
Siska duduk di kursi dengan nafas tak beraturan " Kenapa kau " Dimas menepuk pundak Siska membuat Siska lebih kaget lagi
" Bisa tidak jangan mengagetkanku " Siska memarahi Dimas
" Iya maaf " Menyodorkan coklat kesukaan Siska
" Ini untukmu "
Siska hanya diam tak membalas apapun yang di ucapkan Dimas
" Ya sudah kalau tidak mau aku berikan kemami saja "
Siska tampak cuek saja padahal Dimas tau ia tak mungkin bisa vvvc
q coklat tersebut
"Aku berikan mami saja ya " Dimas memainkan coklat tersebut tepat di depan mata Siska
" Berikan saja dengan mami sana " Siska cemberut dan kembali masuk kedalam kamar
" Menyebalkan sekali Dimas itu aku sama sekali tak bersimpatik lagi dengan sikapnya "
Siska duduk di tepi tempat tidur sambil memegang bantal
Tak lama Arjuna keluar dari kamar mandi dan melihat Siska dengan wajah cemberut duduk di tepi kasur
Arjuna duduk dan mengeluarkan kotak yang sengaja ia simpan di dekat lemari pakaiannya Sekotak coklat kesukaan Siska
" Ini untuk mu semuanya " Arjuna menyerahkan kotak yang berisi coklat yang banyak sekali untuknya
" Apa itu " Melirik
"Coklat, bukankah itu kesukaanmu " Arjuna tersenyum dan keluar dari kamar
Siska diam saja ia tak memperdulikan Arjuna sama sekali
Siska apa kau yakin bisa bertahan untuk tidak menyukainya kau lihat ia sangat memperhatikan semua kebutuhanmu dan semua hal yang kau sukai ia tau
Apa?? menyukainya Hah tidak segampang itu untukku menyukai Arjuna dia memang sempurna tapi rasa cinta itu tak harus bertuan dengan mereka yang diberi kesempurnaan aku memang baru pertama merasakan cinta tapi cinta itu memang betul tak bersyarat
Siska merenung pesan masuk kedalam ponselnya ternyata Rina mengirimkan pesan agar Siska yang membayar pesannya
" Astaga Rima aku melupakannya " Siska langsung menelpon Rima
" Rima halo, iya kau kenapa maafkan aku " Siska berbicara seperti kereta api tak memakai titik koma
" Iya Siska aku sangat paham kau santai saja lah aduh, iya aku besok tidak masuk kuliah karena mendadak demam kau kerjakan besok tugas kuliah itu jangan lupa karena aku tidak bisa mengerjakannya "
__ADS_1
Ternyata Rima sedang demam
Siska kembali merasa bersalah mungkin karena ulahnya tadi yang membuat Rima sampai demam seperti itu " Iya Rima maafkan aku kau sampai demam begitu beristirahatlah besok aku akan menjengukmu "
" Iya Siska jangan khawatirkan aku " Suara Rima terdengar parau
Rima menutup telpon, tinggallah Siska yang kebingungan bagaimana cara mengerjakan tugas kampus biasanya Rima lah yang mengerjakan semua tugas - tugasnya
" Aduh bagaimana ini siapa yang akan mengerjakan tugas ku sebanyak ini, jika menyuruh Ana itu tidak akan mungkin dia sedang hamil lagian ini sudah malam, kak Dimas saja kalau begitu "
Siska kembali berpikir
" ah tidak mau tadi aku sangat kesal sekali padanya ,lalu siapa "
Siska terlihat pasrah, ia mondar - mandir berdiri lalu duduk kembali
Arjuna masuk kedalam kamar ia terlihat tenang, diikuti mami dan ibunya Arjuna
Siska terkejut
Aduh apa lagi ini apa yang di inginkan mami dan ibunya Arjuna ini sih
" Nak Siska, apa kabar mu sayang ini mama membawamu oleh - oleh " Dengan suara yang sangat lambat beribacara tertata dan sungguh berirama
" Ayo Siska cepat cium tangan ibu mertuamu" Siska tak mungkin menolak permintaan maminya apa lagi jika berhubungan dengan orang tua
Siska menghampiri mereka dan mencium tangan orang tua Arjuna yang juga sekarang menjadi mertuanya ya mau tidak mau itulah kenyataannya
"Baiklah jeng " Dengan suara yang sangat lambat ibu Arjuna menjawab mereka tersenyum senyum mereka keluar dari kamar
Arjuna menarik rambutnya " Aduh kenapa mama harus datang malam - malam begini sih "
" Heh Arjuna kau kenapa " Siska berkacak pinggang memperhatikan Arjuna
" Coba kau minggir dulu aku akan melakukan sesuatu "dengan suara yang sangat pelan
Siska terpaksa minggir dulu lalu dengan cepat Arjuna memberantakkan kasur Siska lalu Arjuna memukul - mukul lemari dengan bantal
" Hai Arjuna apa yang kau lakukan dengan kamarku, berhentilah "
Secepat kilat Arjuna menutup mulut Siska dan membawanya menepi di belakang pintu kamarnya
.
" Kau diam saja ikuti saja apa yang aku perintahkan " Posisi tangan Arjuna masih mendekap mulut Siska
Arjuna memberi instruksi dengan menggunakan jarinya untuk menyuruh Siska diam
__ADS_1
Arjuna menaruh telinganya di pintu dan benar saja terdengar suara mama nya dan mami Siska
" Ah dengar suara itu jeng, selamat ya jeng sebentar lagi kita akan menjadi seorang nenek "
Arjuna menarik nafas panjang tak terdengar lagi suara kedua wanita kepo itu di pintu lagi sepertinya mereka sudah pergi
Dengan kesal Siska menggigit tangan Arjuna yang menahan mulutnya
" Aduh sakit " Arjuna mengaduh kesakitan
" Apa yang kau lakukan padaku ha ? kau sengaja mencari kesempatan untuk memelukku kan? " Siska tampak marah sekali
" Bukan begitu Siska tolong dengarkan aku sebentar saja aku akan memberikan penjelasan "
" Ah tidak mau, kau kerjakan dulu tugasku "
Siska mengambil kesempatan agar Arjuna mau mengerjakan tugasnya yang sangat banyak itu
" Baiklah aku akan mengerjakannya tapi sesudah solat isya dulu ya "
Arjuna mengambil wudhu bergegas kekamar mandi
" Ya terserah kau saja " Siska sudah menyiapkan buku dan laptop
Tak lama setelah Arjuna sholat ia langsung mengambil tugas Siska dan mulai mengerjakannya tugas Siska amatlah banyak
hingga akhirnya Siska tertidur
Arjuna masih mengerjakan tugasnya hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 01:00 dini hari
Siska terjaga dan melihat jam masih menunjukkan pukul 01 : 00 dini hari
tetapi ia memilih berpura - pura tertidur
Siska melihat Arjuna yang masih berjibaku dengan tugas kuliah yang tinggal sedikit lagi selesai
Arjuna sesekali menguap tapi terus mengerjakannya
Rasakan aku tidak perduli kau mau mengantuk atau tidak tapi itu semua salahmu karena sudah berani tanpa permisi memaksa masuk kedalam kehidupanku
Siska tersenyum puas melihat penderitaan Arjuna
Ini baru awal kang mas Arjuna hahaha kau akan tau bagaimana Siska yang sebenarnya kau lihat saja lah
Siska menarik selimut sambil tersenyum puas melihat Arjuna yang mengerjakan tugasnya hingga tertidur di kasur yang berada di bawah karena memang Arjuna tidur di bawah dengan menggunakan kasur tipis
Seperti manusia yang tak punya hati Siska sudah siap dengan siksaannya untuk Arjuna
__ADS_1
Awas saja jika tugasku belum siap semuanya ja akan membayarnya lebih dari ini, aku akan menyiksanya dengan halus saja seperti ia telah menyiksa hidupku secara halus, dia pikir aku akan dengan mudah melupakan Arya cuihhh jangan mimpi kau Arjuna sekalipun kau berubah sangat tampan sekarang tetap saja aku tak segampang itu kau dapatkan.
"