
" Siska hentikan aku tak bisa "
Membalikkan badannya jantung Arya berdetak sangat cepat ia tak menyangka jika Siska akan melakukan hal segila ini
" Kak Arya aku mohon berbaliklah apa kau tak menginginkan aku , Kau tak mencintai aku "
Suara Siska tampak terisak
Arya masih menghadapkan tubuhnya kebelakang tembok
Dimas di luar kamar sudah siap mengahajar Arya jika ia berani melakukan sesuatu dengan Siska yang sekarang sudah sah menjadi istri Arjuna dan sekarang Siska adalah istri salah satu bangsawan berdarah biru di jogjakarta
Mengambil nafas panjang - panjang lalu mambalikkan badannya dan mengambilkan jaket yang sudah di lepaskan Siska " Cepat kau tutup dadamu "
Siska masih menangis tersedu - sedu
Duduk di kursi hotel dan memandang keluar jendela " Siska kau lihat itu "
Menunjuk bulan yang sangat terang malam ini
" Serendah itu kah kau menilaiku "
Menelan air liurnya tetap dengan pandangan keluar jendela
" Kau lihat rembulan itu sungguh cantik dan indah ia di kelilingi bintang - bintang di sekitarnya, seperti itulah dirimu Siska kau bersinar paling terang di antara semuanya
aku memang telah banyak tidur dengan perempuan - perempuan di luar sana "
Menghidupkan rokok dan mengepulkan asapnya keudara " Aku ini brengsek dan tak pantas mendapatkan cinta dari perempuan sebaik dirimu, Dimas benar aku tak pantas mendekatimu tetapi maafkan aku, aku tak bisa menyentuhmu jangankan untuk menyentuhmu melihat kau meneteskan air mata saja aku tak sanggup, Dimas sangat menyayangimu ia tau mana laki - laki yang baik untukmu, Lelaki itu kan? "
Mengingat Arjuna yang terbaring di rumah sakit berdampingan dengannya
" Ikutilah apapun yang di pilihkan oleh orang tua, kau tau tidak Siska cinta yang ada di hatimu untukku itu hanya hasutan setan agar kau membantah orang tuamu, melawan kakak laki - lakimu, kau kabur dari rumah hanga untuk menemui laki - laki brengsek seperti aku .
Terdiam suara tangisan Siska terhenti .
" Apa yang kau lihat dari aku , hanya karena perhatian dariku kau langsung menganggap aku mencintaimu, apa kau yakin aku
benar - benar mencintaimu?
Tak ada yang pantas kau banggakan dariku
aku ini lelaki brengsek , penuh maksiat belum lagi keluarga ku berantakan ayahku di penjara dan ibuku sekarang dirawat di rumah sakit jiwa
Harta ? Kau lihatlah saja untuk tidurpun aku menumpang di rumah Aditya
Menelan kembali air liurnya , mata Arya tampak berkaca - kaca ia menahan agar air matanya tak tumpah
__ADS_1
" Apa malam ini kau lari dari pernikahanmu?
Arya meilihat dari pakaian kebaya yang tak biasa di kenakan oleh Siska
" Aku dinikahkan tampa sepengetahuanku kak"
Siska menangis tersedu - sedu kembali
Jantung Arya seperti berhenti berdetak saat mendengat ternyata Siska telah menjadi istri orang lain, benar jodoh itu di tangan tuhan ia bisa saja melakukan hal gila pada Siska malam ini tapi ia memilih untuk tidak melakukan hal yang aneh pada Siska
karena perasaannya kali ini berbeda
Cinta itu menjaga tidak merusak
Cinta itu murni yang merusak itu nafsu
Arya sudah tak tahan ingin menangis ia berdiri dan berjalan menunduk
lalu berhenti di depan pintu " Pulanglah tak baik seorang istri berduaan di dalam kamar
dengan laki - laki yang bukan suaminya
keluargamu pasti sangat khawatir berpikirlah yang jernih jika kau selalu menuruti hawa nafsumu kau tidak akan selamat ingatlah satu hal kesempatan mengasihi orang tua tidak akan bisa terulang kedua kali ,aku yakin suamimu itu sangat mencintaimu dia pasti akan menjagamu sama seperti Dimas yang begitu menyayangimu, sebaiknyan kau segera pulang , terkadang kita harus mengorbankan perasaan kita sendiri demi menjaga banyak nya hati yang terluka karena kita , percayalah satu hal tuhan akan selalu mendengar setiap doa kita "
Airmata Arya sudah tak tahan ingin menetes
Siska menangis lalu berteriak dengan kencang " Baiklah jika itu maumu sebelum kau pergi jawablah dulu pertanyaanku "
"Arya apa kau mencintaiku? "
Arya menelan dan menahan kepahitan di dadanya ia masih berdiri di pintu, " Aku tidak mencintaimu "
" Kau bohong! " Siska berteriak
" Apa kau mau mendengar lagi ucapan dariku"
Arya menekankan suaranya
" Kau dengar Siska aku tidak mencintaimu "
Berlalu pergi dan untuk pertama kalinya Arya meneteskan air matanya untuk sebuah perasaan murni yang di sebut Cinta
Arya mengelap air mata yang terus mengalir dipipinya, terdengat tangisan Siska di kamarnya
Dimas menjadi saksi ia melihat dengan jelas betapa dalamnya cinta Arya untuk Siska adiknya
bahkan Arya tak menyentuh Siska yang sudah jelas - jelas menyerahkan tubuhnya di hadapan Arya
__ADS_1
Ada rasa penyesalan hebat di batin Dimas saat ia melihat jika Arya benar - benar bermain hati kali ini .
Dimas memutuskan pulang kerumah tampa membawa Siska ia yakin Siska akan pulang kerumah tanpa ia bawa
Dimas tersandar di dinding hotel tuduhannya selama ini dengan Arya salah besar
Arya masuk kedalam mobil ia menangis tersedu - sedu meletakkan kepalanya di atas stir mobil
Ia memukulkan tangannya di atas setir mobil
" Ini salahku semuanya " menangis dengan tersedu - sedu.
" Hukuman ini sakit sekali " memukul dadanya dengan kuat
Arya melajukan mobilnya ia berusaha sekuat tenaga untuk menutup luka di hatinya , agar tak ada satu orangpun yang tau kejadian malam ini ia menjaga harga diri Siska dan keluarganya dan menjaga perasaan Aditya yang sedang di landa kecemasan
Sebelum turun dari mobil Arya mengelap air matanya lalu turun dengan mata yang sangat merah
masuk kekamar dan kembali keluar lagi untuk mengambil air wudhu ritual yang sama sekali tak pernah ia lakukan
" Aku butuh ketenangan yang sebenarnya, cuma dengan kembali kepada tuhan berserah diri akan takdirnya semoga ada ampunan untuk pendosa sepertiku "
Membentangkan sajadah
Ana bangun dari tidur dan menjauhkan tangan Aditya yang memeluknya sangat erat
" Apa yang sedang ia lakukan "
Ana duduk dengan sangat kesal
Memandang wajah Aditya seperti makhluk tanpa Dosa, mungkin karena efek kecapekan dalam perjalanan tadi hingga ia tak bisa berpikir jernih
Memandang wajahmu saja membuatku tak percaya jika malaikat itu hanya ayah, ibu dan jakakku saja ternyata lelaki di sampingku ini juga melakukan segalanya untukku,
Menarik nafas panjang
Seharusnya sebagai suami istri tidak ada yang harus aku pendam dan aku tutupi sendiri , bukankah kunci rumah tangga itu adalah keterbukaan apalagi aku sedang mengandung anaknya, ini adalah resiko menikahi lelaki kaya, tampan dan di gilai banyak wanita
Ana mengenggam tangan suaminya yang benar - benar tidur terlelap
" Ana kau bodoh sekali terpancing emosi bukankah kau perempuan cerdas? sebaiknya aku akan mengatakan ini pada Aditya besok pagi"
Memegang perutnya " Aku lapar "
Ana turun kebawah mencari makanan di dapur
Mengunyah makanan dengan lahapnya melihat jam yang sudah menunjukkan jam
__ADS_1
04 : 00
" Sudah subuh ternyata ".