badut berkostum lebah terjatuh


lalu bediri kembali denhan melepas kostum kepalanya " Ana pilih aku saja "


Ana terkejut karena di dalam kostum tersebut ternyata seseorang yang ia kenal


" Alena , kau "


" Iya Ana cepat pilih aku " Alena kembali memasang kepala kostumnya dan ia berjoged dengan riang


sambil menggoyang - goyangkan pantatnya


" Bagaimana sayang, yang mana lagi atau kau mau mereka semua "


Ana terdiam karena ia akan merasa bosan, cuma Ana kasihan jika harus di pilih satu persatu, ia memikirkan tentu sangat panas berada di dalam kostum itu, ia melihat ada orang yang sudah sepuh berada juga di dalan kostum itu Ana pun mengambil keputusan


" Baiklah oma Ana mau mereka semua tampil nanti, tapi harus di bagi dua shift jangan sampai mereka kelelahan dan Ana mau sebelum mereka bekerja mereke harus di beri makan terlebih dahulu "


Ana yang memiliki hati yang sangat baik semakin membuat oma Rita dan nenek bangga


" Kemari sayang " Oma Rita memeluk Ana


" Kau memang perempuan sempurna cucuku aditya berungtung sekali menjadikanmu istrinya "


' Benar sekali Rita, ia memang cantik luar dalam., tidak salah sekali ia masuk kedalam keluarga ini"


Ana menjadi tersipu karena pujian oma Rita kepadanya " Aduh oma jangan membuat Ana menjadi malu, bukankah Ana yang seharusnya bersukur di terima dengan baik di kelurga ini "

__ADS_1


" Baiklah kalian semua dengar , kalian semua di pilih cucuku untuk acara besok berikan hiburan yang terbaik untuk tamu undangan ku nanti "


Semuanya mengangguk lalu mengundurkan diri , Ana pun kehilangan jejak Alena yang langsung pergi meninggalkannya


masih dengan seribu tanya di otaknya tentang Alena, yang bekerja .


"Sayang apa lagi yang kau pikirkan "


Oma melihat Ana melamun


" Tidak apa - apa Oma Ana hanya terlalu bahagia " Ana memelum oma Rita


" Ehemm Ana apa kau tak ingin memeluk nenek, aku jadi iri melihat kau Rita "


Nenek menggoda Ana


" Ah tentu saja nenek aku sangat menyayangi kalian berdua "


.......


Arya berdiri di depan ia sangat takut jika Alena sampai melihatnya bisa - bisa menganggu ketentraman hidupnya


Dari kejauhan ia melihat Alena memakai kostum badut lalu melepas kepala kostum tersebut, dan kemudian ia naik kedalam mobil pengangkut barang yang baknya terbuka,


Alena tampak senang sekali seperti tidak ada beban di pundaknya


" Benar - benar perempuan yang aneh hiii baru kali ini aku merasa sangat jijik melihat perempuan, padahal secara fisik ia menarik tapi kelakuannya membuatku hii "


Arya masuk kedalam rumah kembali


......


yang lebih hebat lagi semua baju di dalam lemari tersebut termasuk dalaman miliknya semua pas di pakai olehnya


" Bagaimana mungkin ia tau semua ukuranku " Siska tertawa geli, ia belum juga menyadari jika ia sedang menikmati berada di tempat ini


Tok


tok


tokk


" Iya masuk "


Seorang pelayan tampak berdiri dengan ketakutan padanya, siapa lagi jika bukan pelayan perempuan yang pertama menjemput nya di bandara, ia sangat kaget melihat kelakuan seorang istri bangasawan yang tak mencerminkan seorang ningrat


" Kenapa " Siska berbicara dengan cuek ciri khasnya


" Nona semua orang sudah menunggu anda di meja makan sekarang "


Siska masih santai menjawab


" Ia sebentar lagi pergilah dulu "


" Saya tidak boleh pergi jika tidak dengan membawa nona " Ia tampak ketakutan sekali

__ADS_1


" Ya.. ya. baiklah, merepotkan sekali " Siska keluar dari dalam kamarnya menuju ruangan makan utama


" Sebelah sini nona "


Menunjuk lorong yang berada di ujung


" Ah berapa banyak ruangan di rumah ini, apa mereka tak lupa jalan untuk keluar rumah " Siska merasa kesal karena harus berjalan sejauh itu


Benar saja tampak di meja makan semua orang sudah duduk berjejer dengan rapi termasuk papa dan mama Arjuna, meski mama nya sedang sakit ia tetap duduk bersama mereka ,tampak satu buah kursi kosong di sebelah Arjuna


Uh kenapa aku deg - deggan begini mereka emua menatapku seperti penjahat saja,


apa memang begini gaya makan bangsawan


" Maaf saya terlambat " Siska menunjukkan sisi elegannya di tengah keluarga


dengan sangat anggun ia bersikap duduk di antara mereka


tampak bibinya, dan seorang gadis muda di sampingnya


" Nak Siska mau makan apa sayang ,biar mama suruh pelayan yang ambil "


" Nggak usah ma, Siska bisa ambil sendiri, mama, papa mau makan apa biar Siska yang ambikan " Berdiri dan memasukkan nasi untuk kedua mertuanya tetapi tidak dengan Arjuna


Tujuan Siska adalah untuk memanasi bibinya tidak ada maksud lain, tapi Siska tak menyadari jika secara tidak langsung ia sedang mengambil hati mertuanya


"Sayang kau tak perlu seperti itu "


" Tak apa ma, lihat mama masih sakit


selang infus masih terpasang, mama diamlah biar Siska yang menyuapi mama "


Tampak wajah bibi Arjuna memerah, Siska tampak senang


Bagaimana perasaanmu sekarang nenek lampir apa sudah mulai kembung, masuk angin dan kejang - kejang


" Sayang kau tak. perlu melakukan itu apa guna banyak pelayan di rumah ini, kau sekali - kali kemari, mama tidak mau kau capek "


Siska duduk di bawah kaki mertuanya " Mama justru karena Siska sekali - kali kemari makanya Siska mau memberikan perhatian khusus untuk mama, bukankah Siska menantu mama, berarti anak mama juga "


Siska melirik kembali


*Rasakan apa kau tau hahaa aku bisa bersikap semanis ini tergantung bagaimana orang memperlakukanku, kau telah menantangku sekarang bagaimana sakit hati kan?


Siska kenapa kau ****** sekali sih, ini akan semakin mempersulit kau lepas dari hidup Arjuna*


Arjuna tampak terkejut melihat sikap berlebihan Siska kepada ibunya


" Siska duduklah di sini, mama juga tidak boleh makan terlalu banyak "


" Baiklah, jika kalian semua memaksaku, aku tidak mau membantah mertua dan suamiku "


Siska berbicara lembut sekali dan berjalan selambat mungkin lalu mencibir bibi Arjuna yang dari tadi memperhatikannya


Siska kembali berbunyi " panas.. panas" Mengipas tangannya

__ADS_1


Dengan cepat para pelayan menghidupkan 4 AC sekaligus, kalian bayangkan saja sedingin apa hahaha


__ADS_2